Cara Mengatasi Hama Pada Tanaman Kentang

 

1_pW1koPSoyoHxZ9h4jdmvSg

Jual Polybag Best Quality – Lim Corporation

Kentang adalah tanaman hortikultura yang mempunyai potensi sebagai alternatif dalam deversifikasi pangan. Kandungan karbohidrat yang tinggi pada kentang membuat umbi ini dapat dijadikan sebagai pengganti nasi. Akan tetapi pada proses budidaya sering kali mengalami kegagalan yang disebabkan oleh hama dan penyakit. Hama dan penyakit adalah suatu ancaman serius pada proses budidaya umbi kentang. Untuk mengatasi hama dan penyakit pada kentang kita harus tau macam hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman kentang.

baca juga :

1.  Faktor-Faktor Penting dalam Pemeliharaan Tanaman Kentang

2. Kandungan Gizi dan Manfaat Kentang Bagi Kesehatan Tubuh

3. Morfologi Lengkap dan Klasifikasi Tanaman Kentang (Solanum Tuberosum L.)

Tindakan antisipasi adalah hal yang tepat supaya tanaman tidak terlanjur parah terserang hama dan penyakit. Apabila serangan sudah terlanjur parah, maka akan susah untuk diatasi dan berakibat gagal panen. .

1. Hama Utama Tanaman Kentang

Trips (Trips palmi Karny)
Trips adalah hama jenis kutu dengan ukuran sangat kecil yaitu ( 1 sampai 2 mm). Hama ini menyerang dengan menghisap cairan sel pada permukaan bawah daun. Penjelasan tanaman yang terserang hama trips yaitu, daun berubah warna menjadi warna keperakan atau kekuningan. Apabila serangan berat pada permukaan bawah daun berwarna merah tembaga dan mengkilat, setelah itu daun akan mengering dan mati. Untuk mengendalikan hama trips kita dapat menyemprotkan insektisida

Kutu daun (Myzuz persicae Sulzer)
Kutu daun adalah hama yang menyerang bagian daun. Hama ini menyerang dengan cara menghisap cairan sel daun yang sangat muda ataupun tanaman yang masih muda. Penjelasan dari tanaman yang terserang yaitu pada daun dijumpai gerombolan kutu yang mengakibatkan daun tampak bercak- bercak. Jika seranganya berat daun tampak berkerut dan terpuntir dan keriting.
Cara pengenddalianya dengan cara menyeprotkan insektisida

iklan fp (2)

Ulat pengerek daun (Phthorimaea operculella Zeller)
Ulat penggerek daun adalah hama yang merusak daun, dan sering dijumpai pada tanaman kentang. Indikasi dari daun yang terserang ulat ini, yaitu daun berubah menjadi warna merah tua dan ada jalinan seperti benang yang membungkus ulat kecil. Cara mengendalikan serangan ulat tersebut, yaitu dengan sanitasi lahan dan penyemprotan insektisida,

Nematoda (Meloydogyne sp. )
Nematoda adalah hama dengan stilet kecil, bentuk kepala oval, ekor tidak terlalu runcing, dan bergerak dengan lambat. Indikasi tanaman yang terserang neamtoda, yaitu pertumbuhan tanaman kentang tidak normal, kerdil, dan tanaman tampak layu. Apabila perakaran digali akan dijumpai perakaran yang bengkak terdapat benjolan- benjolan sperti kutil. Selain akar, pada umbi kentang yang terserang juga tampak benjolan serupa dan mengakibatkan perubahan bentuk. Serangan nematoda sering terjadi pada pH tanah yang rendah. Untuk pengendalian nematoda, yaitu dengan cara mencabut tanaman yang terserang dan dimusnahkanya secara dibakar. Pencegahan nematoda akan sangat baik untuk mengantisipasi kerugian akibat serangan nematoda. Pencegahan antara lain, pemupukan secara berimbang, sanitasi lahan, dan penggunaan bibit unggul yang sehat.

Orong- orong (Gryllotalpa orientalis Burmeister)
orong- orong adalah serangga yang hidup di dalam tanah dan aktif pada waktu malam hari. Orong- orong atau yang biasa disebut dengan anjing tanah ini berukuran sedang dan mempunyai warna coklat terang hingga gelap. Orong- orong mempunyai kulit pelindung yang tebal. Hama ini menyerang bagian akar, umbi, pangkal batang, maupun tunas muda tanaman dengan merusak atau memakanya. Indikasi dari serangan orong- orong , yaitu tanaman layu, rebah dan umbinya busuk.
Pencegahan orong- orong pada budidaya tanaman kentang dengan cara menaburkan nematisida pada saat penaburan pupuk dasar.

