Yuk Kepoin Metode dan Manfaat Perbanyakan In Vitro

Perbanyakan In Vitro (Kultur Jaringan)
Perbanyakan Tanaman Metode In Vitro

Distributor Polybag Tanaman High Quality – Lim Corporation

Salah satu metode budidaya in vitro berfungsi untuk mengisolasi bagian dari tanaman dan menumbuhkannya di media nutrisi. Tanaman di dalam kondisi yang steril, jadi bagian tersebut bisa memperbanyak diri dan beregenerasi menjadi tanaman yang sempurna. Tujuan dari teknik kultur jaringan yaitu perbanyakan bagian vegetatif tanaman dengan memakai media buatan yang dikerjakan di tempat steril.

Kultur jaringan atau biakan jaringan sering disebut kultur in vitro yakni teknik pemeliharaan jaringan atau bagian dari individu secara buatan yang dilakukan di luar individu yang bersangkutan. Asal kata in vitro yaitu dari bahasa latin yang artinya di dalam kaca. Jadi kultur in vitro dapat diartikan sebagai bagian jaringan yang dibiakkan di dalam tabung inkubasi atau cawan petri dari kaca atau material tembus pandang lainnya. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi proses perbanyakan tanaman dengan metode kultur jaringan yaitu:

1. Eksplan (Bagian tanaman)
Eksplan adalah bagian tanaman yang dipergunakan sebagai bahan awal untuk perbanyakan. Factor eksplan yang penting adalah varietas. Dan bagian tanaman yang bisa dipakai sebagai eksplan untuk perbanyakan tanaman dengan metode in vitro yaitu:
– Dengan kultur biji yakni metode kultur yang bahan tanamnya memakai biji
– Kultur organ atau budidaya yang bahan tanamnya menggunakan organ.
– Kultur kalus yaitu metode kultur jaringan memakai sekumpulan sel umumnya berupa jaringan parenkim sebagai bahan eksplantnya.
– Berikutnya yaitu kultur suspense sel yakni kultur yang memakai media cair dengan pengocokan yang terus menerus menggunakan shaker dan memakai sel atau agregat sel sebagai bahan eksplannya.
– Kultur protoplasma artinya eksplan yang digunakan adalah sel yang telah dilepas bagian dinding selnya menggunakan bantuan enzim. Dan protoplas diletakkan di media padat dibiarkan supaya membelah diri dan membentuk dinding selnya kembali.
– Kultur haploid merupakan kultur yang berasal dari bagian reproduktif tanaman yakni kepala sari/anther, tepung sari/pollen, ovule, sehingga dapat dihasilkan tanaman haploid.

2. Media tumbuh
Media tumbuh merupakan factor utama dalam perbanyakan dengan kultur jaringan. Keberhasilan perbanyakan dan perkembanganbiakan tanaman dengan metode kultur jaringan secara umum sangat tergantung pada jenis media. Media tumbuh pada kuljar sangat besar pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan eksplan serta bibit yang dihasilkan. Oleh karena itu jenis media kultur jaringan telah ditemukan sehingga jumlahnya cukup banyak. Media tumbuh eksplan berisi kualitatif komponen bahan kimia yang hampir sama, hanya agak berbeda dalam besarnya kadar untuk setiap persenyawaan.

BACA JUGA:
Syarat & Bahan Media Tanam Organik yang Tepat Untuk Budidaya
Mengenal Jenis Lahan Untuk Usaha Budidaya Tanaman
Hobi Berkebun, Coba Budidayakan 7 Tanaman Ini
Faktor Penting Yang Wajib Anda Ingat Saat Pembibitan Tanaman

Campuran media kultur jaringan pertama kali dibuat sesuai dengan komposisi larutan yang dipakai untuk hidroponik, khususnya komposisi unsur makronya. Pemberian unsur hara dalam bentuk garam anorganik. Komposisi media dan perkembangan formulasinya didasarkan pada jenis jaringan, organ dan tanaman yang digunakan serta pendekatan dari masing – masing peneliti. Beberapa jenis sensitive terhadap konsentrasi senyawa makro tinggi atau membutuhkan zat pengatur tertentu untuk pertumbuhannya.

