Budidaya Strawberry Di Polybag

Bila berkunjung ke daerah pegunungan, satu diantara alternatif wisata yang bisa dikunjungi yaitu kebun strobery/strawberry. Di sana kita dapat menuai sendiri buah itu bahkan rasakan kesegaran buah yang barusan dipetik (makan di tempat). Tidak cuma itu, panorama hijaunya daun diselingi buah merah yang bergantungan dari tangkainya pasti begitu memanjakan mata. Di kebun umumnya strobery ditanam didalam pot atau polybag.

Terkecuali lebih gampang untuk perawatannya penggunaan pot atau polybag akan menghemat luas tempat penanaman buah ini. Higienitas buah juga relatif lebih terbangun lantaran tak segera bersentuhan dengan tanah. Untuk pengadaan polybag gampang saja lantaran banyak toko yang jual polybag, untuk harga yang lebih murah Anda bisa menghubungi distributor serta pabrik polybag.

Buah strobery berwarna putih lantas beralih jadi merah saat masak. Rasa buahnya asam manis beri kesegaran bikin kita menginginkan makan lagi serta lagi. Buahnya mengandung anti-oksidan yang tinggi serta kaya vitamin C. Daunnya juga bisa dipakai sebagai obat diare. Terkecuali dikonsumsi dengan cara fresh, strobery dapatlah di proses jadi selai serta dodol hingga lebih awet. Beragam product kecantikan juga memakai buah ini lantaran kandungan zatnya yang bisa melembutkan kulit, mengencangkan pori-pori, bahkan juga memutihkan gigi.

Budidaya Stroberi
1. Penyemaian Biji


Anda bisa beli biji strobery di toko pertanian. Biji lalu disemai diatas tisu didalam wadah tertutup. Tisu mesti dijaga dalam keadaan lembab (basah tetapi tak tergenang air), Anda bisa mengechecknya per 2 atau 3 hari sekali. Biji strobery umumnya berkecambah sesudah dua minggu. Tunggulah sampai panjang akar kecambah 5mm-1cm untuk memindahnya ke media tanam.

2. Penanaman


Media tanam berbentuk tanah berkompos yang agak berpasir atau dapatlah memakai cocopeat (sabut kelapa) yang digabung tanah. Pakai botol plastik/wadah/polybag ukuran paling kecil untuk menumbuhkan bibit. Bibit (berbentuk kecambah) ditanam lewat cara ditimbun sedikit tanah. Lantas disiram seperlunya. Kemudian, polybag ditutup plastik yang dilubangi untuk melindungi supaya tak berlangsung penguapan air hingga media tanam terbangun kelembabannya. Taruh polybag tersebut di tempat yang hangat. Bibit belum bisa terserang cahaya matahari segera dalam step ini. Sesudah bibit mempunyai 6 daun, bibit ini bisa dipindahkan ke luar ruang tetapi baiknya belum terkena matahari segera. Sesudah daun sejumlah 8 helai, bibit strobery bisa dipindah ke wadah tanam permanen berbentuk polybag dengan ukuran yang semakin besar.

3. Pemeliharaan


Gulma yang tumbuh di sekitaran tanaman strobery mesti disiangi. Pemakaian polybag bisa kurangi jumlah gulma yang mungkin saja tumbuh. Hingga nutrisi yang ada di media tanam bisa diserap oleh tanaman strobery saja.

4. Pemangkasan


Tangkai tanaman strobery yang menjulur mesti rajin dipangkas hingga perkembangan bisa konsentrasi ke produksi buah strobery.

5. Pemupukan


Pemupukan dikerjakan sesudah tanaman strobery berumur 2 bln.. Pupuk yang didapatkan berbentuk pupuk NPK (16 : 16 : 16).

6. Pengendalian hama serta penyakit


Sebagian penyakit serta hama yang umum menyerang tanaman serta buah strobery yakni hama penggerek bunga, ulat, busuk akar, busuk buah, serta penyakit layu pucuk. Untuk menanggulanginya Anda bisa memakai pentana+aero 810.

7. Panen


Waktu tanaman berumur 2 bln., bunga bakal nampak. Akan tetapi, buah itu yaitu “buah belajar”yang baiknya dipangkas saja lantaran pertumbuhannya belum maksimal. Sesudah umur tanaman 4 bln. baru bisa diarahkan untuk produksi buah yang maksimal. Buah strobery dipanen bila telah tampak merah prima. Langkah memanen yakni dengan dipotong sisi tangkainya dengan gunting.

Meskipun memanglah harga polybag relatif lebih mahal bila dibanding dengan menanam segera di tempat. Tetapi keuntungan penggunaan polybag seperti yang di uraikan dalam artikel ini sepadan dengan harga yang perlu dibayar. Untuk memperoleh polybag murah, Anda bisa menghubungi kami, CV Lim Corporation distributor serta pabrik polybag yang tawarkan harga berkompetisi untuk keperluan polybag Anda. Kami sediakan beragam ukuran polybag dari mulai saat penyemaian strobery sampai penanaman permanen.

Baca Juga Artikel Berikut:

Advertisements

Budidaya Tanaman Kopi

Langkah memperbanyak tanaman kopi bisa dikerjakan dengan dua langkah, yakni dengan cara generatif serta vegetatif. Dengan cara teknis perbanyakan dengan cara generatif lebih gampang di banding perbanyakan dengan cara vegetatif. Walau demikian perbanyakan dengan cara vegetatif membuahkan bahan tanaman yang dengan cara genetis sama juga dengan tanaman induknya.
Ke-2 cara perbanyakan tanaman kopi itu membutuhkan pengelolaan yang tidak sama. Gagasan penanaman kopi dengan memakai bahan tanam yang tidak sama bakal membutuhkan bahan tanaman, bahan pembantu, serta jumlah dan kwalifikasi tenaga kerja yang tidak sama.
Dengan cara manajerial, satu hal yang perlu di perhatikan untuk perbanyakan dengan cara vegetatif ini yaitu ketersediaan sumber bahan tanamnya.
Untuk perbanyakan dengan cara generatif, bahan tanam bisa disiapkan oleh sumber benih resmi.
Untuk perbanyakan dengan cara vegetatif, bahan tanam mesti disiapkan sendiri oleh kebun sesuai sama keperluannya (umpamanya dengan bangun kebun entres untuk menghasilkan tunas orthotrop untuk kepentingan penyetekan, atau bangun kebun entres untuk penyedia entres akar untuk kepentingan sambung akar, lakukan pemesanan dengan cara spesial untuk sediakan bahan tanam hasil kultur jaringan pada instansi yang mumpuni, seperti Pusat Riset Kopi).

