Macam-Macam Hama dan Penyakit Pada Tanaman Wortel serta Cara Mengatasinya

gambarbanner worte

Pasti anda mengenal jenis tanaman yang satu ini bukan??!! Yup! ini adalah tanaman wortel. Yaitu tanaman yang kaya akan kandungan vitamin A, dan banyak disukai oleh masyarakat. Tahukah anda!!! Bahwa terdapat macam-macam hama dan penyakit yang sering menyerang jenis tanaman yang satu ini loh!!

Kali ini kita akan membahas tentang “Hama dan Penyakit Pada Tanaman Wortel serta Cara Mengatasinya”.

Hama dan penyakit merupakan kendala yang sering dihadapi oleh para petani, karena hama dan penyakit dapat menghambat pertumbuhan dan menurunkan produktivitas, bahkan kematian pada tanaman. Dengan adanya serangan hama dan penyakit ini membuat para petani harus banyak kehilangan tanaman (gagal panen).

Dalam hal ini para petani harus mengambil tindakan serius. Jika tidak maka tanaman akan mudah rusak dan mengakibatkan hal yang tidak diinginkan. Untuk mengendalikannya, para petani harus mengetahui gejala dan kondisi tanaman terlebih dahulu, agar lebih mudah untuk mengendalikan/mengatasinya.

Berikut ini ulasan mengenai hama dan penyakit pada tanaman wortel dan bagaimana cara mengatasinya :

1. Hama Pada Tanaman Wortel

a. Kutu Daun ( Aphid, Aphis spp )

hama
Hama Tanaman Wortel

Ciri-cirinya ialah warnanya hijau kehitaman, bentuknya kecil dan mempunyai bulu halus pada sekitar tubuhnya. Hama ini dapat menyerang dan menghisap sari pati pada daun. Jika tanaman sudah terserang, maka akan menunjukkan gejala daun yang menguning, berlubang, bahkan kering dan mati.

Cara Mengatasi :

Pada hama ini dapat diatasi dengan cara membersihkan lahan dan mengurangi banyaknya tanaman (penjarangan). Bisa juga dengan menggunakan pestisida, namun tidak disarankan kerena dapat mempengaruhi kualitas dan kondisi kesehatan wortel nantinya.

b. Ulat Tanah ( Agrotis ipsilon Hufn )

Ciri-cirinya ialah berwarna kecoklatan, panjang badan sekitar 4-5 cm, hidup dalam tanah. Menyerang pada bagian akar tanaman, jika sudah terserang, maka tanaman akan mengalami gejala seperti layu lalu kering kemudian mati.

Cara Mengatasi :

Pada hama ini dapat diatasi dengan cara melakukan penyemprotan pestisida atau bisa juga dengan cara manual seperti memungut ulat tersebut satu-persatu kemudian membuangnya sejauh mingkin.

*Baca Juga : Cara Menanggulangi Hama Penyakit Terong

c. Lalat ( Psile rosae )

Ciri-cirinya memiliki warna hitam kehijauan, terlihat belang-belang coklat pada tubuhnya. Hama ini menyerang pada bagian buah tanaman. Gejala yang ditunjukkan ialah membusuknya bagian dalam tubuh tanaman, buahnya menjadi berlubang.

Cara Mengatasi :

Pada jenis hama ini, dapat diatasi dengan cara membuat perangkap untuk lalat, dan membersihkan lahan secara teratur, tentunya dengan menyemprotkan pestisida.

2. Penyakit Pada Tanaman Wortel

a. Nematoda Bintil Akar

Nematoda bintil akar ini disebabkan oleh Heterodera carotae. Apabila tanaman tersebut terserang, maka gejala yang timbul ialah munculnya bintik-bintik pada umbi tanaman dan bisa menyebabkan umbi tanaman tersebut mengalami kerusakan hingga cacat pada tanaman wortel.

Cara Mengatasi :

Jika tanaman tersebut terkena penyakit ini, dapat diatasi dengan cara melakukan perendaman benih dengan menggunakan larutan fungisida. Apabila tanaman sudah tertular, sebaiknya dicabut dan langsung dibakar, hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit.

b. Bercak Daun

Hal ini disebabkan oleh Cercospora sp. Ciri-cirinya ialah munculnya bercak-bercak hitam atau coklat pada bagian permukaan daun tua. Apabila dibiarkan maka akan menimbulkan kecacatan pada tanaman wortel dan dapat mempengaruhi kualitas buahnya.

Cara Mengatasi :

Jika tanaman tersebut sudah terserang, dapat diatasi dengan cara melakukan membersihkan lahan secara teratur, dan jika tanaman tersebut tertular, sebaiknya dicabut lalu dibakar, hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit.

*Baca Juga : Produsen Polybag , Jual Polybag (koker) Untuk Pembenihan Tanaman

c. Busuk Alternaria

Hal ini disebabkan oleh Alternaria dauci, jika tanaman tersebut terserang, akan terlihat bercak coklat tua kehitaman pada daun. Apabila kondisi tersebut dibiarkan maka akan menyebabkan daun menjadi layu bahkan sampai mengering.

Cara Mengatasi :

Caranya rendam benih dengan menggunakan larutan fungisida, membersihkan lahan atau dapat menyemprotkan fungisida dithane, hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran dan memberantas sumber penyakit.