3. Lingkungan tumbuh
Lingkungan tumbuh yang dapat mempengaruhi regenerasi tanaman meliputi pH, Temperatur, Panjang penyinaran, intensitas penyinaran, kualitas sinar dan ukuran wadah kultur. Proses yang dikerjakan dalam perbanyakan tanaman dengan teknik kultur jaringan adalah:

a. Pembuatan Media
Media merupakan factor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan. Komposisi media yang digunakan tergantung dengan jenis yang akan diperbanyak. Umumnya media yang dipakai terdiri dari garam mineral, vitamin dan hormon. Tak hanya itu, diperlukan juga bahan tambahan seperti agar, gula, dan lainnya. Hormon (ZPT) yang ditambahkan juga bervariasi, baik jenisnya atau jumlahnya, tergantung dengan tujuan dari kultur jaringan yang dikerjakan. Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi atau botol kaca dan jangan lupa disterilkan dengan cara dipanaskan dengan autoklaf.

* Buruan bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

b. Inisiasi
Pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang akan dikulturkan atau disebut inisiasi. Bagian tanaman yang sering dipakai untuk kegiatan kultur jaringan yaitu tunas.

c. Sterilisasi
Sterilisasi adalah bahwa segala kegiatan dalam kultur jaringanharus dilakukan di tempat yang steril yaitu di laminar flow dan menggunakan alat yang juga steril. Sterilisasi juga dilakukan terhadap peralatan, yaitu menggunakan etanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan yang digunakan, teknisi yang melakuakan juga harus steril.

d. Multiplikasi
Yaitu kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan menanam eksplan di media. Kegiatan ini dikerjakan di laminar flow untuk menghindari adanya kontaminasi yang mengakibatkan gagalnya pertumbuhan eksplan. Tabung reaksi yang sudah ditanami eksplan diletakkan di rak dan ditempatkan di tempat yang steril dengan suhu kamar.

e. Pengakaran
Pengakaran adalah fase dimana eksplan akan menunjukkan adanya pertumbuhan akar yang menandai bahwa proses kultur jaringan yang dilakukan berjalan dengan baik. Pengamatan dilakukan setiap hari untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan akar serta untuk melihat adanya kontaminasi oleh bakteri ataupun jamur. Bagian yang terkontaminasi akan menunjukkan gejala seperti berwarna putih atau biru atau busuk.

f. Aklimatisasi
Yang terakhir yaitu kegiatan memindahkan eksplan dari ruang aseptic ke bedengan. Proses ini dikerjakan secara hati–hati dan bertahap yaitu dengan memberi sungkup. Tujuan pemakaian sungkup untuk melindungi bibit dari udara luar dan serangan hama penyakit sebab bibit hasil kultur jaringan sangat rentan pada serangan hama penyakit dan udara luar. Sesudah bibit bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya maka secara bertahap lepaskan sungkup dan pemeliharaan bibit dikerjakan dengan cara yang sama dengan pemeliharaan bibit generatif.

MANFAAT KULTUR JARINGAN

* Mendapatkan tanaman baru dalam jumlah banyak dan waktu yang singkat
* Keseragman genetic
* Memperoleh tanaman baru yang bersifat unggul
* Produksi tanaman sepanjang tahun
* Bermanfaat dibidang farmasi menghasilkan metabolit sekunder
* Stok mikro
* Bisa untuk perbanyakan vegetative pada spesies yang sulit diperbanyak secara normal

Demikian pembahasan artikel tentang “Yuk Kepoin Metode dan Manfaat Perbanyakan Secara In Vitro”, semoga bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Syarat & Bahan Media Tanam Organik yang Tepat Untuk Budidaya

Media Tanam Organik
Syarat & Bahan Media Tanam Organik yang Tepat Untuk Budidaya

Salah satu faktor penting yang sangat menentukan saat bercocok tanam yaitu media tanam. Media tanam akan menentukan baik buruknya pertumbuhan tanaman yang pada akhirnya bisa mempengaruhi hasil produksi. Jenis media tanam sangat banyak serta beragam. Apalagi dengan berkembangnya berbagai macam metode bercocok tanam, seperti hidroponik dan aeroponik.

