Membuat Kebun Minimalis di Lahan Sempit, Ini Tips & Triknya!

Kebun Minimalis

Ingin tau cara membuat kebun minimalis di rumah yang bisa diisi sayur dan buah-buahan? Hobi berkebun di rumah itu hanya bisa dikerjakan mereka yang punya halaman luas saja. Itu hanya mitos saja kok! Berkebun ini merupakan kegiatan bagi siapa saja, termasuk mereka yang punya rumah dengan lahan mungil sekalipun.

Jangan pernah berpikir bahwa luas lahan rumah merupakan hambatan untuk menyalurkan hobi berkebunmu di rumah. Saat ini makin banyak orang yang aktif menyalurkan kegemerannya tersebut dengan membuat kebun minimalis berukuran 1 m². Selain mereka yang sudah profesional, desain kebun seperti ini juga sudah dimanfaatkan para pemula yang suka berkebun. Tertarik untuk membuatnya di rumah? Coba perhatikan tips & trik berikut ini.

Kebun Minimalis, Seperti Apa Sih Desain dan Sistemnya?

Mungkin sebagian besar orang masih bingung mengenai kebun super mini ini. Kebun minimalis ini di beberapa negara lain dikenal dengan sebutan square foot garden yang merupakan sebuah metode simpel untuk membuat kebun yang kecil, tertata, dan juga tinggi produktivitas. Hasil dari kebun itu sendiri bukan untuk dijual, tetapi untuk memenuhi keperluan dapur sehari-hari.

Untuk konsep dasarnya yaitu membuat sebuah bidang untuk berkebun dengan ukuran 4’ by 4’ atau 4’ by 8. Pola bidang kebun itu sendiri dibagi menjadi beberapa lahan dengan ukuran masin-masing 1-foot square. Setiap bagian atau lebih bisa ditanami satu bibit sayuran khusus. Biasanya bidang kebun ini dibuat meninggi dengan boks kayu, jadi tak serta merta bergabung dengan tanah halaman.

Sesudah square foot garden, muncul juga square meter garden atau kebun ukuran 1 m². Konsepnya juga hampir sama, tetapi ukurannya saja yang berbeda. Seperti yang kita ketahui, satuan untuk mengukur panjang yang sering digunakan di Indonesia yaitu meter. Karena itulah desain kebun mini yang pas untuk dibuat yaitu square meter garden. Untuk bidang kebunnya sendiri bisa dibeli sesuai dengan ukuran tersebut.

Beberapa Kelebihan dan Keuntungan Miliki Kebun Minimalis di Rumah

Sebelum melangkah ke tahap selanjutnya, pastinya Anda perlu tahu dulu mengenai keuntungan serta kekurangan dari desain kebun satu ini. Jika sudah paham, pastinya Anda juga bisa tahu hal apa saja yang harus dipertimbangkan dan disesuaikan dari rumah. Untuk selengkapnya, simak poin-poinnya di bawah ini.

Kelebihan Punya Kebun Mungil
1. Gampang diurus sebab ukurannya kecil.
2. Lebih cepat dan memberikan banyak hasil.
3. Gampang dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
4. Jika tanah yang dipakai adalah tipe mix soil, maka potensinya terkena hama di musim panen pertama sangat minim.

Kekurangan Punya Kebun Mungil
1. Pilihan sayuran yang bisa ditanam terbatas. Tak bisa menanam sayur berukuran besar dan memakan lahan seperti asparagus, jagung, atau labu.
2. Terkadang bisa memakan biaya lebih besar sebab tak memanfaatkan bahan yang sudah ada.
3. Tanah untuk menanam tak dalam sebab dibuat di dalam wadah buatan.
4. Harus sering disiram sebab tanah lebih gampang kering.

BACA JUGA:
Iniloh 8 Cara Pemindahan Bibit Tanaman Agar Tak Stres, Mau Tau?
Ingin Panen Buah Sendiri, Coba Tanam 7 Tanaman Ini Deh!
Cara Ampuh Usir Nyamuk di Musim Hujan dengan Bahan Alami, Tertarik Coba?

Tahapan & Cara Membuat Kebun Minimalis di Rumah

Sesudah membeli dan membuat bidang kebunmu, saatnya melaksanakan langkah-langkah di bawah ini:

1. Memilih Bibit Sayuran yang Sesuai

Bukan hanya bibit sayuran dengan hasil yang besar, cukup banyak pilihan lain yang bisa ditanam. Beberapa bibit yang bisa ditanam antara lain:
* Kol
* Tomat
* Timun
* Lettuce
* Lobak
* Serta rempah-rempah masak.
Ingat pilihlah tanaman yang benar-benar cocok dengan suhu lingkungan rumah. Tak hanya itu, jika Anda kurang telaten merawat tanaman. Lebih baik tanamlah bibit yang perawatannya tak terlalu rumit.

2. Mengatur dan Menanam Bibit

Sebab lahan menanam yang Anda punya cukup sempit, buatlah segmen-segmen untuk membagi tempat menanam bibit. Terkhusus segmen yang berdekatan untuk menanam bibit yang sama. Jika tak dipisah, Anda akan kesulitan dalam hal perawatan dan juga pemanenan.

Pastikan jarak setiap segmen tak begitu dekat supaya setiap bibit bisa tumbuh dengan baik dan memperoleh nutrisi serta sinar matahari yang cukup. Sesudah membagi beberapa segmen bidang pada kebun minimalis tersebut, laksanakan proses grouping. Maksud grouping disini adalah membedakan tanaman sesuai dengan cara mereka tumbuh.

3. Perawatan Kebun Minimalis

Apabila sudah menentukan segmen dan melaksanakan grouping, Anda bisa menanam bibit yang sudah dipilih. Pada sisi lain, ingat juga bahwa setiap tanaman tersebut perlu perawatan supaya bisa tumbuh dengan baik. Hal yang harus Anda kerjakan yaitu seperti pemberian pupuk dan juga penyiraman. Tanaman yang Anda tanam mempunyai jenis yang berbeda-beda, tetapi mereka semua adalah sayuran.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Untuk pemberian pupuk coba guanakan yang umum dipakai untuk jenis tanaman sayuran. Sementara itu untuk pengairannya, pakailah alat simpel seperti botol semprotan atau botol yang ujungnya Anda lubangi. Kebun minimalis yang ukurannya kecil tentu tak butuh pengairan yang begitu banyak seperti dengan selang atau gayung.

Proses perawatan dalam bertanam di kebun minimalis dengan ukurannya yang mungil memerlukan kreativitas yang tinggi. Jika Anda tak mempunyai bidang tanam dengan ukuran satu meter persegi, berimprovisasilah. Anda bisa memakai botol-botol bekas dan menaruhnya di halaman berukuran kecil sekalipun. Botol plastik ini mampu membuat bibit Anda tumbuh dengan baik dan sehat juga.

Selain kreativitas, diperlukan juga ketelatenan untuk merawat tanaman pada kebun minimalis. Meskipun begitu, semuanya tak akan membuatmu gigit jari kok, karena hasil yang bisa dituai cukup menjanjikan. Dan tumbuhan tersebut juga tentu bebas pestisida dan aman dikonsumsi. Hemat lahan, sehat, hemat uang.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Membuat Kebun Minimalis di Lahan Sempit, Ini Tips & Triknya! dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Advertisements

Iniloh 8 Cara Pemindahan Bibit Tanaman Agar Tak Stres, Mau Tau?

