Ingin Panen Buah Sendiri, Coba Tanam 7 Tanaman Ini Deh!

Pingin panen buah-buahan namun terkendala lahan yang terbatas? Tak punya keahlian berkebun atau mengelola taman? Jangan langsung patah semangat, sebab tanaman buah dalam pot bisa jadi solusi yang Anda cari.

Tak memerlukan area yang luas dan bahkan bisa dilaksanakan dalam ruangan, kuncinya yaitu mengerti apa saja jenis tanaman buah dalam pot yang bisa tumbuh besar tanpa harus ditanam di tanah. Langsung saja intip daftar tanaman buah dalam pot untuk eksperimen terbaikmu.

1. Tomat

Tomat Pot

Banyak yang menyangka tomat sebagai kategori sayuran atau palawija, akan tetapi tomat sesungguhnya merupakan tanaman buah dalam pot yang sangat besar persentase kesuksesannya. Cara menanam tanaman buah dalam pot ini juga gampang, hanya diperlukan waktu 3 bulan dengan menyebarkan benih tomat pilihan di media tanam berupa pot ataupun polybag.

Jangan lupa berikan juga penyangga supaya tanaman buah dalam pot ini tumbuh subur dan tetap tegak, sambil juga disiram dan dipangkas tunas barunya.

2. Stroberi

Stroberri Pot

Tanaman yang banyak disukai anak-anak dan orang dewasa, stroberi paling enak ketika disajikan sebagai hidangan buah yang dingin. Apalagi bila dipanen dari hasil yang Anda rawat sendiri, dijamin stroberi akan semakin lezat disantap.

Stroberi bisa ditanam dalam pot dengan cara mempersiapkan bibitnya dan meletakkannya ke dalam wadah pot secara tertata dengan jarak tertentu. Pot/polybag yang dipakai dianjurkan berukuran sedang dengan diameter minimal 15 cm dan diisi dengan tanah yang gembur.

3. Jeruk Kasturi

Jeruk Kasturi Pot

Limau kasturi atau jeruk kasturi bisa menjadi tambulampot paling ideal dan tumbuh subur sepanjang tahun. Teknik sukses menanam tanaman buah dalam pot ini yaitu dengan memakai bibit jeruk nipis yang berjenis hasil okulasi supaya buah bisa tumbuh cepat dengan subur.

Untuk pot atau polybag sebagai wadah tanaman ini, bisa dipilih yang berukuran diameter 20-40 cm dengan campuran tanah dengan arang, humus, pasir dan pupuk kandang. Tak hanya disiram, tanaman buah dalam pot yang satu ini juga butuh dipupuk, dipangkas, dan mengganti media tanam untuk memastikan persediaan nutrisi yang memadai.

BACA JUGA:
Cara Ampuh Usir Nyamuk di Musim Hujan dengan Bahan Alami, Tertarik Coba?
Yuk Kepoin Cara Pengawetan Cabai Agar Tak Mudah Busuk
Yuk Kepoin Metode dan Manfaat Perbanyakan In Vitro

4. Jambu Biji

Jambu Biji Pot

Menjadi jenis tanaman yang mempunyai toleransi pada suhu tropis yang tinggi, jambu biji sering menjadi pilihan tanaman buah dalam pot di Indonesia. Jambu biji juga sangat dianjurkan untuk ditanam dengan cara generatif atau dari biji, jika dibandingkan dengan cara vegetatif atau cangkok.

Pastinya pot atau polybag bisa menjadi wadah bibit tanaman jambu biji asalkan Anda memilih varietas unggul, serta memberikan media tanam yang ideal supaya tanaman buah dalam pot ini bisa tumbuh subur.

5. Semangka

Semangka Pot

Jangan kaget jika mengetahui bahwa semangka bisa jadi salah satu tanaman buah dalam pot atau polybag dengan hasil panen yang banyak. Apabila ingin menikmati kesegaran buah semangka ini, pastikan tabulampot ini tumbuh subur dengan memakai media tanam dengan tanah yang kaya akan unsur hara ber-pH netral sekitar 5-7.

Masukkan benih dari bibit semangka pilihan sekitar 2-3 benih dalam sebuah pot atau polybag standar. Proses pemeliharaan rutin termasuk mengendalikan hama penyakit akan menjadikan panen dari tanaman buah dalam pot ini yang paling dinanti-nanti!

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

6. Mentimun

Mentimun Pot

Sangat baik untuk meredakan tekanan darah tinggi, menanam mentimun bisa dilaksanakan dalam polybag ataupun pot dengan diameter sekitar 25 cm. Sebagai tanaman buah dalam pot, mentimun memerlukan media tanam yang merupakan campuran tanah, pupuk, arang dan sekam.

Pakai tanah yang berkualitas sebagai dasar, dan tempatkan pot yang sudah ditanam di area yang terkena pencahayaan alami atau sinar matahari secara langsung minimal delapan jam sehari. Agar hasilnya maksimal, tanaman mentimun ini juga harus diberikan pupuk secara rutin.

7. Srikaya

Srikaya Pot

Srikaya atau buah nona merupakan tanaman dari daerah tropis dan berdaging putih menyerupai sirsak. Kaya akan zat besi sekaligus manfaat kesehatan lainnya, cara menanam srikaya sebagai tanaman buah dalam pot tak sulit.

Siapkan bibit dan pilih pot atau polybag berukuran diameter sampai 40 cm atau sesuaikan dengan ukuran bibit yang akan ditanam. Sebelum diletakkan di area yang terpapar sinar matahari, sediakan batu atau ijuk sebagai alas pot. Pastikan tanaman buah dalam pot sudah berisikan campuran tanah, pupuk dan sekam dengan perbandingan serupa.

Dari ketujuh tanaman buah dalam pot di atas, tampaknya cocok sekali untuk ditanam di hunian, tanpa harus memikirkan luas lahan yang dipunya. Pastikan Anda rajin merawatnya supaya buah hasil panen pun makin optimal dan sedap disantap.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Ingin Panen Buah Sendiri, Coba Tanam 7 Tanaman Ini Deh!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Advertisements

Yuk Kepoin Cara Pengawetan Cabai Agar Tak Mudah Busuk

Cara Mengawetkan Cabai

Distributor Polybag Tanaman Harga Murah – Lim Corporation

Pengawetan cabai bisa dilaksanakan supaya cabai bisa awet dan tahan lama. Sayuran buah yang satu ini memang tak mempunyai umur simpan yang lama. Oleh sebab itu, Anda bisa menyimpannya dengan cara melaksanakan 3 metode pengawetan cabai berikut.

Metode yang pertama ini paling gampang untuk dilaksanakan. Bukan hanya itu, cabai kering juga bisa dipakai untuk banyak jenis masakan sekaligus. Kekurangan dari metode ini yaitu cita rasa cabai kering berbeda dari cabai segar. Rasa pedas cabai kering akan berkurang bila dibandingkan dengan cabai segar.

Cara melaksanakan pengeringan cabai sebagai berikut. Langkah yang pertama, Anda harus mencuci cabai sampai bersih. Pencucian ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran dan debu yang menempel pada kulit cabai.

Lebih baiknya, pakailah sarung tangan ketika mencuci. Karena, mencuci cabai bisa membuat tangan Anda terasa panas. Sensasi panas ini terjadi karena cabai mengandung zat kapsasisin.

BACA JUGA:
Yuk Kepoin Metode dan Manfaat Perbanyakan Secara In Vitro
Syarat & Bahan Media Tanam Organik yang Tepat Untuk Budidaya
Mengenal Jenis Lahan Untuk Usaha Budidaya Tanaman
Hobi Berkebun, Coba Budidayakan 7 Tanaman Ini

Apabila cabai sudah bersih, gantung cabai di tempat dengan sirkulasi udara yang baik. Anda bisa melaksanakan pengeringan di halaman belakang atau teras rumah. Keringkan selama 3—7 hari sampai cabai benar-benar kering. Cabai kering ini bisa bertahan sampai sekitar 1 bulan penyimpanan tanpa terjadi pembusukan.

