Masih Mengeluh Tak Punya Lahan Luas Untuk Budidaya, Sudah Gak Jaman! Iniloh Solusinya

Siapa bilang membudidayakan tanaman memerlukan lahan yang luas? Saat ini, tren urban farming yang menjadi gaya hidup orang perkotaan mulai meningkat. Menanam di lahan yang terbatas sangat mungkin untuk dilaksanakan, Anda hanya memerlukan wadah untuk menaruh media tambahan untuk menanam tanaman. Sekarang ini pot atau polibag menjadi wadah yang paling sering dipakai oleh masyarakat.

Budidaya Lahan Sempit

Sebetulnya, polibag dipakai hampir di seluruh kegiatan pertanian dalam fase penyemaian benih. Akan tetapi, pada skala pertanian yang dilaksanakan oleh orang perkotaan, polibag sangat bermanfaat sampai tanaman memasuki masa panen.

Unutk kelebihan lainnya dari membudidayakan tanaman di pot atau polibag yaitu sangat gampang untuk memperoleh air karena tanaman bisa dipindahtempatkan ke dekat sumber air. Bukan hanya itu, bertanam menggunakan kedua media ini akan sangat hemat lahan dan air. Air yang dibutuhkan setiap satu tanaman akan lebih gampang terkontrol.

Menanam dengan kedua wadah ini di tengah perkotaan sama saja dengan mendukung pertanian secara organik. Dalam perawatan tentunya penanaman dengan kedua wadah ini memang sangat gampang untuk dilaksanakan, begitu juga ketika proses penanaman.

Baca Juga:
Ingin Perpanjang Produktivitas Tanaman Cabai, Coba Terapkan Cara Jitu Ini!
Wajib Anda Ketahui, Fakta Menarik Dibalik Metode Aeroponik
Tidur Lebih Nyenyak & Rileks dengan Tanaman Hias Ini di Kamar

Untuk memenuhi nutrisi tanah yang berada di dalam pot atau polibag, Anda bisa memanfaatkan sampah rumah tangga yang berasal dari dapur. Nilai tambahan dari pertanian di tengah perkotaan akan membuat Anda melaksanakan penyortiran sampah organik dan anorganik. Sampah organik bisa Anda olah menjadi pupuk.

Bahan organik tersebut mampu meningkatkan produksi wortel sebanyak 15%—30%, brokoli sebanyak 65%—90%, dan jagung sebanyak 10%. Bahan organik tersebut mempunyai sifat yang bisa mempertahankan kadar air di tanah sehingga akan menghasilkan mikroba alami ataupun menjadi tambahan metabolisme. Dengan begitu, mengakibatkan mineralisasi berlangsung dengan cepat.

Untuk pohon jagung dan padi yang terkenal dengan tanaman pertanian skala besar, tapi nyatanya bisa ditanam di dalam pot. Hasil dari penanaman ini bisa Anda manfaatkan untuk konsumsi pribadi.

Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Bertanam jagung di polibag memerlukan polibag berukuran 25 cm dan media tanam berupa campuran 0,5 kg kotoran ayam fermentasi dan tanah dengan perbandingan 1:1. Cara menanamnya juga seperti menanam tanaman pada umumnya. Satu polibag bisa diisi dengan 1 sampai 2 benih jagung. Pemeliharaan yang dilaksanakan juga sama seperti menanam jagung di lahan pertanian.

Untuk bertanam padi, bahan yang diperlukan sama seperti untuk menanam jagung di polibag. Hanya saja untuk menanam padi perlu mempersiapkan media lumpur dan penyemaian benih terlebih dulu.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Masih Mengeluh Tak Punya Lahan Luas Untuk Budidaya, Sudah Gak Jaman! Iniloh Solusinya” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Ingin Perpanjang Produktivitas Tanaman Cabai, Coba Terapkan Cara Jitu Ini!

Perpanjangan Tanaman Cabai

Pada dasarnya cara perpanjang tanaman cabai tak begitu sulit untuk dilaksanakan. Akan tetapi, Anda harus memerhatikan beberapa hal yang bisa menunjang keberhasilan seperti keadaan tanah yang ditanami harus betul-betul terjamin kesuburannya. Tak hanya itu, ada beberapa faktor lain yang taak kalah pentingnya untuk Anda perhatikan supaya berhasil ketika perpanjang tanaman cabai.

Pengolahan Tanah

Bukan hanya tingkat kesuburan yang bisa memengaruhi proses perpanjangan tanaman cabai pengolahan tanah tentu harus diperhatikan dengan benar. Tanah yang dipakai harus diolah sampai betul-betul halus dan remah.

Apabila tanah subur namun cara pengolahannya salah, akan menjadi penyebab kegagalan dalam budidaya. Pengolahan tanah harus dilaksanakan dengan tepat dan merata ke seluruh ladang yang dipakai. Tanaman cabai hanya bisa berkembang bila kondisi tanah cukup gembur, remah, dan mempunyai kandungan bahan organik yang cukup untuk pertumbuhan tanaman cabai.

Berdasarkan pengalaman Ian Wahyu, seorang petani asal Wajak, Malang, kunci keberhasilan dari memperpanjang umur produktif tanaman sampai mencapai umur dua puluh bulan bisa ditentukan oleh beberapa hal. Salah satunya yaitu tanah yang dipakai harus subur dan dekat dengan sumber air.