Cara Memindah Bibit Ke Polybag

Dalam perawatan tanaman muda memang membutuhkan ketelatenan yang lebih, contohnya seperti bibit cabai, bibit terong, bibit tomat, bibit semangka, bibit melon ataupun bibit tanaman buah tahunan sekalipun pasti mengalami stres sesudah dipindah tanam ke lahan, hal ini bisa diakibatkan karena bermacam-macam hal, contohnya media semai yang pecah ketika proses penanaman dilaksanakan, bibit tanaman yang tak sehat ataupun faktor cuaca.

Tanaman yang paling sering mengalami stres bibit yaitu tanaman sayuran buah semusim, apalagi bila proses pindah tanam dilaksanakan ketika tanaman belum cukup umur atau terlalu tua.

Pada bibit tanaman yang masih terlalu muda atau terlalu tua lebih besar kemungkinan mengalami stres sesudah pindah tanam, walaupun hal ini tak mengakibatkan kerugian total, namun bibit yang mengalami stres, pertumbuhan dan perkembangannya akan sedikit terhambat.

Umumnya bibit tanaman akan mengalami stres sesaat sesudah dipindah tanam ke lahan, yang diakibatkan oleh beberapa hal diantaranya adalah kondisi bibit, usia bibit, rentang waktu pemberian pupuk dasar dan juga penanaman, temperatur atau suhu, kondisi lahan, waktu tanam, pasokan air, pemupukan dan juga over dosis dari pestisida. Berikut ini penjelasan selengkapnya.

1. Memperhatikan Waktu Penanaman
Hindarilah menanam bibit pada pagi dan siang hari, terutama bila penanaman dilaksanakan pada musim kemarau. Untuk menghindari stres penanaman lebih baik dilaksanakan pada sore hari, segera kerjakan penyiraman sesudah penanaman bibit selesai. Penanaman pada sore hari akan memberikan kesempatan tanaman untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya, yaitu dalam waktu satu malam cukup bagi tanaman untuk menyesuaikan diri.

2. Umur Bibit Tanaman
Di dalam umur tanaman ada 2 hal yang harus diperhatikan yaitu :

Pertama, jangan kerjakan pemindahan bibit semaian yang masih terlalu muda, sebab dahan masih rapuh dan akar juga masih sedikit dan mudah terputus bila tak hati-hati dalam melakukannya.

Kedua, pemindahan tanaman jangan menunggu sampai bibit tanaman terlalu tua, sebab sesudah dipindah tanam bibit tanaman yang terlalu tua akan kerdil dan tak optimal dalam pertumbuhannya. Untuk itu pemindahan tanaman sebaiknya dilaksanakan ketika pangkal tanaman sudah tampak kokoh dan minimal sudah mempunyai 3 helai daun.

BACA JUGA:
Ingin Panen Buah Sendiri, Coba Tanam 7 Tanaman Ini Deh!
Cara Ampuh Usir Nyamuk di Musim Hujan dengan Bahan Alami, Tertarik Coba?
Yuk Kepoin Cara Pengawetan Cabai Agar Tak Mudah Busuk

3. Perhatikan Kondisi Bibit Tanaman
Bibit tanaman yang kurang sehat akan gampang stres dan cenderung mengalami stres yang lebih lama sesudah pindah tanam, bahkan bisa saja mati. Oleh sebab itu pilihlah bibit yang sehat, mempunyai vigor yang kuat, mempunyai akar yang baik, tak lemas sebab kekurangan sinar matahari ketika di persemaian. Dengan demikian, hendaknya biarkan bibit di persemaian untuk terpapar sinar matahari secara penuh setidaknya 15 hari sebelum bibit dipindah tanam ke lahan. Ini dikerjakan supaya bibit tanaman mempunyai batang yang kuat dan cepat beradaptasi ketika dipindah tanam ke lahan.

4. Lahan yang Tidak Bersahabat
Lahan yang terlalu kering adalah suatu kondisi lahan yang tak bersahabat bagi tanaman baru, maka dari itu siram lahan sampai benar-benar basah sebelum mengerjakan pindah tanam bibit. Apabila pindah tanam dilaksanakan pada musim kemarau dengan kondisi tanah yang benar-benar kering, penyiraman hendaknya dikerjakan 2 kali sebelum bibit ditanam.

5. Cara Pengambilan Bibit Tanaman dari Persemaian
Cara ini juga sangat mempengaruhi pertumbuhan dan kematian tanaman. Ketika pengambilan bibit tanaman dari media semai lebih baik bibit dicongkel bersama dengan sedikit media tanamnya kemudian kepalkan dan padatkan. Jangan sekali-kali menarik pangkal batangnya karena akarnya bisa putus.

6. Penyiraman Rutin
Laksanakan penyiraman rutin setiap pagi dan sore sampai bibit tanaman benar-benar kuat, umumnya dalam waktu 4-5 hari sejak pindah tanam, bibit sudah beradaptasi dengan baik. Ciri-ciri tanaman yang sudah beradaptasi dengan baik ditandai dengan munculnya tunas-tunas baru hal ini juga menandakan bahwa akar baru sudah tumbuh dan mampu menyerap air serta nutrisi yang ada di dalam tanah.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

7. Pemberian Pupuk yang Tepat
Pemberian pupuk dan pupuk susulan yang tak tepat bisa menyebabkan tanaman stres, layu, menguning bahkan mati keracunan. Pemberian pupuk susulan sebaiknya dikerjakan setelah tanaman benar-benar beradaptasi dengan lingkungan lahan yang baru.

8. Membaca Petunjuk Penggunaan Pestisida
Dalam pemakaian pestisida, biasakan selalu membaca petunjuk penggunaannya yang umumnya tertera pada label kemasan. Pakailah dosis sesuai anjuran, sebab penyemprotan pestisida dengan dosis berlebihan bisa berakibat fatal bagi tanaman, terlebih pada tanaman usia muda. Over dosis pestisida pada tanaman bisa mengakibatkan stres dan juga keracunan.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Iniloh 8 Cara Pemindahan Bibit Tanaman Agar Tak Stres, Mau Tau? dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Ingin Panen Buah Sendiri, Coba Tanam 7 Tanaman Ini Deh!

Pingin panen buah-buahan namun terkendala lahan yang terbatas? Tak punya keahlian berkebun atau mengelola taman? Jangan langsung patah semangat, sebab tanaman buah dalam pot bisa jadi solusi yang Anda cari.

Tak memerlukan area yang luas dan bahkan bisa dilaksanakan dalam ruangan, kuncinya yaitu mengerti apa saja jenis tanaman buah dalam pot yang bisa tumbuh besar tanpa harus ditanam di tanah. Langsung saja intip daftar tanaman buah dalam pot untuk eksperimen terbaikmu.

1. Tomat

Tomat Pot

Banyak yang menyangka tomat sebagai kategori sayuran atau palawija, akan tetapi tomat sesungguhnya merupakan tanaman buah dalam pot yang sangat besar persentase kesuksesannya. Cara menanam tanaman buah dalam pot ini juga gampang, hanya diperlukan waktu 3 bulan dengan menyebarkan benih tomat pilihan di media tanam berupa pot ataupun polybag.

Jangan lupa berikan juga penyangga supaya tanaman buah dalam pot ini tumbuh subur dan tetap tegak, sambil juga disiram dan dipangkas tunas barunya.

2. Stroberi

Stroberri Pot

Tanaman yang banyak disukai anak-anak dan orang dewasa, stroberi paling enak ketika disajikan sebagai hidangan buah yang dingin. Apalagi bila dipanen dari hasil yang Anda rawat sendiri, dijamin stroberi akan semakin lezat disantap.