Kami (CV. LIM CORPORATION) melayani pemesanan plastik polybag untuk pembibitan atau pembenihan tanaman Karet, Sengon, Jabon, Kopi, Sawit, dan lain-lain. Harga polybag ditanggung murah segera dari pabrik. Kami siap melayani pemesanan plastik polybag dengan beragam ukuran bergantung keperluan, minimum lebar 10cm. Untuk info lebih lanjut dan pemesanan silahkan hubungi: Phone/Fax: (031) 8830487 | Call/Sms: 0877.0282.1277 – 0852.3392.5564 – 0812.3258.4950 Atau klik saja disini!

Baca Juga Artikel Berikut:

Hindari Penyakit Layu Bakteri, Tanam Jahe Dalam Polybag

jahe

Jahe yaitu tanaman rimpang yang populer serta dipakai di semua penjuru dunia. Rimpangnya bisa di proses jadi bumbu masakan, minuman, permen, serta obat-obatan (misalnya sebagai obat anti morning-sickness untuk ibu hamil). Hal semacam ini juga mendorong banyak keinginan pasar pada temu yang bisa berikan rasa hangat ketika dikonsumsi ini. Tetapi, jumlah yang ada di pasaran belum sepadan dengan keinginan itu. Pemicunya, terkecuali rendahnya produksi jahe juga ada permasalahan penyakit serta hama yang menghalangi laju produksi tanaman temu-temuan ini. Satu diantara penyakit sebagai momok tidak berhasilnya panen jahe yakni penyakit layu bakteri yang dikarenakan oleh bakteri Ralstonia Solanacearum (R. Solanacearum).

Penyakit Layu Bakteri

jahe2
Satu diantara organisme pengganggu tanaman (OPT) budidaya tanaman jahe yaitu penyakit layu bakteri (Ralstonia solanacearum). Serangan bakteri ini bakal mengakibatkan penurunan produksi rimpang jahe sampai 90%. Indonesia yaitu lokasi favorite perubahan bakteri ini lantaran iklim tropisnya yang lembab. Ditambah untuk budidaya jahe dibutuhkan juga kelembapan tanah yang tinggi sampai 80%.

Tanda-tanda Penyakit
Gelaja penyakit ini nampak waktu tanaman berusia 3 atau 4 bln., seperti masalah yang pernah menerpa petani jahe di daerah Cianjur. Tanda-tanda penyakit ini, umumnya dengan diawali menguningnya serta menggulungnya daun jahe. Biasanya daun jahe menguning serta menggulung dari mulai ujung daun sampai pada akhirnya ke semua helaian daun. Daun jadi kuning, layu, serta kering, tanaman pada akhirnya mati. Sesaat di bagian pangkal batang tampak gelaja kebusukan dibarengi batang yang terlihat basah (water soaked). Dibagian batang nampak garis-garis hitam atau abu-abu yang mengisyaratkan jaringan yang rusak. Waktu ditekan, bakal keluar cairan putih dari penampang melintang batang jahe, baunya khas serta menyengat. Tanaman jahe yang sakit ini juga gampang sekali dicabut serta dilepaskan dari sisi rimpangnya.

Apabila anda sedang membutuhkan polybag silahkan hubungi kami. Phone/Fax: (031)8830487 | Call/Sms: 085233925564 – 087702821277 – 081232584950. Untuk info lebih lengkap klik saja disini!

Penyebabnya Muncul Penyakit
Penyakit Layu Bakteri pada tanaman jahe ini dikarenakan oleh bakteri R. Solanacearum. Bakteri ini dibagi jadi biotipe spesies (biovar) 1, 3, serta 4. Di Indonesia biovar 3 serta 4 yang seringkali menyerang tanaman jahe. Solanacearum biovar 4 lah yang mengakibatkan rusaknya tanaman jahe yang begitu kronis, sesaat biovar 3 memiliki daya rusak yang lebih enteng.

Diagnosis serta Mengetahui Ciri-Ciri Penyakit Layu Bakteri
Untuk tahu serangan bakteri dengan gampang, Anda bisa memotong batang tanaman jahe dengan cara melintang lantas menekannya. Tanaman yang terkena penyakit bakal keluarkan eksudat berwarna putih susu serta berbau khas. Langkah lain yang bisa dikerjakan yakni bila batang tanaman jahe dimasukkan di air, tedapat aliran cairan berwarna putih susu yang keluar dari penampang batang.
Untuk hasil yang lebih akurat, Anda bisa membawa sampel tanaman jahe ke laboratorium untuk dicek.

Epidemiologi Penyakit
Pertama kalinya bakteri R. Solanacearum dilaporkan th. 1953 di Mauritania. Di Indonesia sendiri penyakit ini pertama kalinya dilaporkan th. 1971 di daerah Kuningan, Jawa Barat. Bakteri ini adalah patogen tular tanah yang tahan dalam periode waktu lama didalam tanah. Penyebaran penyakit dalam kebun bisa berlangsung lewat tanah, akar, air, alat-alat pertanian, hewan, serta pekerja di lapangan.

Penanggulangan Penyakit Layu Bakteri
Beragam penelitian untuk mengatur laju penularan penyakit ini sudah dikerjakan ilmuwan dari beragam negara. Tetapi, belum jua diketemukan langkah efisien untuk mengaturnya. Karenanya, tambah baik menghindar tanaman Jahe dari serangan penyakit ini. Alih-alih untung, sekali petani memperoleh tanaman jahenya diserang peluangnya petani bakal tidak berhasil panen. Lantas bagaimana langkahnya?
Mengingat karakter bakteri R. solanacearum yang tahan lama hidup di tanah. Hal paling utama yang perlu di perhatikan petani sebelumnya lakukan budidaya jahe yaitu lahannya mesti bebas patogen. Tempat yang sangat baik dipakai misalnya yaitu tempat sisa sawah lantaran karakter tanahnya yang anaerob sesaat bakteri ini berbentuk aerob.

Pemakaian polybag sebagai media tanam yaitu alternatif paling gampang dalam ingindalian tempat yang bebas patogen. Petani bisa pilih media tanam tanaman jahe yang bebas bakteri. Bila juga ada serangan penyakit ini, bakteri tidak bisa menular lewat tanah lantaran setiap tanaman jahe tertanam terpisah dalam semasing polybagnya. Hingga, langkah tersebut begitu efisien menghimpit laju penularan bakteri itu.

