Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Polybag

Selamat Datang di website kami. Pembahasan kita kali ini adalah tentang Kelebihan & Kekurangan Polybag. Langsung saja simak di bawah ini $_$

 

A. Kekurangan dalam penggunaan polybag :

– Daya tahan polybag memiliki batas maksimal 2-3 tahun atau 2 – 3 kali pemakaian.
– Kurang cocok untuk usaha skala besar.
– Produktivitas tidak maksimal bila dibandingkan pada lahan.
– Media tanam akan terkuras / berkurang unsur organik dan media lainnya.
– Berat jika dipindahkan ketempat yang jauh.

* Baca Juga : Cara Menanam Jahe Merah Dengan Vertikultur Dalam Polybag!!

B. Keuntungan dalam penggunaan polybag :

– Untuk biaya pembelian lebih murah polybag dibandingkan dengan pot.
– Perawatan mudah.
– Pengontrolan / pengawasan pada tanaman dapat lebih jelas & mudah jika untuk
memelihara tanaman agar terlindung dari serangan hama / penyakit, kekurangan zat
hara.
– Polybag mampu di tambahkan bahan organik / pupuk kandang sesuai takaran.
– Menghemat ruang dan tempat untuk penanaman.
– Komposisi media tanam dapat mudah diatur.
– Nutrisi yang diberikan dapat langsung diserap oleh akar tanaman.
– Tanaman dapat di budidayakan sampai tidak mengenal musim.

Lim Corporation

Pemilihan polybag sebagai wadah tanam untuk budidaya dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dimilikinya seperti, harga murah, tahan karat, tahan lama, ringan bentuk seragam dan tidak cepat kotor. Selain itu sangat bagus untuk drainase, aerasi sehingga tanaman dapat tumbuh subur seperti dilahan. Penentuan ukuran Polybag
yang cocok untuk pertumbuhan tanaman diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam penggunaan media dan nutrisi.

CV Lim Corporation sudah sangat berpengalaman dalam melayani kebutuhan
polybag. Untuk info harga polybag dan cara melakukan pemesanan polybag silahkan
hubungi kami : SMS / Call : 081232584950 | 087702821277 | 085233925564.

Demikian pembahasan kita kali ini, Terima kasih telah berkunjung & Semoga Bermanfaat.

Salam Hangat,

Lim Corporation

Advertisements

Cara Menanam Jahe Merah Menggunakan Teknik Vertikultur Dalam Polybag

Welcome Back!! para pecinta tanaman. Kali ini kita akan membahas tentang Menanam Jahe Merah Menggunakan Teknik Vertikultur. Hal ini cocok untuk Anda yang tidak memiliki cukup lahan di pekarangan rumah. Langsung saja simak di bawah ini :

Jahe merah

Jahe jenis ini memiliki kandungan minyak atsiri tinggi dan rasa paling pedas, sehingga
cocok untuk bahan dasar farmasi dan jamu. Ukuran rimpangnya paling kecil dengan
kulit warna merah, serta serat yang lebih besar dibanding jahe biasa.

Cara menanam jahe merah umumnya di lakukan pada lahan kebun atau tegalan. Kali
ini kami akan mengupas cara menanam jahe merah dengan media media polybag,
dengan mengabungkan teknik vertikultur.

Hal ini cukup selaras dengan keadaan para petani saat ini, yang memang tidak
memiliki lahan yang cukup luas untuk menanam jahe merah di lahan. Cara menanam
jahe merah yang efektif, praktis, dan hemat tempat.

Cara menanam jahe merah dengan teknik vertikultur harus diawali dengan
pembuatan rak bertingkat untuk menyusun media tanam, agar tidak memakan banyak
tempat. Kemudian siapkan polybag, fungsinya sebagai media tanam. Menanam jahe
merah pada polybag memiliki beragam keuntungan yaitu :

– Penggunaan lahan dan juga air jauh lebih hemat daripada bertani konvensional.
– Media tanam dapat disesuaikan dengan barang yang ada.
– Lebih mudah dalam pemeliharaan.
– Hasil panen semakin berlimpah, apalagi jika lebih rajin dan tekun, efiensi hasil panen
bisa mecapai 80% dibandingkan cara konvensional.

Berikut cara menanam jahe merah menggunakan polybag dengan teknik vertikultur :

* Baca Juga : 4 Langkah Jitu Menanam Tomat Hidroponik

1. Persiapan Media tanam

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam menanam jahe merah adalah
menentukan media apa yang akan dipakai. Cara menanam jahe merah bisa dengan
polybag. Anda juga dapat memanfaatkan barang bekas yang banyak terdapat di
sekitar Anda.