Stroberi bisa ditanam dalam pot dengan cara mempersiapkan bibitnya dan meletakkannya ke dalam wadah pot secara tertata dengan jarak tertentu. Pot/polybag yang dipakai dianjurkan berukuran sedang dengan diameter minimal 15 cm dan diisi dengan tanah yang gembur.

3. Jeruk Kasturi

Jeruk Kasturi Pot

Limau kasturi atau jeruk kasturi bisa menjadi tambulampot paling ideal dan tumbuh subur sepanjang tahun. Teknik sukses menanam tanaman buah dalam pot ini yaitu dengan memakai bibit jeruk nipis yang berjenis hasil okulasi supaya buah bisa tumbuh cepat dengan subur.

Untuk pot atau polybag sebagai wadah tanaman ini, bisa dipilih yang berukuran diameter 20-40 cm dengan campuran tanah dengan arang, humus, pasir dan pupuk kandang. Tak hanya disiram, tanaman buah dalam pot yang satu ini juga butuh dipupuk, dipangkas, dan mengganti media tanam untuk memastikan persediaan nutrisi yang memadai.

BACA JUGA:
Cara Ampuh Usir Nyamuk di Musim Hujan dengan Bahan Alami, Tertarik Coba?
Yuk Kepoin Cara Pengawetan Cabai Agar Tak Mudah Busuk
Yuk Kepoin Metode dan Manfaat Perbanyakan In Vitro

4. Jambu Biji

Jambu Biji Pot

Menjadi jenis tanaman yang mempunyai toleransi pada suhu tropis yang tinggi, jambu biji sering menjadi pilihan tanaman buah dalam pot di Indonesia. Jambu biji juga sangat dianjurkan untuk ditanam dengan cara generatif atau dari biji, jika dibandingkan dengan cara vegetatif atau cangkok.

Pastinya pot atau polybag bisa menjadi wadah bibit tanaman jambu biji asalkan Anda memilih varietas unggul, serta memberikan media tanam yang ideal supaya tanaman buah dalam pot ini bisa tumbuh subur.

5. Semangka

Semangka Pot

Jangan kaget jika mengetahui bahwa semangka bisa jadi salah satu tanaman buah dalam pot atau polybag dengan hasil panen yang banyak. Apabila ingin menikmati kesegaran buah semangka ini, pastikan tabulampot ini tumbuh subur dengan memakai media tanam dengan tanah yang kaya akan unsur hara ber-pH netral sekitar 5-7.

Masukkan benih dari bibit semangka pilihan sekitar 2-3 benih dalam sebuah pot atau polybag standar. Proses pemeliharaan rutin termasuk mengendalikan hama penyakit akan menjadikan panen dari tanaman buah dalam pot ini yang paling dinanti-nanti!

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

6. Mentimun

Mentimun Pot

Sangat baik untuk meredakan tekanan darah tinggi, menanam mentimun bisa dilaksanakan dalam polybag ataupun pot dengan diameter sekitar 25 cm. Sebagai tanaman buah dalam pot, mentimun memerlukan media tanam yang merupakan campuran tanah, pupuk, arang dan sekam.

Pakai tanah yang berkualitas sebagai dasar, dan tempatkan pot yang sudah ditanam di area yang terkena pencahayaan alami atau sinar matahari secara langsung minimal delapan jam sehari. Agar hasilnya maksimal, tanaman mentimun ini juga harus diberikan pupuk secara rutin.

7. Srikaya

Srikaya Pot

Srikaya atau buah nona merupakan tanaman dari daerah tropis dan berdaging putih menyerupai sirsak. Kaya akan zat besi sekaligus manfaat kesehatan lainnya, cara menanam srikaya sebagai tanaman buah dalam pot tak sulit.

Siapkan bibit dan pilih pot atau polybag berukuran diameter sampai 40 cm atau sesuaikan dengan ukuran bibit yang akan ditanam. Sebelum diletakkan di area yang terpapar sinar matahari, sediakan batu atau ijuk sebagai alas pot. Pastikan tanaman buah dalam pot sudah berisikan campuran tanah, pupuk dan sekam dengan perbandingan serupa.

Dari ketujuh tanaman buah dalam pot di atas, tampaknya cocok sekali untuk ditanam di hunian, tanpa harus memikirkan luas lahan yang dipunya. Pastikan Anda rajin merawatnya supaya buah hasil panen pun makin optimal dan sedap disantap.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Ingin Panen Buah Sendiri, Coba Tanam 7 Tanaman Ini Deh!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Yuk Kepoin Cara Pengawetan Cabai Agar Tak Mudah Busuk

Cara Mengawetkan Cabai

Distributor Polybag Tanaman Harga Murah – Lim Corporation

Pengawetan cabai bisa dilaksanakan supaya cabai bisa awet dan tahan lama. Sayuran buah yang satu ini memang tak mempunyai umur simpan yang lama. Oleh sebab itu, Anda bisa menyimpannya dengan cara melaksanakan 3 metode pengawetan cabai berikut.

Metode yang pertama ini paling gampang untuk dilaksanakan. Bukan hanya itu, cabai kering juga bisa dipakai untuk banyak jenis masakan sekaligus. Kekurangan dari metode ini yaitu cita rasa cabai kering berbeda dari cabai segar. Rasa pedas cabai kering akan berkurang bila dibandingkan dengan cabai segar.

Cara melaksanakan pengeringan cabai sebagai berikut. Langkah yang pertama, Anda harus mencuci cabai sampai bersih. Pencucian ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran dan debu yang menempel pada kulit cabai.

Lebih baiknya, pakailah sarung tangan ketika mencuci. Karena, mencuci cabai bisa membuat tangan Anda terasa panas. Sensasi panas ini terjadi karena cabai mengandung zat kapsasisin.

BACA JUGA:
Yuk Kepoin Metode dan Manfaat Perbanyakan Secara In Vitro
Syarat & Bahan Media Tanam Organik yang Tepat Untuk Budidaya
Mengenal Jenis Lahan Untuk Usaha Budidaya Tanaman
Hobi Berkebun, Coba Budidayakan 7 Tanaman Ini

Apabila cabai sudah bersih, gantung cabai di tempat dengan sirkulasi udara yang baik. Anda bisa melaksanakan pengeringan di halaman belakang atau teras rumah. Keringkan selama 3—7 hari sampai cabai benar-benar kering. Cabai kering ini bisa bertahan sampai sekitar 1 bulan penyimpanan tanpa terjadi pembusukan.

Disimpan Dalam Minyak

Jenis minyak untuk menyimpan cabai yaitu minyak zaitun. Fungsi dari minyak zaitun sendiri dipakai sebagai salad dressing. Cabai yang disimpan dalam minyak zaitun bukan hanya awet tetapi juga memberikan rasa tersendiri.

Proses pengawetan yang satu ini dimulai dengan membersihkan cabai sampai bersih. Cabai ini kemudian dibelah memanjang menjadi dua bagian. Anda bisa memanggangnya dengan oven ataupun api secara langsung. Laksanakan pemanggangan sampai cabai sedikit hangus.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Masukkan cabai yang sudah dipanggang ke stoples. Tuang minyak zaitun sampai cabai terendam. Pengawetan dengan cara ini bisa membuat umur simpan cabai menjadi 1—2 bulan.

Pengasinan

Polybag 13

Tak hanya dengan kedua cara di atas, Anda juga bisa mengawetkan cabai dengan cara pengasinan. Cabai kering mungkin terlihat kering dan layu. Pengasinan akan menghasilkan cabai yang tetap tampak segar. Akan tetapi, rasa cabai asin tak sepedas cabai segar.