Disimpan Dalam Minyak

Jenis minyak untuk menyimpan cabai yaitu minyak zaitun. Fungsi dari minyak zaitun sendiri dipakai sebagai salad dressing. Cabai yang disimpan dalam minyak zaitun bukan hanya awet tetapi juga memberikan rasa tersendiri.

Proses pengawetan yang satu ini dimulai dengan membersihkan cabai sampai bersih. Cabai ini kemudian dibelah memanjang menjadi dua bagian. Anda bisa memanggangnya dengan oven ataupun api secara langsung. Laksanakan pemanggangan sampai cabai sedikit hangus.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Masukkan cabai yang sudah dipanggang ke stoples. Tuang minyak zaitun sampai cabai terendam. Pengawetan dengan cara ini bisa membuat umur simpan cabai menjadi 1—2 bulan.

Pengasinan

Polybag 13

Tak hanya dengan kedua cara di atas, Anda juga bisa mengawetkan cabai dengan cara pengasinan. Cabai kering mungkin terlihat kering dan layu. Pengasinan akan menghasilkan cabai yang tetap tampak segar. Akan tetapi, rasa cabai asin tak sepedas cabai segar.

Cara pengasinan cabai bisa dilaksanakan dengan mencuci cabai sampai benar-benar bersih. Masukkan cabai ke stoples kaca. Tambahkan garam, sedikit gula, dan rempah ke dalam stoples. Panaskan cuka sampai mendidih. Setelah tak panas, tuangkan cuka ke dalam stoples. Cabai asin pun siap disimpan dalam jangka waktu cukup lama.

Demikian pembahasan artikel tentang “Yuk Kepoin Cara Pengawetan Cabai Agar Tak Mudah Busuk”, semoga bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Yuk Kepoin Metode dan Manfaat Perbanyakan In Vitro

Perbanyakan In Vitro (Kultur Jaringan)
Perbanyakan Tanaman Metode In Vitro

Distributor Polybag Tanaman High Quality – Lim Corporation

Salah satu metode budidaya in vitro berfungsi untuk mengisolasi bagian dari tanaman dan menumbuhkannya di media nutrisi. Tanaman di dalam kondisi yang steril, jadi bagian tersebut bisa memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman yang sempurna. Tujuan dari teknik kultur jaringan yaitu perbanyakan bagian vegetatif tanaman dengan memakai media buatan yang dikerjakan di tempat steril.

Kultur jaringan atau biakan jaringan sering disebut kultur in vitro yakni teknik pemeliharaan jaringan atau bagian dari individu secara buatan yang dilakukan di luar individu yang bersangkutan. Asal kata in vitro yaitu dari bahasa latin yang artinya di dalam kaca. Jadi kultur in vitro dapat diartikan sebagai bagian jaringan yang dibiakkan di dalam tabung inkubasi atau cawan petri dari kaca atau material tembus pandang lainnya. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi proses perbanyakan tanaman dengan metode kultur jaringan yaitu:

1. Eksplan (Bagian tanaman)
Eksplan adalah bagian tanaman yang dipergunakan sebagai bahan awal untuk perbanyakan. Factor eksplan yang penting adalah varietas. Dan bagian tanaman yang bisa dipakai sebagai eksplan untuk perbanyakan tanaman dengan metode in vitro yaitu:
– Dengan kultur biji yakni metode kultur yang bahan tanamnya memakai biji
– Kultur organ atau budidaya yang bahan tanamnya menggunakan organ.
– Kultur kalus yaitu metode kultur jaringan memakai sekumpulan sel umumnya berupa jaringan parenkim sebagai bahan eksplantnya.
– Berikutnya yaitu kultur suspense sel yakni kultur yang memakai media cair dengan pengocokan yang terus menerus menggunakan shaker dan memakai sel atau agregat sel sebagai bahan eksplannya.
– Kultur protoplasma artinya eksplan yang digunakan adalah sel yang telah dilepas bagian dinding selnya menggunakan bantuan enzim. Dan protoplas diletakkan di media padat dibiarkan supaya membelah diri dan membentuk dinding selnya kembali.
– Kultur haploid merupakan kultur yang berasal dari bagian reproduktif tanaman yakni kepala sari/anther, tepung sari/pollen, ovule, sehingga dapat dihasilkan tanaman haploid.

2. Media tumbuh
Media tumbuh merupakan factor utama dalam perbanyakan dengan kultur jaringan. Keberhasilan perbanyakan dan perkembanganbiakan tanaman dengan metode kultur jaringan secara umum sangat tergantung pada jenis media. Media tumbuh pada kuljar sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan eksplan serta bibit yang dihasilkan. Oleh karena itu jenis media kultur jaringan telah ditemukan sehingga jumlahnya cukup banyak. Media tumbuh eksplan berisi kualitatif komponen bahan kimia yang hampir sama, hanya agak berbeda dalam besarnya kadar untuk setiap persenyawaan.

BACA JUGA:
Syarat & Bahan Media Tanam Organik yang Tepat Untuk Budidaya
Mengenal Jenis Lahan Untuk Usaha Budidaya Tanaman
Hobi Berkebun, Coba Budidayakan 7 Tanaman Ini
Faktor Penting Yang Wajib Anda Ingat Saat Pembibitan Tanaman

Campuran media kultur jaringan pertama kali dibuat sesuai dengan komposisi larutan yang dipakai untuk hidroponik, khususnya komposisi unsur makronya. Pemberian unsur hara dalam bentuk garam anorganik. Komposisi media dan perkembangan formulasinya didasarkan pada jenis jaringan, organ dan tanaman yang digunakan serta pendekatan dari masing – masing peneliti. Beberapa jenis sensitive terhadap konsentrasi senyawa makro tinggi atau membutuhkan zat pengatur tertentu untuk pertumbuhannya.

3. Lingkungan tumbuh
Lingkungan tumbuh yang dapat mempengaruhi regenerasi tanaman meliputi pH, Temperatur, Panjang penyinaran, intensitas penyinaran, kualitas sinar dan ukuran wadah kultur. Proses yang dikerjakan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah:

a. Pembuatan Media
Media merupakan factor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan. Komposisi media yang digunakan tergantung dengan jenis yang akan diperbanyak. Umumnya media yang dipakai terdiri dari garam mineral, vitamin dan hormon. Tak hanya itu, diperlukan juga bahan tambahan seperti agar, gula, dan lainnya. Hormon (ZPT) yang ditambahkan juga bervariasi, baik jenisnya atau jumlahnya, tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dikerjakan. Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botol kaca dan jangan lupa disterilkan dengan cara dipanaskan dengan autoklaf.