Tiap-tiap jenis tanaman membutuhkan sifat dan karakteristik media tanam yang berbeda. Contohnya saja tanaman buah membutuhkan karakter media tanam yang berbeda dengan tanaman sayuran. Tanaman buah membutuhkan media tanam yang solid supaya bisa menopang pertumbuhan tanaman yang relatif lebih besar, sementara jenis tanaman sayuran daun lebih membutuhkan media tanam yang gembur dan gampang ditembus akar. Berikut ini penjelasannya:

Syarat Media Tanam Yang Baik

Media tanam mempunyai fungsi untuk menopang tanaman, memberikan nutrisi dan menyediakan tempat bagi akar tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Lewat media tanam tumbuhan memperoleh beberapa besar nutrisinya. Ketika melakukan budidaya tanaman dalam wadah pot atau polybag, media tanam harus dibuat untuk pengganti tanah. Sebab itu harus bisa menggantikan fungsi tanah bagi tanaman.

Media tanam yang baik harus mempunyai sifat fisik, kimia dan biologi yang sesuai dengan keperluan tanaman. Umumnya media tanam yang baik harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut:
* Tersedia ruang tumbuh bagi akar tanaman, sekaligus juga sanggup menopang tanaman. Artinya, media tanam harus gembur jadi akar tanaman bisa tumbuh dengan baik dan sempurna, akan tetapi masih cukup solid memegang akar dan menopang batang supaya tak roboh. Jika media terlalu gembur, pertumbuhan akar akan leluasa tetapi tanaman akan terlalu gampang tercerabut. Dan juga sebaliknya jika terlalu padat, akar akan kesulitan untuk tumbuh.
* Mempunyai porositas yang baik, artinya bisa menyimpan air dan juga mempunyai drainase serta aerasi yang baik. Media tanam harus bisa mempertahankan kelembaban tanah tetapi harus bisa membuang kelebihan air. Media tanam yang porous mempunyai rongga kosong setiap materialnya. Media tersebut tersebut bisa ditembus air, jadi air tak tergenang dalam pot atau polybag. Tetapi disisi lain rongga tersebut harus bisa menyerap air untuk disimpan sebagai cadangan dan mempertahankan kelembaban.
* Tersedia unsur hara yang cukup baik makro ataupun mikro. Unsur hara sangatlah penting bagi pertumbuhan tanaman. Unsur hara ini bisa disediakan dari pupuk atau aktivitas mikroorganisme yang ada dalam media tanam.
* Tak mengandung bibit penyakit, media tanam harus bersih dari hama dan penyakit. Hama dan penyakit yang terkandung dalam media tanam bisa menyerang tanaman dan mengkibatkan kematian pada tanaman. Media tanam tak harus steril karena banyak mikrooganisme tanah yang sebetulnya sangat bermanfaat bagi tanaman, tetapi harus higienis dari bibit penyakit.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

Bahan-bahan Media Tanam Organik

Ada berbagai ragam material yang bisa dimanfaatkan untuk membuat media tanam mulai dari yang alami sampai yang sintetis. Tetapi dalam kesempatan ini hanya akan menjelaskan pada beberapa bahan organik yang banyak tersedia di alam, murah dan gampang pembuatannya.

a. Tanah (bahan utama)
Contoh tanah yang baik untuk media tanam lebih baik diambil dari lapisan bagian atas. Umumnya ada 2 tipe tanah yaitu yang harus diperhatikan yaitu tanah pasir dan tanah lempung. Tanah yang berpasir mempunyai kemampuan drainase yang baik, cepat mengalirkan air tetapi kelemahannya tanah tersebut buruk dalam menyimpan air sebagai cadangan. Sedangkan tanah lempung lebih sulit ditembus oleh air jadi akan membuat air tergenang dalam media tanam. Tanah yang baik untuk media tanaman tak terlalu berpasir dan tak terlalu lempung, melainkan harus gembur.