2. Penyakit Utama Tanaman Kentang

Busuk daun (Phytophtora infestans (Mont.) se Bary)
Busuk daun adalah jenis patogen yang sering menginfeksi tanaman kentang. Munculnya P. Infestans sangat dipengaruhi oleh suhu, kelembaban, dan curah hujan. Penyebaran patogen ini melalui angin, air, maupun serangga. Penyakit ini akan berkembang dengan pesat pada kondisi lingkungan yang sangat mendukung, yaitu pada suhu rendah dan kelembaban tinggi. Penjelasan tanaman yang terserang penyakit ini, yaitu terdapat bercak-bercak kecil berwarna hijau kelabu dan agak basah. Dan bahkan hingga warna berubah menjadi coklat dan hitam. Bercak dikelilingi spora berwarna putih. Pada umumnya gejala akan nampak pada tanaman yang telah berumur 1 bulan. Untuk pengendalian tanaman, yaitu dengan melakukan upaya sanitasi, penggunaan bibit yang bebas dari penyakit, dan penyemprotan fungisida antracol, score, atau starmly.

Layu bakteri ( Pseudomonas solanacearum Smith )
Layu bakteri ditimbulkan oleh bakteri yang membuat kelayuan pada seluruh bagian tanaman. Gejala layu bakteri pada umumnya terjadi saat tanaman berumur kurang lebih 6 minggu. Indikasi dari tanaman yang terserang layu bakteri, yaitu tanaman layu dan apabila batang ditekan akan mengeluarkan cairan berlendir. Pada cairan tersebut mempunyai warna keabu-abuan dengan bau yang busuk. Untuk pengendalian tanaman yang terkena layu bakteri, yaitu dengan pergiliran tanaman dan sanitasi lahan. Selanjutnya akan lebih efektif jika menyemprotkan baterisida, seperti agrimicyn, plantomycin, atau agrept.

Banner Plastik Polybag

Layu cendawan ( Fusarium oxysporum Schlectendahl )
Layu cendawan adalah salah satu penyakit yang ditakuti oleh petani. Indikasi tanaman yang terserang layu cendawan, yaitu layu pada siang hari, dan terlihat segar pada waktu pagi dan sore. Daun- daun menguning dan rontok serta akar tanaman yang terinfeksi membusuk berwarna hitam kecoklatan. Untuk pengendalikan penyakit layu cendawan, yaitu melakukan pergiliran tanaman, mencabut dan memusnahkan tanaman yang terserang. Selanjutnya kita dapat memberikan fungisida berbaahan aktif propamokarb hidroklarida, metalaksil, atau benomil.

Busuk lunak (Erwinia caratovora)
Busuk lunak adalah bakteri yang menyebabkan penurunan signifikan pada produksi tanaman kentang. Penyakit ini menyebar melalui umbi, atau dari sisa ranting- ranting yang membusuk. Indikasi dari penyakit busuk lunak, yaitu tanaman segar tiba- tiba mengering, terdapat bercak hitam pada umbi, buah, maupun batang secara merata. Selanjutnya batang yang terserang dengan merata akan melunak. Untuk pengendalian penyakit busuk batang, yaitu cabut dan musnahkan tanaman yang terserang, dan juga lakukan penyemprotan fungisida Bion- M. Pencegahan akan sangat baik untuk mengantisipasi kerugian yang disebabkan penyakit busuk lunak.

Burik (Streptomyces scabies)
Burik adalah penyakit yang menyerang umbi kentang sehingga membuat kentang tidak laku dipasaran. Indikasi tanaman yang terserang, yaitu umbinya jadi burik dan kulit umbi berkadas. Selanjutnya juga mengakibatkan daging umbi menjadi bergabus. Akan tetapi kita perlu tahu bahwa cendawan ini tidak akan hidup pada pH tanah dibawah 5, 4 serta diatas 7,0.