* Buruan bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

b. Inisiasi
Pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikulturkan atau disebut inisiasi. Bagian tanaman yang sering dipakai untuk kegiatan kultur jaringan yaitu tunas.

c. Sterilisasi
Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringanharus dilakukan di tempat yang steril yaitu di laminar flow dan menggunakan alat yang juga steril. Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan, yaitu menggunakan etanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan, teknisi yang melakuakan juga harus steril.

d. Multiplikasi
Yaitu kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan di media. Kegiatan ini dikerjakan di laminar flow untuk menghindari adanya kontaminasi yang mengakibatkan gagalnya pertumbuhan eksplan. Tabung reaksi yang sudah ditanami eksplan diletakkan di rak dan ditempatkan di tempat yang steril dengan suhu kamar.

e. Pengakaran
Pengakaran adalah fase dimana eksplan akan menunjukkan adanya pertumbuhan akar yang menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan berjalan dengan baik. Pengamatan dilakukan setiap hari untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan akar serta untuk melihat adanya kontaminasi oleh bakteri ataupun jamur. Bagian yang terkontaminasi akan menunjukkan gejala seperti berwarna putih atau biru atau busuk.

f. Aklimatisasi
Yang terakhir yaitu kegiatan memindahkan eksplan dari ruang aseptic ke bedengan. Proses ini dikerjakan secara hati–hati dan bertahap yaitu dengan memberi sungkup. Tujuan pemakaian sungkup untuk melindungi bibit dari udara luar dan serangan hama penyakit sebab bibit hasil kultur jaringan sangat rentan pada serangan hama penyakit dan udara luar. Sesudah bibit bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya maka secara bertahap lepaskan sungkup dan pemeliharaan bibit dikerjakan dengan cara yang sama dengan pemeliharaan bibit generatif.

MANFAAT KULTUR JARINGAN

* Mendapatkan tanaman baru dalam jumlah banyak dan waktu yang singkat
* Keseragman genetic
* Memperoleh tanaman baru yang bersifat unggul
* Produksi tanaman sepanjang tahun
* Bermanfaat dibidang farmasi menghasilkan metabolit sekunder
* Stok mikro
* Bisa untuk perbanyakan vegetative pada spesies yang sulit diperbanyak secara normal

Demikian pembahasan artikel tentang “Yuk Kepoin Metode dan Manfaat Perbanyakan Secara In Vitro”, semoga bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Syarat & Bahan Media Tanam Organik yang Tepat Untuk Budidaya

Media Tanam Organik
Syarat & Bahan Media Tanam Organik yang Tepat Untuk Budidaya

Salah satu faktor penting yang sangat menentukan saat bercocok tanam yaitu media tanam. Media tanam akan menentukan baik buruknya pertumbuhan tanaman yang pada akhirnya bisa mempengaruhi hasil produksi. Jenis media tanam sangat banyak serta beragam. Apalagi dengan berkembangnya berbagai macam metode bercocok tanam, seperti hidroponik dan aeroponik.

Tiap-tiap jenis tanaman membutuhkan sifat dan karakteristik media tanam yang berbeda. Contohnya saja tanaman buah membutuhkan karakter media tanam yang berbeda dengan tanaman sayuran. Tanaman buah membutuhkan media tanam yang solid supaya bisa menopang pertumbuhan tanaman yang relatif lebih besar, sementara jenis tanaman sayuran daun lebih membutuhkan media tanam yang gembur dan gampang ditembus akar. Berikut ini penjelasannya:

Syarat Media Tanam Yang Baik

Media tanam mempunyai fungsi untuk menopang tanaman, memberikan nutrisi dan menyediakan tempat bagi akar tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Lewat media tanam tumbuhan memperoleh beberapa besar nutrisinya. Ketika melakukan budidaya tanaman dalam wadah pot atau polybag, media tanam harus dibuat untuk pengganti tanah. Sebab itu harus bisa menggantikan fungsi tanah bagi tanaman.

Media tanam yang baik harus mempunyai sifat fisik, kimia dan biologi yang sesuai dengan keperluan tanaman. Umumnya media tanam yang baik harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut:
* Tersedia ruang tumbuh bagi akar tanaman, sekaligus juga sanggup menopang tanaman. Artinya, media tanam harus gembur jadi akar tanaman bisa tumbuh dengan baik dan sempurna, akan tetapi masih cukup solid memegang akar dan menopang batang supaya tak roboh. Jika media terlalu gembur, pertumbuhan akar akan leluasa tetapi tanaman akan terlalu gampang tercerabut. Dan juga sebaliknya jika terlalu padat, akar akan kesulitan untuk tumbuh.
* Mempunyai porositas yang baik, artinya bisa menyimpan air dan juga mempunyai drainase serta aerasi yang baik. Media tanam harus bisa mempertahankan kelembaban tanah tetapi harus bisa membuang kelebihan air. Media tanam yang porous mempunyai rongga kosong setiap materialnya. Media tersebut tersebut bisa ditembus air, jadi air tak tergenang dalam pot atau polybag. Tetapi disisi lain rongga tersebut harus bisa menyerap air untuk disimpan sebagai cadangan dan mempertahankan kelembaban.
* Tersedia unsur hara yang cukup baik makro ataupun mikro. Unsur hara sangatlah penting bagi pertumbuhan tanaman. Unsur hara ini bisa disediakan dari pupuk atau aktivitas mikroorganisme yang ada dalam media tanam.
* Tak mengandung bibit penyakit, media tanam harus bersih dari hama dan penyakit. Hama dan penyakit yang terkandung dalam media tanam bisa menyerang tanaman dan mengkibatkan kematian pada tanaman. Media tanam tak harus steril karena banyak mikrooganisme tanah yang sebetulnya sangat bermanfaat bagi tanaman, tetapi harus higienis dari bibit penyakit.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Bahan-bahan Media Tanam Organik

Ada berbagai ragam material yang bisa dimanfaatkan untuk membuat media tanam mulai dari yang alami sampai yang sintetis. Tetapi dalam kesempatan ini hanya akan menjelaskan pada beberapa bahan organik yang banyak tersedia di alam, murah dan gampang pembuatannya.

a. Tanah (bahan utama)
Contoh tanah yang baik untuk media tanam lebih baik diambil dari lapisan bagian atas. Umumnya ada 2 tipe tanah yaitu yang harus diperhatikan yaitu tanah pasir dan tanah lempung. Tanah yang berpasir mempunyai kemampuan drainase yang baik, cepat mengalirkan air tetapi kelemahannya tanah tersebut buruk dalam menyimpan air sebagai cadangan. Sedangkan tanah lempung lebih sulit ditembus oleh air jadi akan membuat air tergenang dalam media tanam. Tanah yang baik untuk media tanaman tak terlalu berpasir dan tak terlalu lempung, melainkan harus gembur.

BACA JUGA:
Mengenal Jenis Lahan Untuk Usaha Budidaya Tanaman
Hobi Berkebun, Coba Budidayakan 7 Tanaman Ini
Faktor Penting Yang Wajib Anda Ingat Saat Pembibitan Tanaman
Tips Berkebun Asik, Simak Artikel Ini!!

b. Kompos atau Humus
Kompos yaitu bahan organik yang fungsinya untuk penyedia unsur hara bagi tanaman. Kompos yang dipakai untuk media tanam yaitu kompos padat, silahkan baca jenis dan karakteristik pupuk kompos. Hampir semua jenis kompos padat bisa dipakai sebagai bahan baku media tanam.

Penambahan bahan organik seperti kompos atau humus pada media tanam mampu memperbaiki struktur fisik tanah dan meningkatkan kapasitas tukar kation. Kompos yang ditambahkan lebih baik berupa kompos yang sudah matang. Sebab kompos yang belum benar-benar matang sangat berpotensi mendatangkan hama dan penyakit. Tak hanya itu unsur haranya sulit diserap tanaman karena belum terurai secara penuh.

Bukan hanya kompos, bisa juga memanfaatkan humus yang diperoleh dari hutan. Tanah humus mempunyai kandungan unsur hara yang tinggi. Apabila lokasi anda dekat dengan hutan, tanah humus bisa dicari dengan gampang. Tempat terbaik yaitu disekitar tanaman pakis-pakisan.

