Mau Benih Padi Tahan Penyakit, Terapkan Cara Ini Segera!

Tanaman Padi Tahan Penyakit

Benih padi menjadi salah satu media persebaran penyakit yang menyerang tanaman padi. Oleh sebab itu, pencegahan penyakit sejak padi masih dalam bentuk benih sangat penting untuk dilaksanakan.

Salah satu cara untuk menyeleksi benih padi supaya tak tercampur dengan benih padi berpenyakit yaitu melaksanakan seleksi dengan larutan air garam. Cara ini adalah salah satu langkah yang sudah sangat sering dilaksanakan oleh para petani.

Larutan air garam dibuat dengan melarutkan 5—6 sendok garam dengan air sebanyak 1 liter. Larutan ini nantinya akan dipakai untuk menekan pertumbuhan organisme penyerang tanaman yang sudah melekat pada benih sebelum benih ini ditanam.

Dosis air garam ini bisa diperiksa dengan memakai telur ayam sebagai indikatornya. Masukkan telur ayam yang masih mentah dan segar ke air garam tersebut. Apabila telur ayam sedikit terangkat, dosis yang dipakai sudah cukup. Jika telur ayam masih tenggelam sepenuhnya, laksanakan penambahan garam sampai telur sedikit terangkat dari dasar air.

Masukkan benih yang akan diuji ke larutan air garam. Apabila ada benih yang terapung, sebaiknya segera dibuang. Langkah berikutnya, buang air garam tersebut. Bilas benih padi dengan air mengalir samapi air garam tak tersisa pada benih tersebut.

BACA JUGA:
Mengulik Jenis Budidaya Ramah Lingkungan yang Sedang Tren, Apa Itu?
Membuat Kebun Minimalis di Lahan Sempit, Ini Tips & Triknya!
Iniloh 8 Cara Pemindahan Bibit Tanaman Agar Tak Stres, Mau Tau?

Benih padi ini kemudian diperam sampai berkecambah selama kurang lebih 1—2 hari. Jika sudah, perendaman kembali dilaksanakan dengan larutan Paenibacillus polyxima. Pakailah dosis secukupnya, yakni hanya 5 mililiter per liter. Perendaman ini dilaksanakan cukup dalam waktu yang sangat singkat, yakni 15 menit sebelum benih ditebar.

Larutan Paenibacillus polyxima ini bisa menghambat pertumbuhan penyakit yang biasa menyerang padi. Tanpa pemakaian Paenibacillus polyxima, masih ditemukan penyakit bercak sempit dan busuk pelepah dengan intensitas yang cukup tinggi.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Untuk sementara itu, pemakaian rendaman dengan Paenibacillus polyxima akan tampak tanaman yang tumbuh lebih tinggi, bulir yang lebih besar dan tampak sehat, serta intensitas penyakit dominan ditemukan lebih sedikit.

Bukan hanya itu, pertumbuhan tanaman padi juga akan meningkat sampai perkecambahan total mencapai 82,7%. Perbedaan ini cukup signifikan karena perkecambahan tanpa pemberian Paenibacillus polyxima hanya menghasilkan perkecambahan sebanyak 56%.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Mau Benih Padi Tahan Penyakit, Terapkan Cara Ini Segera! dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Mengulik Jenis Budidaya Ramah Lingkungan yang Sedang Tren, Apa Itu?

Budidaya Ramah Lingkungan

Saat ini budidaya ramah lingkungan semakin diminati dengan seiring banyaknya kampanye untuk mencintai lingkungan lebih lanjut. Diantara salah satu jenis budidaya yang banyak dilaksanakan yaitu budidaya hortikultura ramah lingkungan. Sudahkah Anda mencobanya di rumah?

Untuk gaya hidup ramah lingkungan mulai merambah pada pertanian. Di mulai dari bahan makanan organik, makanan yang tak merusak lingkungan, dan sebagainya. Sekarang, mulai banyak tersedia berbagai produk hortikultura yang sangat berkualitas, terjamin kesegarannya, serta bebas dari residu bahan kimia dalam mendukung langkah ini.