Baca Juga:
Wajib Anda Ketahui, Fakta Menarik Dibalik Metode Aeroponik
Tidur Lebih Nyenyak & Rileks dengan Tanaman Hias Ini di Kamar
Mengulas Rahasia Ciptakan Cengkeh yang Optimal, Gimana Caranya?

Pemberian Pupuk dan Obat

Apabila Anda berpikir dengan memberikan obat dan pupuk melebihi dosis yang diharuskan bisa memperlancar proses perpanjangan umur tanaman. Mungkin pendapat Anda sedikit benar, akan tetapi pemberian pupuk dan obat bukanlah satu-satunya penentu keberhasilan budidaya. Hal yang harus Anda pastikan yaitu pemakaian pupuk dan obat sesuai dengan jenis tanah yang dipakai untuk budidaya cabai.

Pemakaian pupuk kimia yang berlebihan untuk proses memperpanjang umur tanaman cabai akan berdampak buruk untuk penanaman berikutnya. Bukan hanya itu, pemberian pupuk yang berlebihan akan mengakibatkan pengeluaran menjadi bengkak dan mubazir.

Dalam pemberian pengobatan juga harus dilaksanakan dengan dosis yang tepat. Pengobatan harus diberikan secara rutin dan berseling. Hal ini dilaksanakan bertujuan untuk mencegah pertumbuhan hama dan penyakit yang bisa menyerang tanaman cabai karena tanaman ini merupakan tanaman yang sangat sensitif terhadap hama dan penyakit.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Pemberian obat jangan menunggu tanaman sakit terlebih dulu dan harus diberikan sejak dini untuk mencegah. Sebab, mengobati tanaman yang sudah sakit akan lebih susah untuk dilaksanakan.

Manajemen pengelolaan

Supaya proses memperpanjang umur produktivitas cabai berhasil, Anda harus memilih bibit yang benar-benar hibrida dan unggul.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Ingin Perpanjang Produktivitas Tanaman Cabai, Coba Terapkan Cara Jitu Ini!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Wajib Anda Ketahui, Fakta Menarik Dibalik Metode Aeroponik

Metode Aeroponik

Mungkinkah Anda tertarik dengan metode budidaya di udara atau yang juga dikenal dengan aeroponik! Teknik ini sudah cukup lama dikenal di kalangan pembudidaya sayuran modern. Nah, berikut ini beberapa fakta menarik mengenai aeroponik ini.

Nutrisi Disemprotkan

Metode aeroponik tak dilaksanakan pada lahan atau media tanam khusus. Tanaman yang dibudidayakan dibiarkan menggantung di udara. Sebab itulah, tanaman-tanaman ini sangat memerlukan nutrisi khusus yang menunjang pertumbuhannya.

Nutrisi ini diperoleh dari penyemprotan pada bagian akar tanaman. Akar tanaman ini disemprot nutrisi yang berbentuk kabut jadi bisa diserap dengan lebih efektif. Cara ini hampir sama dengan teknik hidroponik. Hanya saja, hidroponik memungkinkan akar tanaman terendam terus-menerus oleh nutrisi yang sama.

Sprinkle si Pemberi Nutrisi

Supaya tetap tumbuh dengan baik, penyemprotan nutrisi ini harus terus dilaksanakan. Tujuannya yaitu menurunkan suhu tanaman supaya tanaman tak layu. Alat yang dipakai untuk mengatur waktu penyemprotan ini diberi nama sprinkle. Supaya tak layu, tanaman tak boleh berhenti disemprot lebih dari 15 menit.

Baca Juga:
Tidur Lebih Nyenyak & Rileks dengan Tanaman Hias Ini di Kamar
Mengulas Rahasia Ciptakan Cengkeh yang Optimal, Gimana Caranya?
Mau Benih Padi Tahan Penyakit, Terapkan Cara Ini Segera!

Tanaman dan Penyemaian

Tanaman yang banyak dipakai dalam budidaya teknik ini merupakan jenis sayuran daun dan sayuran umbi. Contoh sayuran daun aeroponik merupakan bayam, kangkung, sawi, dan selada. Sayuran umbi antara lain seperti kentang dan ketela pohon.

Benih yang dipakai tak langsung ditanam dengan metode ini. Penyemaian dilaksanakan di atas rockwool terlebih dulu dalam tray pembibitan. Apabila bibit sudah tumbuh menjadi benih, tanaman siap digantung dan dibudidayakan dengan teknik aeroponik.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Keuntungan Melimpah

Hasil panen dari tanaman aeroponik lebih unggul bila dibandingkan dengan tanaman yang ditanam dengan teknik lain seperti hidroponik atau konvensional. Dilihat dari segi kuantitas, berat selada yang ditanam dengan teknik ini bisa mencapai 20 ton per hektare. Jumlah ini merupakan 2 kali lipat hasil pertanian konvensional yang hanya 10 ton per hektare.

Disamping itu, dari segi kualitas hasil tanaman aeroponik juga lebih unggul. Kadar oksigen yang tinggi membuat akar tanaman lebih optimal dalam menghasilkan energi. Bukan hanya itu, tanaman aeroponik juga lebih higienis, segar, renyah, beraroma lebih harum, dan rasanya lebih lezat.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Wajib Anda Ketahui, Fakta Menarik Dibalik Metode Aeroponik” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Tidur Lebih Nyenyak & Rileks dengan Tanaman Hias Ini di Kamar

Tanaman Untuk Kamar Tidur

Sebagian besar orang mengatakan, kamar merupakan ruangan paling tenang yang ada di rumah. Kita menggunakan kamar sebagai tempat beristirahat yang paling nyaman. Sebab itulah, tak ada salahnya meletakkan beberapa jenis tanaman hias di kamar untuk membantu Anda tidur lebih nyenyak. Mau tau apa saja jenis tanaman hias yang cocok, simak ulasan singkat berikut ini.