Unsur bahan organik lain juga bisa dipakai untuk pengganti kompos atau humus seperti pupuk kandang atau pupuk hijau. Hanya saja harus digaris bawahi, lebih baik pakai pupuk kandang atau hijau yang sudah matang benar dan teksturnya sudah berbentuk granul seperti tanah. Pemakaian pupuk kandang yang belum matang beresiko membawa hama dan panyakit pada tanaman.

c. Arang Sekam atau Sabut Kelapa
Arang sekam yaitu hasil pembakaran tak sempurna dari sekam padi. Arang sekam fungsinya untuk meningkatkan kapasitas porositas tanah. Memberi tambahan arang sekam di media tanam akan memperbaiki struktur media tanam sebab memiliki partikel yang berpengaruh dalam pergerakan air, udara dan menjaga kelembaban.

Kelebihan dari media ini yaitu mampu menetralisir keasaman tanah dan racun, meningkatkan daya ikat tanah pada air, merangsang pertumbuhan mikroba yang menguntungkan bagi tanaman, bisa menggemburkan tanah dan mampu memperbaiki drainase serta aerasi tanah. Pemakaian arang sekam ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan sekam padi, sebab arang sekam sudah melalui proses pembakaran yang bisa menghilangkan bibit penyakit atau hama yang mungkin saja terikut.

Bukan hanya arang sekam, bisa juga memakai sisa sabut kelapa. Sabut kelapa memiliki sifat seperti arang sekam. Media tanam sabut kelapa cocok dipakai di daerah yang kering dengan curah hujan rendah. Pengambilan sabut harus dari bagian kulit kelapa yang sudah tua.

Cara Membuat Media Tanam Organik

Berikut ini ada beberpa cara membuat media tanam polybag atau pot dengan memakai bahan baku yang sudah diterangkan di atas. Untuk membuat media tanam yang baik dibutuhkan unsur tanah, bahan pengikat atau penyimpan air dan penyedia unsur hara. Bahan baku yang akan dipakai yaitu tanah top soil, kompos dan arang sekam. Berikut ini langkah-langkahnya:
* Segera siapkan tanah yang kelihatan gembur dan subur, lebih baik lagi diambil dari bagian yang paling atas. Kemudian ayaklah tanah tersebut sampai menjadi butiran-butiran yang cukup halus. Usahakan tanah dalam keadaan kering jadi tak menggumpal. Tanah yang menggumpal akan mengakibatkan bahan tak tercampur dengan merata.
* Siapkan kompos yang sudah benar-benar matang, bisa dari jenis kompos biasa, bokashi atau kompos takakura. Ayak kompos atau humus tersebut sampai menjadi butiran halus.
* Siapkan arang sekam, campurkan tanah, kompos, dan arang sekam dalam sebuah wadah dengan perbandingan 2:1:1. Aduk sampai merata.
* Kemudian siapkanlah pot atau polybag, segera masukkan campuran tersebut kedalamnya. Media tanam sudah siap dipakai.

Untuk ketiga bahan baku tersebut bisa juga dicampur dengan perbandingan 1:1:1 ataupun 2:1:1. Mana yang terbaik bagi Anda, pastinya tergantung dari jenis tanaman dan ketersediaan sumber daya. Mengenai hasil, beberapa penelitian menunjukkan hal yang berbeda. Lebih baik mencobanya secara try and error. Media tanam sangat berguna jika kita ingin menanam sayuran dalam polybag atau pot. Metode seperti ini cocok dikerjakan di lahan yang terbatas atau lahan sempit.

Demikian artikel pembahasan tentang “Syarat & Bahan Media Tanam Organik yang Tepat Untuk Budidaya”, semoga bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Mengenal Jenis Lahan Untuk Usaha Budidaya Tanaman

Jenis Lahan Pertanian
Mengenal Jenis Lahan Untuk Usaha Budidaya Tanaman

Indonesia merupakan negara agraris dengan lebih dari 60% penduduknya bermata pencarian di bidang pertanian. Pertanian ini diusahakan oleh rakyat sehingga disebut pertanian rakyat. Pertanian rakyat tersebut terutama menghasilkan bahan makanan untuk keperluan penduduk di dalam negeri, seperti padi, jagung, sagu, ubi kayu, kacang tanah, dan kedelai. Cara mengusahakannya, yaitu dengan bersawah, berladang, bertegal, dan berkebun.

1) Sawah

Ada beberapa jenis sawah yang dilakukan oleh rakyat untuk menanam padi, yaitu sebagai berikut.
a) Sawah irigasi, yaitu sawah yang memperoleh pengairan dari pengairan teknis berupa sistem irigasi yang airnya berasal dari danau buatan (sungai bendungan, dibuat saluran air yang baik dan teratur lalu dialirkan ke sawah). Jenis sawah ini juga ada yang pengairannya dibuat oleh petani desa secara sederhana.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

b) Sawah nonirigasi, yaitu sawah yang memperoleh pengairan secara nonteknis, seperti berikut ini.
* Sawah tadah hujan, yaitu sawah yang pengairannya dari air hujan sehingga penanamannya dilakukan pada musim hujan.
* Sawah lebak, yaitu sawah yang berada di sebelah kanan dan kiri sungai yang tanahnya lebih rendah dari sungai tersebut.
* Sawah bencah (pasang surut), yaitu sawah yang letaknya berdekatan dengan rawa atau muara sungai di daerah pantai landai. Airnya berasal dari sungai yang dipengaruhi pasang naik dan surut air laut serta bercampur dengan air rawa tersebut, misalnya di pantai timur Sumatera dan Kalimantan. Untuk tanaman padi yang dibudidayakan atau ditanam yaitu jenis padi banarawa.
* Sawah gogo rancah (gora), pengusahaannya biasanya dibuat pematang, pagar, dan berteras. Demikian juga arah bajakannya mengitari gunung atau tidak menurun lereng untuk menghindari erosi. Tanaman yang ditanam, yaitu padi, jagung, dan palawija.

2) Ladang (Huma)

Pertanian dengan sistem ladang (huma) merupakan pertanian di tanah kering, demikian juga tegalan dan kebun (pekarangan). Ladang (huma) ialah sistem pertanian dengan cara membuka hutan. Caranya, hutan ditebang kemudian dibakar dan dibersihkan. Pada musim hujan barulah ditanami. Apabila sudah 3-4 kali panen dan kesuburannya berkurang, ladang tersebut ditinggalkan dan umumnya ditumbuhi alang-alang dan belukar.

Baca Juga:
Hobi Berkebun, Coba Budidayakan 7 Tanaman Ini
Faktor Penting Yang Wajib Anda Ingat Saat Pembibitan Tanaman
Tips Berkebun Asik, Simak Artikel Ini!!

Para petani mencari lagi hutan untuk ditebang. Sistem ladang tersebut dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, misalnya hutan banyak yang rusak, penyerapan air berkurang, tanah gundul, kesuburannya berkurang, akhirnya menimbulkan banjir. Untuk jenis tanaman yang ditanam pada ladang (huma), yaitu padi gogo, jagung, dan kacang-kacangan.

3) Tegalan

Tegalan adalah sistem pertanian di tanah kering yang diusahakan pada musim penghujan untuk menanam tanaman palawija.

4) Kebun

Pertanian dengan sistem kebun ialah sistem pertanian yang dilakukan di pekarangan sekitar rumah untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Hanya sebagian kecil dari hasilnya yang diperdagangkan atau dijual, misalnya buah- buahan, sayur-sayuran, dan bunga-bungaan.

Polybag Pembibitan Tanaman

5) Pertanian Tanaman Pangan

Pertanian tanaman pangan di Indonesia biasanya diusahakan oleh rakyat. Jenis tanaman pangan di Indonesia yang termasuk makanan pokok, yaitu padi, jagung, ketela pohon (ubi kayu), sagu, dan tanaman hortikultura (sayur-sayuran dan buah-buahan).

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian dan Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Hobi Berkebun, Coba Budidayakan 7 Tanaman Ini

Hobi Berkebun
Hobi Berkebun, Coba Budidayakan 7 Tanaman Ini

Usaha budidaya tanaman umumnya sering diasosiasikan dengan pertanian yang butuh pengelolaan lahan untuk skala besar. Padahal, usaha budidaya ini ternyata bisa dikerjakan di lingkungan perkotaan.

