Ingin Panen Buah Sendiri, Coba Tanam 7 Tanaman Ini Deh!

Pingin panen buah-buahan namun terkendala lahan yang terbatas? Tak punya keahlian berkebun atau mengelola taman? Jangan langsung patah semangat, sebab tanaman buah dalam pot bisa jadi solusi yang Anda cari.

Tak memerlukan area yang luas dan bahkan bisa dilaksanakan dalam ruangan, kuncinya yaitu mengerti apa saja jenis tanaman buah dalam pot yang bisa tumbuh besar tanpa harus ditanam di tanah. Langsung saja intip daftar tanaman buah dalam pot untuk eksperimen terbaikmu.

1. Tomat

Tomat Pot

Banyak yang menyangka tomat sebagai kategori sayuran atau palawija, akan tetapi tomat sesungguhnya merupakan tanaman buah dalam pot yang sangat besar persentase kesuksesannya. Cara menanam tanaman buah dalam pot ini juga gampang, hanya diperlukan waktu 3 bulan dengan menyebarkan benih tomat pilihan di media tanam berupa pot ataupun polybag.

Jangan lupa berikan juga penyangga supaya tanaman buah dalam pot ini tumbuh subur dan tetap tegak, sambil juga disiram dan dipangkas tunas barunya.

2. Stroberi

Stroberri Pot

Tanaman yang banyak disukai anak-anak dan orang dewasa, stroberi paling enak ketika disajikan sebagai hidangan buah yang dingin. Apalagi bila dipanen dari hasil yang Anda rawat sendiri, dijamin stroberi akan semakin lezat disantap.

Stroberi bisa ditanam dalam pot dengan cara mempersiapkan bibitnya dan meletakkannya ke dalam wadah pot secara tertata dengan jarak tertentu. Pot/polybag yang dipakai dianjurkan berukuran sedang dengan diameter minimal 15 cm dan diisi dengan tanah yang gembur.

3. Jeruk Kasturi

Jeruk Kasturi Pot

Limau kasturi atau jeruk kasturi bisa menjadi tambulampot paling ideal dan tumbuh subur sepanjang tahun. Teknik sukses menanam tanaman buah dalam pot ini yaitu dengan memakai bibit jeruk nipis yang berjenis hasil okulasi supaya buah bisa tumbuh cepat dengan subur.

Untuk pot atau polybag sebagai wadah tanaman ini, bisa dipilih yang berukuran diameter 20-40 cm dengan campuran tanah dengan arang, humus, pasir dan pupuk kandang. Tak hanya disiram, tanaman buah dalam pot yang satu ini juga butuh dipupuk, dipangkas, dan mengganti media tanam untuk memastikan persediaan nutrisi yang memadai.

BACA JUGA:
Cara Ampuh Usir Nyamuk di Musim Hujan dengan Bahan Alami, Tertarik Coba?
Yuk Kepoin Cara Pengawetan Cabai Agar Tak Mudah Busuk
Yuk Kepoin Metode dan Manfaat Perbanyakan In Vitro

4. Jambu Biji

Jambu Biji Pot

Menjadi jenis tanaman yang mempunyai toleransi pada suhu tropis yang tinggi, jambu biji sering menjadi pilihan tanaman buah dalam pot di Indonesia. Jambu biji juga sangat dianjurkan untuk ditanam dengan cara generatif atau dari biji, jika dibandingkan dengan cara vegetatif atau cangkok.

Pastinya pot atau polybag bisa menjadi wadah bibit tanaman jambu biji asalkan Anda memilih varietas unggul, serta memberikan media tanam yang ideal supaya tanaman buah dalam pot ini bisa tumbuh subur.

5. Semangka

Semangka Pot

Jangan kaget jika mengetahui bahwa semangka bisa jadi salah satu tanaman buah dalam pot atau polybag dengan hasil panen yang banyak. Apabila ingin menikmati kesegaran buah semangka ini, pastikan tabulampot ini tumbuh subur dengan memakai media tanam dengan tanah yang kaya akan unsur hara ber-pH netral sekitar 5-7.

Masukkan benih dari bibit semangka pilihan sekitar 2-3 benih dalam sebuah pot atau polybag standar. Proses pemeliharaan rutin termasuk mengendalikan hama penyakit akan menjadikan panen dari tanaman buah dalam pot ini yang paling dinanti-nanti!