Apabila anda sedang membutuhkan polybag silahkan hubungi kami. Phone/Fax: (031)8830487 | Call/Sms: 085233925564 – 087702821277 – 081232584950. Untuk info lebih lengkap klik saja disini!

Pengawasan pada kesehatan tanaman juga relatif lebih gampang dikerjakan. Waktu petani temukan tanda-tanda tanaman jahenya terkena penyakit layu bakteri, petani bisa segera mengambil aksi dengan memindahkan polybag tanaman jahe itu. Sekali diserang, tanaman jahe mesti segera dibakar. Tanah sisa tanaman itu harus juga disiram antibiotik atau ditaburi kapur.

Harga polybag juga relatif murah sebagai langkah pertama untuk menghindar serangan penyakit ini. Bagaimana? Siap mengaplikasikan cara menanam jahe dalam polybag untuk menghindar penyakit layu bakteri?

Kami, CV. Lim Corporation, distributor serta pabrik polybag siap melayani keperluan polybag tanaman Anda. Ada beragam ukuran polybag. Peroleh polybag murah dengan pembelian partai besar. Serta anda bisa menanam jahe dengan gampang memakai polybag.

Baca Juga Artikel Berikut:

Budidaya Sengon Memakai Polybag

Sengon atau albasia adalah tanaman kayu yang bisa meraih diameter yang besar. Tanaman sengon bisa tumbuh pada keadaan iklim apa sajakah, hingga sengon bisa tumbuh dengan baik di sembarang tempat.

Akan tetapi, sengon atau yang lebih di kenal sebagai pohon serba manfaat ini memerlukan keadaan serta perlakuan yang pas supaya kayu yang dihasilkan sesuai sama harapan. Bibit sengon dapat juga ditanam di polybag.

Mempunyai type bunga yang berkelamin ganda. Mahkota bunga berupa lonceng serta mempunyai benang sari yang banyak dan kepala sari yang begitu kecil. Tanaman sengon kadang-kadang mulai berbunga mulai sejak usia tiga th.. Umumnya tanaman sengon berbunga pada bln. Maret – Juni serta Oktober – Desember.

Kami pabrik dan distributor polybag untuk pembibitan tanaman, yang sudah berpengalaman lebih dari 3 tahun, siap melayani kebutuhan plastik polybag untuk berbagai jenis tanaman, antara lain : kelapa sawit, karet, sengon, jati, jabon, dll.
Untuk mengetahui harga polybag silahkan hubungi kami ( LIM CORPORATION ):
♦Phone/Fax: (031) 8830487
♦Call/Sms: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 0812.3258.4950
♦E-Mail: limcorporation2009@gmail.com

Baca Juga Artikel Berikut:

PembenihanTanaman Kopi

Langkah memperbanyak tanaman kopi bisa dikerjakan dengan dua langkah, yakni dengan cara generatif serta vegetatif. Dengan cara teknis perbanyakan dengan cara generatif lebih gampang di banding perbanyakan dengan cara vegetatif. Walau demikian perbanyakan dengan cara vegetatif membuahkan bahan tanaman yang dengan cara genetis sama juga dengan tanaman induknya.
Ke-2 cara perbanyakan tanaman kopi itu membutuhkan pengelolaan yang tidak sama. Gagasan penanaman kopi dengan memakai bahan tanam yang tidak sama bakal membutuhkan bahan tanaman, bahan pembantu, serta jumlah dan kwalifikasi tenaga kerja yang tidak sama.
Dengan cara manajerial, satu hal yang perlu di perhatikan untuk perbanyakan dengan cara vegetatif ini yaitu ketersediaan sumber bahan tanamnya.
Untuk perbanyakan dengan cara generatif, bahan tanam bisa disiapkan oleh sumber benih resmi.
Untuk perbanyakan dengan cara vegetatif, bahan tanam mesti disiapkan sendiri oleh kebun sesuai sama keperluannya (umpamanya dengan bangun kebun entres untuk menghasilkan tunas orthotrop untuk kepentingan penyetekan, atau bangun kebun entres untuk penyedia entres akar untuk kepentingan sambung akar, lakukan pemesanan dengan cara spesial untuk sediakan bahan tanam hasil kultur jaringan pada instansi yang mumpuni, seperti Pusat Riset Kopi).

Kami (CV. LIM CORPORATION) melayani pemesanan plastik polybag untuk pembibitan atau pembenihan tanaman Karet, Sengon, Jabon, Kopi, Sawit, dan lain-lain. Harga polybag ditanggung murah segera dari pabrik.
Kami siap melayani pemesanan plastik polybag dengan beragam ukuran bergantung keperluan, minimum lebar 10cm. Apabila anda sedang membutuhkan polybag silahkan hubungi kami. Phone/Fax: (031)8830487 | Call/Sms: 085233925564 – 087702821277 – 081232584950. Untuk info lebih lengkap klik saja disini!

Baca Juga Artikel Berikut:

Pembenihan Dan Budidaya Tanaman Berumur Pendek Menggunakan Polybag

Plastik polybag atau umum orang menyebutnya polybag saja adalah plastik berwarna hitam, kadang kala juga berwarna putih, yang ada lubang-lubang di sisinya serta terbagi dalam beberapa ukuran sesuai dengan keperluan. Manfaat lubang pada polibag yaitu untuk mengatur keperluan air supaya tanaman tak membusuk (mati).

Plastik Polybag untuk Pembenihan (Persemaian)
Salah satunya mempunyai manfaat dan kegunaan yaitu untuk pembenihan (persemaian) tanaman seperti Jati, Jabon, Akasia, kelapa sawit, dan lain-lain. Terdapat banyak step pemakaian polibag :
– untuk pembenihan awal 3-6 bln. umumnya memakai polibag (polybag) ukuran kecil (baby bag), umpamanya ukuran lebar 10 cm tinggi 12-15 cm. Untuk polybag ukuran kecil mempunyai ketebalan 0, 4-0, 6. Untuk kwalitas polybag umum menggunakan yang kw biasa.
– sesudah benih berusia 3-6 bln. umumnya dipindahkan ke polybag ukuran yang semakin besar, umpamanya ukuran lebar 20, tinggi 25-30 cm. dengan keperluan semasing petani atau orang yang bakal membudidayakan tanamannya atau sekedar hanya untuk persemaian (pembenihan). Ketebalan polybag pada 1, 10 hingga 0, 12. Type polybag yang dipakai baiknya yang kw super, supaya dapat lebih kuat serta tak gampang robek saat pemakaian.
Sesudah benih telah berusia sekitaran 12 bln. atau lebih, benih siap dipindahkan dari plastik polybag ke media yang sebenarnya (tanah).