Cara pengasinan cabai bisa dilaksanakan dengan mencuci cabai sampai benar-benar bersih. Masukkan cabai ke stoples kaca. Tambahkan garam, sedikit gula, dan rempah ke dalam stoples. Panaskan cuka sampai mendidih. Setelah tak panas, tuangkan cuka ke dalam stoples. Cabai asin pun siap disimpan dalam jangka waktu cukup lama.

Demikian pembahasan artikel tentang “Yuk Kepoin Cara Pengawetan Cabai Agar Tak Mudah Busuk”, semoga bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Yuk Kepoin Metode dan Manfaat Perbanyakan In Vitro

Perbanyakan In Vitro (Kultur Jaringan)
Perbanyakan Tanaman Metode In Vitro

Distributor Polybag Tanaman High Quality – Lim Corporation

Salah satu metode budidaya in vitro berfungsi untuk mengisolasi bagian dari tanaman dan menumbuhkannya di media nutrisi. Tanaman di dalam kondisi yang steril, jadi bagian tersebut bisa memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman yang sempurna. Tujuan dari teknik kultur jaringan yaitu perbanyakan bagian vegetatif tanaman dengan memakai media buatan yang dikerjakan di tempat steril.

Kultur jaringan atau biakan jaringan sering disebut kultur in vitro yakni teknik pemeliharaan jaringan atau bagian dari individu secara buatan yang dilakukan di luar individu yang bersangkutan. Asal kata in vitro yaitu dari bahasa latin yang artinya di dalam kaca. Jadi kultur in vitro dapat diartikan sebagai bagian jaringan yang dibiakkan di dalam tabung inkubasi atau cawan petri dari kaca atau material tembus pandang lainnya. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi proses perbanyakan tanaman dengan metode kultur jaringan yaitu:

1. Eksplan (Bagian tanaman)
Eksplan adalah bagian tanaman yang dipergunakan sebagai bahan awal untuk perbanyakan. Factor eksplan yang penting adalah varietas. Dan bagian tanaman yang bisa dipakai sebagai eksplan untuk perbanyakan tanaman dengan metode in vitro yaitu:
– Dengan kultur biji yakni metode kultur yang bahan tanamnya memakai biji
– Kultur organ atau budidaya yang bahan tanamnya menggunakan organ.
– Kultur kalus yaitu metode kultur jaringan memakai sekumpulan sel umumnya berupa jaringan parenkim sebagai bahan eksplantnya.
– Berikutnya yaitu kultur suspense sel yakni kultur yang memakai media cair dengan pengocokan yang terus menerus menggunakan shaker dan memakai sel atau agregat sel sebagai bahan eksplannya.
– Kultur protoplasma artinya eksplan yang digunakan adalah sel yang telah dilepas bagian dinding selnya menggunakan bantuan enzim. Dan protoplas diletakkan di media padat dibiarkan supaya membelah diri dan membentuk dinding selnya kembali.
– Kultur haploid merupakan kultur yang berasal dari bagian reproduktif tanaman yakni kepala sari/anther, tepung sari/pollen, ovule, sehingga dapat dihasilkan tanaman haploid.

2. Media tumbuh
Media tumbuh merupakan factor utama dalam perbanyakan dengan kultur jaringan. Keberhasilan perbanyakan dan perkembanganbiakan tanaman dengan metode kultur jaringan secara umum sangat tergantung pada jenis media. Media tumbuh pada kuljar sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan eksplan serta bibit yang dihasilkan. Oleh karena itu jenis media kultur jaringan telah ditemukan sehingga jumlahnya cukup banyak. Media tumbuh eksplan berisi kualitatif komponen bahan kimia yang hampir sama, hanya agak berbeda dalam besarnya kadar untuk setiap persenyawaan.

BACA JUGA:
Syarat & Bahan Media Tanam Organik yang Tepat Untuk Budidaya
Mengenal Jenis Lahan Untuk Usaha Budidaya Tanaman
Hobi Berkebun, Coba Budidayakan 7 Tanaman Ini
Faktor Penting Yang Wajib Anda Ingat Saat Pembibitan Tanaman

Campuran media kultur jaringan pertama kali dibuat sesuai dengan komposisi larutan yang dipakai untuk hidroponik, khususnya komposisi unsur makronya. Pemberian unsur hara dalam bentuk garam anorganik. Komposisi media dan perkembangan formulasinya didasarkan pada jenis jaringan, organ dan tanaman yang digunakan serta pendekatan dari masing – masing peneliti. Beberapa jenis sensitive terhadap konsentrasi senyawa makro tinggi atau membutuhkan zat pengatur tertentu untuk pertumbuhannya.

3. Lingkungan tumbuh
Lingkungan tumbuh yang dapat mempengaruhi regenerasi tanaman meliputi pH, Temperatur, Panjang penyinaran, intensitas penyinaran, kualitas sinar dan ukuran wadah kultur. Proses yang dikerjakan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah:

a. Pembuatan Media
Media merupakan factor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan. Komposisi media yang digunakan tergantung dengan jenis yang akan diperbanyak. Umumnya media yang dipakai terdiri dari garam mineral, vitamin dan hormon. Tak hanya itu, diperlukan juga bahan tambahan seperti agar, gula, dan lainnya. Hormon (ZPT) yang ditambahkan juga bervariasi, baik jenisnya atau jumlahnya, tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dikerjakan. Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botol kaca dan jangan lupa disterilkan dengan cara dipanaskan dengan autoklaf.

* Buruan bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

b. Inisiasi
Pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikulturkan atau disebut inisiasi. Bagian tanaman yang sering dipakai untuk kegiatan kultur jaringan yaitu tunas.

c. Sterilisasi
Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringanharus dilakukan di tempat yang steril yaitu di laminar flow dan menggunakan alat yang juga steril. Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan, yaitu menggunakan etanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan, teknisi yang melakuakan juga harus steril.

d. Multiplikasi
Yaitu kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan di media. Kegiatan ini dikerjakan di laminar flow untuk menghindari adanya kontaminasi yang mengakibatkan gagalnya pertumbuhan eksplan. Tabung reaksi yang sudah ditanami eksplan diletakkan di rak dan ditempatkan di tempat yang steril dengan suhu kamar.

e. Pengakaran
Pengakaran adalah fase dimana eksplan akan menunjukkan adanya pertumbuhan akar yang menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan berjalan dengan baik. Pengamatan dilakukan setiap hari untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan akar serta untuk melihat adanya kontaminasi oleh bakteri ataupun jamur. Bagian yang terkontaminasi akan menunjukkan gejala seperti berwarna putih atau biru atau busuk.

f. Aklimatisasi
Yang terakhir yaitu kegiatan memindahkan eksplan dari ruang aseptic ke bedengan. Proses ini dikerjakan secara hati–hati dan bertahap yaitu dengan memberi sungkup. Tujuan pemakaian sungkup untuk melindungi bibit dari udara luar dan serangan hama penyakit sebab bibit hasil kultur jaringan sangat rentan pada serangan hama penyakit dan udara luar. Sesudah bibit bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya maka secara bertahap lepaskan sungkup dan pemeliharaan bibit dikerjakan dengan cara yang sama dengan pemeliharaan bibit generatif.