BACA JUGA:
Mengenal Jenis Lahan Untuk Usaha Budidaya Tanaman
Hobi Berkebun, Coba Budidayakan 7 Tanaman Ini
Faktor Penting Yang Wajib Anda Ingat Saat Pembibitan Tanaman
Tips Berkebun Asik, Simak Artikel Ini!!

b. Kompos atau Humus
Kompos yaitu bahan organik yang fungsinya untuk penyedia unsur hara bagi tanaman. Kompos yang dipakai untuk media tanam yaitu kompos padat, silahkan baca jenis dan karakteristik pupuk kompos. Hampir semua jenis kompos padat bisa dipakai sebagai bahan baku media tanam.

Penambahan bahan organik seperti kompos atau humus pada media tanam mampu memperbaiki struktur fisik tanah dan meningkatkan kapasitas tukar kation. Kompos yang ditambahkan lebih baik berupa kompos yang sudah matang. Sebab kompos yang belum benar-benar matang sangat berpotensi mendatangkan hama dan penyakit. Tak hanya itu unsur haranya sulit diserap tanaman karena belum terurai secara penuh.

Bukan hanya kompos, bisa juga memanfaatkan humus yang diperoleh dari hutan. Tanah humus mempunyai kandungan unsur hara yang tinggi. Apabila lokasi anda dekat dengan hutan, tanah humus bisa dicari dengan gampang. Tempat terbaik yaitu disekitar tanaman pakis-pakisan.

Unsur bahan organik lain juga bisa dipakai untuk pengganti kompos atau humus seperti pupuk kandang atau pupuk hijau. Hanya saja harus digaris bawahi, lebih baik pakai pupuk kandang atau hijau yang sudah matang benar dan teksturnya sudah berbentuk granul seperti tanah. Pemakaian pupuk kandang yang belum matang beresiko membawa hama dan panyakit pada tanaman.

c. Arang Sekam atau Sabut Kelapa
Arang sekam yaitu hasil pembakaran tak sempurna dari sekam padi. Arang sekam fungsinya untuk meningkatkan kapasitas porositas tanah. Memberi tambahan arang sekam di media tanam akan memperbaiki struktur media tanam sebab memiliki partikel yang berpengaruh dalam pergerakan air, udara dan menjaga kelembaban.

Kelebihan dari media ini yaitu mampu menetralisir keasaman tanah dan racun, meningkatkan daya ikat tanah pada air, merangsang pertumbuhan mikroba yang menguntungkan bagi tanaman, bisa menggemburkan tanah dan mampu memperbaiki drainase serta aerasi tanah. Pemakaian arang sekam ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan sekam padi, sebab arang sekam sudah melalui proses pembakaran yang bisa menghilangkan bibit penyakit atau hama yang mungkin saja terikut.

Bukan hanya arang sekam, bisa juga memakai sisa sabut kelapa. Sabut kelapa memiliki sifat seperti arang sekam. Media tanam sabut kelapa cocok dipakai di daerah yang kering dengan curah hujan rendah. Pengambilan sabut harus dari bagian kulit kelapa yang sudah tua.

Cara Membuat Media Tanam Organik

Berikut ini ada beberpa cara membuat media tanam polybag atau pot dengan memakai bahan baku yang sudah diterangkan di atas. Untuk membuat media tanam yang baik dibutuhkan unsur tanah, bahan pengikat atau penyimpan air dan penyedia unsur hara. Bahan baku yang akan dipakai yaitu tanah top soil, kompos dan arang sekam. Berikut ini langkah-langkahnya:
* Segera siapkan tanah yang kelihatan gembur dan subur, lebih baik lagi diambil dari bagian yang paling atas. Kemudian ayaklah tanah tersebut sampai menjadi butiran-butiran yang cukup halus. Usahakan tanah dalam keadaan kering jadi tak menggumpal. Tanah yang menggumpal akan mengakibatkan bahan tak tercampur dengan merata.
* Siapkan kompos yang sudah benar-benar matang, bisa dari jenis kompos biasa, bokashi atau kompos takakura. Ayak kompos atau humus tersebut sampai menjadi butiran halus.
* Siapkan arang sekam, campurkan tanah, kompos, dan arang sekam dalam sebuah wadah dengan perbandingan 2:1:1. Aduk sampai merata.
* Kemudian siapkanlah pot atau polybag, segera masukkan campuran tersebut kedalamnya. Media tanam sudah siap dipakai.