 

08
(031) 8830487 | 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 0812.3258.4950

Plastik Polybag Untuk Budidaya Tanaman
Plastik polibag juga kerap dipakai untuk menanam sebagai ubah pot, lantaran argumen efesiensi biaya. Sebagian type tanaman yang berusia pendek bisa ditanam memakai polybag diantaranya : cabai, tomat, melon, semangka dan lain-lain. Yang menggembirakan hasil yang diperoleh dari penanaman memakai polybag ini juga sama seperti penanaman di lahan, sepanjang sudah pasti pemberian nutrisinya serta penyusunan sinar sesuai sama kebutuhan.

*Apabila anda sedang membutuhkan polybag silahkan hubungi kami. Phone/Fax: (031)8830487 | Call/Sms: 085233925564 – 087702821277 – 081232584950. Untuk info lebih lengkap klik saja disini!)

Sebagian argumen kenapa memakai plastik polybag untuk budidaya tanaman diantaranya:
– harga lebih murah, menghemat biaya
– dapat diletakkan dimanapun, serta gampang dipindahkan
– pemberian nutrisi serta obat-obatan dapat lebih irit serta akhirnya optimal, lantaran segera diserap tanaman, tak tenggelam oleh air hujan.

09
(031) 8830487 | 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 0812.3258.4950

Baca Juga Artikel Berikut:

 

Budidaya Padi Menggunakan Polybag

Sekarang ini menanam padi dlm polybag masihlah belum diperkembang dengan cara optimal, namun untuk saat yg akan tiba menanam padi dlm polybag bakal jadi kewajiban. Hal semacam ini lantaran ketersediaan tempat yg semakin terbatas akibat pembangunan perumahan, pabrik, gedung perkantoran dan lain-lain.

Diluar itu bertanam padi lewat cara seperti ini juga bagus untuk sebatas menyalurkan hoby serta isi waktu senggang, bahkan juga anda bakal rasakan sensasi serta kebanggan yang mengagumkan saat padi yang anda tanam dengan tangan anda sendiri tumbuh subur, buah menguning serta diisi.

Bahan yang dibutuhkan :
– Tanah
– Polybag/ember plastik dengan diameter 30 – 40 cm (Apabila anda sedang membutuhkan polybag silahkan hubungi kami. Phone/Fax: (031)8830487 | Call/Sms: 085233925564 – 087702821277 – 081232584950. Untuk info lebih lengkap klik saja disini!)
– Pupuk organik/kompos
– Benih padi

CARA MENANAM
* Masukan benih ke air, benih yang mengapung/mengambang dibuang, yang terbenam biarlah rendam 24 jam.
* Benih diperam/bungkus daun/kain/kertas koran 24 jam.
* Buatlan persemaian : 1 sisi tanah kering subur halus : 1 sisi Pupuk Organik Padat, aduk rata, diayak. Wadah persemaian dilapis plastik. Tinggi tempat semai 5 – 7cm. Semaikan benih. Tutup benih dengan media semai tadi, tidak tebal saja sekira 1 – 2mm.
* Pertahankan kelembapan benih lewat cara menyemprotnya dengan air umum, setiap 4-6 jam. Taruh ditempat yg tidak terserang matahari segera/ditempat yang teduh.

MENYIAPKAN MEDIA TANAM
Sediakan media tanam pada H-1, satu hari sebelumnya menanam padi. Buat media tanam : 60% tanah : 40% Pupuk Organik/kompos. Aduk rata. Masukan kedalam ember atau polybag tak berlubang minimum 20 ltr, volume 30 ltr tambah baik. Media tanam agak “dibukitkan” untuk menanam benih ditengahnya, serta pengairan di pinggirannya.

Hari H Penanaman
Tanamkan benih pada umur 5-7 hari.
Tarik pangkal benih memakai tangan kanan, jagalah supaya butir padi (gabah) yang masihlah melekat tak rusak (butir padi berperan sebagai ari-ari nutrisi akar & daun benih muda).
Dorong pangkal benih dengan cara horizontal dari tepi sampai pangkal benih tenggelam 1cm dengan butir padi menancap kedalam tanah dengan cara horizontal (tepi), biarlah akar tergerai di permukaan tanah (janganlah ditekan).
Cuma 1 batang benih, daun tak dipotong.
Taruh ditempat terbuka-matahari penuh.
Pengairan/Penyiraman Keseharian

Usia Padi serta Pengairan
– Usia 0 hari – Berbunga rata : Macak-macak
– Berbunga rata – Padi Menguning : Rendam 2-3cm
– Padi menguning – Panen : Keringkan

Panen
Kerjakan panen seperti biasanya.
Jerami bisa dipakai untuk bahan baku Pupuk Organik Padat.
Tanah/media tanam bisa dipakai untuk musim tanam selanjutnya. Langkahnya : airi media tanam sampai lembek, lalu balikkan/telungkupkan bekas bonggol padi – Campur serta adukkan Pupuk Organik Padat – biarlah 1 minggu – tanami kembali benih dari persemaian seperti di atas.

Seperti yang sudah kita kenali berbarengan kalau tiap-tiap tahunnya kita kehilangan beberapa ribu hektar tempat pertanian yang dialih manfaatkan jadi fasilitas perumahan, pertokoan, dan sebagainya. Hal semacam ini pasti sedikit besarnya bakal punya pengaruh pada berkurangnya hasil produksi pertanian terlebih makanan pokok seperti padi/beras. Menanam padi dengan media polybag atau ember plastik yang bakal saya paparkan kelak meskipun tak jadi jalan keluar untuk menambahkan tempat pertanian serta penambahan hasil pertanian namun diinginkan jadi satu diantara alternatif bila selalu diperdalam serta diperkembang.

Baca Juga Artikel Berikut:

Peluang Usaha Yang Menjajikan Dengan Tanaman Cengkeh

 

Cengkeh merupakan salah satu diantara komoditas unggulan di Indonesia. Karena itu cengkeh disebut tanaman asli negeri ini, cengkeh telah banyak dibudidayakan di beberapa pelosok-pelosok Indonesia. Terutama dikepulauan Banda dan sekitarnya. Cengkeh sangat bermanfaat untuk beberapa hal, seperti sebagai bahan campuran bumbu makanan, sebagai bahan baku minya cengkeh, dan campuran rokok kretek.