Adanya perencanaan yang matang dan kelihaian melihat peluang, usaha budidaya tanaman bahkan bisa dikerjakan di pekarangan rumah. Mengingat tanah di Indonesia yang subur, Anda tak perlu khawatir untuk menekuni bisnis yang satu ini. Bukan hanya itu, bisnis ini juga bisa dikerjakan sebagai hobi yang menyenangkan. Dengan demikian inilah beberapa contoh budidaya tanaman yang bisa dikerjakan di pekarangan rumah.

1. Budidaya Tanaman Cabai

Cabai merupakan bahan makanan yang tak asing bagi masyarakat Indonesia. Dibalik rasanya yang pedas tetapi nikmat, tanaman ini menyimpan potensi keuntungan yang besar. Inilah beberapa alasan mengapa budidaya cabai menguntungkan:
* Cabai mempunyai permintaan yang sangat tinggi, sebab kebanyakan masyarakat Indonesia suka dengan sambal sebagai teman makanan,
* Harga cabai bisa dibilang stabil dan bisa melejit tinggi ketika Bulan Ramadhan atau bila ada petani yang gagal panen, dan
* Cara menanam cabe terbilang gampang dan bisa dikerjakan di pekarangan rumah.

2. Kangkung

Kangkung merupakan tanaman kaya gizi yang bibitnya hanya membutuhkan 4-6 minggu untuk panen. Anda bisa mempertimbangkan untuk memakai baskom sebagai media tanam. Berikut ini beberapa hal yang harus disiapkan sebelum melaksanakan budidaya tanaman kangkung:
* Bibit kangkung hidroponik
* Pupuk
* Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)
* Plastik berbentuk saringan
* Baskom seukuran plastik

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

3. Bawang Merah

Budidaya tanaman yang satu ini bisa Anda kerjakan dengan menyediakan media polybag, tanah, bawang merah, serta pupuk. Bawang merah sangat cocok untuk para pemula sebab cara penanamannya yang relatif gampang. Berikut ini faktor yang harus diperhatikan ketika menanam bawang merah:
* Waktu penyiraman yang baik harus dikerjakan pada pagi atau sore hari,
* Taruh tanaman di tempat yang terkena sinar matahari, dan
* Pastikan tanaman tak terkena air hujan.

Baca Juga:
Faktor Penting Yang Wajib Anda Ingat Saat Pembibitan Tanaman
Tips Berkebun Asik, Simak Artikel Ini!!
Trik Lengkap Cara Budidaya Lada atau Merica Dalam Polybag

4. Tomat

Tanaman tomat yaitu jenis sayuran yang tak asing bagi seluruh pecinta kuliner. Cara menanamnya pun gampang. Hal yang paling penting yaitu memastikan tanahnya tetap basah. Proses stek merupakan kunci utama dalam menanam tomat.

Bukan hanya itu, air di vas kaca bisa dipakai untuk menumbuhkan akar. Simpan tunas di tempat dengan suhu yang hangat seperti di depan jendela yang terkena sinar matahari. Sesudah 1-2 minggu, akar akan tumbuh di tunas dan Anda bisa memindahkannnya ke meida tanam tanah saat akarnya cukup panjang.

5. Bayam

Tanaman yang satu ini sangat kaya akan zat besi dan baik dikonsumi oleh para ibu hamil. Budidaya tanaman ini bisa dilaksanakan di rumah dengan lahan yang kecil sebab media tanamnya bisa dilaksanakan dengan polybag. Bahan-bahan yang harus disiapkan sebelum menanam bayam:
* Tanah
* Polybag
* Pupuk Kompos
* Pestisida Lamai
* Bibit bayam (biji atau stek batang)

Opsi biji bisa dipilih bila Anda ingin menekan budget, sedangkan opsi stek bisa dipilih bila Anda tak ingin repot ketika proses tanam.

6. Sawi

Tanaman sawi dibagi menjadi 4 macam yakni sawi hijau biasa, sawi hijau pahit, sawi minya, dan sawi berdaun lebar. Akan tetapi, Anda bisa memakai metode yang sama untuk menanam keempatnya. Tak hanya itu, sawi bisa ditanaman di tempat yang panas ataupun dingin. Tanah yang dipakai untuk menanam sawi harus mengandung senyawa organik yang lembap. Hal-hal tersebut pastinya bisa disiapkan dengan gampang di rumah, bukan?

7. Terong

Tanaman yang mengandung banyak gizi seperti vitamin K dan kalsium ini bisa dibudidayakan dengan media polybag. Dengan harga yang tak terlalu rendah, tanaman yang bisa dibudidayakan di rumah ini bisa memberikan keuntungan yang tak sedikit, lho. Syarat yang harus dipenuhi untuk menanam terong:
* Suhu harus sekitar 22-30 derajat Celsius,
* Media tanah meliputi pasir, sekam, tanah, dan pupuk,
* Harus terkena sinar matahari yang cukup,
* Ph tanah harus sekitar 6,3-7,3.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Faktor Penting Yang Wajib Anda Ingat Saat Pembibitan Tanaman

Petanani merawat bibit tembakau yang baru berusia satu bulan, di Desa Dasuk, Padewamu, Pamekasan, Jatim, Sabtu (10/5).
Faktor Penting Yang Wajib Anda Ingat Saat Pembibitan Tanaman

Jika Anda akan membudidayakan tanaman buah di halaman rumah, faktor yang harus Anda perhatikan yaitu cara terbaik dalam pembibitannya, sebab jika Anda melakukan kesalahan ketika proses pembibitan, bisa mengakibatkan tanaman buah akan sulit untuk tumbuh, apalagi berbuah. Maka Anda harus mempunyai metode khusus untuk melaksanakan pembibitan tanaman buah.

Hal ini sangat penting, sebab pembibitan tanaman merupakan suatu proses penanaman bibit mulai dari bentuk biji sampai menjadi tanaman bayi dengan munculnya tunas akar dan beberapa daun kecil menjadi kecambah, yaitu yang dilaksanakan selama beberapa hari, jadi akhirnya bisa ditanam kembali untuk pertumbuhan tanaman buah sampai dewasa dan berbuah.

Bila kita tak ingin gagal dalam hal pembibitan, sebaiknya Anda memerhatikan teknik serta kunci keberhasilan pembibitan tanaman itu sendiri. Dalam hal pembibitan, lebih baiknya perhatikan lingkungan sekitar Anda. Karena, lingkungan sekitar mewakili 70% keberhasilan dalam melaksanakan pembibitan sebuah tanaman. Tak hanya faktor lingkungan, ada baiknya Anda juga memerhatikan hal-hal berikut ini.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Kesehatan Tanaman Induk

Sebelum melaksanakan pembibitan sebuah tanaman, yang paling penting diperhatikan merupakan tanaman induk. Pastikan Anda memilih tanaman induk yang sehat, terbebas dari hama dan penyakit. Ciri tanaman induk yang sehat bisa kita lihat dari bentuk batang yang kokoh serta daun yang segar dan berkemilau tanpa adanya bercak pada daun.

Pilihlah tanaman induk yang cukup dewasa. Tanaman induk yang sudah cukup dewasa ditandai dengan adanya bunga dan sudah menghasilkan anakan, baik dari biji ataupun dari tunasnya. Tanaman yang sudah dewasa umumnya sudah mempunyai banyak energi yang terkandung dan siap untuk kita pijahkan dan ambil peranakannya.