Untuk ketiga bahan baku tersebut bisa juga dicampur dengan perbandingan 1:1:1 ataupun 2:1:1. Mana yang terbaik bagi Anda, pastinya tergantung dari jenis tanaman dan ketersediaan sumber daya. Mengenai hasil, beberapa penelitian menunjukkan hal yang berbeda. Lebih baik mencobanya secara try and error. Media tanam sangat berguna jika kita ingin menanam sayuran dalam polybag atau pot. Metode seperti ini cocok dikerjakan di lahan yang terbatas atau lahan sempit.

Demikian artikel pembahasan tentang “Syarat & Bahan Media Tanam Organik yang Tepat Untuk Budidaya”, semoga bermanfaat.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Mengenal Jenis Lahan Untuk Usaha Budidaya Tanaman

Jenis Lahan Pertanian
Mengenal Jenis Lahan Untuk Usaha Budidaya Tanaman

Indonesia merupakan negara agraris dengan lebih dari 60% penduduknya bermata pencarian di bidang pertanian. Pertanian ini diusahakan oleh rakyat sehingga disebut pertanian rakyat. Pertanian rakyat tersebut terutama menghasilkan bahan makanan untuk keperluan penduduk di dalam negeri, seperti padi, jagung, sagu, ubi kayu, kacang tanah, dan kedelai. Cara mengusahakannya, yaitu dengan bersawah, berladang, bertegal, dan berkebun.

1) Sawah

Ada beberapa jenis sawah yang dilakukan oleh rakyat untuk menanam padi, yaitu sebagai berikut.
a) Sawah irigasi, yaitu sawah yang memperoleh pengairan dari pengairan teknis berupa sistem irigasi yang airnya berasal dari danau buatan (sungai bendungan, dibuat saluran air yang baik dan teratur lalu dialirkan ke sawah). Jenis sawah ini juga ada yang pengairannya dibuat oleh petani desa secara sederhana.

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, silahkan klik DISINI

b) Sawah nonirigasi, yaitu sawah yang memperoleh pengairan secara nonteknis, seperti berikut ini.
* Sawah tadah hujan, yaitu sawah yang pengairannya dari air hujan sehingga penanamannya dilakukan pada musim hujan.
* Sawah lebak, yaitu sawah yang berada di sebelah kanan dan kiri sungai yang tanahnya lebih rendah dari sungai tersebut.
* Sawah bencah (pasang surut), yaitu sawah yang letaknya berdekatan dengan rawa atau muara sungai di daerah pantai landai. Airnya berasal dari sungai yang dipengaruhi pasang naik dan surut air laut serta bercampur dengan air rawa tersebut, misalnya di pantai timur Sumatera dan Kalimantan. Untuk tanaman padi yang dibudidayakan atau ditanam yaitu jenis padi banarawa.
* Sawah gogo rancah (gora), pengusahaannya biasanya dibuat pematang, pagar, dan berteras. Demikian juga arah bajakannya mengitari gunung atau tidak menurun lereng untuk menghindari erosi. Tanaman yang ditanam, yaitu padi, jagung, dan palawija.

2) Ladang (Huma)

Pertanian dengan sistem ladang (huma) merupakan pertanian di tanah kering, demikian juga tegalan dan kebun (pekarangan). Ladang (huma) ialah sistem pertanian dengan cara membuka hutan. Caranya, hutan ditebang kemudian dibakar dan dibersihkan. Pada musim hujan barulah ditanami. Apabila sudah 3-4 kali panen dan kesuburannya berkurang, ladang tersebut ditinggalkan dan umumnya ditumbuhi alang-alang dan belukar.

