Teknik Mudah Pembibitan Tanaman Kelapa Sawit Dengan Polybag

Bibit Sawit Indonesia

Produsen Plastik Polybag di Surabaya – Lim Corporation

Tanaman ini termasuk jenis komoditas kebun yang nilai ekonomisnya cukup tinggi di pasaran. Pembibitan kelapa sawit tak bisa dipisahkan karena secara signifikan bisa mempengaruhi kualitas dan kuantitas pada hasil produksi tanaman kelapa sawit tersebut. Kelapa sawit dengan nama latin Elaeis Guineensis Jacq ini tak hanya berorientasi di pasar lokal tetapi juga pasar global jadi para pengusaha kelapa sawit dituntut untuk bisa menghasilkan kualitas produk yang tinggi tanpa mengganggu kelestarian lingkungan.

Cara Pembibitan Kelapa Sawit dan Syarat Tumbuhnya

Sebelum pembibitan kelapa sawit, wajib mengetahui syarat tumbuh dan media tanam yang diperlukan tanaman kelapa sawit yaitu faktor yang paling penting. Sebab meskipun pembibitan dilaksanakan dengan cara yang benar, akan tetapi lahan yang dipakai tak sesuai dengan syarat tumbuhnya maka tanaman kelapa sawit tak bisa tumbuh secara optimal dan hasil buah tak akan berkualitas. Tanaman kelapa sawit memerlukan lama penyinaran sekitar 5-7 jam sehari.

Tanaman akan tumbuh dengan optimal pada daerah dengan curah hujan rata-rata sekitar 1.500-4.000mm per tahun dengan temperatur optimal sekitar 24-280 derajat celsius. Tempat yang ideal untuk kelapa sawit yaitu yang mempunyai ketinggian 1-500mdpl dan kecepatan angin rata-rata sekitar 5-6 km/jam.

Media tanam yang baik untuk kelapa sawit yaitu tanah yang mempunyai sistem drainase baik dan permukaan air tanah yang dalam. Kelapa sawit bisa tumbuh dengan sangat baik pada tanah yang mengandung lempung banyak, aerasi yang baik serta subur. Kedalaman solum untuk tanaman kelapa sawit juga cukup dalam yaitu 80cm.

Sebaiknya tanah yang dipakai tak berbatu dan mempunyai pH sekitar 4-6. Lahan yang bisa dijadikan untuk perkebunan kelapa sawit yaitu yang mempunyai tanah Aluvial, Ultisol, Latosol, dataran pantai, muara sungai serta tanah gambut.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Cara Pembibitan Kelapa Sawit yang Perlu Anda Ketahui Yaitu :

Umumnya perkebunan kelapa sawit menyiapkan proses pembibitannya sendiri. Hal ini dilaksanakan untuk menekan biaya produksi. Dalam proses pembibitan, ada beberapa cara pembibitan kelapa sawit yang harus dikerjakan. Berikut ini penjelasan proses pembibitan kelapa sawit.

Baca Juga :

1. Tahap Persiapan

Tahapan paling awal yang harus dikerjakan yaitu pemilihan lokasi pembibitan. Untuk pertama pilihlah lokasi yang datar atau mempunyai kemiringan maksimal 30. Dengan itu pembuatan bedengan prenursery berikutnya akan rata. Di bagian atas bedengan dianjurkan untuk mempunyai naungan berupa pohon atau atap buatan seperti pemberian jaring paranet. Dan jangan lupa buatlah pagar prenursery yang fungsinya untuk melindungi tanaman dari hama pengganggu yang bisa merusak bibit kelapa sawit. Sebaiknya untuk lokasi pembibitan tak terlalu jauh dari sumber air.

Pemilihan kecambah pada proses persiapan yaitu suatu hal yang cukup penting juga. Karena benih yang kualitasnya bagus akan menghasilkan buah yang berkualitas bagus juga tentunya. Pada pembibitan kelapa sawit pemakaian benih juga harus bisa mencukupi keperluan tanah dan lahan yang tersedia. Contohnya saja untuk 1 hektar lahan, maka kepadatan tanaman kelapa sawit yaitu sekitar 143 pohon, maka memerlukan kecambah sekitar 220 biji.

Untuk benih yang mati sekitar 25% sedangkan 10% benih yang lainnya dipakai untuk keperluan menyulam nantinya. Sebaiknya benih yang dipakai asalnya dari indukan yang bagus dan berkualitas baik. Sekarang ini ada banyak perusahaan yang menjual benih kelapa sawit sesuai dengan keperluan Anda.