Baca Juga:
Tips Berkebun Asik, Simak Artikel Ini!!
Trik Lengkap Cara Budidaya Lada atau Merica Dalam Polybag
Teknik Simpel Pembibitan Mawar, Salah Satu Tanaman Hias Terpopuler

Media dan Tempat Budidaya

Pakailah media untuk pengakaran tanaman yang relatif cepat. Sebagai contoh, kita bisa memakai coco peat, coco chip, arang, sekam bakar, kompos dan lain sebagainya. Media tanaman yang kita pakai ada baiknya dicocokkan terlebih dulu dengan bibit tanaman yang akan kita semai atau tanam. Pastikan banyak mengandung oksigen serta kandungan airnya dan mempunyai lubang pembuangan air yang cukup.

Media untuk tanaman yang paling bagus merupakan kombinasi dari berbagai bahan. Dengan kombinasi tersebut membuat media tanam mampu menahan air, tersedia pori-pori yang cukup, dan mampu menyimpan unsur hara yang cukup untuk kelangsungan hidup tanaman terutama untuk pertumbuhan akarnya.

Para petani biasanya banyak memakai jenis coco peat sebagai alat untuk penahan air dan memakai arang sekam bakar sebagai oksigen atau pori-porinya. Bukan hanya itu, pastikan media tanam terbebas dari hama dan penyakit dengan cara disterilkan terlabih dulu.

Taruhlah media tanaman tersebut di tempat khusus, bisa berupa tong atau lainya. Siram media tanam tersebut memakai air mendidih sampai rata. Jika sudah siap disiram, selanjutnya media dalam tong tersebut kita tutup rapat, biarkan selama 3 jam sampai sampai dingin. Sesudah dingin, media tanaman tersebut sudah steril, dan siap kita pakai sebagai penanaman bibit tanaman.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian dan Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Teknik Simpel Pembibitan Mawar, Salah Satu Tanaman Hias Terpopuler

Pembibitan Mawar
Teknik Simpel Pembibitan Mawar, Salah Satu Tanaman Hias Terpopuler

Jual Polybag Untuk Pembibitan Tanaman Hias – Lim Corporation

Menjadi salah satu tanaman hias paling populer, mawar banyak dibudidayakan. Umumnya mawar dirawat pada saat sudah memperoleh bibit mawar dan membesarkan bibit tersebut. Dan ternyata cara pembibitan mawar cukup gampang dan bisa dilaksanakan sendiri di rumah.

Waktu yang paling tepat untuk menanam bunga mawar yaitu di awal musim penghujan. Tanaman ini juga bisa dibibitkan dari bibit mawar cabutan dan bibit mawar dengan penyemaian. Berikut ini beberapa cara pembibitan mawar di polybag dengan penyemaian.

Langkah pertama, Anda harus mencari bibit mawar berkualitas terlebih dulu. Ciri bibit yang berkualitas yaitu jika dimasukkan ke air, bibit tersebut akan tenggelam. Apabila bibit mengambang, sebaiknya jangan dipakai karena kualitasnya kurang bagus.

Bibit yang sehat asalnya dari tanaman yang produktif berbunga. Bunga tanaman mawar umumnya tumbuh subur dan terlihat mempunyai warna cerah dan ukuran yang berkembang. Anda bisa mengambil bibit dari bunga mawar yang sudah matang yang ada di tanaman Anda sebelumnya.

Ambilah biji tersebut yang sudah membusuk dari mawar di media semai. Sesudah diuji dengan dimasukkan ke air, cuci biji yang akan dipakai dengan air bersih. Pencucian tersebut dilaksanakan untuk membersihkan biji. Kemudian, tiriskan biji untuk dikeringkan.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Pengeringan biji dilakukan dengan cara ditiriskan di tempat yang teduh. Letakkan dan semaikan biji tanaman mawar dengan jarak antarbaris sekitar 5cm—10cm sampai benar-benar merata. Laksanakan penyiraman pada biji mawar secara berlanjut, kurang lebih 1-2 kali dalam sehari. Tunggu selama kurang lebih empat minggu. Biji mawar pun akan mulai berkecambah dan siap untuk langkah selanjutnya.

Baca Juga:
Dibalik Rasa Manisnya, Ternyata Pepaya Menyimpan Ribuan Manfaat Untuk Tubuh
Kenalkan 5 Teknologi Baru Bidang Pertanian di Indonesia, Mau Tau?
Kurangnya Suplai Pada Pasar, Membuat Potensi Bisnis Kroto Sangat Menjanjikan
Rahasia Meningkatkan Hasil Panen Dengan Teknik Rotasi Tanaman, Mau Coba?

Siapkan media tanam dalam polybag. Anda bisa memakai campuran tanah yang subur dan banyak terdapat kandungan unsur hara. Hal ini untuk menunjang pertumbuhan bibit mawar menjadi lebih cepat.

Anda bisa memakai campuran tanah, pupuk organik, dan pasir dengan perbandingan 1:1:1. Pindahkan bibit mawar ke dalam polybag tersebut. Lakukan perawatan sampai berumur kurang lebih 22 bulan. Ketika umur tersebut, bibit mawar pun sudah siap untuk dipanen dan dipindah ke media tanam sebagai tanaman hias.

Pindahkan bibit mawar ke tanah dengan ukuran 60cm dan lebar 60cm. Tanam mawar pada kedalaman kurang lebih 45cm. Ketika membuat lubang, tanah di bagian bawah harus dikumpulkan secara terpisah. Pemisahan ini dilaksanakan sebab kedua jenis tanah tersebut akan dipakai sebagai penutup lubang tanam. Jangan lupa untuk memilih lahan yang teduh untuk bunga mawar dan lebih baiknya tak terkena paparan sinar matahari.

Demikian penjelasan mengenai artikel berjudul “Teknik Simpel Pembibitan Mawar, Salah Satu Tanaman Hias Terpopuler”. Semoga penjelasan artikel tersebut bisa bermanfaat bagi Anda.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Polybag dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Wow! Budidaya Tanaman Sayur Yang Lagi Viral Dengan Polybag, Mau Tau?

Budidaya Kubis di Polybag
Wow! Budidaya Tanaman Sayur Yang Lagi Viral Dengan Polybag, Mau Tau?

Jual Plastik Polybag Untuk Budidaya – Lim Corporation

Sayuran Kol atau Kubis adalah tanaman sayuran yang biasa tumbuh di daerah dataran tinggi. Kol termasuk jenis tanaman yang dapat ditanam kapan pun tanpa harus melihat musim. Sayuran Kol merupakan jenis sayuran yang lebih mudah dikonsumsi. Selain dipakai untuk sayur, Kol juga bisa dimakan mentah sebagai lalapan. Tanaman Kol tersusun sangat rapat membentuk bulatan atau bulatan pipih, yang disebut krop. Nama Kol diperkenalkan pada kita oleh sebagian orang Eropa yang tinggal di Hindia Belanda. Kol sendiri diambil dari bahasa Belanda Kool.

Tanaman Kol bisa ditanam sepanjang tahun sebab tak mengenal musim tanam dan musim panen. Kol bisa tumbuh serta berproduksi dengan baik pada ketinggian 800mdpl ke atas. Sementara itu, Kol juga membutuhkan curah hujan yang cukup serta temperatur hawa 15-200 C. Media tanam yang dipakai untuk membudidayakan Kol adalah tanah yang gembur, bertekstur mudah atau sarang dengan PH 6–6,5.

Bagaimana tertarik untuk menanam dan membudidayakan sayuran kol ini? Namun terkendala dengan lahan yang sempit? Tak perlu risau dan jangan galau, budidaya cabe polybag menjadi solusi dan pilihan yang sangat tepat bagi anda yang ingin bertanam sayuran kol, selain tak butuh lahan yang luas, budidaya sayuran kol polybag juga tergolong sangat mudah dalam perawatanannya. Cukup penyiraman yang teratur dan penyinaran sinar matahari yang penuh untuk menunjang pertumbuhan dan pembuahannya. Sebelum anda memutuskan untuk membudidayakan kol dalam polybag, sebaiknya mempelajari tips mudah membudidayakan sayuran kol di dalam pot.