Sekarang ini cengkeh sudah menyebar secara rata, dapat dibuktikan. Karena sudah banyak daerah telah mulai membudidayakannya. Karena keuntungan usaha dikomoditi kali ini telah benar-benar sangat terbuka. Jadi, kesempatan usaha/berbisnis pembibitan cengkeh mempunyai prospek yang cerah, karena tingginya keinginan yang ada.

Tanaman cengkeh yang dibudidayakan di Indonesia sendiri pada umumnya hanya 3 tipe cengkeh, yaitu Zanzibar, Sikotok, dan Cengekeh Siputih. Ketiga cengkeh trsbt tentu saja memiliki perbedaan dan memiliki kelebihan sendiri-sendiri.

Kesempatan Berbisnis Pembibitan Cengkeh

Sekarang ini, yang paling banyak dibudidayakan yaitu jenis cengkeh Zamzibar dan Siputih. Karena cengkeh jenis trsbt mrupakan cengkeh asli dan sudah dibudidayakan secara turun temurun antar generasi. Bahkan pada panen pertama, pohon cengkeh memiliki perawatan yang baik, supaya dapat membawa hasil panen yang bagus, berkisaran 1/2 kilo cengkeh basah perpohon.

Apakah anda sudah tertarik dengan prospek kedepannya yang akan anda dapatkan bila bertanam tanaman cengkeh? Jika sudah maka yang perlu anda lakukan yaitu segeralah melakukan beberapa langkah atau prosedur yang perlu anda perhatikan berikut ini:

1. Prasyarat Perubahan Tanaman Cengkeh
Tanaman cengkeh dapat tumbuh melalui langkah maksimal pada ketinggian 300-600m. Dengan suhu berkisar 22°-30°C, dan curah hujan yang berkisar pada 1500-4500 mm/th. Keadaan tanahnya yaitu tanah gembur dengan kedalaman solum min. 2m. Tidak berpadas dengan pH maks. 5,5 – 6,5. Tanah jenis latosol, andosol dan podsolik merah sangat baik untuk dijadikan perkebunan cengkeh.

2. Sistem Pembibitan Tanaman Cengkeh
Silahkan perhatikan langkah-langkah berikut:
a. Buatlah bedengan untuk naungannya dengan lebar 1 – 1,2 m dan panjang sama dengan kebutuhan dengan arah membujur ke utara selatan. Kanan kiri bendengan dibuat parit sedalam 20 cm dan lebar 50 cm. Diatas bedengan dibuat naungan setinggi 1,8 m dibagian timur dan 1,2m dibagian selatan. Intensitas sinar 75%

b. Benih ditanam pada polybag dengan ukuran 15 cm x 20 cm (untuk bibit yang akan dipindahkan pada umur 1 th) atau ukuran 20cm x 25cm (untuk bibit yang akan dipindahkan umur 2 th) bagian bawah yang sudah dilubangi 2,5mm dengan jarak 2x2cm. Media yang dipakai pasir halus, tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1:1, dan berikanlah alami glio per 20-25kg pupuk kandang yang telah jadi dan diperam sepanjang kurang lebih 2 minggu. Serta lebih dahulu bibit ditanam siram tanah dengan poc nasa 5 ml/lt air atau 0,5 tutup perliter air. Lantas susun plastik polybag pada persemaian yang telah disediakan.

*Untuk kebutuhan polybag atau info lebih lanjut silahkan hubungi nomer berikut: 087702821277 atau klik disini!

c. Penyiraman dilakukan 2x dalam sehari. Penyiangan dilakukan 2-3 kali dalam satu bulan sesuai dengan pergantian gulma. Intensitas naungan perlahan dikurangi melalui langkah bertahap hingga tinggal 40%. Waktu pembibitan dipindahkan ke lega.

d. Pemupukan dengan NPK dilakukan dengan dosis 10 gr/pohon/th. Atau mungkin saja dengan urea, SP-36 dan KCI dengan dosis semasing 3,5gr/bibit/th. Pupuk itu diberikan masing-masing 3 bln. Sekali tengah untuk yang didalam polybag diberikan sebagian 1,5 bln sekali. Demikian artikel yang saya buat semoga bermanfaat

Baca Juga Artikel Berikut:

Cara Budidaya, Pemeliharaan, Dan Pengendalian Hama Pada Tanaman Kakao

Keperluan curah hujan untuk tanaman kakao (Theobroma cacao) yang ideal 1. 250-3. 000 mm/th. Kakao memerlukan distribusi curah hujan secara rata sepanjang tahun. Sedang suhu yang ideal untuk perkembangan kakao maksimum 30-32 C, minimal 18-21 C, rata-rata suhu bulanan 26, 6 C. Suhu bisa memengaruhi perkembangan tunas, pembungaan, serta rusaknya daun. bila suhu sangat tinggi dapat meningkatkan pembungaan namun lalu gugur. Suhu yang terbaik waktu pembungaan sekitaran 26-30 C.

Kelembapan hawa di areal tanaman kakao butuh juga di perhatikan, supaya tanaman dapat tumbuh dengan cara optimal. Lantaran kelembapan hawa begitu memengaruhi perkembangan daun kakao. Tanaman kakao yang tumbuh di areal dengan kelembapan hawa relatif 50-60% bakal mempunyai daun lebat serta memiliki ukuran besar. Namun jika kelembapan hawa sangat tinggi mengakibatkan mengembangnya cendawan patogen, sesaat bila kelembapan sangat rendah bakal mempercepat penguapan.

Tanaman muda yang baru ditanam atau ketika pembibitan, memerlukan 25-35% cahaya Matahri penuh. Cahaya Matahari yang sangat banyak mengakibatkan lingkaran batang kecil, luas daun sempit, serta tanaman relatif pendek. Tanaman dewasa atau yang telah membuahkan membutuhkan intensitas cahaya Matahari 65-75%. Hal itu bisa didapat dengan penyusunan naungan atau tanaman pelindung serta pengaturan judul tanaman kakao.

Daun Kakao biasanya berupa lebar hingga lebih gampang gugur serta rusak jika terserang angin kencang. Angin yang berbentuk kering serta datang dari laut yang memiliki kandungan garam bakal mengakibatkan rusaknya mekanis, daun-daun gugur, pucuk-pucuk layu, serta tidak berhasil penyerbukan.