Lidah Buaya

Lidah Buaya

Untuk tanaman hias yang pertama yakni lidah buaya, tanaman ini dikenal dengan segudang manfaatnya, keberadaan tanaman lidah buaya di dalam kamar bisa menimbulkan efek relaks tersendiri. Karena, tanaman ini akan menghasilkan oksigen meskipun di malam hari. Lidah buaya juga merupakan salah satu tanaman hias yang paling gampang proses perawatannya.

Melati

Melati

Tanaman hias yang kedua yaitu melati, Anda tidak perlu memeliharanya langsung di dalam kamar, Anda cukup menanamnya dekat dengan kamar tidur Anda. Di malam hari, aroma harum dari bunga melati akan lebih tercium dibanding siang hari. Aroma harum ini mampu memberikan efek rileks bagi pikiran Anda.

Baca Juga:
Mengulas Rahasia Ciptakan Cengkeh yang Optimal, Gimana Caranya?
Mau Benih Padi Tahan Penyakit, Terapkan Cara Ini Segera!
Mengulik Jenis Budidaya Ramah Lingkungan yang Sedang Tren, Apa Itu?

Lavender

Lavender

Sama halnya seperti melati, aroma harum dari bunga lavender ini juga mampu membuat Anda lebih tenang dalam beristirahat. Bunga lavender ini juga tak perlu Anda tanam di dalam ruangan, cukup dengan meletakkan bunganya saja. Bukan hanya memberikan efek relaks, bunga lavender yang beraroma wangi ini juga bisa mengusir nyamuk.

Peace Lily

Peace Lily

Tak hanya indah, tanaman peace lily juga bisa membantumu beristirahat dengan lebih nyaman. Tanaman ini dikenal mampu membantu menyaring polusi di dalam ruangan. Beberapa zat berbahaya yang mampu dikurangi keberadaan oleh tanaman peace lily ini yaitu formalin, benzena, amonia, xilena, dan trikloroetilena.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Lidah Mertua

Lidah Mertua

Bukan hanya lidah buaya, tanaman lidah mertua ini juga baik diletakkan di dalam kamar. Sudah banyak penelitian yang membuktikan bahwa tanaman bernama latin Sanseviera ini mampu mengurangi polusi di dalam ruangan, termasuk di dalam kamar.

Beberapa dari jenis zat beracun yang keberadaannya mampu dikurangi dengan menanam lidah mertua yaitu benzena dan formalin. Lidah mertua juga menghasilkan oksigen di malam hari. Oleh sebab itu, tanaman ini cocok dimiliki oleh orang dengan penyakit asma dan masalah pernapasan lain.

Dan terakhir yang penting untuk diingat bahwa sebagian besar tanaman melaksanakan respirasi atau pernapasan di malam hari. Tanaman-tanaman jenis ini memerlukan oksigen untuk melakukannya. untuk itu, Anda dan tanaman ini justru bisa saling berebut oksigen yang dapat berakhir fatal. Sangat penting bagi Anda untuk memilih jenis tanaman di kamar yang tepat.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Tidur Lebih Nyenyak & Rileks dengan Tanaman Hias Ini di Kamar” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Mengulas Rahasia Ciptakan Cengkeh yang Optimal, Gimana Caranya?

Tanaman Cengkeh

Budidaya cengkih masih menjadi sektor yang menarik untuk ditekuni. Harga cengkih dunia yang masih tinggi membuat banyak wilayah di Indonesia, khususnya wilayah Indonesia Timur, masih banyak membudidayakan rempah ini. Berikut ini rahasia budidaya cengkih yang sebaiknya diketahui sebelum terjun ke dunia cengkih.

Budidaya cengkih yang baik harus memerhatikan dari hulu ke hilir. Tidak hanya perawatan di lapangan, proses pemetikan hingga penanganan pascapanennya juga sangat berpengaruh pada kualitas cengkih. Cengkih yang baik dihasilkan dari bunga cengkih yang dipanen ketika kadar airnya berkisar antara 60%—70%.

Waktu pemanenannya juga tidak bisa sembarangan, yakni sekitar 6 bulan setelah bakal bunga terlihat. Bunga yang dipanen sebaiknya terlihat akan mekar, tetapi belum benar-benar mekar. Waktu panen ini sangat berpengaruh pada rendemen dan minyak atsiri yang dihasilkan dari cengkih.

Waktu ini juga ditandai dengan satu atau dua bunga cengkih yang sudah mekar. Bunga cengkih yang mekar ini warnanya akan berubah menjadi kuning kemerah-merahan. Sementara itu, kepala bunga masih tertutup, berisi, dan mengilat.

BACA JUGA:
Mau Benih Padi Tahan Penyakit, Terapkan Cara Ini Segera!
Mengulik Jenis Budidaya Ramah Lingkungan yang Sedang Tren, Apa Itu?
Membuat Kebun Minimalis di Lahan Sempit, Ini Tips & Triknya!

Praktik budidaya cengkih membutuhkan banyak tenaga kerja. Mereka bertugas untuk memungut bunga cengkih secara manual menggunakan tangan. Cengkih kemudian dimasukkan ke kain atau keranjang sebagai wadah yang sudah disiapkan terlebih dahulu.