MANFAAT KULTUR JARINGAN

* Mendapatkan tanaman baru dalam jumlah banyak dan waktu yang singkat
* Keseragman genetic
* Memperoleh tanaman baru yang bersifat unggul
* Produksi tanaman sepanjang tahun
* Bermanfaat dibidang farmasi menghasilkan metabolit sekunder
* Stok mikro
* Bisa untuk perbanyakan vegetative pada spesies yang sulit diperbanyak secara normal

Demikian pembahasan artikel tentang “Yuk Kepoin Metode dan Manfaat Perbanyakan Secara In Vitro”, semoga bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Syarat & Bahan Media Tanam Organik yang Tepat Untuk Budidaya

Media Tanam Organik
Syarat & Bahan Media Tanam Organik yang Tepat Untuk Budidaya

Salah satu faktor penting yang sangat menentukan saat bercocok tanam yaitu media tanam. Media tanam akan menentukan baik buruknya pertumbuhan tanaman yang pada akhirnya bisa mempengaruhi hasil produksi. Jenis media tanam sangat banyak serta beragam. Apalagi dengan berkembangnya berbagai macam metode bercocok tanam, seperti hidroponik dan aeroponik.

Tiap-tiap jenis tanaman membutuhkan sifat dan karakteristik media tanam yang berbeda. Contohnya saja tanaman buah membutuhkan karakter media tanam yang berbeda dengan tanaman sayuran. Tanaman buah membutuhkan media tanam yang solid supaya bisa menopang pertumbuhan tanaman yang relatif lebih besar, sementara jenis tanaman sayuran daun lebih membutuhkan media tanam yang gembur dan gampang ditembus akar. Berikut ini penjelasannya:

Syarat Media Tanam Yang Baik

Media tanam mempunyai fungsi untuk menopang tanaman, memberikan nutrisi dan menyediakan tempat bagi akar tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Lewat media tanam tumbuhan memperoleh beberapa besar nutrisinya. Ketika melakukan budidaya tanaman dalam wadah pot atau polybag, media tanam harus dibuat untuk pengganti tanah. Sebab itu harus bisa menggantikan fungsi tanah bagi tanaman.

Media tanam yang baik harus mempunyai sifat fisik, kimia dan biologi yang sesuai dengan keperluan tanaman. Umumnya media tanam yang baik harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut:
* Tersedia ruang tumbuh bagi akar tanaman, sekaligus juga sanggup menopang tanaman. Artinya, media tanam harus gembur jadi akar tanaman bisa tumbuh dengan baik dan sempurna, akan tetapi masih cukup solid memegang akar dan menopang batang supaya tak roboh. Jika media terlalu gembur, pertumbuhan akar akan leluasa tetapi tanaman akan terlalu gampang tercerabut. Dan juga sebaliknya jika terlalu padat, akar akan kesulitan untuk tumbuh.
* Mempunyai porositas yang baik, artinya bisa menyimpan air dan juga mempunyai drainase serta aerasi yang baik. Media tanam harus bisa mempertahankan kelembaban tanah tetapi harus bisa membuang kelebihan air. Media tanam yang porous mempunyai rongga kosong setiap materialnya. Media tersebut tersebut bisa ditembus air, jadi air tak tergenang dalam pot atau polybag. Tetapi disisi lain rongga tersebut harus bisa menyerap air untuk disimpan sebagai cadangan dan mempertahankan kelembaban.
* Tersedia unsur hara yang cukup baik makro ataupun mikro. Unsur hara sangatlah penting bagi pertumbuhan tanaman. Unsur hara ini bisa disediakan dari pupuk atau aktivitas mikroorganisme yang ada dalam media tanam.
* Tak mengandung bibit penyakit, media tanam harus bersih dari hama dan penyakit. Hama dan penyakit yang terkandung dalam media tanam bisa menyerang tanaman dan mengkibatkan kematian pada tanaman. Media tanam tak harus steril karena banyak mikrooganisme tanah yang sebetulnya sangat bermanfaat bagi tanaman, tetapi harus higienis dari bibit penyakit.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Bahan-bahan Media Tanam Organik

Ada berbagai ragam material yang bisa dimanfaatkan untuk membuat media tanam mulai dari yang alami sampai yang sintetis. Tetapi dalam kesempatan ini hanya akan menjelaskan pada beberapa bahan organik yang banyak tersedia di alam, murah dan gampang pembuatannya.

a. Tanah (bahan utama)
Contoh tanah yang baik untuk media tanam lebih baik diambil dari lapisan bagian atas. Umumnya ada 2 tipe tanah yaitu yang harus diperhatikan yaitu tanah pasir dan tanah lempung. Tanah yang berpasir mempunyai kemampuan drainase yang baik, cepat mengalirkan air tetapi kelemahannya tanah tersebut buruk dalam menyimpan air sebagai cadangan. Sedangkan tanah lempung lebih sulit ditembus oleh air jadi akan membuat air tergenang dalam media tanam. Tanah yang baik untuk media tanaman tak terlalu berpasir dan tak terlalu lempung, melainkan harus gembur.

BACA JUGA:
Mengenal Jenis Lahan Untuk Usaha Budidaya Tanaman
Hobi Berkebun, Coba Budidayakan 7 Tanaman Ini
Faktor Penting Yang Wajib Anda Ingat Saat Pembibitan Tanaman
Tips Berkebun Asik, Simak Artikel Ini!!

b. Kompos atau Humus
Kompos yaitu bahan organik yang fungsinya untuk penyedia unsur hara bagi tanaman. Kompos yang dipakai untuk media tanam yaitu kompos padat, silahkan baca jenis dan karakteristik pupuk kompos. Hampir semua jenis kompos padat bisa dipakai sebagai bahan baku media tanam.

Penambahan bahan organik seperti kompos atau humus pada media tanam mampu memperbaiki struktur fisik tanah dan meningkatkan kapasitas tukar kation. Kompos yang ditambahkan lebih baik berupa kompos yang sudah matang. Sebab kompos yang belum benar-benar matang sangat berpotensi mendatangkan hama dan penyakit. Tak hanya itu unsur haranya sulit diserap tanaman karena belum terurai secara penuh.

Bukan hanya kompos, bisa juga memanfaatkan humus yang diperoleh dari hutan. Tanah humus mempunyai kandungan unsur hara yang tinggi. Apabila lokasi anda dekat dengan hutan, tanah humus bisa dicari dengan gampang. Tempat terbaik yaitu disekitar tanaman pakis-pakisan.

Unsur bahan organik lain juga bisa dipakai untuk pengganti kompos atau humus seperti pupuk kandang atau pupuk hijau. Hanya saja harus digaris bawahi, lebih baik pakai pupuk kandang atau hijau yang sudah matang benar dan teksturnya sudah berbentuk granul seperti tanah. Pemakaian pupuk kandang yang belum matang beresiko membawa hama dan panyakit pada tanaman.

c. Arang Sekam atau Sabut Kelapa
Arang sekam yaitu hasil pembakaran tak sempurna dari sekam padi. Arang sekam fungsinya untuk meningkatkan kapasitas porositas tanah. Memberi tambahan arang sekam di media tanam akan memperbaiki struktur media tanam sebab memiliki partikel yang berpengaruh dalam pergerakan air, udara dan menjaga kelembaban.

Kelebihan dari media ini yaitu mampu menetralisir keasaman tanah dan racun, meningkatkan daya ikat tanah pada air, merangsang pertumbuhan mikroba yang menguntungkan bagi tanaman, bisa menggemburkan tanah dan mampu memperbaiki drainase serta aerasi tanah. Pemakaian arang sekam ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan sekam padi, sebab arang sekam sudah melalui proses pembakaran yang bisa menghilangkan bibit penyakit atau hama yang mungkin saja terikut.