Pada level hulu, budidaya yang dilaksanakan secara organik sudah banyak diterapkan. Budidaya ini dilaksanakan supaya lebih ramah lingkungan. Bukan hanya itu, hal ini merupakan tuntutan dari konsumen yang tak hanya menginginkan pangan dalam jumlah yang mencukupi, namun juga aman ketika dikonsumsi.

Uji standar yang diterapkan dalam budidaya pertanian sekarang juga tak lagi memakai standar nasional. Supaya pertanian Indonesia bisa lebih maju, standar ini harus ditingkatkan menjadi standar yang berlaku di skala internasional.

BACA JUGA:
Membuat Kebun Minimalis di Lahan Sempit, Ini Tips & Triknya!
Iniloh 8 Cara Pemindahan Bibit Tanaman Agar Tak Stres, Mau Tau?
Ingin Panen Buah Sendiri, Coba Tanam 7 Tanaman Ini Deh!

Hal ini disampaikan oleh Sri Wijayanti selaku Direktur Perlindungan Hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, “Sistem budidaya pertanian mau tidak mau harus menerapkan standar mutu dan keamanan pangan, bukan hanya level nasional namun berstandar global. Ini menjadi bagian penting dalam rangka mewujudkan target Indonesia lumbung pangan dunia 2045.”

Sri juga menambahkan bahwa sekarang sudah terjadi perkembangan dinamika dengan adanya tren budidaya ramah lingkungan ini. Dalam jangka pendek dan jangka menengah, hal ini sudah dirumuskan dalam skenario Grand Design Ditjen Hortikultura 2020—2024. Dengan ini, petani muda-lah yang diharapkan mampu menjadi ujung tombak dalam grand design ini.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

Proses penerapan sistem budidaya ramah lingkungan oleh petani muda ini didukung oleh berbagai proram untuk mendorong hal ini. Contohnya, seperti yang sudah diterapkan di salah satu sentra produksi buah dan sayuran di Indonesia.

Desa Tlogo, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah adalah salah satu daerah yang sudah difasilitasi untuk melaksanakan budidaya ramah lingkungan. Di Desa Tlogo, petani muda dibina mengenai tanaman pembatas untuk mengusir hama. Contohnya seperti pemakaian tanaman refugia dan bunga matahari yang sudah banyak diterapkan para petani.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Mengulik Jenis Budidaya Ramah Lingkungan yang Sedang Tren, Apa Itu? dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Membuat Kebun Minimalis di Lahan Sempit, Ini Tips & Triknya!

Kebun Minimalis

Ingin tau cara membuat kebun minimalis di rumah yang bisa diisi sayur dan buah-buahan? Hobi berkebun di rumah itu hanya bisa dikerjakan mereka yang punya halaman luas saja. Itu hanya mitos saja kok! Berkebun ini merupakan kegiatan bagi siapa saja, termasuk mereka yang punya rumah dengan lahan mungil sekalipun.

Jangan pernah berpikir bahwa luas lahan rumah merupakan hambatan untuk menyalurkan hobi berkebunmu di rumah. Saat ini makin banyak orang yang aktif menyalurkan kegemerannya tersebut dengan membuat kebun minimalis berukuran 1 m². Selain mereka yang sudah profesional, desain kebun seperti ini juga sudah dimanfaatkan para pemula yang suka berkebun. Tertarik untuk membuatnya di rumah? Coba perhatikan tips & trik berikut ini.

Kebun Minimalis, Seperti Apa Sih Desain dan Sistemnya?

Mungkin sebagian besar orang masih bingung mengenai kebun super mini ini. Kebun minimalis ini di beberapa negara lain dikenal dengan sebutan square foot garden yang merupakan sebuah metode simpel untuk membuat kebun yang kecil, tertata, dan juga tinggi produktivitas. Hasil dari kebun itu sendiri bukan untuk dijual, tetapi untuk memenuhi keperluan dapur sehari-hari.