Pekerja pemetik cengkih biasanya memiliki postur tubuh yang tinggi untuk menggapai bunga cengkih yang terletak di bagian yang tinggi. Jika masih sulit untuk diraih, pemetikan dilakukan dengan menggunakan bantuan tangga segitiga. Selain itu, pemetikan juga bisa dilakukan dengan galah dari bambu. Kunci pemetikan yang baik adalah jangan sampai merusak daun ketika sedang proses pemetikan ini.

Penanganan pascapanen yang pertama kali dilakukan adalah pemisahan cengkih dari tangkainya. Setelah dipisahkan, cengkih kemudian dijemur hingga kadar airnya turun menjadi 12%—14%.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Tanda cengkih yang sudah mencapai kadar air ini adalah bunga cengkih yang mudah patah. Selain itu, cengkih yang sudah siap biasanya berwarna gelap kecokelatan. Waktu pengeringan ini biasanya berlangsung selama 3—4 hari.

Cengkih berkualitas ini pun dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama. Tidak hanya bunga, tetapi bagian lain dari tanaman cengkih juga dapat diperdagangkan yakni daun kering, tangkai kering, ranting, dan batang pohon cengkih.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Mengulas Rahasia Ciptakan Cengkih yang Optimal, Gimana Caranya? dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Mau Benih Padi Tahan Penyakit, Terapkan Cara Ini Segera!

Tanaman Padi Tahan Penyakit

Benih padi menjadi salah satu media persebaran penyakit yang menyerang tanaman padi. Oleh sebab itu, pencegahan penyakit sejak padi masih dalam bentuk benih sangat penting untuk dilaksanakan.

Salah satu cara untuk menyeleksi benih padi supaya tak tercampur dengan benih padi berpenyakit yaitu melaksanakan seleksi dengan larutan air garam. Cara ini adalah salah satu langkah yang sudah sangat sering dilaksanakan oleh para petani.

Larutan air garam dibuat dengan melarutkan 5—6 sendok garam dengan air sebanyak 1 liter. Larutan ini nantinya akan dipakai untuk menekan pertumbuhan organisme penyerang tanaman yang sudah melekat pada benih sebelum benih ini ditanam.

Dosis air garam ini bisa diperiksa dengan memakai telur ayam sebagai indikatornya. Masukkan telur ayam yang masih mentah dan segar ke air garam tersebut. Apabila telur ayam sedikit terangkat, dosis yang dipakai sudah cukup. Jika telur ayam masih tenggelam sepenuhnya, laksanakan penambahan garam sampai telur sedikit terangkat dari dasar air.

Masukkan benih yang akan diuji ke larutan air garam. Apabila ada benih yang terapung, sebaiknya segera dibuang. Langkah berikutnya, buang air garam tersebut. Bilas benih padi dengan air mengalir samapi air garam tak tersisa pada benih tersebut.

BACA JUGA:
Mengulik Jenis Budidaya Ramah Lingkungan yang Sedang Tren, Apa Itu?
Membuat Kebun Minimalis di Lahan Sempit, Ini Tips & Triknya!
Iniloh 8 Cara Pemindahan Bibit Tanaman Agar Tak Stres, Mau Tau?

Benih padi ini kemudian diperam sampai berkecambah selama kurang lebih 1—2 hari. Jika sudah, perendaman kembali dilaksanakan dengan larutan Paenibacillus polyxima. Pakailah dosis secukupnya, yakni hanya 5 mililiter per liter. Perendaman ini dilaksanakan cukup dalam waktu yang sangat singkat, yakni 15 menit sebelum benih ditebar.

Larutan Paenibacillus polyxima ini bisa menghambat pertumbuhan penyakit yang biasa menyerang padi. Tanpa pemakaian Paenibacillus polyxima, masih ditemukan penyakit bercak sempit dan busuk pelepah dengan intensitas yang cukup tinggi.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Untuk sementara itu, pemakaian rendaman dengan Paenibacillus polyxima akan tampak tanaman yang tumbuh lebih tinggi, bulir yang lebih besar dan tampak sehat, serta intensitas penyakit dominan ditemukan lebih sedikit.

Bukan hanya itu, pertumbuhan tanaman padi juga akan meningkat sampai perkecambahan total mencapai 82,7%. Perbedaan ini cukup signifikan karena perkecambahan tanpa pemberian Paenibacillus polyxima hanya menghasilkan perkecambahan sebanyak 56%.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Mau Benih Padi Tahan Penyakit, Terapkan Cara Ini Segera! dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Mengulik Jenis Budidaya Ramah Lingkungan yang Sedang Tren, Apa Itu?

Budidaya Ramah Lingkungan

Saat ini budidaya ramah lingkungan semakin diminati dengan seiring banyaknya kampanye untuk mencintai lingkungan lebih lanjut. Diantara salah satu jenis budidaya yang banyak dilaksanakan yaitu budidaya hortikultura ramah lingkungan. Sudahkah Anda mencobanya di rumah?

Untuk gaya hidup ramah lingkungan mulai merambah pada pertanian. Di mulai dari bahan makanan organik, makanan yang tak merusak lingkungan, dan sebagainya. Sekarang, mulai banyak tersedia berbagai produk hortikultura yang sangat berkualitas, terjamin kesegarannya, serta bebas dari residu bahan kimia dalam mendukung langkah ini.