Kakao membutuhkan tanah yg tidak tergenang air serta tak alami kekeringan pada musim kemarau. Tanah banyak terkandung humus atau bahan organik serta cukup gembur. pH tanah optimum 6-7, 5 serta memiliki kandungan cukup udara serta air.

Menyiapkan Lahan
1. Pembersihan Lahan
Pembersihan tempat dengan diawali memotong kayu, membongkar tanggul kayu, serta pembakaran. Selanjutnya, pembersian tempat dari alang-alang

2. Jarak Tanam serta Lubang Tanam
Jarak yang umum dipakai 3 x 3 m dengan populasi tiap-tiap hektar sekitar 1. 100 pohon. Lubang tanam disediakan 2-3 bln. sebelumnya penanaman. Pada lubang tanam di beri pupuk kandang. Kurang lebih sebulan sebelum tanam, lubang ditutup kembali dengan susunan tanah seperti semula. Ukuran lubang tanam beragam, bergantung pada keadaan atau kesuburan tanah serta padat tidaknya tanah. Ukuran lubang yang umum dipakai 40 x 40 x 40 cm atau 60 x 60 x 60 cm.

3. Penanaman Tanaman Pelindung
Tanaman pelindung begitu dibutuhkan untuk mengatur intensitas penyinaran Matahari, suhu, serta kelembaban udara, memberi unsur hara, melakukan perbaikan susunan tanah, serta kurangi kecepatan angin dan penguapan. Tanaman pelindung dibedakan menjadi dua, yakni seperti berikut.

a). Tanaman Pelindung Sementara
Tanaman pelindung sesaat berperan membuat perlindungan tanaman kakao muda yang baru dipindahkan di tempat. Tanaman pelindung sesaat mesti memiliki sifar-sifat, diantaranya tumbuh tegak, cepat, tahan dipangkas serta kayunya lunak, berbentuk semak, perakaran samping tidaklah terlalu banyak serta tak mengganggu tanaman kakao, serta gampang dibongkar. Pelindung yang baik, yaitu tanaman lamtoro sebab dapat memberi kandungan N dalam tanah, dapat juga memakai pohon pisang atau turi.

b). Tanaman Pelindung Tetap
Tanaman pelindung tetaplah berperan membuat perlindungan tanaman kakao yang telah produktif. Type pohon yang umum dipakai, salah satunya lamtoro, sengon jawa, serta dadap.
Tanaman pelindung tetaplah mesti dipertahankan selama hidup tanaman kakao serta dibutuhkan dalam periode waktu lama dan berbentuk permanen. Oleh karenanya, pelindung tetaplah mesti berbentuk tumbuh cepat, mempunyai judul lebih tinggi daripada tanaman kakao, percabangan banyak hingga memberi naungan dengan jangkauan luas, tahan dipangkas serta kayunya keras, tak gampang rubuh lantaran tiupan angin, tak disukai hama atau bukan adalah inang hama serta penyakit yang mengakibatkan kerusakan pohon, serta melanjutkan cahaya Matahari dengan cara menyebar.

Pembibitan
1. Perkecambahan
a). Perkecambahan Memakai Karung Goni
Perkecambahan memakai karung goni dinilai lebih praktis dari pada perkecambahan badengan. Diatas tanah yag sudah rata serta bebas dari gulma di beri satu lapis batu merah sesuai dengan luas karung goni untuk memudahkan peresapan air siraman. Sebelumnya dipakai, karung goni di rendam di dalam larutan fungisida terlebih dulu. Tiap-tiap karung goni bisa berisi 1. 200 biji dengan jarak benih 2 x 3 cm. Sesudah benih diatur di atas karung goni, diatasnya ditutup karung goni yang telah dibasahi. Setelah itu, penyiraman dikerjakan tiap-tiap pagi serta sore hari.

Di atas karung goni di beri naungan semantara. Benih sudah berkecambah sesudah empat hari di persemaian serta disarankan untuk dipindah ke polybag, lalu ditempatkan di pembibitan. Perpindahan benih dari tempat perkecambahan disudahi pada hari ke-12 lantaran jika kian lebih 12 hari, benih termasuk juga benih yg tidak baik.

b). Perkecambahan Memakai Bedengan
Penanaman benih segera ditempatkan di atas tanah yang dilapis pasir halus setebal 15cm. Bedengan endaknya adalah tanah yang subur, datar, serta bebas gulma, akar-akar pohon, serta batu. Di atas bedengan di beri naungan untuk hindari cahaya Matahari segera.
Benih ditata dibedengan dengan jarak 1 x 3 cm atau 2 x 3 cm atau 3 x 5 cm. Penyiraman dikerjakan tiap-tiap pagi serta sore. Waktu yang pas untuk lakukan perpindahan, yaitu saat kotiledon telah nampak di atas pasir atau telah berusia 4-5 hari stela semai. Perpindahan yang terlambat arus dijauhi, yaitu jika hipokotil telah memanjang atau bahkan juga kotiledon telah buka.

2. Pembibitan
Benih yang sudah berkecambah (bibit) siap dipindah ke pembibitan. Polybag yang dipakai untuk pembibitan kakao memiliki ukuran 30 x 20 cm denagn tidak tipis 0, 08 mm serta tela di buat lubang sekitaran 18 lubang. Media yang dipakai kombinasi tanah subur, pasir, serta pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1 atau 2 : 2 : 1. Media dimasukkan kedalam polybag yang telah diisi media lebih kurang 6Kg, lalu polybag ditata dengan jarak 15 x 15cm atau 15 x 30cm. Media tanam disiram hingga cukup lembab. Bibit ditanam dalam media, kemudain tanah di sekitar bibit dipadatkan kembali. Tempat pembibitan butuh di beri naungan (paranet/shading net).

Penanaman

Penanaman Kakao bisa dikerjakan waktu bibit telah berumur 4-6 bln. i pembibitan. Pemindaan bibit ke tempat dapat juga dikerjakan waktu tanaman telah memiliki daun tua paling sediit 12 helai, tinggi minimal 50cm, serta diameter batang lebih kurang 1, 5cm. Pengangkutan bibit ke tempat penanaman mesti dikerjakan dengan hati-hati supaya bibit media tak pecah.