Bukan hanya arang sekam, bisa juga memakai sisa sabut kelapa. Sabut kelapa memiliki sifat seperti arang sekam. Media tanam sabut kelapa cocok dipakai di daerah yang kering dengan curah hujan rendah. Pengambilan sabut harus dari bagian kulit kelapa yang sudah tua.

Cara Membuat Media Tanam Organik

Berikut ini ada beberpa cara membuat media tanam polybag atau pot dengan memakai bahan baku yang sudah diterangkan di atas. Untuk membuat media tanam yang baik dibutuhkan unsur tanah, bahan pengikat atau penyimpan air dan penyedia unsur hara. Bahan baku yang akan dipakai yaitu tanah top soil, kompos dan arang sekam. Berikut ini langkah-langkahnya:
* Segera siapkan tanah yang kelihatan gembur dan subur, lebih baik lagi diambil dari bagian yang paling atas. Kemudian ayaklah tanah tersebut sampai menjadi butiran-butiran yang cukup halus. Usahakan tanah dalam keadaan kering jadi tak menggumpal. Tanah yang menggumpal akan mengakibatkan bahan tak tercampur dengan merata.
* Siapkan kompos yang sudah benar-benar matang, bisa dari jenis kompos biasa, bokashi atau kompos takakura. Ayak kompos atau humus tersebut sampai menjadi butiran halus.
* Siapkan arang sekam, campurkan tanah, kompos, dan arang sekam dalam sebuah wadah dengan perbandingan 2:1:1. Aduk sampai merata.
* Kemudian siapkanlah pot atau polybag, segera masukkan campuran tersebut kedalamnya. Media tanam sudah siap dipakai.

Untuk ketiga bahan baku tersebut bisa juga dicampur dengan perbandingan 1:1:1 ataupun 2:1:1. Mana yang terbaik bagi Anda, pastinya tergantung dari jenis tanaman dan ketersediaan sumber daya. Mengenai hasil, beberapa penelitian menunjukkan hal yang berbeda. Lebih baik mencobanya secara try and error. Media tanam sangat berguna jika kita ingin menanam sayuran dalam polybag atau pot. Metode seperti ini cocok dikerjakan di lahan yang terbatas atau lahan sempit.

Demikian artikel pembahasan tentang “Syarat & Bahan Media Tanam Organik yang Tepat Untuk Budidaya”, semoga bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Mengenal Jenis Lahan Untuk Usaha Budidaya Tanaman

Jenis Lahan Pertanian
Mengenal Jenis Lahan Untuk Usaha Budidaya Tanaman

Indonesia merupakan negara agraris dengan lebih dari 60% penduduknya bermata pencarian di bidang pertanian. Pertanian ini diusahakan oleh rakyat sehingga disebut pertanian rakyat. Pertanian rakyat tersebut terutama menghasilkan bahan makanan untuk keperluan penduduk di dalam negeri, seperti padi, jagung, sagu, ubi kayu, kacang tanah, dan kedelai. Cara mengusahakannya, yaitu dengan bersawah, berladang, bertegal, dan berkebun.

1) Sawah

Ada beberapa jenis sawah yang dilakukan oleh rakyat untuk menanam padi, yaitu sebagai berikut.
a) Sawah irigasi, yaitu sawah yang memperoleh pengairan dari pengairan teknis berupa sistem irigasi yang airnya berasal dari danau buatan (sungai bendungan, dibuat saluran air yang baik dan teratur lalu dialirkan ke sawah). Jenis sawah ini juga ada yang pengairannya dibuat oleh petani desa secara sederhana.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

b) Sawah nonirigasi, yaitu sawah yang memperoleh pengairan secara nonteknis, seperti berikut ini.
* Sawah tadah hujan, yaitu sawah yang pengairannya dari air hujan sehingga penanamannya dilakukan pada musim hujan.
* Sawah lebak, yaitu sawah yang berada di sebelah kanan dan kiri sungai yang tanahnya lebih rendah dari sungai tersebut.
* Sawah bencah (pasang surut), yaitu sawah yang letaknya berdekatan dengan rawa atau muara sungai di daerah pantai landai. Airnya berasal dari sungai yang dipengaruhi pasang naik dan surut air laut serta bercampur dengan air rawa tersebut, misalnya di pantai timur Sumatera dan Kalimantan. Untuk tanaman padi yang dibudidayakan atau ditanam yaitu jenis padi banarawa.
* Sawah gogo rancah (gora), pengusahaannya biasanya dibuat pematang, pagar, dan berteras. Demikian juga arah bajakannya mengitari gunung atau tidak menurun lereng untuk menghindari erosi. Tanaman yang ditanam, yaitu padi, jagung, dan palawija.

2) Ladang (Huma)

Pertanian dengan sistem ladang (huma) merupakan pertanian di tanah kering, demikian juga tegalan dan kebun (pekarangan). Ladang (huma) ialah sistem pertanian dengan cara membuka hutan. Caranya, hutan ditebang kemudian dibakar dan dibersihkan. Pada musim hujan barulah ditanami. Apabila sudah 3-4 kali panen dan kesuburannya berkurang, ladang tersebut ditinggalkan dan umumnya ditumbuhi alang-alang dan belukar.

Baca Juga:
Hobi Berkebun, Coba Budidayakan 7 Tanaman Ini
Faktor Penting Yang Wajib Anda Ingat Saat Pembibitan Tanaman
Tips Berkebun Asik, Simak Artikel Ini!!

Para petani mencari lagi hutan untuk ditebang. Sistem ladang tersebut dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, misalnya hutan banyak yang rusak, penyerapan air berkurang, tanah gundul, kesuburannya berkurang, akhirnya menimbulkan banjir. Untuk jenis tanaman yang ditanam pada ladang (huma), yaitu padi gogo, jagung, dan kacang-kacangan.

3) Tegalan

Tegalan adalah sistem pertanian di tanah kering yang diusahakan pada musim penghujan untuk menanam tanaman palawija.

4) Kebun

Pertanian dengan sistem kebun ialah sistem pertanian yang dilakukan di pekarangan sekitar rumah untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Hanya sebagian kecil dari hasilnya yang diperdagangkan atau dijual, misalnya buah- buahan, sayur-sayuran, dan bunga-bungaan.

Polybag Pembibitan Tanaman

5) Pertanian Tanaman Pangan

Pertanian tanaman pangan di Indonesia biasanya diusahakan oleh rakyat. Jenis tanaman pangan di Indonesia yang termasuk makanan pokok, yaitu padi, jagung, ketela pohon (ubi kayu), sagu, dan tanaman hortikultura (sayur-sayuran dan buah-buahan).

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian dan Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Faktor Penting Yang Wajib Anda Ingat Saat Pembibitan Tanaman

Petanani merawat bibit tembakau yang baru berusia satu bulan, di Desa Dasuk, Padewamu, Pamekasan, Jatim, Sabtu (10/5).
Faktor Penting Yang Wajib Anda Ingat Saat Pembibitan Tanaman

Jika Anda akan membudidayakan tanaman buah di halaman rumah, faktor yang harus Anda perhatikan yaitu cara terbaik dalam pembibitannya, sebab jika Anda melakukan kesalahan ketika proses pembibitan, bisa mengakibatkan tanaman buah akan sulit untuk tumbuh, apalagi berbuah. Maka Anda harus mempunyai metode khusus untuk melaksanakan pembibitan tanaman buah.