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

6. Mentimun

Mentimun Pot

Sangat baik untuk meredakan tekanan darah tinggi, menanam mentimun bisa dilaksanakan dalam polybag ataupun pot dengan diameter sekitar 25 cm. Sebagai tanaman buah dalam pot, mentimun memerlukan media tanam yang merupakan campuran tanah, pupuk, arang dan sekam.

Pakai tanah yang berkualitas sebagai dasar, dan tempatkan pot yang sudah ditanam di area yang terkena pencahayaan alami atau sinar matahari secara langsung minimal delapan jam sehari. Agar hasilnya maksimal, tanaman mentimun ini juga harus diberikan pupuk secara rutin.

7. Srikaya

Srikaya Pot

Srikaya atau buah nona merupakan tanaman dari daerah tropis dan berdaging putih menyerupai sirsak. Kaya akan zat besi sekaligus manfaat kesehatan lainnya, cara menanam srikaya sebagai tanaman buah dalam pot tak sulit.

Siapkan bibit dan pilih pot atau polybag berukuran diameter sampai 40 cm atau sesuaikan dengan ukuran bibit yang akan ditanam. Sebelum diletakkan di area yang terpapar sinar matahari, sediakan batu atau ijuk sebagai alas pot. Pastikan tanaman buah dalam pot sudah berisikan campuran tanah, pupuk dan sekam dengan perbandingan serupa.

Dari ketujuh tanaman buah dalam pot di atas, tampaknya cocok sekali untuk ditanam di hunian, tanpa harus memikirkan luas lahan yang dipunya. Pastikan Anda rajin merawatnya supaya buah hasil panen pun makin optimal dan sedap disantap.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Ingin Panen Buah Sendiri, Coba Tanam 7 Tanaman Ini Deh!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Cara Ampuh Usir Nyamuk di Musim Hujan dengan Bahan Alami, Tertarik Coba?

Tanaman Pengusir Nyamuk

Jual Plastik Polybag Tanaman Berkualitas – Lim Corporation

Umumnya ketika memasuki musim penghujan akan mulai banyak nyamuk yang masuk ke dalam rumah. Adanya nyamuk tentu saja sangat mengganggu, terlebih lagi ketika akan tidur, pasti tak sedikit orang yang mengalami kesulitan tidur akibat gigitan nyamuk. Unutk mengatasi hal tersebut yaitu dengan memakai cara yang alami yakni menanam tanaman pengusir nyamuk di dalam rumah.

Jenis tanaman yang bisa dijadikan sebagai pengusir nyamuk memang mempunyai alasan tersendiri kenapa nyamuk dan serangga kecil lainnya, sangat tidak menyukainya. Karena beberapa tanaman tersebut mempunyai aroma yang begitu menyengat jadi membuat nyamuk pergi.

Terdapat banyak sekali jenis tanaman pengusir nyamuk yang bisa dipelihara di dalam ataupun luar rumah. Beberapa jenis mungkin sudah familiar di telinga Anda, tetapi ada juga yang tidak. Berikut merupakan beberapa tanaman pengusir nyamuk yang bisa anda tanam di dalam rumah beserta penjelasan dari tanamannya.

1. Serai Wangi
Serai wangi atau sering disebut sebagai sereh adalah jenis tanaman perdu yang sering dipakai sebagai bumbu masakan. Serai sebagai bahan campuran dalam masakan, tanaman serai wangi juga berfungsi untuk mengusir nyamuk. Dalam tanaman serai wangi mengandung beberapa zat yang bisa mengusir nyamuk yaitu sitronnellol dan geraniol. Karena kandungan tersebut mengeluarkan aroma yang tak disukai nyamuk, dan bahkan zat sitronnellolnya bisa membuat nyamuk mati.

2. Daun Selasih
Jenis tanaman untuk mengusir nyamuk berikutnya yakni daun selasih. Pastinya Anda sudah familiar dengan nama selasih, bukan? Selasih dengan nama latin Ocimum basillicum atau disebut juga daun basil yakni tanaman semak tahunan yang bisa Anda tanam di dalam ruangan. Ternyata tanaman selasih juga bisa membantu mengusir nyamuk, bukan hanya sebagai tanaman untuk memperindah ruangan. Tanaman selasih juga bisa diletakkan di luar ruangan dengan posisi meletakkan di dekat jendela atau pintu.