Berikut ini beberapa tips mudah dalam membudidayakan tanaman sayuran kubis di dalam Polybag untuk menghasilkan hasil yang optimal:

1. Penyemaian Benih
Selain mempersiapkan media untuk menanam, perlu dipersiapkan pula media untuk persemaian. Media persemaian terdiri dari campuran tanah serta pupuk kandang yang keduanya sudah dihaluskan. Komposisi kedua bahan sesuai dengan perbandingan 1:1. Benih yang akan disemaikan direndam dalam air hangat selama 0,5 – 1 jam lantas diangin-anginkan. Kemudian sebarkan benih dengan merata serta teratur lantas ditutup daun pisang sepanjang 3 – 4 hari.

Penyiraman benih harus dilakukan setiap hari. Gunakan alat penyemprot air yang kecil dan halus agar benih dan media tidak kacau balau. Persemaian harus dibuka tiap pagi sampai pukul 10:00 serta sore mulai pukul 15:00. Lakukan pengamatan bibit Kol dengan teratur. Apabila ada yang terserang penyakit, maka harus dipetik serta dibuang daun yang terserang penyakit.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

2. Media Tanam Kol di Polybag
Media tanam polybag harus disiapkan beberapa hari sebelum menanam Kol. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat media tanam adalah tanah, pupuk kandang dan kompos. Perbandingan dari komposisi bahan adalah 1:1:1. Apabila semua bahan sudah siap, maka haluskan dengan cara diayak. Setelah itu aduk merata. Ketika media sudah jadi, maka dimasukkan ke dalam polybag. Untuk meningkatkan kualitas campuran media tanam, maka diamkan selama 5 hari. Setelah itu media tanam polybag dapat digunakan untuk menanam Kol.

3. Penanaman Kol di Polybag
Bibit yang ditanam adalah bibit yang sudah berumur 3 – 4 minggu. Itu artinya bibit sudah mempunyai 4 sampai 5 daun. Dalam melakukan penanaman, perlu diperhatikan beberapa cara yang baik.

– Apabila bibit disemai pada bumbung daun pisang, segera ditanam bersama dengan bumbungnya. Apabila bibit disemai pada polybag plastik, keluarkan bibit dari polybag lalu bibit ditanam di media tanam polybag yang sudah disiapkan. Berikut ini cara praktis untuk menanam Kol di media tanam polybag.
– Siapkan media tanam di dalam polybag beberapa hari sebelum tanam. Setelah jadi, media tanam didiamkan beberapa hari.
– Setelah media tanam siap, maka dilakukan penanaman. Untuk benih yang disemai pada nampan diambil dengan sendok sehingga tanah dibaki terbawa bersama dengan akar. Untuk benih dalam polybag persemaian tinggal dirobek plastik polybagnya. Pilihlah bibit yang tumbuh sehat dan subur.
– Buatlah lubang pada media tanam polybag. Masukkan bibit tanaman sedalam akar leher, sehingga tanaman dapat berdiri kokoh tidak runtuh.
– Jangan pindahkan tanaman selama seminggu dari tempat penyemaian tujuannya memberikan kesempatan tanaman untuk beradaptasi dengan media tanam baru.
– Tutup tanah atau media tanam dengan daun kering atau plastik, kemudian tempatkan polybag di tempat terbuka.
– Sesudah bibit Kol ditanam, siram bibit dengan air sampai basah.

Baca Juga:
Mari! Atasi Krisis Pangan Dengan Budidaya Sayuran Sendiri Sistem Vertiminaponik
Ingin Sukses Saat Budidaya Cengkeh, Yuk Intip Cara Pembibitannya!
Yuk!! Kenalan Dengan Inovasi Bioteknologi Dalam Sistem Pertanian

4. Tahap Perawatan
Perawatan tanaman Kol dibedakan menjadi dua tahap, yaitu perawatan sebelum pembentukan krop dan perawatan setelah pembentukan krop. Perawatan sebelum pembentukan krop dimulai dari hari ke 0 atau sebelum tanam sampai hari ke 49. Perawatan setelah pembentukan krop dilakukan mulai dari hari ke 50 sampai hari ke 90. Perawatan sebelum pembentukan krop dilaksanakan dengan melakukan penyiraman yang dikerjakan setiap sekali sehari, yaitu pada pagi hari atau sore hari. Pemupukan susulan dilakukan pada saat umur tanaman Kol 28 hari.

Perawatan lainnya adalah perompesan cabang atau tunas-tunas samping yang harus dilakukan seawal mungkin agar pembentukan bunga menjadi sempurna. Lakukan pula pengamatan setiap minggu sekali pada hama-hama yang mungkin menyerang tanaman Kol. Populasi hama tanaman Kol paling tinggi berlangsung pada awal musim kemarau. Hama yang menyerang pada saat sebelum pembentukan krop diantaranya adalah ulat tanah, ulat daun Kol, ulat krop Kol dan ulat krop bergaris. Pengendalian hama yang harus dilakukan adalah mengumpulkan serta memusnahkan hama dengan cara mekanik dan sanitasi lingkungan. Tanaman muda yang mati dikarenakan penyakit rebah kecambah harus dicabut, kemudian diganti dengan tanaman baru yang sehat.

Perawatan setelah pembentukan krop, yakni pada saat umur tanaman 50 – 90 hari, yaitu dengan melakukan penyiangan manual atau dengan tangan. Penyiangan terus dilakukan sampai seminggu sebelum saat panen. Pengamatan yang lebih sensitif pada hama harus terus dilakukan. Pengecekan satu per satu tanaman dan krop yang sudah membesar harus selalu dilakukan. Serangan hama saat menjelang panen tak perlu dikendalikan dengan bahan kimia, cukup dengan perlakuan sewajarnya saja.

5. Penanggulangan Hama dan Penyakit
Hama utama yang menyerang Kol adalah ulat. Jika memungkinkan maka dapat dikendalikan dengan cara dibunuh dengan tangan. Tetapi jika sudah parah dapat dilakukan penyemprotan insektisida. Penyakit Kol salah satunya adalah bengkak akar. Penyakit bengkak akar disebabkan oleh jamur Plamodiophora Brassicae yang ditandai daun-daun kubis layu, bila tanaman tersebut dicabut pada akarnya akan terlihat ada pembengkakan. Pengendalian dapat dilakukan dengan merendam benih dengan pestisida nabati berupa ekstrak daun atau umbi bawang putih (8%) selama 2 jam. Selain itu bisa dilakukan pengapuran dengan dolomit.

6. Panen Sayuran Kubis
Tanaman Kol yang sudah berbunga dapat dipanen sesudah berumur 81 – 105 hari. Untuk memperoleh krop Kol yang baik, maka Kol harus dipanen tepat waktu. Kepadatan dan kekompakan digunakan sebagai ukuran penetapan saat panen. Panen yang terhambat akan menyebabkan krop pecah. Kol yang siap panen akan memperlihatkan tanda-tanda, yaitu pada daun krop terluar di bagian atas krop telah melengkung keluar serta berwarna agak ungu. Selain itu krop sisi dalamnya telah padat.

Cara memanen adalah dengan memotong kropnya. Jangan lupa, pada waktu memotong tersebut dua helai daun hijau harus diikutsetakan untuk perlindungan krop. Pemotongan juga harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak memar atau luka. Jika daun yang turut dipotong terinfeksi penyakit maka harus dibuang.