*Ingin info lengkap mengenai harga Polybag silakan klik link berikut ini http://bit.ly/hargapolybag

Bila Anda Membutuhkan Dan Ingin Memesan Polybag untuk budidaya tanaman atau untuk pembibitan atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL/WA pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487 (Jam Kerja 08.00 – 16.00 WIB)
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Atau chat langsung dengan admin klik salah satu tautan berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

CATATAN :
– Barang TIDAK READY STOCK, kami hanya melayani pemesanan, ukuran tergantung permintaan
– Harga netto (belum ternasuk PPN)
– Harga tidak mengikat dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
– Harga franco Surabaya, belum termasuk biaya pengiriman (ekspedisi)

Advertisements

Macam-Macam Hama dan Penyakit Pada Tanaman Wortel serta Cara Mengatasinya

gambarbanner worte

Pasti anda mengenal jenis tanaman yang satu ini bukan??!! Yup! ini adalah tanaman wortel. Yaitu tanaman yang kaya akan kandungan vitamin A, dan banyak disukai oleh masyarakat. Tahukah anda!!! Bahwa terdapat macam-macam hama dan penyakit yang sering menyerang jenis tanaman yang satu ini loh!!

Kali ini kita akan membahas tentang “Hama dan Penyakit Pada Tanaman Wortel serta Cara Mengatasinya”.

Hama dan penyakit merupakan kendala yang sering dihadapi oleh para petani, karena hama dan penyakit dapat menghambat pertumbuhan dan menurunkan produktivitas, bahkan kematian pada tanaman. Dengan adanya serangan hama dan penyakit ini membuat para petani harus banyak kehilangan tanaman (gagal panen).

Dalam hal ini para petani harus mengambil tindakan serius. Jika tidak maka tanaman akan mudah rusak dan mengakibatkan hal yang tidak diinginkan. Untuk mengendalikannya, para petani harus mengetahui gejala dan kondisi tanaman terlebih dahulu, agar lebih mudah untuk mengendalikan/mengatasinya.

Berikut ini ulasan mengenai hama dan penyakit pada tanaman wortel dan bagaimana cara mengatasinya :

1. Hama Pada Tanaman Wortel

a. Kutu Daun ( Aphid, Aphis spp )

hama
Hama Tanaman Wortel

Ciri-cirinya ialah warnanya hijau kehitaman, bentuknya kecil dan mempunyai bulu halus pada sekitar tubuhnya. Hama ini dapat menyerang dan menghisap sari pati pada daun. Jika tanaman sudah terserang, maka akan menunjukkan gejala daun yang menguning, berlubang, bahkan kering dan mati.

Cara Mengatasi :

Pada hama ini dapat diatasi dengan cara membersihkan lahan dan mengurangi banyaknya tanaman (penjarangan). Bisa juga dengan menggunakan pestisida, namun tidak disarankan kerena dapat mempengaruhi kualitas dan kondisi kesehatan wortel nantinya.

b. Ulat Tanah ( Agrotis ipsilon Hufn )

Ciri-cirinya ialah berwarna kecoklatan, panjang badan sekitar 4-5 cm, hidup dalam tanah. Menyerang pada bagian akar tanaman, jika sudah terserang, maka tanaman akan mengalami gejala seperti layu lalu kering kemudian mati.

Cara Mengatasi :

Pada hama ini dapat diatasi dengan cara melakukan penyemprotan pestisida atau bisa juga dengan cara manual seperti memungut ulat tersebut satu-persatu kemudian membuangnya sejauh mingkin.

*Baca Juga : Cara Menanggulangi Hama Penyakit Terong

c. Lalat ( Psile rosae )

Ciri-cirinya memiliki warna hitam kehijauan, terlihat belang-belang coklat pada tubuhnya. Hama ini menyerang pada bagian buah tanaman. Gejala yang ditunjukkan ialah membusuknya bagian dalam tubuh tanaman, buahnya menjadi berlubang.

Cara Mengatasi :

Pada jenis hama ini, dapat diatasi dengan cara membuat perangkap untuk lalat, dan membersihkan lahan secara teratur, tentunya dengan menyemprotkan pestisida.

2. Penyakit Pada Tanaman Wortel

a. Nematoda Bintil Akar

Nematoda bintil akar ini disebabkan oleh Heterodera carotae. Apabila tanaman tersebut terserang, maka gejala yang timbul ialah munculnya bintik-bintik pada umbi tanaman dan bisa menyebabkan umbi tanaman tersebut mengalami kerusakan hingga cacat pada tanaman wortel.