3. Bunga Lavender
Selanjutnya yaitu yang mempunyai peran sebagai pengusir nyamuk yakni bunga lavender. Nama tanaman ini mungkin sudah tak asing ditelinga para pencinta tanaman ataupun bukan. Karena mempunyai bunga yang cantik, bunga Lavender ini menjadi salah satu bunga favorit bagi pecinta tanaman. Lavender merupakan tanaman hias dan sekaligus tanaman untuk mengusir nyamuk. Keunggulan bunga lavender tak perlu dibuktikan sebab bunga lavender sudah banyak dijadikan sebagai bahan utama untuk pembuatan lotion anti-nyamuk.

BACA JUGA:
Yuk Kepoin Cara Pengawetan Cabai Agar Tak Mudah Busuk
Yuk Kepoin Metode dan Manfaat Perbanyakan In Vitro
Syarat & Bahan Media Tanam Organik yang Tepat Untuk Budidaya
Mengenal Jenis Lahan Untuk Usaha Budidaya Tanaman

4. Bawang Putih
Bawang putih merupakan salah satu rempah yang bisa dijumpai dengan mudah dimanapun termasuk di Indonesia. Harus diketahui, bawang putih juga menjadi salah satu tanaman pengusir nyamuk yang paling ampuh loh. Di India, ada minyak oles untuk mencegah gigitan nyamuk dan serangga selama 8 jam yang di dalamnya terkandung 1% ekstrak minyak bawang putih. Bukan itu saja, ternyata bawang putih juga bisa dipakai sebagai pembunuh larva nyamuk karena bawang putih mengandung zat belerang.

5. Bunga Geranium
Tak hanya bunga lavender yang bisa mengusir nyamuk, ada juga bunga geranium atau sering disebut dengan nama bunga tapak dara. Bunga dengan kelopak yang berbentuk cantik dan berwarna indah ini juga bisa ditanam di sekitar rumah Anda, misalnya di dinding luar dekat pintu. Dengan adanya tanaman bunga geranium bisa mencegah masuknya nyamuk ke dalam rumah Anda.

6. Kecombrang
Kecombrang atau torch ginger dikenal sangat baik oleh masyarakat Indonesia yaitu sebagai campuran bumbu masakan. Hal itu dikarenakan kecombrang mempunyai rasa yang enak, umumnya dipakai sebagai campuran bumbu sayur atau sup. Ternyata tak hanya sebagai campuran bumbu masakan, kecombrang juga menjadi salah satu tanaman pengusir nyamuk. Kecombrang mempunyai aroma yang terasa asam jadi membuat nyamuk akan pergi menjauh dari rumah Anda.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

7. Akar Wangi
Rumput akar wangi merupakan salah satu tumbuhan yang asalnya dari India. Keberadaannya di Indonesia tak ada yang tahu sejak kapan. Namun yang bisa dipastikan yaitu akar wangi menjadi salah satu jenis tanaman yang bisa mengusir nyamuk, terutama nyamuk demam berdarah. Bukan hanya itu, akar wangi ternyata juga sudah lama dijadikan sebagai bahan pembuat parfum dan lotion perlindungan kulit dari gigitan nyamuk.

8. Bunga Krisan
Krisan adalah salah satu bunga hias yang dipakai untuk mempercantik ruangan di rumah Anda. Wajib Anda tau, bahwa Bunga krisan menjadi musuh besar bagi nyamuk. Karena krisan mengeluarkan aroma yang dibenci oleh nyamuk jadi keberadaannya akan membantu rumah Anda bebas dari serbuan nyamuk. Tanaman hias ini bisa Anda tanam di dalam pot atau polybag, dan bisa juga diletakkan di dalam ruangan ataupun di luar ruangan.

Polybag Harga Murah
Produsen Polybag Tanaman Berkualitas

9. Bunga Kamboja
Kamboja diidentikkan dengan bunga keramat sebab pertumbuhannya kerap dijumpai di tempat-tempat yang tak biasa, seperti makam contohnya. Terlepas dari anggapan mistis dari masyarakat, kamboja termasuk tanaman yang tahan panas matahari dengan bunga yang indah, awet, dan harum. Dan keharuman yang dipancarkan oleh kamboja ternyata hanya disukai oleh manusia, tetapi tidak bagi nyamuk jadi banyak orang yang sengaja menanam kamboja sebagai tanaman pembasmi nyamuk alami di rumah dengan melaksanakan ekstraksi pada bunga kamboja.