Untuk konsep dasarnya yaitu membuat sebuah bidang untuk berkebun dengan ukuran 4’ by 4’ atau 4’ by 8. Pola bidang kebun itu sendiri dibagi menjadi beberapa lahan dengan ukuran masin-masing 1-foot square. Setiap bagian atau lebih bisa ditanami satu bibit sayuran khusus. Biasanya bidang kebun ini dibuat meninggi dengan boks kayu, jadi tak serta merta bergabung dengan tanah halaman.

Sesudah square foot garden, muncul juga square meter garden atau kebun ukuran 1 m². Konsepnya juga hampir sama, tetapi ukurannya saja yang berbeda. Seperti yang kita ketahui, satuan untuk mengukur panjang yang sering digunakan di Indonesia yaitu meter. Karena itulah desain kebun mini yang pas untuk dibuat yaitu square meter garden. Untuk bidang kebunnya sendiri bisa dibeli sesuai dengan ukuran tersebut.

Beberapa Kelebihan dan Keuntungan Miliki Kebun Minimalis di Rumah

Sebelum melangkah ke tahap selanjutnya, pastinya Anda perlu tahu dulu mengenai keuntungan serta kekurangan dari desain kebun satu ini. Jika sudah paham, pastinya Anda juga bisa tahu hal apa saja yang harus dipertimbangkan dan disesuaikan dari rumah. Untuk selengkapnya, simak poin-poinnya di bawah ini.

Kelebihan Punya Kebun Mungil
1. Gampang diurus sebab ukurannya kecil.
2. Lebih cepat dan memberikan banyak hasil.
3. Gampang dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
4. Jika tanah yang dipakai adalah tipe mix soil, maka potensinya terkena hama di musim panen pertama sangat minim.

Kekurangan Punya Kebun Mungil
1. Pilihan sayuran yang bisa ditanam terbatas. Tak bisa menanam sayur berukuran besar dan memakan lahan seperti asparagus, jagung, atau labu.
2. Terkadang bisa memakan biaya lebih besar sebab tak memanfaatkan bahan yang sudah ada.
3. Tanah untuk menanam tak dalam sebab dibuat di dalam wadah buatan.
4. Harus sering disiram sebab tanah lebih gampang kering.

BACA JUGA:
Iniloh 8 Cara Pemindahan Bibit Tanaman Agar Tak Stres, Mau Tau?
Ingin Panen Buah Sendiri, Coba Tanam 7 Tanaman Ini Deh!
Cara Ampuh Usir Nyamuk di Musim Hujan dengan Bahan Alami, Tertarik Coba?

Tahapan & Cara Membuat Kebun Minimalis di Rumah

Sesudah membeli dan membuat bidang kebunmu, saatnya melaksanakan langkah-langkah di bawah ini:

1. Memilih Bibit Sayuran yang Sesuai

Bukan hanya bibit sayuran dengan hasil yang besar, cukup banyak pilihan lain yang bisa ditanam. Beberapa bibit yang bisa ditanam antara lain:
* Kol
* Tomat
* Timun
* Lettuce
* Lobak
* Serta rempah-rempah masak.
Ingat pilihlah tanaman yang benar-benar cocok dengan suhu lingkungan rumah. Tak hanya itu, jika Anda kurang telaten merawat tanaman. Lebih baik tanamlah bibit yang perawatannya tak terlalu rumit.

2. Mengatur dan Menanam Bibit

Sebab lahan menanam yang Anda punya cukup sempit, buatlah segmen-segmen untuk membagi tempat menanam bibit. Terkhusus segmen yang berdekatan untuk menanam bibit yang sama. Jika tak dipisah, Anda akan kesulitan dalam hal perawatan dan juga pemanenan.

Pastikan jarak setiap segmen tak begitu dekat supaya setiap bibit bisa tumbuh dengan baik dan memperoleh nutrisi serta sinar matahari yang cukup. Sesudah membagi beberapa segmen bidang pada kebun minimalis tersebut, laksanakan proses grouping. Maksud grouping disini adalah membedakan tanaman sesuai dengan cara mereka tumbuh.