Cara Mengatasi :

Jika tanaman tersebut terkena penyakit ini, dapat diatasi dengan cara melakukan perendaman benih dengan menggunakan larutan fungisida. Apabila tanaman sudah tertular, sebaiknya dicabut dan langsung dibakar, hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit.

b. Bercak Daun

Hal ini disebabkan oleh Cercospora sp. Ciri-cirinya ialah munculnya bercak-bercak hitam atau coklat pada bagian permukaan daun tua. Apabila dibiarkan maka akan menimbulkan kecacatan pada tanaman wortel dan dapat mempengaruhi kualitas buahnya.

Cara Mengatasi :

Jika tanaman tersebut sudah terserang, dapat diatasi dengan cara melakukan membersihkan lahan secara teratur, dan jika tanaman tersebut tertular, sebaiknya dicabut lalu dibakar, hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit.

*Baca Juga : Produsen Polybag , Jual Polybag (koker) Untuk Pembenihan Tanaman

c. Busuk Alternaria

Hal ini disebabkan oleh Alternaria dauci, jika tanaman tersebut terserang, akan terlihat bercak coklat tua kehitaman pada daun. Apabila kondisi tersebut dibiarkan maka akan menyebabkan daun menjadi layu bahkan sampai mengering.

Cara Mengatasi :

Caranya rendam benih dengan menggunakan larutan fungisida, membersihkan lahan atau dapat menyemprotkan fungisida dithane, hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran dan memberantas sumber penyakit.

Sekian dulu pembahasan mengenai “Hama dan Penyakit Pada Tanaman Wortel serta Cara Mengatasinya”. Jika anda menemukan gejala hama dan penyakit pada tanaman wortel yang anda budidaya, anda bisa mengatasinya dengan cara diatas..
Selamat mencoba..

Keunggulan Bertanam Menggunakan Polybag

plastik-polybag-1a

Berkebun, salah satu hoby yang begitu mengasyikkan. Terlebih bila tanaman yang dibudidayakan tumbuh subur serta mulai memperlihatkan hasilnya, baik dalam bentuk sayuran segar semisal kangkung, bayam, pokcoy, sawi, bermacam bumbu dapur, cabai, terong, tomat, maupun buah yang bisa segera dikonsumsi tanpa cemas terserang bekas residu serta kemungkinan menelan lilin yang dipakai untuk melapisi buah agar tidak cepat busuk.

Masalahnya, bagaimana para penggiat berkebun yang mempunyai tempat terbatas mensiasati hal semacam ini? Telah banyak langkah berkebun diperkenalkan, dari mulai langkah hidroponik, langkah aquaponik sampai berkebun organik. Satu diantara langkah berkebun organik untuk yang memiliki tempat terbatas dengan memakai wadah pot, botol sisa atau polybag.

Polybag yaitu wadah plastik (umumnya berwarna hitam, meskipun ada pula yang berwarna biru atau putih), yang mempunyai sebagian lubang kecil untuk aliran air supaya tanaman tak membusuk serta akhirnya mati. Terdapat banyak ukuran polybag, sesuai dengan keperluan. Umumnya polybag dipakai sebagai wadah pengganti pot.

Polybag diambil sebagai wadah untuk budidaya buah serta sayur di tempat terbatas dengan argumen seperti berikut :