Baca Juga:
Hobi Berkebun, Coba Budidayakan 7 Tanaman Ini
Faktor Penting Yang Wajib Anda Ingat Saat Pembibitan Tanaman
Tips Berkebun Asik, Simak Artikel Ini!!

Para petani mencari lagi hutan untuk ditebang. Sistem ladang tersebut dapat menimbulkan kerusakan lingkungan, misalnya hutan banyak yang rusak, penyerapan air berkurang, tanah gundul, kesuburannya berkurang, akhirnya menimbulkan banjir. Untuk jenis tanaman yang ditanam pada ladang (huma), yaitu padi gogo, jagung, dan kacang-kacangan.

3) Tegalan

Tegalan adalah sistem pertanian di tanah kering yang diusahakan pada musim penghujan untuk menanam tanaman palawija.

4) Kebun

Pertanian dengan sistem kebun ialah sistem pertanian yang dilakukan di pekarangan sekitar rumah untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Hanya sebagian kecil dari hasilnya yang diperdagangkan atau dijual, misalnya buah- buahan, sayur-sayuran, dan bunga-bungaan.

Polybag Pembibitan Tanaman

5) Pertanian Tanaman Pangan

Pertanian tanaman pangan di Indonesia biasanya diusahakan oleh rakyat. Jenis tanaman pangan di Indonesia yang termasuk makanan pokok, yaitu padi, jagung, ketela pohon (ubi kayu), sagu, dan tanaman hortikultura (sayur-sayuran dan buah-buahan).

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian dan Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3

Hobi Berkebun, Coba Budidayakan 7 Tanaman Ini

Hobi Berkebun
Hobi Berkebun, Coba Budidayakan 7 Tanaman Ini

Usaha budidaya tanaman umumnya sering diasosiasikan dengan pertanian yang butuh pengelolaan lahan untuk skala besar. Padahal, usaha budidaya ini ternyata bisa dikerjakan di lingkungan perkotaan.

Adanya perencanaan yang matang dan kelihaian melihat peluang, usaha budidaya tanaman bahkan bisa dikerjakan di pekarangan rumah. Mengingat tanah di Indonesia yang subur, Anda tak perlu khawatir untuk menekuni bisnis yang satu ini. Bukan hanya itu, bisnis ini juga bisa dikerjakan sebagai hobi yang menyenangkan. Dengan demikian inilah beberapa contoh budidaya tanaman yang bisa dikerjakan di pekarangan rumah.

1. Budidaya Tanaman Cabai

Cabai merupakan bahan makanan yang tak asing bagi masyarakat Indonesia. Dibalik rasanya yang pedas tetapi nikmat, tanaman ini menyimpan potensi keuntungan yang besar. Inilah beberapa alasan mengapa budidaya cabai menguntungkan:
* Cabai mempunyai permintaan yang sangat tinggi, sebab kebanyakan masyarakat Indonesia suka dengan sambal sebagai teman makanan,
* Harga cabai bisa dibilang stabil dan bisa melejit tinggi ketika Bulan Ramadhan atau bila ada petani yang gagal panen, dan
* Cara menanam cabe terbilang gampang dan bisa dikerjakan di pekarangan rumah.

2. Kangkung

Kangkung merupakan tanaman kaya gizi yang bibitnya hanya membutuhkan 4-6 minggu untuk panen. Anda bisa mempertimbangkan untuk memakai baskom sebagai media tanam. Berikut ini beberapa hal yang harus disiapkan sebelum melaksanakan budidaya tanaman kangkung:
* Bibit kangkung hidroponik
* Pupuk
* Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)
* Plastik berbentuk saringan
* Baskom seukuran plastik

* Ayo bergabung di Fanpage kami “Pertanian & Perkebunan” agar selalu dapat info terkini tentang dunia pertanian, caranya dengan klik DISINI

3. Bawang Merah

Budidaya tanaman yang satu ini bisa Anda kerjakan dengan menyediakan media polybag, tanah, bawang merah, serta pupuk. Bawang merah sangat cocok untuk para pemula sebab cara penanamannya yang relatif gampang. Berikut ini faktor yang harus diperhatikan ketika menanam bawang merah:
* Waktu penyiraman yang baik harus dikerjakan pada pagi atau sore hari,
* Taruh tanaman di tempat yang terkena sinar matahari, dan
* Pastikan tanaman tak terkena air hujan.