3. Perawatan Kebun Minimalis

Apabila sudah menentukan segmen dan melaksanakan grouping, Anda bisa menanam bibit yang sudah dipilih. Pada sisi lain, ingat juga bahwa setiap tanaman tersebut perlu perawatan supaya bisa tumbuh dengan baik. Hal yang harus Anda kerjakan yaitu seperti pemberian pupuk dan juga penyiraman. Tanaman yang Anda tanam mempunyai jenis yang berbeda-beda, tetapi mereka semua adalah sayuran.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Untuk pemberian pupuk coba guanakan yang umum dipakai untuk jenis tanaman sayuran. Sementara itu untuk pengairannya, pakailah alat simpel seperti botol semprotan atau botol yang ujungnya Anda lubangi. Kebun minimalis yang ukurannya kecil tentu tak butuh pengairan yang begitu banyak seperti dengan selang atau gayung.

Proses perawatan dalam bertanam di kebun minimalis dengan ukurannya yang mungil memerlukan kreativitas yang tinggi. Jika Anda tak mempunyai bidang tanam dengan ukuran satu meter persegi, berimprovisasilah. Anda bisa memakai botol-botol bekas dan menaruhnya di halaman berukuran kecil sekalipun. Botol plastik ini mampu membuat bibit Anda tumbuh dengan baik dan sehat juga.

Selain kreativitas, diperlukan juga ketelatenan untuk merawat tanaman pada kebun minimalis. Meskipun begitu, semuanya tak akan membuatmu gigit jari kok, karena hasil yang bisa dituai cukup menjanjikan. Dan tumbuhan tersebut juga tentu bebas pestisida dan aman dikonsumsi. Hemat lahan, sehat, hemat uang.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai “Membuat Kebun Minimalis di Lahan Sempit, Ini Tips & Triknya! dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Iniloh 8 Cara Pemindahan Bibit Tanaman Agar Tak Stres, Mau Tau?

Cara Memindah Bibit Ke Polybag

Dalam perawatan tanaman muda memang membutuhkan ketelatenan yang lebih, contohnya seperti bibit cabai, bibit terong, bibit tomat, bibit semangka, bibit melon ataupun bibit tanaman buah tahunan sekalipun pasti mengalami stres sesudah dipindah tanam ke lahan, hal ini bisa diakibatkan karena bermacam-macam hal, contohnya media semai yang pecah ketika proses penanaman dilaksanakan, bibit tanaman yang tak sehat ataupun faktor cuaca.

Tanaman yang paling sering mengalami stres bibit yaitu tanaman sayuran buah semusim, apalagi bila proses pindah tanam dilaksanakan ketika tanaman belum cukup umur atau terlalu tua.

Pada bibit tanaman yang masih terlalu muda atau terlalu tua lebih besar kemungkinan mengalami stres sesudah pindah tanam, walaupun hal ini tak mengakibatkan kerugian total, namun bibit yang mengalami stres, pertumbuhan dan perkembangannya akan sedikit terhambat.

Umumnya bibit tanaman akan mengalami stres sesaat sesudah dipindah tanam ke lahan, yang diakibatkan oleh beberapa hal diantaranya adalah kondisi bibit, usia bibit, rentang waktu pemberian pupuk dasar dan juga penanaman, temperatur atau suhu, kondisi lahan, waktu tanam, pasokan air, pemupukan dan juga over dosis dari pestisida. Berikut ini penjelasan selengkapnya.

1. Memperhatikan Waktu Penanaman
Hindarilah menanam bibit pada pagi dan siang hari, terutama bila penanaman dilaksanakan pada musim kemarau. Untuk menghindari stres penanaman lebih baik dilaksanakan pada sore hari, segera kerjakan penyiraman sesudah penanaman bibit selesai. Penanaman pada sore hari akan memberikan kesempatan tanaman untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya, yaitu dalam waktu satu malam cukup bagi tanaman untuk menyesuaikan diri.