Setelah itu, isi polybag tersebut dengan media tanam yang terdiri dari tanah, pasir dan
pupuk organik dengan komposisi 1:1:1. Sebaiknya gunakan pupuk organik yaitu pupuk
kandang yang sudah difermentasikan agar lebih mudah terserap oleh media tanam di
dalam polybag, dan sebagai pemenuhan kandungan unsur hara yang diperlukan benih
jahe merah nantinya. Jika lahan terlalu asam, Sebaiknya tambahkan kapur pertanian,
supaya PH tanah menjadi netral.

Jahe Merah

2. Bibit Jahe Merah

Setelah media tanam siap, langkah berikutnya adalah mencari bibit unggulan agar
hasil panen nantinya jauh lebih maksimal. Ciri-ciri bibit yang bagus adalah berumur
tua, bebas dari berbagai macam penyakit, berwarna cerah dan tidak ada luka.

Jika Anda sudah dapat bibit unggulan jahe merah, selanjutnya adalah merendam bibit
jahe merah tersebut ke dalam larutan fungisida selama 15 menit. Hal ini bertujuan
agar bibit jahe merah Anda terbebas dari berbagai penyakit akibat jamur maupun
gangguan bakteri jahat lainnya penyebab kebusukan.

Berikutnya adalah menyemai bibit tersebut di area yang lembab & dijauhkan dari
cahaya matahari langsung. Anda dapat menaruhnya didalam gudang dengan diberi
alas jerami. Letakkan bibit jahe merah di atas jerami tersebut kemudian tutup kembali
dengan jerami ataupun alang-alang.

Sewaktu penyemaian, bibit perlu dikontrol setiap hari agar kelembaban bibit jahe
merah tetap terjaga. Atau bila bibit terlalu kering, Anda bisa menyiraminya sedikit demi
sedikit hingga kembali lembab. Biasanyanya tunas baru akan tumbuh setelah usia
semai mencapai 2 minggu, dan setelah tunas keluar, pertanda bibit jahe merah sudah
siap untuk dipindahkan.

* Baca Juga : Apa Itu Polybag Dan Apa Saja Macamnya?

3. Teknik Cara Menanam Jahe Merah

Tanam jahe merah jika bibit sudah mengeluarkan tunasnya, Anda bisa langsung
mengevakuasinya kedalam media tanam yang sudah Anda persiapkan tadi. Cara
menanam jahe merah dengan memperhatikan posisi tunas. Dimana cara menanam
jahe merah ini diletakan dalam posisi berdiri, dengan mata tunas diatas. Setelah itu
timbun dengan tanah sedikit(3-5 cm) atau tutup dengan media jerami kering dengan
ketebalan yang sama.

Siramilah bibit tersebut dengan air secukupnya, dan tempatkan di daerah yang tidak
terkena sinar matahari langsung, hingga tunas mulai tumbuh menjadi daun, karena
tunas muda dapat menguning, akibat paparan sinar matahari.

4. Pemeliharaan Jahe Merah

Cara menanam jahe merah juga tidak lepas dari tahap pemeliharaan. Diantaranya
adalah rutin menyirami bibit jahe yang masih baru tersebut setiap hari (terlebih jika
musim kemarau) untuk menjaga kelembaban tanaman jahe merah tersebut.
Penyiraman rutin setiap sore hari Anda lakukan hingga usia tanaman mencapai 3
bulan.

Penyiangan juga penting dilakukan terlebih sebelum tanaman jahe merah menginjak
usia 4 bulan. Penyiangan bertujuan untuk menghilangkan gulma pengganggu yang
dapat menyedot kandungan unsur hara dalam tanah yang seharusnya hanya untuk
tanaman jahe merah Anda.

Selanjutnya jahe merah juga perlu dilakukan pemupukan susulan agar kandungan
unsur hara dalam tanah tetap terjaga. Berikan pupuk susulan dengan menggunakan
pupuk organik pada usia tanam 2 bulan dengan dosis kurang lebih 1/5 dari kapasitas
media tanam polybag tersebut. Untuk hasil yang Best Of The Best, lakukan
pemupukan sebanyak 3 kali hingga sebelum panen tiba.

* Baca Juga : Cara Tepat Budidaya Terong Belanda

5. Cara Panen Jahe Merah

Setelah masa tanam berumur 10-12 bulan, biasanya jahe merah sudah bisa dipanen.
Namun untuk hasil terbaik, tunggulah hingga tanaman jahe merah berumur genap
satu tahun, agar tanaman jahe merah Anda ketika di panen dalam keadaan benar-
benar sudah tua, dan tentu saja agar rimpang jahe merah bertambah berat.

Cara panen jahe merah dengan media polybag sangatlah mudah, Cukup Anda sobek
polybag tersebut, ambil rimpang jahe merah tersebut kemudian dibilas dengan air
hingga bersih. Setelah itu di angin-anginkan atau dijemur dan siap untuk dipasarkan
atau dikonsumsi.