Sekian dulu pembahasan mengenai “Hama dan Penyakit Pada Tanaman Wortel serta Cara Mengatasinya”. Jika anda menemukan gejala hama dan penyakit pada tanaman wortel yang anda budidaya, anda bisa mengatasinya dengan cara diatas..
Selamat mencoba..

Advertisements

Cara Menanggulangi Hama Penyakit Terong

aubergine-1298730_640

Mungkin bagi sebagian orang hama & penyakit tanaman sangat menggangu sehingga membuat jengkel.bingung cari cara mengatasinya kemana? yuk kita simak artikel berikut. cekidot!

 

Untuk menjaga tanaman terong dari hama dan penyakit, anda bisa melihat artikel di bawah yaitu cara pengendalian hama dan penyakit untuk tanaman terong.

PENYAKIT

layu bakteri

1. Layu Bakteri
Penyebab : bakteri Pseudomonas solanacearum
Bisa hidup lama dalam tanah
Serangan hebat pada temperatur cukup tinggi
Gejala serangan terjadi kelayuan pada seluruh tanaman secara mendadak

images (2)

2. Buah Busuk
Penyebab : jamur Phytophthora sp, Phomopsis vexans, Phytium sp.
Gejala serangan adanya bercak-bercak coklat kebasahan pada buah sehingga buah busuk.

Foto3750

*Jangan Lupa Baca Juga:Tips Jitu Cara Budidaya Bunga Anggrek Vanda

3. Bintik-bintik Daun
Penyebab : jamur Cercospora sp, Alternaria solani, Botrytis cinerea
Gejala bercak-bercak kelabu-kecoklatan atau hitam pada daun.

4. Antraknose
Penyebab : jamur Gloesporium melongena
Gejala bercak-bercak melekuk dan bulat pada buah lalu membesar berwarna coklat dengan titik-titik hitam

5.Busuk Leher akar
Penyebab ; Sclerotium rolfsii
Gejala pangkal batang membusuk berwarna coklat

6.Rebah Semai
Penyebab : Jamur Rhizoctonia solani dan Pythium spp.
Gejalanya adalah batang bibit muda kebasah-basahan, mengkerut dan akhirnya rusak dan mati

cropped-banner-polybag1.jpg

Cara pengendalian Penyakit:
Tanam varietas ,atur jarak tanam dan pergiliran tanaman, perbaikan drainase, atur kelembaban dengan jarak tanam agak lebar, cabut dan buang tanaman sakit Rendam benih dengan POC NASA dosis 2 cc / lt + Natural GLIO dosis 1 gr/lt,untuk  Pencegahan taburkan Natural GLIO yang telah dicampur pupuk kandang sebelum tanam ke lubang tanam.

Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternatif terakhir bisa menggunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan merata serta tidak luntur oleh air hujan tambahkan Perekat AERO 810 dengan dosis 0,5 l per tangki
*Jangan Kuper Baca Juga:Panduan dan Cara Budidaya Bunga Krisan Untuk Para Pemula
H A M A

b0070071_851749

1. Kumbang Daun (Epilachna spp.)
Gejala serangan adanya bekas gigitan pada permukaan daun sebelah bawah
Bila serangan berat dapat merusak semua jaringan daun dan tinggal tulang-tulang daun saja
Cara pengendalian; kumpulkan dan musnahkan kumbang, atur waktu tanam, pencegahan dengan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 setiap 1-2 minggu sekali.

Kutu Daun Aphis Gossypii

2. Kutu Daun
Menyerang dengan cara menghisap cairan sel, terutama pada bagian pucuk atau daun-daun yang masih muda.
Daun tidak normal, keriput atau keriting atau menggulung
Sebagai vektor atau perantara virus
Cara pengendalian : mengatur waktu tanam dan pergiliran tanaman, untuk pencegahan semprot PENTANA + AERO 810 atau Natural BVR setiap 1-2 minggu sekali.

foto-tempat-tidur-pun-bisa-jadi-sumber-penyakit

3.Tungau ( Tetranynichus spp.)
Serangan hebat musim kemarau.
Menyerang dengan cara menghisap sel tanaman, sehingga menimbulkan gejala bintik-bintik merah,kecoklat-coklatan atau hitam di permukaan daun sebelah atas ataupun sebelah bawah.
Cara pengendalian sama seperti pada  kutu daun.

ulat-tanah_thumb[2]

4. Ulat Tanah ( Agrotis ipsilon Hufn.)
Bersifat polifag, aktif senja atau malam hari
Menyerang dengan cara memotong titik tumbuh tanaman yang masih muda, sehingga terkulai dan roboh
Cara pengendalian : kumpulkan dan musnahkan ulat,untuk  pencegahan semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810.

download (7)

5.Ulat Grayak (Spodoptera litura, F.)
Bersifat polifag.
Menyerang dengan cara merusak (memakan) daun hingga berlubang-lubang.
Cara pengendalian : mengatur waktu tanam dan pergiliran tanaman, semprot dengan Natural VITURA.

download (8)

6.Ulat Buah ( Helicoverpa armigera Hubn.)
Bersifat polifag, menyerang buah dengan cara menggigit dan melubanginya, sehingga bentuk buah tidak normal, dan mudah terserang penyakit busuk buah.
Cara pengendalian : kumpulkan & hancurkan buah yang tercemar,lakukan perpindahan tanaman & lakukan waktu tanam sanitasi kebun, untuk pencegahan semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 setiap 1-2 minggu sekali

Silahkan mencoba semoga bermanfaat & semoga berhasil.

GOOD LUCK!