Hal-hal lain yang butuh di perhatikan sebelumnya penanaman, diantaranya lubang tanam yang telah ditutup lebih kurang sebulan digali lagi sedalam polybag bibit kakao, tanaman pelindung sesaat serta pelindung tetaplah telah berperan serta berkembang, serta waktu perpindahan atau penanamn bibit ke tempat baiknya dikerjakan saat tanamn tak tengah bertunas.

Langkah menanam bibit kakao adalah seperti berikut.
1. Polybag disayat dengan pisau dari bawah ke atas, uahakan supaya media bibit tak pecah serta akar tak rusak.
2. Bibit beserta media yang sudah di keluarkan dari polybag dimasukkan di tengah-tengah lubang tanam sampai media bibit sejajar dengan permukaan tanah.
3. Tanah dikiri serta kanan tanamn dipadatkan kembali supaya tak ada rongga hawa yang bisa menyebabkan kekeringan serta tanah di sekitaran batang di buat gundukan.

Pemeliharaan
1. Penyulaman
Penyulaman dikerjakan jika tanaman kurang baik pertumbuhannya atau mati. Penyulaman bisa dikerjakan hingga tanaman berusia 10 th. lantaran tanaman bakal mulai dibongkar waktu berusia 25tahun. Denagn sekian, sebelumnya dibongkar tanaman pengganti telah berproduksi.

2. Penyiangan
Penyiangan mempunyai tujuan untuk mematikan gulma yang tumbuh dilahan. Dengan cara kimia bisa dikerjakan dengan pengguanaan herbisida, penyemprotan diupayakan janagan hingga tentang daun-daun tanaman. Penyiangan yang paling aman lewat cara dicabut, terlebih di sekitar batanag tanaman kakao.

3. Pemupukan
Pupuk yang didapatkan bisa berbentuk pupuk organik serta anorganik. Untuk memperoleh produksi optimal, pemupukan mesti dikerjakan denagn pas, baik saat, dosis, type, ataupun pemberiannya.

4. Pemangkasan
Pemangkasan adalah satu aksi atau aktivitas pembuangan atau pengurangan beberapa dari cabang, ranting serta daun, maksudnya anatara lain seperti berikut :
a. Memperole kerangka basic (frame) tanaman yang baik.
b. Mengatur penyebaran cabang, ranting, serta daun-daun produktif supaya rata.
c. Buang sisi tanaman yg tidak diinginkan, seperti tunas air serta cabang yang sakit.
d. Merangsang pembentukan sisi tanaman yang lebih produktif, seperti daun, ranting, serta cabang baru.
e. Kurangi serangan hama serta penyakit

Pemangkasan tanaman kakao bisa dibagi dalam tiga step, yakni seperti berikut.
a. Pemangkasan Bentuk
Pemangkasan bentuk mempunyai tujuan membuat kerangka tanaman yang baik. Pemangkasan ini dikerjakan untuk peroleh tiga cabang primer yang tumbuh kuat serta sehat dari 4-6 cabang yang tumbuh serta jika sangat mungkin diambil cabang dengan arah tumbuh rata keatas. Pemangkasan dikerjakan waktu tanaman meraih ketinggian 1-2m serta setelah membuat 3-6 cabang paling utama.

b. Pemangkasan Pemeliharaan
Pemangkasan pemeliharaan dikerjakan untuk menjaga atau pelihara supaya kerangka basic tetaplah baik. Cabang sekunder yg tidak baik serta tunas air pada cabang sekunder serta primer dibuang. Pemangkasan ini dilaksanan pada th. ke-2 atau kurang lebi 14-18 bln. sesudah pembentukan jorket.

Pemangkasan pemeliharaan begitu memastikan bentuk serta susunan percabanagan tanaman kakao. Pemangkasan ini dikerjakan dengan cara teratur 2-3 bln. sekali atau bergantung pada perkembangan tanaman hingga tanman berusia 4 Th.. Janganlah memotong ujung atau tititk tumbuh cabang primer agar judul tanaman selekasnya sama-sama berjumpa serta tutup.

c. Pemangkasan Produksi
Pemangkasan produksi mempunyai tujuan mendorong tanaman agara berproduksi dengan cara optimal sesuai sama kekuatan yang dipunyai. Pemangkasna kurangi daun yang kurang produktif agara penyebaran daun produktif rata. Diluar itu, bebrapa sisi tanmaan yg tidak diinginkan, seperti cabang sakit, tnas air serta ranting kering dibuang.

Untuk kebutuhan polybag silahkan hubungi kami di 08123.258.4950 – 0877.0282.1277, info selengkapnya klik disini.
Untuk kebutuhan paranet silahkan hubungi kami di 0852.3392.5564 – 0877.0282.1277, info selengkapnya klik disini.

Pengendalian Hama serta Penyakit

1. Hama
a. Penggerek Buah Kakao
Hama penggerek biasanya menyerang buah kakao muda, ketika buah meraih panjang sekitaran 8cm. Gejalanya terlihat jika buah telah masak, yaitu warna kulit buah sirna serta muncul belang berwarna jingga. Jika diguncang tak menyebabkan bunyi serta jika buah dibelah warna daging hitam, biji menempel keduanya berwarna hitam, kriput serta enteng.

Penegendalianya bisa dikerjakan lewat cara seperti berikut.
1). Rompesan buah, yaitu menuai buah secarasrentak sesudah panen besar.
2). Penyelubungan buah, yaitu menyelubungi buah yang masihlah muda (panjang buah 8-10cm) memakai kantong plastikdengan panjang 30cm, lebar 15cm, serta tidak tipis 0, 2mm.
3). Karantina atau tak menghadirkan buah kakao yang bakal di ambil bijinya dari tempat sumber hama.

b. Kepik Penghisap Buah
Tanda-tanda serangn, pada buah ada bercak-bercak cekung berwarna coklat kehitaman. Bila menyerang ranting serta daun, di bagian yang diserang bakal muncul bercak-bercak cekung, lalu ranting serta daun layu, kering serta mati. Ingindalian dengan cara kimia memakai inteksida serta memakai musuh alami, seprti semut hitam, bealalng sembah serta laba-laba.

c. Ulat Kilan
Gejalanya daun berlubang, jika serang daun tua juga terserang hingga tanamn gundul. Ingindalian dengan cara mekanis dengan memotong ranting serta daun yang diserang, lalu ulat yang terkumpul dibenamkan ke tanah. Ingindalian dengan cara kimiawi mengguanakan inteksida.