Demikianlah beberapa tips tentang cara menanam jahe merah dengan media polybag
yang sangat praktis. Cara menanam jahe merah dengan cara ini, umumnya hasil
panen satu polybag, dapat menghasilkan rimpang jahe merah hingga 2-5 kg.

Terima Kasih telah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini, Semoga bermanfaat bagi anda & selamat beraktifitas.

Kami CV Lim Corporation menyediakan alat-alat pertanian seperti Polybag, dll.
Info lebih lanjut silahkan klik DISINI
Untuk pemesanan silahkan hubungi : 085233925564 | 087702821277 | 081232584950

Salam Hangat,

Lim Corporation

4 Langkah Jitu Menanam Tomat Hidroponik

 

Selamat datang kembali para pemirsa!!! Hari ini kita akan membahas tentang Tomat
Hidroponik….
Oke tanpa basa-basi langsung saja simak berikut ini :

 

Teknik menanam tumbuhan hidroponik tomat adalah salah satu Teknik yang sedang
banyak digemari. Pasalnya, Teknik penanaman ini tidak harus membutuhkan lahan
yang luas, sehingga memungkinkan dipraktikkan di lingkungan perumahan yang
memang minim lahan kosong atau lahan pertanian.

Berbagai macam tumbuhan dapat di tanam menggunakan Teknik hidroponik ini, dan
salah satunya yaitu tomat. Tanaman dengan buah berwarna merah ini merupakan
salah satu tanaman hidroponik yang dalam perawatannya tidak begitu sulit. Selain itu,
media yang di butuhkan juga tidak banyak sehingga sangat memudahkan.

* Baca Juga : Cara Tepat Budidaya Terong Belanda!!

Lalu bagaimanakah cara menanam tomat hidroponik? Berikut ini penjelasannya untuk
anda :

Penyemaian

Penyemaian tomat ini di lakukan sejak tomat masih dalam bentuk biji. Kemudian biji
tomat itu di keringkan dan di semai dalam media semai yaitu plastik dan rockwoll.
Proses penyemaian bibit tomat ini berlangsung selama kurang lebih 2 bulan atau
hingga bibit tomat mencapai ketinggian 15 cm.

 

Siapkan media tanam

Setelah bibit tomat berukuran 15 cm, bibit tersebut siap untuk di pindahkan ke lahan
tanam. Sesuai Teknik penanaman yang di gunakan yaitu Teknik hidroponik, jadi media
tanam yang di gunakan bukanlah tanah atau unsur hara lainnya.

Media penanaman tomat hidroponik ini tak lain adalah arang sekam. Arang sekam
yaitu media yang terbuat dari padi kering yang telah di bakar. Kemudian media
tersebut di masukkan dalam polybag ataupun pot.

Setiap polybag sebaiknya di isikan dengan arang sekam masing-masing 2 kg.
Selepas itu tempatkan polybag yang telah diisi arang sekam serta ditanami bibit tomat
tersebut dalam rumah kaca dengan jarak masing-masing polybag adalah 30-40 cm.

Pemberian nutrisi

Sesudah bibit tomat di pindah ke media penanaman, cara menanam tomat hidroponik
selanjutnya yaitu dengan memberikan nutrisi pada tanaman tomat tersebut. Nutrisi
yang di perlukan tanaman tomat hidroponik adalah nutrisi AB Mix khusus tomat.
Pemberian nutrisi ini bisa di lakukan setiap hari. Tips dari saya, agar tanaman tomat
tak rusak karena nutrisi yang di berikan yaitu jangan sampai daun tomat terkena
cairan nutrisi, serta jangan sampai menyentuh media arang sekam.

Pemeliharaan

Saya sarankan untuk meletakkan tanaman tomat hidroponik di rumah kaca, bertujuan
agar tanaman tidak terserang hama dan serangga yang dapat merugikan.

Perawatannya sangat mudah, cukup periksa daun tanaman tomat yang sudah tua,
buanglah daun-daun tersebut agar daun muda tanaman tomat bisa tumbuh subur.
Jangan lupa buang juga buah tomat yang busuk atau di hinggapi serangga.

Selain itu, anda juga harus sering mengecek hama kecil yang biasanya menempel
pada bagian bawah daun dan batang tanaman tomat. Jangan lupa untuk sering
menyiramnya 2 kali sehari pada pagi dan sore.

* Baca Juga : Cara Menanggulani Hama Penyakit Terong

Oke, sampai disini dulu pembahasan kita kali ini. Terima kasih telah berkunjung &
semoga bermanfaat.

Kami juga menyediakan Polybag bagi anda yang ingin menanam pada lahan yang
sempit, jika ingin memesan langsung saja hubungi : 085233925564 | 087702821277 |
081232584950. Oke terima kasih & sampai jumpa lagi ^_^.