Pada level hulu, budidaya yang dilaksanakan secara organik sudah banyak diterapkan. Budidaya ini dilaksanakan supaya lebih ramah lingkungan. Bukan hanya itu, hal ini merupakan tuntutan dari konsumen yang tak hanya menginginkan pangan dalam jumlah yang mencukupi, namun juga aman ketika dikonsumsi.

Uji standar yang diterapkan dalam budidaya pertanian sekarang juga tak lagi memakai standar nasional. Supaya pertanian Indonesia bisa lebih maju, standar ini harus ditingkatkan menjadi standar yang berlaku di skala internasional.

BACA JUGA:
Membuat Kebun Minimalis di Lahan Sempit, Ini Tips & Triknya!
Iniloh 8 Cara Pemindahan Bibit Tanaman Agar Tak Stres, Mau Tau?
Ingin Panen Buah Sendiri, Coba Tanam 7 Tanaman Ini Deh!

Hal ini disampaikan oleh Sri Wijayanti selaku Direktur Perlindungan Hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, “Sistem budidaya pertanian mau tidak mau harus menerapkan standar mutu dan keamanan pangan, bukan hanya level nasional namun berstandar global. Ini menjadi bagian penting dalam rangka mewujudkan target Indonesia lumbung pangan dunia 2045.”

Sri juga menambahkan bahwa sekarang sudah terjadi perkembangan dinamika dengan adanya tren budidaya ramah lingkungan ini. Dalam jangka pendek dan jangka menengah, hal ini sudah dirumuskan dalam skenario Grand Design Ditjen Hortikultura 2020—2024. Dengan ini, petani muda-lah yang diharapkan mampu menjadi ujung tombak dalam grand design ini.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Proses penerapan sistem budidaya ramah lingkungan oleh petani muda ini didukung oleh berbagai proram untuk mendorong hal ini. Contohnya, seperti yang sudah diterapkan di salah satu sentra produksi buah dan sayuran di Indonesia.

Desa Tlogo, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah adalah salah satu daerah yang sudah difasilitasi untuk melaksanakan budidaya ramah lingkungan. Di Desa Tlogo, petani muda dibina mengenai tanaman pembatas untuk mengusir hama. Contohnya seperti pemakaian tanaman refugia dan bunga matahari yang sudah banyak diterapkan para petani.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Mengulik Jenis Budidaya Ramah Lingkungan yang Sedang Tren, Apa Itu? dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Membuat Kebun Minimalis di Lahan Sempit, Ini Tips & Triknya!

Kebun Minimalis

Ingin tau cara membuat kebun minimalis di rumah yang bisa diisi sayur dan buah-buahan? Hobi berkebun di rumah itu hanya bisa dikerjakan mereka yang punya halaman luas saja. Itu hanya mitos saja kok! Berkebun ini merupakan kegiatan bagi siapa saja, termasuk mereka yang punya rumah dengan lahan mungil sekalipun.

Jangan pernah berpikir bahwa luas lahan rumah merupakan hambatan untuk menyalurkan hobi berkebunmu di rumah. Saat ini makin banyak orang yang aktif menyalurkan kegemerannya tersebut dengan membuat kebun minimalis berukuran 1 m². Selain mereka yang sudah profesional, desain kebun seperti ini juga sudah dimanfaatkan para pemula yang suka berkebun. Tertarik untuk membuatnya di rumah? Coba perhatikan tips & trik berikut ini.

Kebun Minimalis, Seperti Apa Sih Desain dan Sistemnya?

Mungkin sebagian besar orang masih bingung mengenai kebun super mini ini. Kebun minimalis ini di beberapa negara lain dikenal dengan sebutan square foot garden yang merupakan sebuah metode simpel untuk membuat kebun yang kecil, tertata, dan juga tinggi produktivitas. Hasil dari kebun itu sendiri bukan untuk dijual, tetapi untuk memenuhi keperluan dapur sehari-hari.

Untuk konsep dasarnya yaitu membuat sebuah bidang untuk berkebun dengan ukuran 4’ by 4’ atau 4’ by 8. Pola bidang kebun itu sendiri dibagi menjadi beberapa lahan dengan ukuran masin-masing 1-foot square. Setiap bagian atau lebih bisa ditanami satu bibit sayuran khusus. Biasanya bidang kebun ini dibuat meninggi dengan boks kayu, jadi tak serta merta bergabung dengan tanah halaman.

Sesudah square foot garden, muncul juga square meter garden atau kebun ukuran 1 m². Konsepnya juga hampir sama, tetapi ukurannya saja yang berbeda. Seperti yang kita ketahui, satuan untuk mengukur panjang yang sering digunakan di Indonesia yaitu meter. Karena itulah desain kebun mini yang pas untuk dibuat yaitu square meter garden. Untuk bidang kebunnya sendiri bisa dibeli sesuai dengan ukuran tersebut.

Beberapa Kelebihan dan Keuntungan Miliki Kebun Minimalis di Rumah

Sebelum melangkah ke tahap selanjutnya, pastinya Anda perlu tahu dulu mengenai keuntungan serta kekurangan dari desain kebun satu ini. Jika sudah paham, pastinya Anda juga bisa tahu hal apa saja yang harus dipertimbangkan dan disesuaikan dari rumah. Untuk selengkapnya, simak poin-poinnya di bawah ini.

Kelebihan Punya Kebun Mungil
1. Gampang diurus sebab ukurannya kecil.
2. Lebih cepat dan memberikan banyak hasil.
3. Gampang dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
4. Jika tanah yang dipakai adalah tipe mix soil, maka potensinya terkena hama di musim panen pertama sangat minim.