10. Cengkeh
Cengkeh merupakan bumbu rempah yang juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan obat. Cengkeh atau yang dalam bahasa Inggrisnya disebut cloves ini memiliki tangkai bunga kering yang mengeluarkan aroma cukup harum, tetapi tak disukai oleh nyamuk.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Cara Ampuh Usir Nyamuk di Musim Hujan dengan Bahan Alami, Tertarik Coba?” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Yuk Kepoin Cara Pengawetan Cabai Agar Tak Mudah Busuk

Cara Mengawetkan Cabai

Distributor Polybag Tanaman Harga Murah – Lim Corporation

Pengawetan cabai bisa dilaksanakan supaya cabai bisa awet dan tahan lama. Sayuran buah yang satu ini memang tak mempunyai umur simpan yang lama. Oleh sebab itu, Anda bisa menyimpannya dengan cara melaksanakan 3 metode pengawetan cabai berikut.

Metode yang pertama ini paling gampang untuk dilaksanakan. Bukan hanya itu, cabai kering juga bisa dipakai untuk banyak jenis masakan sekaligus. Kekurangan dari metode ini yaitu cita rasa cabai kering berbeda dari cabai segar. Rasa pedas cabai kering akan berkurang bila dibandingkan dengan cabai segar.

Cara melaksanakan pengeringan cabai sebagai berikut. Langkah yang pertama, Anda harus mencuci cabai sampai bersih. Pencucian ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran dan debu yang menempel pada kulit cabai.

Lebih baiknya, pakailah sarung tangan ketika mencuci. Karena, mencuci cabai bisa membuat tangan Anda terasa panas. Sensasi panas ini terjadi karena cabai mengandung zat kapsasisin.

BACA JUGA:
Yuk Kepoin Metode dan Manfaat Perbanyakan Secara In Vitro
Syarat & Bahan Media Tanam Organik yang Tepat Untuk Budidaya
Mengenal Jenis Lahan Untuk Usaha Budidaya Tanaman
Hobi Berkebun, Coba Budidayakan 7 Tanaman Ini

Apabila cabai sudah bersih, gantung cabai di tempat dengan sirkulasi udara yang baik. Anda bisa melaksanakan pengeringan di halaman belakang atau teras rumah. Keringkan selama 3—7 hari sampai cabai benar-benar kering. Cabai kering ini bisa bertahan sampai sekitar 1 bulan penyimpanan tanpa terjadi pembusukan.

Disimpan Dalam Minyak

Jenis minyak untuk menyimpan cabai yaitu minyak zaitun. Fungsi dari minyak zaitun sendiri dipakai sebagai salad dressing. Cabai yang disimpan dalam minyak zaitun bukan hanya awet tetapi juga memberikan rasa tersendiri.

Proses pengawetan yang satu ini dimulai dengan membersihkan cabai sampai bersih. Cabai ini kemudian dibelah memanjang menjadi dua bagian. Anda bisa memanggangnya dengan oven ataupun api secara langsung. Laksanakan pemanggangan sampai cabai sedikit hangus.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Masukkan cabai yang sudah dipanggang ke stoples. Tuang minyak zaitun sampai cabai terendam. Pengawetan dengan cara ini bisa membuat umur simpan cabai menjadi 1—2 bulan.

Pengasinan

Polybag 13

Tak hanya dengan kedua cara di atas, Anda juga bisa mengawetkan cabai dengan cara pengasinan. Cabai kering mungkin terlihat kering dan layu. Pengasinan akan menghasilkan cabai yang tetap tampak segar. Akan tetapi, rasa cabai asin tak sepedas cabai segar.

Cara pengasinan cabai bisa dilaksanakan dengan mencuci cabai sampai benar-benar bersih. Masukkan cabai ke stoples kaca. Tambahkan garam, sedikit gula, dan rempah ke dalam stoples. Panaskan cuka sampai mendidih. Setelah tak panas, tuangkan cuka ke dalam stoples. Cabai asin pun siap disimpan dalam jangka waktu cukup lama.