Salam hangat,

 

CV Lim Corporation

 

Cara Tepat Budidaya Terong Belanda

 

Budidaya Terong Belanda Dalam Polybag!!

Kali ini kita akan membahas tentang Terong Belanda.Terung belanda atau terong belanda (Solanum betaceum) adalah jenis tanaman anggota keluarga terung-terungan (Solanaceae) yang mulai di kembangkan di Bogor, Jawa Barat sejak tahun 1941. Di Indonesia terung ini mungkin pertama kali dibawa dan dikembangkan di Indonesia oleh orang Belanda pada waktu itu sehingga dikenal dengan nama terung belanda, padahal buah tersebut berasal dari daerah Amazon, Amerika Latin.

Terong Belanda Memiliki banyak khasiat bagi tubuh, maka sangatlah penting bila
mencoba untuk membudidayakan di rumah sendiri. Cara paling praktis dalam
budidaya terong Belanda yaitu menggunakan media polybag.

Mengapa perlu menggunakan polybag? Karena Polybag merupakan tempat yang
praktis untuk budidaya tanaman ini. Postur pohon terong ini cukup kecil, sehingga
polybag bisa menjadi solusi tempat tanam yang baik. Selain itu, anda juga bisa
memanfaatkan penataan di lahan-lahan sempit di rumah menggunakan media tanam
ini. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam budidaya menggunakan polybag.
Agar tanaman yang dihasilkan dapat tumbuh subur dan menghasilkan buah yang
bagus.

1. Media Tanam

Untuk media tanam pilihlah tanah yang subur. Campurkan dengan pupuk kompos
untuk menghasilkan tanah lunak dan tidak mudah mengeras. Karena menggunakan
polybag yang terbuat dari plastik. Maka kita harus mempersiapkan tanah yang baik
dan tidak keras supaya polybag tidak mudah robek.

Tambahkan sekam sebagai media yang dapat menggemburkan tanah. Dengan tanah
yang gembur secara otomatis akan memberikan ruang gerak yang cukup untuk
tanaman terong Belanda ini.

* Baca Juga :

Macam-macam Hama & Penyakit Pada Tanaman Wortel Serta Cara Mengatasinya!!

2. Bibit

Untuk menghasilkan tanaman yang bagus memang diperlukan bibit yang tidak
sembarangan. Perlu adanya pemilihan bibit yang tepat supaya pertumbuhan tanaman
dapat berjalan dengan baik.Untuk bibit anda bisa membuatnya sendiri dengan cara
memilih buah terong Belanda yang sudah masak. Kemudian pisahkan biji terong
dengan dagingnya.

Jemur biji tersebut hingga kering. Setelah itu siapkan media penyemaian yang telah
diberikan pupuk kompos dan puradan sebagai pengaman bibit dari hewan pemakan
tunas.Bila anda merasa membuat bibit sendiri sangat menyulitkan sebaiknya membeli
bibit yang sudah siap tanam adalah solusi terbaik.

3. Pupuk

Selain pupuk kompos yang sudah dicampur dengan media tanam. Sebaiknya anda
juga perlu memperhatikan pupuk tambahan sebagai nutrisi tanaman agar dapat
tumbuh dengan sempurna.Kami sarankan untuk menggunakan pupuk organik bukan
pupuk kimia. Ini bertujuan untuk memberikan buah yang sehat dan aman untuk
dikonsumsi.Sangat menyedihkan bila kita menggunakan terong Belanda ini sebagai
tambahan nutrisi untuk tubuh tapi sudah diselipi dengan pupuk kimia yang tidak baik
untuk tubuh kita.

4. Lokasi Penanaman

Untuk mempermudah dalam pengontrolan tanaman, sebaiknya gunakan sisa lahan
kosong dekat rumah. Usahakan lokasi yang dapat cahaya matahari dengan baik, agar
tanaman bisa tumbuh dengan baik.Bila anda mempunyai cukup dana, anda bisa
menambahkan jaring sebagai penutup tanaman agar tidak mudah diserang oleh
hama. Selain itu, fungsi jaring ini dapat mengontrol panas sinar matahari di siang
hari.Sehingga tanaman mendapatkan panas yang cukup dan tidak berlebihan.

Beberapa persiapan penanaman di atas sangat penting untuk dilaksanakan, karena
polybag merupakan tempat tanam yang kecil. Bila nutrisi yang ada didalamnya tidak
tercukupi tentu akan mengakibatkan tanaman menjadi kurang baik pertumbuhannya,
apalagi buahnya.

Cukup sampai disini dulu yaaa, Terima kasih telah berkunjung & selamat mencoba di rumah masing-masing GOOD LUCK!!

 Salam Hangat,

Lim Mulyono