1. Biaya lebih murah dibandingkan jika memakai pot
2. Perawatan lebih mudah
3. Tahan lama
4. Ringan
5. Bentuk seragam
6. Tidak cepat kotor
7. Bisa digunakan berkali-kali sesudah ditreatment terlebih dahulu
8. Gampang didapat di toko/peralatan pertanian, atau toko plastik.
9. Polybag begitu baik untuk drainase
10. Aerasi tanaman bisa berjalan baik, hingga tanaman bisa tumbuh maksimal
11. Polybag bisa meningkatkan produktivitas serta efisiensi pemakaian media tanam bersama nutrisi yang dibutuhkan
12. Mempermudah pengontrolan/pengawasan per individu tanaman apabila ada masalah, misalnya serangan hama/penyakit, atau kekurangan unsur hara tertentu.
13. Gampang dalam menambahkan bahan organik/pupuk kandang, tinggal sesuai dengan takaran
14. Menghemat ruangan dan tempat penanaman
15. Komposisi media tanam bisa diatur
16. Nutrisi yang didapatkan, bisa segera diserap akar, tidak hanyut oleh hujan
17. Tanaman bisa dibudidayakan setiap saat, tanpa mengetahui musim
18. Tanaman gampang dipindah-pindahkan letaknya, sesuai dengan keadaan yang diperlukan.
19. Tanaman juga gampang dipindahkan ke area tanam yang sebenarnya (untuk perkebunan tanaman keras)
20. Hampir semuanya tipe tanaman hortikultur dan berumur pendek seperti cabai, tomat, terong, kacang-kacangan, stroberi, melon dan sebagainya, bisa ditanam dalam polybag. Demikian juga bermacam jenis sayuran, seperti kangkung, bayam, pokcoy, sawi, seledri, daun bawang, bawang merah dan sebagainya.
21. Produktivitas atau hasil panen buah/sayuran yang didapat sama jauh dengan tanaman yang ditanam di tempat terbuka, demikian juga dengan mutu produk. Justru, bertanam memakai polybag, adalah salah salah alternatif pemecahan permasalahan apabila kita butuh konsumsi buah/sayuran segar.

banner wodpress polybag 2

Polybag juga dipakai di beberapa perkebunan tanaman keras, sebagai wadah penyemaian benih hingga waktunya dipindahkan ke area perkebunan yang sesungguhnya. Polybag yang dipakai di perkebunan tanaman keras terdiri dari dua ukuran, yakni ukuran kecil lebar 10-14 cm (baby bag) yang dipakai di fase pembenihan awal (umur bibit 3-6 bln.) serta polybag ukuran besar 15 cm ke atas (big bag), dipakai sejak pemindahan benih awal sampai bibit siap dipindahkan ke tempat yang sebenarnya (umur bibit lebih dari 12 bln.).
Perkebunan besar yang memakai polybag sebagai wadah pembibitannya, diantaranya : perkebunan kelapa sawit, perkebunan jati, perkebunan jabon, perkebunan karet, perkebunan akasia, perkebunan sengon, dan sebagainya.

Nah bagaimana? Masih adakah argumen tidak untuk berkebun meskipun memiliki tempat terbatas? Pakai polybag sebagai alternatif wadah media tanam yang murah serta mempunyai banyak kelebihan dibanding berkebun memakai pot.
Baca Juga Produsen Polybag, Jual Polybag (koker) Untuk Pembenihan Tanaman

Produsen Polybag, Jual Polybag (koker) Untuk Pembenihan Tanaman

Pabrik plastik polybag untuk pembibitan (pembenihan) tanaman, baik untuk pertanian ataupun perkebunan. Kami siap melayani pesanan polybag untuk kuantiti besar 10 ton ke atas, dapat pula partai kecil minimum 300 kg per ukuran.

Untuk pembibitan awal umum memakai polybag kw BIASA ukuran kecil (baby bag), sedang untuk pembibitan kelanjutan memakai polybag kw SUPER, lantaran jangka penggunaan agak lama bisa sampai 12 bln..

lim-corporation-1

Polybag umumnya dipakai untuk pembibitan/pembenihan untuk tanaman sawit, karet, jabon, akasia, teh, gaharu, tanaman buah, jahe, dan lain-lain. Mohon maaf kami tidak menjual polybag eceran, juga tidak menjual polybag ready stock. Namun kami cuma melayani berdasarkan pemesanan.Perlu di ketahui, kami memberi 2 pilihan kualitas untuk plastik polybag :
a. Plastik Polybag Kw BIASA
Mempunyai ketahanan hingga 6 bln.. Umumnya untuk pembibitan awal.
b. Polybag Kw SUPER
Bisa untuk penggunaan hingga 12 bln., untuk pmbibitan step lanjutan.

Dari demikian beberapa orang yang jual polybag, kami satu diantara yang mengutaman kualitas, dengan harga tetaplah berkompetisi. Kami tidak menawarkan harga polybag murah namun kualitas yang kurang baik.
Untuk info harga polybag silakan hubungi kami :
♦ SMS/Call/WA : 0877. 0282. 1277 – 08123. 258. 4950 – 0852. 3392. 5564
♦ Email : limcorporation2009@gmail. com
#Info harga polybag terupdate silahkan klik DISINI.