Demikian pembahasan artikel tentang “Yuk Kepoin Cara Pengawetan Cabai Agar Tak Mudah Busuk”, semoga bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Yuk Kepoin Metode dan Manfaat Perbanyakan In Vitro

Perbanyakan In Vitro (Kultur Jaringan)
Perbanyakan Tanaman Metode In Vitro

Distributor Polybag Tanaman High Quality – Lim Corporation

Salah satu metode budidaya in vitro berfungsi untuk mengisolasi bagian dari tanaman dan menumbuhkannya di media nutrisi. Tanaman di dalam kondisi yang steril, jadi bagian tersebut bisa memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman yang sempurna. Tujuan dari teknik kultur jaringan yaitu perbanyakan bagian vegetatif tanaman dengan memakai media buatan yang dikerjakan di tempat steril.

Kultur jaringan atau biakan jaringan sering disebut kultur in vitro yakni teknik pemeliharaan jaringan atau bagian dari individu secara buatan yang dilakukan di luar individu yang bersangkutan. Asal kata in vitro yaitu dari bahasa latin yang artinya di dalam kaca. Jadi kultur in vitro dapat diartikan sebagai bagian jaringan yang dibiakkan di dalam tabung inkubasi atau cawan petri dari kaca atau material tembus pandang lainnya. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi proses perbanyakan tanaman dengan metode kultur jaringan yaitu:

1. Eksplan (Bagian tanaman)
Eksplan adalah bagian tanaman yang dipergunakan sebagai bahan awal untuk perbanyakan. Factor eksplan yang penting adalah varietas. Dan bagian tanaman yang bisa dipakai sebagai eksplan untuk perbanyakan tanaman dengan metode in vitro yaitu:
– Dengan kultur biji yakni metode kultur yang bahan tanamnya memakai biji
– Kultur organ atau budidaya yang bahan tanamnya menggunakan organ.
– Kultur kalus yaitu metode kultur jaringan memakai sekumpulan sel umumnya berupa jaringan parenkim sebagai bahan eksplantnya.
– Berikutnya yaitu kultur suspense sel yakni kultur yang memakai media cair dengan pengocokan yang terus menerus menggunakan shaker dan memakai sel atau agregat sel sebagai bahan eksplannya.
– Kultur protoplasma artinya eksplan yang digunakan adalah sel yang telah dilepas bagian dinding selnya menggunakan bantuan enzim. Dan protoplas diletakkan di media padat dibiarkan supaya membelah diri dan membentuk dinding selnya kembali.
– Kultur haploid merupakan kultur yang berasal dari bagian reproduktif tanaman yakni kepala sari/anther, tepung sari/pollen, ovule, sehingga dapat dihasilkan tanaman haploid.

2. Media tumbuh
Media tumbuh merupakan factor utama dalam perbanyakan dengan kultur jaringan. Keberhasilan perbanyakan dan perkembanganbiakan tanaman dengan metode kultur jaringan secara umum sangat tergantung pada jenis media. Media tumbuh pada kuljar sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan eksplan serta bibit yang dihasilkan. Oleh karena itu jenis media kultur jaringan telah ditemukan sehingga jumlahnya cukup banyak. Media tumbuh eksplan berisi kualitatif komponen bahan kimia yang hampir sama, hanya agak berbeda dalam besarnya kadar untuk setiap persenyawaan.

BACA JUGA:
Syarat & Bahan Media Tanam Organik yang Tepat Untuk Budidaya
Mengenal Jenis Lahan Untuk Usaha Budidaya Tanaman
Hobi Berkebun, Coba Budidayakan 7 Tanaman Ini
Faktor Penting Yang Wajib Anda Ingat Saat Pembibitan Tanaman

Campuran media kultur jaringan pertama kali dibuat sesuai dengan komposisi larutan yang dipakai untuk hidroponik, khususnya komposisi unsur makronya. Pemberian unsur hara dalam bentuk garam anorganik. Komposisi media dan perkembangan formulasinya didasarkan pada jenis jaringan, organ dan tanaman yang digunakan serta pendekatan dari masing – masing peneliti. Beberapa jenis sensitive terhadap konsentrasi senyawa makro tinggi atau membutuhkan zat pengatur tertentu untuk pertumbuhannya.