* Info lengkap mengenai harga Polybag silakan klik http://bit.ly/hargapolybag

Bila Anda membutuhkan dan ingin memesan Polybag atau Plastik Pertanian & Perkebunan untuk budidaya tanaman atau untuk pembibitan atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 – 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Dengan Polybag Hasil Panen Budidaya Melon Melimpah, Mau Tau Caranya?

Budidaya Melon Polybag
Dengan Polybag Hasil Panen Budidaya Melon Melimpah, Mau Tau Caranya?

Distributor Polybag Untuk Budidaya & Pembibitan – Lim Corporation

Agribisnis melon menampakkan prospek yang sangat menjanjikan. Namun apabila unsur tanah yang kian keras, miskin faktor hara mikro ataupun hormon natural, unsur iklim atau cuaca, unsur hama serta penyakit tanaman atau unsur pemeliharaan tak dipandang alasannya profit akan menurun. Tanaman Buah melon membutuhkan curah hujan sekitar 2000-3000 mm/th di ketinggian daerah yang maksimal 200-900 mdpl. Intensitas sinar matahari sekitar 10-12 jam per hari.

Temperatur maksimal untuk pengecambahan sekitar 28°C-30°C, untuk pertumbuhan vegetatif 20°C-25°C serta untuk pembungaan lebih dari 25°C. Rasa melon yang manis akan tercapai jika selisih temperatur antara siang serta malam cukup tinggi. Temperatur selama siang hari untuk pembesaran 26°C jadi bisa meningkatkan fotosintesis. Meskipun temperatur malam harinya kurang dari 20°C untuk menekan progres respirasi cadangan makanan. Air benar-benar diperlukan oleh tanaman ini lantaran 90% kandungan melon terdiri dari air. Seharusnya lokasi penanaman melon bukan bekas lahan tanaman melon ataupun tanaman sefamili. Paling tidak sudah diberakan selama 2 tahun supaya diperoleh hasil yang maksimal.

1. Persiapan Teknis Budidaya Melon
Pengolahan pH tanah dibutuhkan untuk memutuskan jumlah pemberian kapur pertanian pada tanah masam ataupun pH rendah di bawah 6,5. Pengolahan bisa dikerjakan dengan kertas lakmus, PH meter, maupun cairan PH tester. Pengambilan spot sampel bisa dilakukan dengan sistem zigzag.

2. Pengerjaan Budidaya Melon

– Persiapan Lahan
Persiapan lahan yaitu seperti proses pembajakan ataupun penggaruan tanah, pembuatan bedengan kasar dengan lebar sekitar 110cm-120cm, tinggi 40cm-70cm serta lebar parit 50cm-70cm, berikan kapur pertanian sebanyak 200 kg/rol pada tanah yang pH dibawah 6,5, pemberian pupuk sangkar yang sudah difermentasi sebanyak 40 ton/ha bisa juga pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 150 kg/rol mulsa PHP, Agar pupuk bisa tercampur rata pada tanah lakukan proses pengadukan atau pencacakan, untuk persiapan selanjutnya pemasangan mulsa PHP, buatlah lubang tanam dengan jarak tanam yang cocok untuk musim kemarau 60cm x 60cm walaupun untuk musim penghujan bisa diperlebar sekitar 70cm x 70cm dan selanjutnya lakukan pemasangan ajir.

– Persiapan Pembenihan dan Penanaman
Sebelum proses pembenihan diwajibkan siapkan sungkup pembenihan untuk melindungi benih yang masih muda. Setelah itu siapkan media semai dengan komposisi 20 liter tanah, 10 liter pupuk sangkar, serta 150g NPK halus. Media campuran dimasukkan ke dalam polybag semai. Sebelum menjalankan penyemaian bibit, lebih baiknya bibit direndam terlebih dulu dalam larutan fungisida sistemik berbahan aktif simokanil atau metalaksil dengan takaran ½ dari takaran terendah yang dianjurkan dalam kemasan selama kurang lebih 6 jam, kemudian bibit disemai pada media. Untuk mempercepat pengecambahan bibit pada permukaan media ditutup dengan kain goni atau dapat juga menggunakan mulsa PHP kemudian dijaga dalam kondisi lembab.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Pembukaan penutup permukaan media semai dikerjakan jika bibit sudah berkecambah, selanjutnya bibit disungkup memakai plastik transparan. Pembukaan sungkup diawali pada jam 07.00-09.00, kemudian dibuka lagi jam 15.00-17.00. Usia 5 hari memasuki tanam, sungkup harus dibuka secara penuh untuk penguatan tanaman. Penyiraman jangan terlalu menggenang serta lakukan tiap pagi. Penyemprotan dengan fungisida berbahan aktif simoksanil serta insektisida berbahan aktif imidakloprid waktu umur 8 hari setelah semai dengan takaran ½ dari takaran terendah. Benih yang sudah mempunyai 4 helai daun sejati siap untuk pindah tanam ke lahan.

Baca Juga:
Iniloh! 5 Perkembangan Teknologi Pertanian Di Masa Depan
Kurangnya Suplai Pada Pasar, Membuat Potensi Bisnis Kroto Sangat Menjanjikan
12 Manfaat dan Khasiat Tanaman Jagung Untuk Kesehatan Tubuh

3. Pemeliharaan Tanaman

– Penyulaman
Penyulaman dilakukan sampai dengan umur tanaman 2 pekan. Tanaman yang sudah terlalu tua jika masih terus disulam maka akan menyebabkan pertumbuhan tak seragam. Serta akan berakibat pada penguasaan hama penyakit.

– Pengikatan dan Pemangkasan Tanaman
Tanaman melon termasuk tanaman merambat dengan pertumbuhan yang kencang, oleh sebab itu sedini mungkin harus sudah langsung diikatkan pada ajir, pengikatan dilakukan setiap jarak 40cm.

Pemangkasan tanaman berfungsi untuk memelihara cabang pantas dengan yang dikehendaki. Supaya peredaran udara di sekitar area pertanaman lancar, karena itu dianjurkan memelihara satu cabang utama.

– Sanitasi Lahan Dan Pengairan
Sanitasi lahan dalam budidaya melon mencakup seperti penanganan gulma/rumput, proses pemberian air waktu musim hujan jadi tak timbul genangan, pemangkasan daun serta pencabutan tanaman yang terserang oleh hama penyakit.

Pengairan diberikan secara terukur, dengan penggenangan ataupun pengeleban seminggu sekali jika tak turun hujan. Penggenangan jangan terlalu tinggi, batas penggenangan cukup 1/3 dari tinggi bedengan.

– Pemupukan Susulan
Pupuk akar diberi dengan sistem pengocoran untuk usia 15 hst, 25 hst dan 35 hst dengan takaran 3 kg NPK 15-15-15 dan 1 kg ZK dilarutkan dalam 200 lt air, untuk 1000 tanaman, setiap tanaman diberi 200ml.

Pupuk daun kandungan Nitrogen tinggi diberi pada umur 7 hst serta 24 hst, walaupun kandungan Phospat, kalium serta mikro tinggi diberi umur 20 hst, 30 hst dan 45 hst.

4. Masa Panen
Untuk umur panen buah melon sangat bervariasi, yaitu antara sekitar 55-85 hari setelah tanam. Faktor yang paling berakibat bagi usia panen yaitu genetis dan lingkungan. Buah melon dengan varietas yang berbeda maka akan mempunyai umur panen yang berbeda juga meskipun ditanam pada situasi lingkungan yang sama. Dan juga sebaliknya, varietas melon yang serupa akan mempunyai umur panen yang berbeda seandainya ditanam pada situasi lingkungan yang berbeda, khususnya ketinggian suatu daerah.

* Ingin info lengkap mengenai harga Polybag silakan klik link berikut ini http://bit.ly/hargapolybag

Bila Anda Membutuhkan Dan Ingin Memesan Polybag atau Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 – 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3