Hal ini sangat penting, sebab pembibitan tanaman merupakan suatu proses penanaman bibit mulai dari bentuk biji sampai menjadi tanaman bayi dengan munculnya tunas akar dan beberapa daun kecil menjadi kecambah, yaitu yang dilaksanakan selama beberapa hari, jadi akhirnya bisa ditanam kembali untuk pertumbuhan tanaman buah sampai dewasa dan berbuah.

Bila kita tak ingin gagal dalam hal pembibitan, sebaiknya Anda memerhatikan teknik serta kunci keberhasilan pembibitan tanaman itu sendiri. Dalam hal pembibitan, lebih baiknya perhatikan lingkungan sekitar Anda. Karena, lingkungan sekitar mewakili 70% keberhasilan dalam melaksanakan pembibitan sebuah tanaman. Tak hanya faktor lingkungan, ada baiknya Anda juga memerhatikan hal-hal berikut ini.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Kesehatan Tanaman Induk

Sebelum melaksanakan pembibitan sebuah tanaman, yang paling penting diperhatikan merupakan tanaman induk. Pastikan Anda memilih tanaman induk yang sehat, terbebas dari hama dan penyakit. Ciri tanaman induk yang sehat bisa kita lihat dari bentuk batang yang kokoh serta daun yang segar dan berkemilau tanpa adanya bercak pada daun.

Pilihlah tanaman induk yang cukup dewasa. Tanaman induk yang sudah cukup dewasa ditandai dengan adanya bunga dan sudah menghasilkan anakan, baik dari biji ataupun dari tunasnya. Tanaman yang sudah dewasa umumnya sudah mempunyai banyak energi yang terkandung dan siap untuk kita pijahkan dan ambil peranakannya.

Baca Juga:
Tips Berkebun Asik, Simak Artikel Ini!!
Trik Lengkap Cara Budidaya Lada atau Merica Dalam Polybag
Teknik Simpel Pembibitan Mawar, Salah Satu Tanaman Hias Terpopuler

Media dan Tempat Budidaya

Pakailah media untuk pengakaran tanaman yang relatif cepat. Sebagai contoh, kita bisa memakai coco peat, coco chip, arang, sekam bakar, kompos dan lain sebagainya. Media tanaman yang kita pakai ada baiknya dicocokkan terlebih dulu dengan bibit tanaman yang akan kita semai atau tanam. Pastikan banyak mengandung oksigen serta kandungan airnya dan mempunyai lubang pembuangan air yang cukup.

Media untuk tanaman yang paling bagus merupakan kombinasi dari berbagai bahan. Dengan kombinasi tersebut membuat media tanam mampu menahan air, tersedia pori-pori yang cukup, dan mampu menyimpan unsur hara yang cukup untuk kelangsungan hidup tanaman terutama untuk pertumbuhan akarnya.

Para petani biasanya banyak memakai jenis coco peat sebagai alat untuk penahan air dan memakai arang sekam bakar sebagai oksigen atau pori-porinya. Bukan hanya itu, pastikan media tanam terbebas dari hama dan penyakit dengan cara disterilkan terlabih dulu.

Taruhlah media tanaman tersebut di tempat khusus, bisa berupa tong atau lainya. Siram media tanam tersebut memakai air mendidih sampai rata. Jika sudah siap disiram, selanjutnya media dalam tong tersebut kita tutup rapat, biarkan selama 3 jam sampai sampai dingin. Sesudah dingin, media tanaman tersebut sudah steril, dan siap kita pakai sebagai penanaman bibit tanaman.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian dan Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Teknik Simpel Pembibitan Mawar, Salah Satu Tanaman Hias Terpopuler

Pembibitan Mawar
Teknik Simpel Pembibitan Mawar, Salah Satu Tanaman Hias Terpopuler

Jual Polybag Untuk Pembibitan Tanaman Hias – Lim Corporation

Menjadi salah satu tanaman hias paling populer, mawar banyak dibudidayakan. Umumnya mawar dirawat pada saat sudah memperoleh bibit mawar dan membesarkan bibit tersebut. Dan ternyata cara pembibitan mawar cukup gampang dan bisa dilaksanakan sendiri di rumah.

Waktu yang paling tepat untuk menanam bunga mawar yaitu di awal musim penghujan. Tanaman ini juga bisa dibibitkan dari bibit mawar cabutan dan bibit mawar dengan penyemaian. Berikut ini beberapa cara pembibitan mawar di polybag dengan penyemaian.

Langkah pertama, Anda harus mencari bibit mawar berkualitas terlebih dulu. Ciri bibit yang berkualitas yaitu jika dimasukkan ke air, bibit tersebut akan tenggelam. Apabila bibit mengambang, sebaiknya jangan dipakai karena kualitasnya kurang bagus.

Bibit yang sehat asalnya dari tanaman yang produktif berbunga. Bunga tanaman mawar umumnya tumbuh subur dan terlihat mempunyai warna cerah dan ukuran yang berkembang. Anda bisa mengambil bibit dari bunga mawar yang sudah matang yang ada di tanaman Anda sebelumnya.

Ambilah biji tersebut yang sudah membusuk dari mawar di media semai. Sesudah diuji dengan dimasukkan ke air, cuci biji yang akan dipakai dengan air bersih. Pencucian tersebut dilaksanakan untuk membersihkan biji. Kemudian, tiriskan biji untuk dikeringkan.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Pengeringan biji dilakukan dengan cara ditiriskan di tempat yang teduh. Letakkan dan semaikan biji tanaman mawar dengan jarak antarbaris sekitar 5cm—10cm sampai benar-benar merata. Laksanakan penyiraman pada biji mawar secara berlanjut, kurang lebih 1-2 kali dalam sehari. Tunggu selama kurang lebih empat minggu. Biji mawar pun akan mulai berkecambah dan siap untuk langkah selanjutnya.

Baca Juga:
Dibalik Rasa Manisnya, Ternyata Pepaya Menyimpan Ribuan Manfaat Untuk Tubuh
Kenalkan 5 Teknologi Baru Bidang Pertanian di Indonesia, Mau Tau?
Kurangnya Suplai Pada Pasar, Membuat Potensi Bisnis Kroto Sangat Menjanjikan
Rahasia Meningkatkan Hasil Panen Dengan Teknik Rotasi Tanaman, Mau Coba?

Siapkan media tanam dalam polybag. Anda bisa memakai campuran tanah yang subur dan banyak terdapat kandungan unsur hara. Hal ini untuk menunjang pertumbuhan bibit mawar menjadi lebih cepat.

Anda bisa memakai campuran tanah, pupuk organik, dan pasir dengan perbandingan 1:1:1. Pindahkan bibit mawar ke dalam polybag tersebut. Lakukan perawatan sampai berumur kurang lebih 22 bulan. Ketika umur tersebut, bibit mawar pun sudah siap untuk dipanen dan dipindah ke media tanam sebagai tanaman hias.

Pindahkan bibit mawar ke tanah dengan ukuran 60cm dan lebar 60cm. Tanam mawar pada kedalaman kurang lebih 45cm. Ketika membuat lubang, tanah di bagian bawah harus dikumpulkan secara terpisah. Pemisahan ini dilaksanakan sebab kedua jenis tanah tersebut akan dipakai sebagai penutup lubang tanam. Jangan lupa untuk memilih lahan yang teduh untuk bunga mawar dan lebih baiknya tak terkena paparan sinar matahari.

Demikian penjelasan mengenai artikel berjudul “Teknik Simpel Pembibitan Mawar, Salah Satu Tanaman Hias Terpopuler”. Semoga penjelasan artikel tersebut bisa bermanfaat bagi Anda.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Polybag dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Dengan Polybag Hasil Panen Budidaya Melon Melimpah, Mau Tau Caranya?