2. Umur Bibit Tanaman
Di dalam umur tanaman ada 2 hal yang harus diperhatikan yaitu :

Pertama, jangan kerjakan pemindahan bibit semaian yang masih terlalu muda, sebab dahan masih rapuh dan akar juga masih sedikit dan mudah terputus bila tak hati-hati dalam melakukannya.

Kedua, pemindahan tanaman jangan menunggu sampai bibit tanaman terlalu tua, sebab sesudah dipindah tanam bibit tanaman yang terlalu tua akan kerdil dan tak optimal dalam pertumbuhannya. Untuk itu pemindahan tanaman sebaiknya dilaksanakan ketika pangkal tanaman sudah tampak kokoh dan minimal sudah mempunyai 3 helai daun.

BACA JUGA:
Ingin Panen Buah Sendiri, Coba Tanam 7 Tanaman Ini Deh!
Cara Ampuh Usir Nyamuk di Musim Hujan dengan Bahan Alami, Tertarik Coba?
Yuk Kepoin Cara Pengawetan Cabai Agar Tak Mudah Busuk

3. Perhatikan Kondisi Bibit Tanaman
Bibit tanaman yang kurang sehat akan gampang stres dan cenderung mengalami stres yang lebih lama sesudah pindah tanam, bahkan bisa saja mati. Oleh sebab itu pilihlah bibit yang sehat, mempunyai vigor yang kuat, mempunyai akar yang baik, tak lemas sebab kekurangan sinar matahari ketika di persemaian. Dengan demikian, hendaknya biarkan bibit di persemaian untuk terpapar sinar matahari secara penuh setidaknya 15 hari sebelum bibit dipindah tanam ke lahan. Ini dikerjakan supaya bibit tanaman mempunyai batang yang kuat dan cepat beradaptasi ketika dipindah tanam ke lahan.

4. Lahan yang Tidak Bersahabat
Lahan yang terlalu kering adalah suatu kondisi lahan yang tak bersahabat bagi tanaman baru, maka dari itu siram lahan sampai benar-benar basah sebelum mengerjakan pindah tanam bibit. Apabila pindah tanam dilaksanakan pada musim kemarau dengan kondisi tanah yang benar-benar kering, penyiraman hendaknya dikerjakan 2 kali sebelum bibit ditanam.

5. Cara Pengambilan Bibit Tanaman dari Persemaian
Cara ini juga sangat mempengaruhi pertumbuhan dan kematian tanaman. Ketika pengambilan bibit tanaman dari media semai lebih baik bibit dicongkel bersama dengan sedikit media tanamnya kemudian kepalkan dan padatkan. Jangan sekali-kali menarik pangkal batangnya karena akarnya bisa putus.

6. Penyiraman Rutin
Laksanakan penyiraman rutin setiap pagi dan sore sampai bibit tanaman benar-benar kuat, umumnya dalam waktu 4-5 hari sejak pindah tanam, bibit sudah beradaptasi dengan baik. Ciri-ciri tanaman yang sudah beradaptasi dengan baik ditandai dengan munculnya tunas-tunas baru hal ini juga menandakan bahwa akar baru sudah tumbuh dan mampu menyerap air serta nutrisi yang ada di dalam tanah.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

7. Pemberian Pupuk yang Tepat
Pemberian pupuk dan pupuk susulan yang tak tepat bisa menyebabkan tanaman stres, layu, menguning bahkan mati keracunan. Pemberian pupuk susulan sebaiknya dikerjakan setelah tanaman benar-benar beradaptasi dengan lingkungan lahan yang baru.

8. Membaca Petunjuk Penggunaan Pestisida
Dalam pemakaian pestisida, biasakan selalu membaca petunjuk penggunaannya yang umumnya tertera pada label kemasan. Pakailah dosis sesuai anjuran, sebab penyemprotan pestisida dengan dosis berlebihan bisa berakibat fatal bagi tanaman, terlebih pada tanaman usia muda. Over dosis pestisida pada tanaman bisa mengakibatkan stres dan juga keracunan.

Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Iniloh 8 Cara Pemindahan Bibit Tanaman Agar Tak Stres, Mau Tau? dapat berguna dan bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3