Langkah Jitu Budidaya Tanaman Matoa Agar Berbuah Lebat

Matoa merupakan tanaman buah khas Papua, buah metoa memiliki rasa manis dan sangat harum dan buah ini tergolong pohon besar dengan tinggi rata-rata 18 meter dengan diameter rata-rata maksimum 100 cm. Umumnya berbuah sekali dalam setahun Matoa merupakan jenis buah yang memiliki keunikan rasa di banding buah lain yang selama ini kerap dijual di pasaran. Selain itu buah mirip klengkeng ini dapat dipanen hanya dua kali dalam setahun. Buah matoa kaya akan vitamin A dan vitamin E. Buah matoa juga mengandung glukosa jenuh, jadi sebaiknya tidak dimakan terlalu banyak Karena dapat menyebabkan anda teler. Selain itu buah matoa juga memiliki manfaat yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh, meringankan stress, meningkatkan kesuburan, sebagai antioksidan penangkal radikal bebas, menjaga kesehatan kulit, mengurangi resiko terkena penyakit kanker dan resiko terkena sakit jantung koroner.

Tanaman matoa dapat ditanam dengan hasil baik pada ketinggian 20-400 Meter dpl. Untuk produksi tanaman matoa, yang lebih menonjol ialah sebagai tanaman buah. Untuk dibandingkan fungsi lain seperti sebagai bahan bangunan pada beberapa lokasi buahnya mempunyai rasa yang lebih manis dan dagingnya lebih tebal terutama matoa yang tumbuh di Sulawesi, Maluku dan Irian Jaya. Jenis matoa yang tumbuh di Irian Jaya memiliki rasa yang sangat khas seperti kombinasi antara rasa buah lengkeng dan buah durian. Selain buahya dapat dimakan dalam bentuk segar/secara langsung, dapat juga diawetkan dengan cara teknologi pengalengan, dibuat manisan, sirup, serta jeli. Batang kayu yang sudah berumur tua berasal dari tanaman matoa bisa dipakai untuk bahan bangunan rumah seperti rangka atap, tiang dan lain-lain.

• Teknik dan dua metode budidaya matoa
Budidaya pohon matoa bisa dikembangkan dengan dua cara;
1. Generatif / menanam biji
2. Vegetatif / pencangkokan

Jika anda ingin menyiapkan bibit dari hasil cangkokan (vegetatif), maka pilihlah pohon induk yang sudah terbukti menghasilkan buah dengan kualitas buah super, baik rasa maupun ketahanan terhadap penyakit. Pilih salah satu cabang pohon yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda dan setelah itu mulailah mencangkok dengan cara yang benar yaitu dengan menyayat kulit untuk menghilangkan kambiumnya, kemudian tutup dengan tanah yang dibungkus dengan plastik atau sabut kelapa. Biarkan cangkokan sampai mengeluarkan akar. Setelah cangkokan mengeluarkan akar, potong dan lalu pindahkan ke plastik polybag yang telah diisi dengan campuran tanah gembur dan pupuk kandang, kemudian rawat bibit sampai mengeluarkan banyak akar dan terlihat tanda-tanda bibit tumbuh.

Untuk budidaya matoa dari biji, maka semailah biji matoa yang berasal dari buah matoa yang sudah tua. Biarkan sampai bibit sampai memiliki tinggi batang sekitar 10-15cm, kemudian pindahkan ke polybag. Rawat bibit sampai tinggi batang sekitar 40-50cm sebelum ditanam di lahan tanam permanen.

  • Membuat Lubangan untuk menanam

Budidaya matoa dapat dilakukan di tanah secara langsung dan bisa ditanam di pot sebagai tanaman buah dalam pot (tabulampot). Apabila anda ingin menanam matoa di pot, maka anda harus menyiapkan pot yang cukup besar, atau bisa menggunakan drum bekas. Isi dengan campuran tanah gembur dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1 (2 tanah : 1 Pupuk).

Harus diketahui bahwa buah matoa yang ditanam didalam pot tidak dapat menghasilkan buah yang optimal karena ruang tumbuhnya terbatas. Pohon matoa akan tumbuh optimal apabila ditanam di tanah secara langsung. Buatlah lubang tanam dengan ukuran 50cm x 50cm dengan kedalaman 50-60cm. Isi lubang dengan pupuk kandang sampai 2/3 bagian terisi. Sebelum lubang ditanami, biarkan lubang terlebih dahulu selama 1 bulan agar pupuk kandang meresap sempurna dan kondisi tanah stabil.

  •  Penanaman matoa

Setelah bibit matoa hasil cangkokan yang ditanam ke polybag atau bibit matoa hasil semai biji sudah mencapai ketinggian 50cm, maka bibit dapat dipindahkan ke lahan tanam permanen baik berupa pot maupun ke tanah secara langsung, dengan cara membuka polybag tempat bersemainya binih terlebih dahulu secara perlahan. Selanjutnya tanam ke lubang tanam dan tutup dengan tanah sisa galian, padatkan secara perlahan. Lakukan penyiraman setelah penanaman selesai dilakukan.

  • Perawatan tanaman matoa

a. Pemupukan
Pemupukan tanaman matoa dimulai pada saat tanam. Pupuk yang digunakan adalah pupuk :
– Pupuk Organik 5 Kg
– SP 36 1 Kg
– Urea 0,5 Kg
– Kapur 1 Kg
Semua pupuk dicampur menjadi satu dengan tanah galian, bagian atas dibiarkan selama 4-6 hari kemudian ditanami dengan bibit matoa.

b. Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan pada saat tanaman matoa berumur mencapai 3 tahun dari penanaman, hal ini bertujuan agar pohon matoa menghasilkan banyak cabang, sehingga peluang setiap cabang menghasilkan buah akan lebih besar.

c. Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman
Hama tanaman matoa yang sering menyerang tanaman muda ialah lalat daun, dan hama tikus kelelawar sering memakan buah yang sudah matang, serta penggerak batang yang sering ranting tanaman matoa.

d. Penyiangan
Penyiagan dilakukan dengan bertujuan untuk menghilangkan herba dan rumput kecil yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman matoa.

  • Pemanenan

Pemanenan buah matoa dapat dilakukan pada umur 4 tahun dari hasil cangkokan, namun untuk budidaya matoa dari biji akan memerlukan waktu 6 tahun untuk berbuah. Buah matoa siap dipanen setelah berumur 2 bulan dari mulainya proses pembungaan. Untuk memanen dapat dilakukan dengan memotong tangkai buah matoa mengunakan gunting panen buah atau pisau tajam.

Advertisements

About Lim Mulyono

Entrepreneur
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s