2. Tahap Pengecambahan

Tahapan yang berikutnya yaitu proses pengecambahan. Pada tahap ini ada banyak sekali metode yang bisa dipakai yaitu seperti melepaskan tangkai kelapa sawit dari bagian spikeletnya. Waktu ideal yang tepat ketika proses pengeraman tandan buah kelapa sawit yaitu selama 3 hari. Dalam jangka waktu tersebut, tandan buah disiram sesekali supaya kelembabannya tetap terjaga. Berikutnya buah kelapa sawit kembali dipisahkan dari tandannya untuk kemudian diperam lagi dengan jangka waktu sekitar 3 hari.

Dalam tahap pengecambahan ini pemisahan biji kelapa sawit dari dagingnya supaya lebih efektif bisa dikerjakan dengan memakai mesin khusus. Sesudah itu biji yang sudah dipisahkan dicuci bersih kemudian direndam pada larutan Dithane M-45 dengan dosis 0,2% sekitar 3 menit. Cara pembibitan kelapa sawit berikutnya yaitu keringkan biji kelapa sawit dan laksanakan proses penyeleksian dalam memilih biji yang akan ditanam. Pilihlah biji yang mempunyai bentuk seragam.

Simpanlah biji yang sudah dipilih dalam ruangan tertutup dengan suhu 27 derajat celcius dan kelembaban antara 60%-70%. Proses ini dilaksanakan dengan memasukkan biji ke dalam kaleng khusus untuk pengecambahan. Kemudian letakkan pada ruangan dengan sekitar 39 derajat celcius, untuk proses ini umumnya berlangsung sekitar 60 hari. Angin-anginkan biji setiap 7 hari sekali selama 3 menit. Kemudian rendamlah benih di dalam air supaya biji terdapat kandungan air sekitar 20%-30% kemudian angin-anginkan kembali.

Cara pembibitan kelapa sawit berikutnya yaitu biji direndam kembali memakai larutan Dithane M-45 dengan dosis 0,2% sekitar 2 menit dan letakkan biji pada ruangan dengan suhu 27 derajat celcius. Biji mulai berkecambah sekitar 10 hari sesudah tanam dan bisa dipakai untuk menjadi benih kelapa sawit.

3. Pembibitan

Teknik pembibitan kelapa sawit pada dasarnya bisa dikerjakan dengan dua cara yaitu langsung dan dederan. Jika memakai teknik pendederan sebaiknya lahan untuk pembibitan dibersihkan dahulu kemudian aturlah perataannya supaya bisa dipasangkan sistem instalasi penyiraman pada tanaman. Jarak pembibitan benih tanaman kelapa sawit yang ideal yaitu 50cm x 50 cm sampai 100cm x 100cm. Jarak ini tergantung dengan kondisi lahan dan jenis benih. Keperluan benih untuk perkebunan kelapa sawit sekitar 12.500-25.000 benih setiap hektar. Benih kelapa sawit dimasukkan ke dalam polybag dengan ukuran 15cm x 23cm atau 12cm x 23cm.

Isikan polybag dengan tanah top soil sebanyak 1,5kg-2kg yang sudah diayak sebelum benih dimasukkan. Sesudah itu kecambah ditanam dalam polybag dengan kedalaman 2cm. Kemudian polybag disimpan di dalam bedengan dengan diameter sekitar 120cm. Hal ini dilaksanakan supaya tingkat kelembaban kecambah tetap terjaga. Apabila usianya sudah sekitar 3-4 bulan dan terdapat 4-5 helai daun, maka benih sudah bisa dipindahkan untuk proses pembibitan berikutnya.

Teknik berikutnya dalam pembibitan kelapa sawit yaitu benih tanaman dipindahkan ke dalam polybag dengan ukuran yang lebih besar sekitar 45cm x 60cm atau sekitar 40cm x 50cm yang didalamnya sudah terisi tanah top soil sekitar 15kg-30kg. Sebelum penanaman siram tanah terlebih dulu supaya polybag menjadi basah dan bibit kelapa sawit bisa beradaptasi dengan baik dengan lingkungan barunya. Sesudah itu susunlah polybag pada lahan tanam yang sudah disediakan dengan pola segitiga supaya bisa dipantau secara gampang.

4. Pemeliharaan

Tahap akhir dari pembibitan yaitu pemeliharaan bibit tanaman kelapa sawit. Pemeliharaan yang dimaksud yaitu seperti pembersihan lahan, penyiraman, pengendalian hama dan penyakit serta pemupukan.

Banner Plastik Polybag

* Info selengkapnya mengenai harga Polybag silakan klik DISINI

Jika Anda Membutuhkan Dan Memerlukan Polybag untuk budidaya tanaman atau untuk pembibitan atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP)

Customer Service:
Telp: 031- 8830487
Mobile: 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email: limcorporation2009@gmail.com
Whatsapp: Admin 1 / Admin 2 / Admin 3

CATATAN :
– Harga netto (belum ternasuk PPN)
– Harga tidak mengikat dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
– Harga franco Surabaya, belum termasuk biaya pengiriman (ekspedisi)

Advertisements