3. Lingkungan tumbuh
Lingkungan tumbuh yang dapat mempengaruhi regenerasi tanaman meliputi pH, Temperatur, Panjang penyinaran, intensitas penyinaran, kualitas sinar dan ukuran wadah kultur. Proses yang dikerjakan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah:

a. Pembuatan Media
Media merupakan factor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan. Komposisi media yang digunakan tergantung dengan jenis yang akan diperbanyak. Umumnya media yang dipakai terdiri dari garam mineral, vitamin dan hormon. Tak hanya itu, diperlukan juga bahan tambahan seperti agar, gula, dan lainnya. Hormon (ZPT) yang ditambahkan juga bervariasi, baik jenisnya atau jumlahnya, tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dikerjakan. Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botol kaca dan jangan lupa disterilkan dengan cara dipanaskan dengan autoklaf.

* Buruan bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

b. Inisiasi
Pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikulturkan atau disebut inisiasi. Bagian tanaman yang sering dipakai untuk kegiatan kultur jaringan yaitu tunas.

c. Sterilisasi
Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringanharus dilakukan di tempat yang steril yaitu di laminar flow dan menggunakan alat yang juga steril. Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan, yaitu menggunakan etanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan, teknisi yang melakuakan juga harus steril.

d. Multiplikasi
Yaitu kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan di media. Kegiatan ini dikerjakan di laminar flow untuk menghindari adanya kontaminasi yang mengakibatkan gagalnya pertumbuhan eksplan. Tabung reaksi yang sudah ditanami eksplan diletakkan di rak dan ditempatkan di tempat yang steril dengan suhu kamar.

e. Pengakaran
Pengakaran adalah fase dimana eksplan akan menunjukkan adanya pertumbuhan akar yang menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan berjalan dengan baik. Pengamatan dilakukan setiap hari untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan akar serta untuk melihat adanya kontaminasi oleh bakteri ataupun jamur. Bagian yang terkontaminasi akan menunjukkan gejala seperti berwarna putih atau biru atau busuk.

f. Aklimatisasi
Yang terakhir yaitu kegiatan memindahkan eksplan dari ruang aseptic ke bedengan. Proses ini dikerjakan secara hati–hati dan bertahap yaitu dengan memberi sungkup. Tujuan pemakaian sungkup untuk melindungi bibit dari udara luar dan serangan hama penyakit sebab bibit hasil kultur jaringan sangat rentan pada serangan hama penyakit dan udara luar. Sesudah bibit bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya maka secara bertahap lepaskan sungkup dan pemeliharaan bibit dikerjakan dengan cara yang sama dengan pemeliharaan bibit generatif.

MANFAAT KULTUR JARINGAN

* Mendapatkan tanaman baru dalam jumlah banyak dan waktu yang singkat
* Keseragman genetic
* Memperoleh tanaman baru yang bersifat unggul
* Produksi tanaman sepanjang tahun
* Bermanfaat dibidang farmasi menghasilkan metabolit sekunder
* Stok mikro
* Bisa untuk perbanyakan vegetative pada spesies yang sulit diperbanyak secara normal

Demikian pembahasan artikel tentang “Yuk Kepoin Metode dan Manfaat Perbanyakan Secara In Vitro”, semoga bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Syarat & Bahan Media Tanam Organik yang Tepat Untuk Budidaya

Media Tanam Organik
Syarat & Bahan Media Tanam Organik yang Tepat Untuk Budidaya

Salah satu faktor penting yang sangat menentukan saat bercocok tanam yaitu media tanam. Media tanam akan menentukan baik buruknya pertumbuhan tanaman yang pada akhirnya bisa mempengaruhi hasil produksi. Jenis media tanam sangat banyak serta beragam. Apalagi dengan berkembangnya berbagai macam metode bercocok tanam, seperti hidroponik dan aeroponik.