Baca Juga:
Faktor Penting Yang Wajib Anda Ingat Saat Pembibitan Tanaman
Tips Berkebun Asik, Simak Artikel Ini!!
Trik Lengkap Cara Budidaya Lada atau Merica Dalam Polybag

4. Tomat

Tanaman tomat yaitu jenis sayuran yang tak asing bagi seluruh pecinta kuliner. Cara menanamnya pun gampang. Hal yang paling penting yaitu memastikan tanahnya tetap basah. Proses stek merupakan kunci utama dalam menanam tomat.

Bukan hanya itu, air di vas kaca bisa dipakai untuk menumbuhkan akar. Simpan tunas di tempat dengan suhu yang hangat seperti di depan jendela yang terkena sinar matahari. Sesudah 1-2 minggu, akar akan tumbuh di tunas dan Anda bisa memindahkannnya ke meida tanam tanah saat akarnya cukup panjang.

5. Bayam

Tanaman yang satu ini sangat kaya akan zat besi dan baik dikonsumi oleh para ibu hamil. Budidaya tanaman ini bisa dilaksanakan di rumah dengan lahan yang kecil sebab media tanamnya bisa dilaksanakan dengan polybag. Bahan-bahan yang harus disiapkan sebelum menanam bayam:
* Tanah
* Polybag
* Pupuk Kompos
* Pestisida Lamai
* Bibit bayam (biji atau stek batang)

Opsi biji bisa dipilih bila Anda ingin menekan budget, sedangkan opsi stek bisa dipilih bila Anda tak ingin repot ketika proses tanam.

6. Sawi

Tanaman sawi dibagi menjadi 4 macam yakni sawi hijau biasa, sawi hijau pahit, sawi minya, dan sawi berdaun lebar. Akan tetapi, Anda bisa memakai metode yang sama untuk menanam keempatnya. Tak hanya itu, sawi bisa ditanaman di tempat yang panas ataupun dingin. Tanah yang dipakai untuk menanam sawi harus mengandung senyawa organik yang lembap. Hal-hal tersebut pastinya bisa disiapkan dengan gampang di rumah, bukan?

7. Terong

Tanaman yang mengandung banyak gizi seperti vitamin K dan kalsium ini bisa dibudidayakan dengan media polybag. Dengan harga yang tak terlalu rendah, tanaman yang bisa dibudidayakan di rumah ini bisa memberikan keuntungan yang tak sedikit, lho. Syarat yang harus dipenuhi untuk menanam terong:
* Suhu harus sekitar 22-30 derajat Celsius,
* Media tanah meliputi pasir, sekam, tanah, dan pupuk,
* Harus terkena sinar matahari yang cukup,
* Ph tanah harus sekitar 6,3-7,3.

Bagi Anda yang sedang memerlukan Polybag untuk proses budidaya, kami menyediakan dan melayani pemesanan Plastik Pertanian & Perkebunan dengan harga murah serta bahan yang berkualitas. Info harga produk klik DISINI dan pemesanan silakan hubungi kami melalui SMS/WA/CALL pada hari dan jam kerja pukul 08.00-16.00 WIB (Minggu dan Hari Besar TUTUP) di 0812.3258.4950 | 0877.0282.1277 | 0852.3392.5564 | 031–8830487
Atau chat Admin kami dengan klik salah satu link berikut:
http://bit.ly/AdminLC1
http://bit.ly/AdminLC2
http://bit.ly/AdminLC3