Kekurangan Punya Kebun Mungil
1. Pilihan sayuran yang bisa ditanam terbatas. Tak bisa menanam sayur berukuran besar dan memakan lahan seperti asparagus, jagung, atau labu.
2. Terkadang bisa memakan biaya lebih besar sebab tak memanfaatkan bahan yang sudah ada.
3. Tanah untuk menanam tak dalam sebab dibuat di dalam wadah buatan.
4. Harus sering disiram sebab tanah lebih gampang kering.

BACA JUGA:
Iniloh 8 Cara Pemindahan Bibit Tanaman Agar Tak Stres, Mau Tau?
Ingin Panen Buah Sendiri, Coba Tanam 7 Tanaman Ini Deh!
Cara Ampuh Usir Nyamuk di Musim Hujan dengan Bahan Alami, Tertarik Coba?

Tahapan & Cara Membuat Kebun Minimalis di Rumah

Sesudah membeli dan membuat bidang kebunmu, saatnya melaksanakan langkah-langkah di bawah ini:

1. Memilih Bibit Sayuran yang Sesuai

Bukan hanya bibit sayuran dengan hasil yang besar, cukup banyak pilihan lain yang bisa ditanam. Beberapa bibit yang bisa ditanam antara lain:
* Kol
* Tomat
* Timun
* Lettuce
* Lobak
* Serta rempah-rempah masak.
Ingat pilihlah tanaman yang benar-benar cocok dengan suhu lingkungan rumah. Tak hanya itu, jika Anda kurang telaten merawat tanaman. Lebih baik tanamlah bibit yang perawatannya tak terlalu rumit.

2. Mengatur dan Menanam Bibit

Sebab lahan menanam yang Anda punya cukup sempit, buatlah segmen-segmen untuk membagi tempat menanam bibit. Terkhusus segmen yang berdekatan untuk menanam bibit yang sama. Jika tak dipisah, Anda akan kesulitan dalam hal perawatan dan juga pemanenan.

Pastikan jarak setiap segmen tak begitu dekat supaya setiap bibit bisa tumbuh dengan baik dan memperoleh nutrisi serta sinar matahari yang cukup. Sesudah membagi beberapa segmen bidang pada kebun minimalis tersebut, laksanakan proses grouping. Maksud grouping disini adalah membedakan tanaman sesuai dengan cara mereka tumbuh.

3. Perawatan Kebun Minimalis

Apabila sudah menentukan segmen dan melaksanakan grouping, Anda bisa menanam bibit yang sudah dipilih. Pada sisi lain, ingat juga bahwa setiap tanaman tersebut perlu perawatan supaya bisa tumbuh dengan baik. Hal yang harus Anda kerjakan yaitu seperti pemberian pupuk dan juga penyiraman. Tanaman yang Anda tanam mempunyai jenis yang berbeda-beda, tetapi mereka semua adalah sayuran.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Untuk pemberian pupuk coba guanakan yang umum dipakai untuk jenis tanaman sayuran. Sementara itu untuk pengairannya, pakailah alat simpel seperti botol semprotan atau botol yang ujungnya Anda lubangi. Kebun minimalis yang ukurannya kecil tentu tak butuh pengairan yang begitu banyak seperti dengan selang atau gayung.

Proses perawatan dalam bertanam di kebun minimalis dengan ukurannya yang mungil memerlukan kreativitas yang tinggi. Jika Anda tak mempunyai bidang tanam dengan ukuran satu meter persegi, berimprovisasilah. Anda bisa memakai botol-botol bekas dan menaruhnya di halaman berukuran kecil sekalipun. Botol plastik ini mampu membuat bibit Anda tumbuh dengan baik dan sehat juga.

Selain kreativitas, diperlukan juga ketelatenan untuk merawat tanaman pada kebun minimalis. Meskipun begitu, semuanya tak akan membuatmu gigit jari kok, karena hasil yang bisa dituai cukup menjanjikan. Dan tumbuhan tersebut juga tentu bebas pestisida dan aman dikonsumsi. Hemat lahan, sehat, hemat uang.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Membuat Kebun Minimalis di Lahan Sempit, Ini Tips & Triknya! dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Iniloh 8 Cara Pemindahan Bibit Tanaman Agar Tak Stres, Mau Tau?

Cara Memindah Bibit Ke Polybag

Dalam perawatan tanaman muda memang membutuhkan ketelatenan yang lebih, contohnya seperti bibit cabai, bibit terong, bibit tomat, bibit semangka, bibit melon ataupun bibit tanaman buah tahunan sekalipun pasti mengalami stres sesudah dipindah tanam ke lahan, hal ini bisa diakibatkan karena bermacam-macam hal, contohnya media semai yang pecah ketika proses penanaman dilaksanakan, bibit tanaman yang tak sehat ataupun faktor cuaca.

Tanaman yang paling sering mengalami stres bibit yaitu tanaman sayuran buah semusim, apalagi bila proses pindah tanam dilaksanakan ketika tanaman belum cukup umur atau terlalu tua.

Pada bibit tanaman yang masih terlalu muda atau terlalu tua lebih besar kemungkinan mengalami stres sesudah pindah tanam, walaupun hal ini tak mengakibatkan kerugian total, namun bibit yang mengalami stres, pertumbuhan dan perkembangannya akan sedikit terhambat.