Budidaya Melon Polybag
Dengan Polybag Hasil Panen Budidaya Melon Melimpah, Mau Tau Caranya?

Distributor Polybag Untuk Budidaya & Pembibitan – Lim Corporation

Agribisnis melon menampakkan prospek yang sangat menjanjikan. Namun apabila unsur tanah yang kian keras, miskin faktor hara mikro ataupun hormon natural, unsur iklim atau cuaca, unsur hama serta penyakit tanaman atau unsur pemeliharaan tak dipandang alasannya profit akan menurun. Tanaman Buah melon membutuhkan curah hujan sekitar 2000-3000 mm/th di ketinggian daerah yang maksimal 200-900 mdpl. Intensitas sinar matahari sekitar 10-12 jam per hari.

Temperatur maksimal untuk pengecambahan sekitar 28°C-30°C, untuk pertumbuhan vegetatif 20°C-25°C serta untuk pembungaan lebih dari 25°C. Rasa melon yang manis akan tercapai jika selisih temperatur antara siang serta malam cukup tinggi. Temperatur selama siang hari untuk pembesaran 26°C jadi bisa meningkatkan fotosintesis. Meskipun temperatur malam harinya kurang dari 20°C untuk menekan progres respirasi cadangan makanan. Air benar-benar diperlukan oleh tanaman ini lantaran 90% kandungan melon terdiri dari air. Seharusnya lokasi penanaman melon bukan bekas lahan tanaman melon ataupun tanaman sefamili. Paling tidak sudah diberakan selama 2 tahun supaya diperoleh hasil yang maksimal.

1. Persiapan Teknis Budidaya Melon
Pengolahan pH tanah dibutuhkan untuk memutuskan jumlah pemberian kapur pertanian pada tanah masam ataupun pH rendah di bawah 6,5. Pengolahan bisa dikerjakan dengan kertas lakmus, PH meter, maupun cairan PH tester. Pengambilan spot sampel bisa dilakukan dengan sistem zigzag.

2. Pengerjaan Budidaya Melon

– Persiapan Lahan
Persiapan lahan yaitu seperti proses pembajakan ataupun penggaruan tanah, pembuatan bedengan kasar dengan lebar sekitar 110cm-120cm, tinggi 40cm-70cm serta lebar parit 50cm-70cm, berikan kapur pertanian sebanyak 200 kg/rol pada tanah yang pH dibawah 6,5, pemberian pupuk sangkar yang sudah difermentasi sebanyak 40 ton/ha bisa juga pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 150 kg/rol mulsa PHP, Agar pupuk bisa tercampur rata pada tanah lakukan proses pengadukan atau pencacakan, untuk persiapan selanjutnya pemasangan mulsa PHP, buatlah lubang tanam dengan jarak tanam yang cocok untuk musim kemarau 60cm x 60cm walaupun untuk musim penghujan bisa diperlebar sekitar 70cm x 70cm dan selanjutnya lakukan pemasangan ajir.

– Persiapan Pembenihan dan Penanaman
Sebelum proses pembenihan diwajibkan siapkan sungkup pembenihan untuk melindungi benih yang masih muda. Setelah itu siapkan media semai dengan komposisi 20 liter tanah, 10 liter pupuk sangkar, serta 150g NPK halus. Media campuran dimasukkan ke dalam polybag semai. Sebelum menjalankan penyemaian bibit, lebih baiknya bibit direndam terlebih dulu dalam larutan fungisida sistemik berbahan aktif simokanil atau metalaksil dengan takaran ½ dari takaran terendah yang dianjurkan dalam kemasan selama kurang lebih 6 jam, kemudian bibit disemai pada media. Untuk mempercepat pengecambahan bibit pada permukaan media ditutup dengan kain goni atau dapat juga menggunakan mulsa PHP kemudian dijaga dalam kondisi lembab.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Pembukaan penutup permukaan media semai dikerjakan jika bibit sudah berkecambah, selanjutnya bibit disungkup memakai plastik transparan. Pembukaan sungkup diawali pada jam 07.00-09.00, kemudian dibuka lagi jam 15.00-17.00. Usia 5 hari memasuki tanam, sungkup harus dibuka secara penuh untuk penguatan tanaman. Penyiraman jangan terlalu menggenang serta lakukan tiap pagi. Penyemprotan dengan fungisida berbahan aktif simoksanil serta insektisida berbahan aktif imidakloprid waktu umur 8 hari setelah semai dengan takaran ½ dari takaran terendah. Benih yang sudah mempunyai 4 helai daun sejati siap untuk pindah tanam ke lahan.

Baca Juga:
Iniloh! 5 Perkembangan Teknologi Pertanian Di Masa Depan
Kurangnya Suplai Pada Pasar, Membuat Potensi Bisnis Kroto Sangat Menjanjikan
12 Manfaat dan Khasiat Tanaman Jagung Untuk Kesehatan Tubuh

3. Pemeliharaan Tanaman

– Penyulaman
Penyulaman dilakukan sampai dengan umur tanaman 2 pekan. Tanaman yang sudah terlalu tua jika masih terus disulam maka akan menyebabkan pertumbuhan tak seragam. Serta akan berakibat pada penguasaan hama penyakit.

– Pengikatan dan Pemangkasan Tanaman
Tanaman melon termasuk tanaman merambat dengan pertumbuhan yang kencang, oleh sebab itu sedini mungkin harus sudah langsung diikatkan pada ajir, pengikatan dilakukan setiap jarak 40cm.

Pemangkasan tanaman berfungsi untuk memelihara cabang pantas dengan yang dikehendaki. Supaya peredaran udara di sekitar area pertanaman lancar, karena itu dianjurkan memelihara satu cabang utama.

– Sanitasi Lahan Dan Pengairan
Sanitasi lahan dalam budidaya melon mencakup seperti penanganan gulma/rumput, proses pemberian air waktu musim hujan jadi tak timbul genangan, pemangkasan daun serta pencabutan tanaman yang terserang oleh hama penyakit.

Pengairan diberikan secara terukur, dengan penggenangan ataupun pengeleban seminggu sekali jika tak turun hujan. Penggenangan jangan terlalu tinggi, batas penggenangan cukup 1/3 dari tinggi bedengan.

– Pemupukan Susulan
Pupuk akar diberi dengan sistem pengocoran untuk usia 15 hst, 25 hst dan 35 hst dengan takaran 3 kg NPK 15-15-15 dan 1 kg ZK dilarutkan dalam 200 lt air, untuk 1000 tanaman, setiap tanaman diberi 200ml.

Pupuk daun kandungan Nitrogen tinggi diberi pada umur 7 hst serta 24 hst, walaupun kandungan Phospat, kalium serta mikro tinggi diberi umur 20 hst, 30 hst dan 45 hst.

4. Masa Panen
Untuk umur panen buah melon sangat bervariasi, yaitu antara sekitar 55-85 hari setelah tanam. Faktor yang paling berakibat bagi usia panen yaitu genetis dan lingkungan. Buah melon dengan varietas yang berbeda maka akan mempunyai umur panen yang berbeda juga meskipun ditanam pada situasi lingkungan yang sama. Dan juga sebaliknya, varietas melon yang serupa akan mempunyai umur panen yang berbeda seandainya ditanam pada situasi lingkungan yang berbeda, khususnya ketinggian suatu daerah.

* Ingin info lengkap mengenai harga Polybag silakan klik link berikut ini http://bit.ly/hargapolybag

Bila Anda Membutuhkan Dan Ingin Memesan Polybag atau Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 – 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3