Tiap-tiap jenis tanaman membutuhkan sifat dan karakteristik media tanam yang berbeda. Contohnya saja tanaman buah membutuhkan karakter media tanam yang berbeda dengan tanaman sayuran. Tanaman buah membutuhkan media tanam yang solid supaya bisa menopang pertumbuhan tanaman yang relatif lebih besar, sementara jenis tanaman sayuran daun lebih membutuhkan media tanam yang gembur dan gampang ditembus akar. Berikut ini penjelasannya:

Syarat Media Tanam Yang Baik

Media tanam mempunyai fungsi untuk menopang tanaman, memberikan nutrisi dan menyediakan tempat bagi akar tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Lewat media tanam tumbuhan memperoleh beberapa besar nutrisinya. Ketika melakukan budidaya tanaman dalam wadah pot atau polybag, media tanam harus dibuat untuk pengganti tanah. Sebab itu harus bisa menggantikan fungsi tanah bagi tanaman.

Media tanam yang baik harus mempunyai sifat fisik, kimia dan biologi yang sesuai dengan keperluan tanaman. Umumnya media tanam yang baik harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut:
* Tersedia ruang tumbuh bagi akar tanaman, sekaligus juga sanggup menopang tanaman. Artinya, media tanam harus gembur jadi akar tanaman bisa tumbuh dengan baik dan sempurna, akan tetapi masih cukup solid memegang akar dan menopang batang supaya tak roboh. Jika media terlalu gembur, pertumbuhan akar akan leluasa tetapi tanaman akan terlalu gampang tercerabut. Dan juga sebaliknya jika terlalu padat, akar akan kesulitan untuk tumbuh.
* Mempunyai porositas yang baik, artinya bisa menyimpan air dan juga mempunyai drainase serta aerasi yang baik. Media tanam harus bisa mempertahankan kelembaban tanah tetapi harus bisa membuang kelebihan air. Media tanam yang porous mempunyai rongga kosong setiap materialnya. Media tersebut tersebut bisa ditembus air, jadi air tak tergenang dalam pot atau polybag. Tetapi disisi lain rongga tersebut harus bisa menyerap air untuk disimpan sebagai cadangan dan mempertahankan kelembaban.
* Tersedia unsur hara yang cukup baik makro ataupun mikro. Unsur hara sangatlah penting bagi pertumbuhan tanaman. Unsur hara ini bisa disediakan dari pupuk atau aktivitas mikroorganisme yang ada dalam media tanam.
* Tak mengandung bibit penyakit, media tanam harus bersih dari hama dan penyakit. Hama dan penyakit yang terkandung dalam media tanam bisa menyerang tanaman dan mengkibatkan kematian pada tanaman. Media tanam tak harus steril karena banyak mikrooganisme tanah yang sebetulnya sangat bermanfaat bagi tanaman, tetapi harus higienis dari bibit penyakit.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Bahan-bahan Media Tanam Organik

Ada berbagai ragam material yang bisa dimanfaatkan untuk membuat media tanam mulai dari yang alami sampai yang sintetis. Tetapi dalam kesempatan ini hanya akan menjelaskan pada beberapa bahan organik yang banyak tersedia di alam, murah dan gampang pembuatannya.

a. Tanah (bahan utama)
Contoh tanah yang baik untuk media tanam lebih baik diambil dari lapisan bagian atas. Umumnya ada 2 tipe tanah yaitu yang harus diperhatikan yaitu tanah pasir dan tanah lempung. Tanah yang berpasir mempunyai kemampuan drainase yang baik, cepat mengalirkan air tetapi kelemahannya tanah tersebut buruk dalam menyimpan air sebagai cadangan. Sedangkan tanah lempung lebih sulit ditembus oleh air jadi akan membuat air tergenang dalam media tanam. Tanah yang baik untuk media tanaman tak terlalu berpasir dan tak terlalu lempung, melainkan harus gembur.

BACA JUGA:
Mengenal Jenis Lahan Untuk Usaha Budidaya Tanaman
Hobi Berkebun, Coba Budidayakan 7 Tanaman Ini
Faktor Penting Yang Wajib Anda Ingat Saat Pembibitan Tanaman
Tips Berkebun Asik, Simak Artikel Ini!!

b. Kompos atau Humus
Kompos yaitu bahan organik yang fungsinya untuk penyedia unsur hara bagi tanaman. Kompos yang dipakai untuk media tanam yaitu kompos padat, silahkan baca jenis dan karakteristik pupuk kompos. Hampir semua jenis kompos padat bisa dipakai sebagai bahan baku media tanam.