2. Penyakit
a. Penyakit Busuk Buah
Buah yang terserang beralih warna jadi coklat kehitaman dari mulai ujung buah. Tanda-tanda didapati pada buah muda ataupun yang telah masak.
Ingindalian secar mekanis dengan mengambil buah yang busuk, lalu dipendam sedalam sekitaran 30cnm dari permukaan tanah. Kultur tehnis, yaitu mengatur kelembapan kebun supaya tak terlalau tinggi serta drainasekebun diperbaiki lagi. Ingindalian dengan cara Kimia memakai manfaatda.

b. Penyakit Kanker Batang
Gejalanya ada bercak cokelat tua kehitaman berbatas terang serta berupa tak teratur pada batang yang diserang. Serangan berat bakal mengakibatkan tanaman mati. Ingindalianya dengan mengerok sisi batang yang sakit hingga batas yang sehat, lalu mengolesinya dengan manfaatda atau ter.

c. Penyakit Antraknose
Pada daun, ada bintik-bintik nekrotis berwarna cokelat tak teratur serta daun-daun yang tersrang rontok hingga tanman gundul. Pada buah, buah jadi layu dengan bintik-bintik cokelat, pada akhirnya buah jadi kering jadi mumi. Ingindalian dengan pemupukan yang pas, pemberian pohon naungan, pemangkasan ranting-ranting sakit, pemusnahan buah-buah busuk, serta pelindungan tunas-tunas dengan manfaatda.

Pemanenan
Buah kakao bisa dipanen pda waktu buah berusia 170 hari atau kurang lebih enam bln. atau buah telah masak jadi kuning/jingga. Buah telah siap panen jika digoncang-goncang bakal berbunyi. Hal yang butuh di perhatikan, yaitu pisau untuk memotong mesti betul-betul tajam supaya bantalan bunga tak rusak.

Pemetikan mesti pas ketika buah telah masak. Jika dikerjakan sangat awal, mutu biji kering begitu rendah lantaran biji-bijinya gepeng serta keriput serta kandungan gula dalam pulp masihlah kurang hingga hasil fermentasi kurang baik. Jika buah sangat masak, mengakibatkan biji berkecambah didalam buah, pulp mulai jadi kering, serta aroma alami penurunan.

Apabila anda membutuhkan polybag untuk pembibitan tanaman, silahkan hubungi kami Call/Sms: 085233925564 | 087702821277 . Untuk info lebih lanjut silahkan klik disini!

Baca Juga Pengertian Perkebunan dan Distributor Plastik Polybag Untuk Pembibitan Tanaman

Apa Yang Dimaksud Dengan Perkebunan?

Yang disebut perkebunan yaitu semua aktivitas yang mengupayakan tanaman spesifik pada tanah atau media tumbuh yang lain dalam ekosistem yang sesuai sama. Dengan pertolongan pengetahuan & tehnologi, aktivitas dalam perkebunan mencakup : memproses serta memasarkan barang hasil tanaman itu. Juga memasukkan permodalan dan manajemen untuk mewujudkan kesejahteraan untuk pelaku usaha perkebunan serta penduduk.

Untuk membedakan perkebunan dengan pola tanam umum, umumnya dalam perkebunan, tanaman yang ditanam tidaklah tanaman yang menjadi makanan pokok ataupun sayuran atau bunga. Tanaman yang ditanam biasanya memiliki ukuran besar dengan waktu penanaman yang relatif lama, umumnya lebih dari satu tahun.

Sebagian Type Perkebunan
Lebih detilnya pengertian perkebunan bisa disimpulkan lebih luas menurut beberapa persyaratan : manfaat, pengelolaan, type tanaman, serta product yang dihasilkan. Berdasar pada manfaatnya, perkebunan bisa disimpulkan sebagai usaha untuk membuat lapangan kerja, tingkatkan pendapatan serta devisa negara, serta pelihara kelestarian sumber daya alam.

Berdasar pada pengelolaannya, perkebunan dibedakan menjadi :
1. Perkebunan rakyat, ialah budidaya tanaman yang dikerjakan oleh rakyat.
2. Perkebunan besar, adalah budidaya tanaman yang dikelola oleh tubuh usaha punya negara (BUMN) atau perusahaan swasta.
3. Perkebunan Inti Rakyat (PIR). Adalah perkebunan yang melibatkan tubuh usaha punya negara (BUMN) atau perusahaan swasta sebagai INTI, dan rakyat sebagai PLASMA.
4. Perkebunan Unit Pelaksana Proyek (Perkebunan PUPP). Adalah perkebunan yang dalam pembinaannya dikerjakan oleh pemerintah, sedang pengusahaannya tetaplah dikerjakan oleh rakyat, pemerintah maupun swasta.

Berdasar pada karakter intensifnya, perkebunan dibedakan jadi perkebunan agroforestri serta silvikultur (budidaya rimba). Dalam perkebunan pemeliharaan memegang fungsi utama ; sementara dalam agroforestri serta silvikultur, tanaman condong dilewatkan untuk tumbuh sesuai keadaan alam. Lantaran sifatnya intensif, perkebunan nyaris senantiasa mengaplikasikan langkah budidaya monokultur, terkecuali untuk komoditas spesifik, seperti lada serta vanili. Penciri sekunder, yang tidak selamanya berlaku, yaitu ada instalasi pemrosesan atau pengemasan pada hasil panen dari tempat perkebunan itu, sebelumnya produknya di pasarkan.

Ukuran luas perkebunan begitu relatif serta bergantung volume komoditas yang dihasilkan. Tetapi, satu perkebunan membutuhkan satu luas minimal untuk melindungi keuntungan lewat system produksi yang diterapkannya. Kepemilikan tempat bukanlah adalah prasyarat mutlak dalam perkebunan, hingga untuk sebagian komoditas berkembang system sewa-menyewa tempat atau system pembagian usaha, seperti Perkebunan Inti Rakyat (PIR).

Sejarah perkebunan di banyak negara sering berkaitan dengan peristiwa penjajahan/kolonialisme serta pembentukan satu negara. Di Indonesia sendiri, perkebunan mulai di kenal mulai sejak pemerintahan kolonial Belanda. Baru sesudah merdeka pemerintah Indonesia menggantikan perkebunan itu. Sebagian type tanaman perkebunan sebagai komoditas ekspor nonmigas Indonesia diantaranya : cengkih, kakao, karet, kopi, teh, serta kelapa sawit.

Baca Juga Perkebunan Kelapa Sawit dan Budidaya Jahe Dan Keuntungannya