Umumnya bibit tanaman akan mengalami stres sesaat sesudah dipindah tanam ke lahan, yang diakibatkan oleh beberapa hal diantaranya adalah kondisi bibit, usia bibit, rentang waktu pemberian pupuk dasar dan juga penanaman, temperatur atau suhu, kondisi lahan, waktu tanam, pasokan air, pemupukan dan juga over dosis dari pestisida. Berikut ini penjelasan selengkapnya.

1. Memperhatikan Waktu Penanaman
Hindarilah menanam bibit pada pagi dan siang hari, terutama bila penanaman dilaksanakan pada musim kemarau. Untuk menghindari stres penanaman lebih baik dilaksanakan pada sore hari, segera kerjakan penyiraman sesudah penanaman bibit selesai. Penanaman pada sore hari akan memberikan kesempatan tanaman untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya, yaitu dalam waktu satu malam cukup bagi tanaman untuk menyesuaikan diri.

2. Umur Bibit Tanaman
Di dalam umur tanaman ada 2 hal yang harus diperhatikan yaitu :

Pertama, jangan kerjakan pemindahan bibit semaian yang masih terlalu muda, sebab dahan masih rapuh dan akar juga masih sedikit dan mudah terputus bila tak hati-hati dalam melakukannya.

Kedua, pemindahan tanaman jangan menunggu sampai bibit tanaman terlalu tua, sebab sesudah dipindah tanam bibit tanaman yang terlalu tua akan kerdil dan tak optimal dalam pertumbuhannya. Untuk itu pemindahan tanaman sebaiknya dilaksanakan ketika pangkal tanaman sudah tampak kokoh dan minimal sudah mempunyai 3 helai daun.

BACA JUGA:
Ingin Panen Buah Sendiri, Coba Tanam 7 Tanaman Ini Deh!
Cara Ampuh Usir Nyamuk di Musim Hujan dengan Bahan Alami, Tertarik Coba?
Yuk Kepoin Cara Pengawetan Cabai Agar Tak Mudah Busuk

3. Perhatikan Kondisi Bibit Tanaman
Bibit tanaman yang kurang sehat akan gampang stres dan cenderung mengalami stres yang lebih lama sesudah pindah tanam, bahkan bisa saja mati. Oleh sebab itu pilihlah bibit yang sehat, mempunyai vigor yang kuat, mempunyai akar yang baik, tak lemas sebab kekurangan sinar matahari ketika di persemaian. Dengan demikian, hendaknya biarkan bibit di persemaian untuk terpapar sinar matahari secara penuh setidaknya 15 hari sebelum bibit dipindah tanam ke lahan. Ini dikerjakan supaya bibit tanaman mempunyai batang yang kuat dan cepat beradaptasi ketika dipindah tanam ke lahan.

4. Lahan yang Tidak Bersahabat
Lahan yang terlalu kering adalah suatu kondisi lahan yang tak bersahabat bagi tanaman baru, maka dari itu siram lahan sampai benar-benar basah sebelum mengerjakan pindah tanam bibit. Apabila pindah tanam dilaksanakan pada musim kemarau dengan kondisi tanah yang benar-benar kering, penyiraman hendaknya dikerjakan 2 kali sebelum bibit ditanam.

5. Cara Pengambilan Bibit Tanaman dari Persemaian
Cara ini juga sangat mempengaruhi pertumbuhan dan kematian tanaman. Ketika pengambilan bibit tanaman dari media semai lebih baik bibit dicongkel bersama dengan sedikit media tanamnya kemudian kepalkan dan padatkan. Jangan sekali-kali menarik pangkal batangnya karena akarnya bisa putus.

6. Penyiraman Rutin
Laksanakan penyiraman rutin setiap pagi dan sore sampai bibit tanaman benar-benar kuat, umumnya dalam waktu 4-5 hari sejak pindah tanam, bibit sudah beradaptasi dengan baik. Ciri-ciri tanaman yang sudah beradaptasi dengan baik ditandai dengan munculnya tunas-tunas baru hal ini juga menandakan bahwa akar baru sudah tumbuh dan mampu menyerap air serta nutrisi yang ada di dalam tanah.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

7. Pemberian Pupuk yang Tepat
Pemberian pupuk dan pupuk susulan yang tak tepat bisa menyebabkan tanaman stres, layu, menguning bahkan mati keracunan. Pemberian pupuk susulan sebaiknya dikerjakan setelah tanaman benar-benar beradaptasi dengan lingkungan lahan yang baru.

8. Membaca Petunjuk Penggunaan Pestisida
Dalam pemakaian pestisida, biasakan selalu membaca petunjuk penggunaannya yang umumnya tertera pada label kemasan. Pakailah dosis sesuai anjuran, sebab penyemprotan pestisida dengan dosis berlebihan bisa berakibat fatal bagi tanaman, terlebih pada tanaman usia muda. Over dosis pestisida pada tanaman bisa mengakibatkan stres dan juga keracunan.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Iniloh 8 Cara Pemindahan Bibit Tanaman Agar Tak Stres, Mau Tau? dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Ingin Panen Buah Sendiri, Coba Tanam 7 Tanaman Ini Deh!

Pingin panen buah-buahan namun terkendala lahan yang terbatas? Tak punya keahlian berkebun atau mengelola taman? Jangan langsung patah semangat, sebab tanaman buah dalam pot bisa jadi solusi yang Anda cari.

Tak memerlukan area yang luas dan bahkan bisa dilaksanakan dalam ruangan, kuncinya yaitu mengerti apa saja jenis tanaman buah dalam pot yang bisa tumbuh besar tanpa harus ditanam di tanah. Langsung saja intip daftar tanaman buah dalam pot untuk eksperimen terbaikmu.