Penambahan bahan organik seperti kompos atau humus pada media tanam mampu memperbaiki struktur fisik tanah dan meningkatkan kapasitas tukar kation. Kompos yang ditambahkan lebih baik berupa kompos yang sudah matang. Sebab kompos yang belum benar-benar matang sangat berpotensi mendatangkan hama dan penyakit. Tak hanya itu unsur haranya sulit diserap tanaman karena belum terurai secara penuh.

Bukan hanya kompos, bisa juga memanfaatkan humus yang diperoleh dari hutan. Tanah humus mempunyai kandungan unsur hara yang tinggi. Apabila lokasi anda dekat dengan hutan, tanah humus bisa dicari dengan gampang. Tempat terbaik yaitu disekitar tanaman pakis-pakisan.

Unsur bahan organik lain juga bisa dipakai untuk pengganti kompos atau humus seperti pupuk kandang atau pupuk hijau. Hanya saja harus digaris bawahi, lebih baik pakai pupuk kandang atau hijau yang sudah matang benar dan teksturnya sudah berbentuk granul seperti tanah. Pemakaian pupuk kandang yang belum matang beresiko membawa hama dan panyakit pada tanaman.

c. Arang Sekam atau Sabut Kelapa
Arang sekam yaitu hasil pembakaran tak sempurna dari sekam padi. Arang sekam fungsinya untuk meningkatkan kapasitas porositas tanah. Memberi tambahan arang sekam di media tanam akan memperbaiki struktur media tanam sebab memiliki partikel yang berpengaruh dalam pergerakan air, udara dan menjaga kelembaban.

Kelebihan dari media ini yaitu mampu menetralisir keasaman tanah dan racun, meningkatkan daya ikat tanah pada air, merangsang pertumbuhan mikroba yang menguntungkan bagi tanaman, bisa menggemburkan tanah dan mampu memperbaiki drainase serta aerasi tanah. Pemakaian arang sekam ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan sekam padi, sebab arang sekam sudah melalui proses pembakaran yang bisa menghilangkan bibit penyakit atau hama yang mungkin saja terikut.

Bukan hanya arang sekam, bisa juga memakai sisa sabut kelapa. Sabut kelapa memiliki sifat seperti arang sekam. Media tanam sabut kelapa cocok dipakai di daerah yang kering dengan curah hujan rendah. Pengambilan sabut harus dari bagian kulit kelapa yang sudah tua.

Cara Membuat Media Tanam Organik

Berikut ini ada beberpa cara membuat media tanam polybag atau pot dengan memakai bahan baku yang sudah diterangkan di atas. Untuk membuat media tanam yang baik dibutuhkan unsur tanah, bahan pengikat atau penyimpan air dan penyedia unsur hara. Bahan baku yang akan dipakai yaitu tanah top soil, kompos dan arang sekam. Berikut ini langkah-langkahnya:
* Segera siapkan tanah yang kelihatan gembur dan subur, lebih baik lagi diambil dari bagian yang paling atas. Kemudian ayaklah tanah tersebut sampai menjadi butiran-butiran yang cukup halus. Usahakan tanah dalam keadaan kering jadi tak menggumpal. Tanah yang menggumpal akan mengakibatkan bahan tak tercampur dengan merata.
* Siapkan kompos yang sudah benar-benar matang, bisa dari jenis kompos biasa, bokashi atau kompos takakura. Ayak kompos atau humus tersebut sampai menjadi butiran halus.
* Siapkan arang sekam, campurkan tanah, kompos, dan arang sekam dalam sebuah wadah dengan perbandingan 2:1:1. Aduk sampai merata.
* Kemudian siapkanlah pot atau polybag, segera masukkan campuran tersebut kedalamnya. Media tanam sudah siap dipakai.

Untuk ketiga bahan baku tersebut bisa juga dicampur dengan perbandingan 1:1:1 ataupun 2:1:1. Mana yang terbaik bagi Anda, pastinya tergantung dari jenis tanaman dan ketersediaan sumber daya. Mengenai hasil, beberapa penelitian menunjukkan hal yang berbeda. Lebih baik mencobanya secara try and error. Media tanam sangat berguna jika kita ingin menanam sayuran dalam polybag atau pot. Metode seperti ini cocok dikerjakan di lahan yang terbatas atau lahan sempit.

Demikian artikel pembahasan tentang “Syarat & Bahan Media Tanam Organik yang Tepat Untuk Budidaya”, semoga bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3