1. Tomat

Tomat Pot

Banyak yang menyangka tomat sebagai kategori sayuran atau palawija, akan tetapi tomat sesungguhnya merupakan tanaman buah dalam pot yang sangat besar persentase kesuksesannya. Cara menanam tanaman buah dalam pot ini juga gampang, hanya diperlukan waktu 3 bulan dengan menyebarkan benih tomat pilihan di media tanam berupa pot ataupun polybag.

Jangan lupa berikan juga penyangga supaya tanaman buah dalam pot ini tumbuh subur dan tetap tegak, sambil juga disiram dan dipangkas tunas barunya.

2. Stroberi

Stroberri Pot

Tanaman yang banyak disukai anak-anak dan orang dewasa, stroberi paling enak ketika disajikan sebagai hidangan buah yang dingin. Apalagi bila dipanen dari hasil yang Anda rawat sendiri, dijamin stroberi akan semakin lezat disantap.

Stroberi bisa ditanam dalam pot dengan cara mempersiapkan bibitnya dan meletakkannya ke dalam wadah pot secara tertata dengan jarak tertentu. Pot/polybag yang dipakai dianjurkan berukuran sedang dengan diameter minimal 15 cm dan diisi dengan tanah yang gembur.

3. Jeruk Kasturi

Jeruk Kasturi Pot

Limau kasturi atau jeruk kasturi bisa menjadi tambulampot paling ideal dan tumbuh subur sepanjang tahun. Teknik sukses menanam tanaman buah dalam pot ini yaitu dengan memakai bibit jeruk nipis yang berjenis hasil okulasi supaya buah bisa tumbuh cepat dengan subur.

Untuk pot atau polybag sebagai wadah tanaman ini, bisa dipilih yang berukuran diameter 20-40 cm dengan campuran tanah dengan arang, humus, pasir dan pupuk kandang. Tak hanya disiram, tanaman buah dalam pot yang satu ini juga butuh dipupuk, dipangkas, dan mengganti media tanam untuk memastikan persediaan nutrisi yang memadai.

BACA JUGA:
Cara Ampuh Usir Nyamuk di Musim Hujan dengan Bahan Alami, Tertarik Coba?
Yuk Kepoin Cara Pengawetan Cabai Agar Tak Mudah Busuk
Yuk Kepoin Metode dan Manfaat Perbanyakan In Vitro

4. Jambu Biji

Jambu Biji Pot

Menjadi jenis tanaman yang mempunyai toleransi pada suhu tropis yang tinggi, jambu biji sering menjadi pilihan tanaman buah dalam pot di Indonesia. Jambu biji juga sangat dianjurkan untuk ditanam dengan cara generatif atau dari biji, jika dibandingkan dengan cara vegetatif atau cangkok.

Pastinya pot atau polybag bisa menjadi wadah bibit tanaman jambu biji asalkan Anda memilih varietas unggul, serta memberikan media tanam yang ideal supaya tanaman buah dalam pot ini bisa tumbuh subur.

5. Semangka

Semangka Pot

Jangan kaget jika mengetahui bahwa semangka bisa jadi salah satu tanaman buah dalam pot atau polybag dengan hasil panen yang banyak. Apabila ingin menikmati kesegaran buah semangka ini, pastikan tabulampot ini tumbuh subur dengan memakai media tanam dengan tanah yang kaya akan unsur hara ber-pH netral sekitar 5-7.

Masukkan benih dari bibit semangka pilihan sekitar 2-3 benih dalam sebuah pot atau polybag standar. Proses pemeliharaan rutin termasuk mengendalikan hama penyakit akan menjadikan panen dari tanaman buah dalam pot ini yang paling dinanti-nanti!

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

6. Mentimun

Mentimun Pot

Sangat baik untuk meredakan tekanan darah tinggi, menanam mentimun bisa dilaksanakan dalam polybag ataupun pot dengan diameter sekitar 25 cm. Sebagai tanaman buah dalam pot, mentimun memerlukan media tanam yang merupakan campuran tanah, pupuk, arang dan sekam.

Pakai tanah yang berkualitas sebagai dasar, dan tempatkan pot yang sudah ditanam di area yang terkena pencahayaan alami atau sinar matahari secara langsung minimal delapan jam sehari. Agar hasilnya maksimal, tanaman mentimun ini juga harus diberikan pupuk secara rutin.

7. Srikaya

Srikaya Pot

Srikaya atau buah nona merupakan tanaman dari daerah tropis dan berdaging putih menyerupai sirsak. Kaya akan zat besi sekaligus manfaat kesehatan lainnya, cara menanam srikaya sebagai tanaman buah dalam pot tak sulit.

Siapkan bibit dan pilih pot atau polybag berukuran diameter sampai 40 cm atau sesuaikan dengan ukuran bibit yang akan ditanam. Sebelum diletakkan di area yang terpapar sinar matahari, sediakan batu atau ijuk sebagai alas pot. Pastikan tanaman buah dalam pot sudah berisikan campuran tanah, pupuk dan sekam dengan perbandingan serupa.

Dari ketujuh tanaman buah dalam pot di atas, tampaknya cocok sekali untuk ditanam di hunian, tanpa harus memikirkan luas lahan yang dipunya. Pastikan Anda rajin merawatnya supaya buah hasil panen pun makin optimal dan sedap disantap.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Ingin Panen Buah Sendiri, Coba Tanam 7 Tanaman Ini Deh!” dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3