3 Jenis Tanaman Yang Cepat Panen

Bercocok tanam dengan memakai pekarangan rumah sekarang ini tengah disukai oleh banyak orang. Selain sebagai sarana pemenuhan keperluan pangan sehat, bercocok tanam dapat juga jadi hobi yang dikerjakan untuk menyingkirkan kejenuhan akibat kebiasaan yang monoton sehari-harinya. Serta menanam sayur di pekarangan tempat tinggal adalah salah satu contoh nyatanya, lantaran sayuran adalah jenis bahan pangan utama yang perlu dipenuhi sehari-hari sebagai untuk memperoleh konsumsi gizi cukup.

Media Tanam

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Walau tak mempunyai tempat luas, bercocok tanam di pekarangan tempat tinggal tetap dapat dikerjakan, yakni cuma dengan pilih jenis media tanam yang akan dipakai. Tanah sudah pasti jadi pilihan paling utama dalam bercocok tanam lantaran gampang diperoleh serta gampang pengolahannya, sedang pemakaian polybag yaitu salah satu langkah supaya tanah tetap dapat dipakai sebagai media tanam walau tempat yang dipunyai tidak demikian luas.

Selain itu, kebutuhan pupuk manfaat menumbuh-suburkan tanaman dapat juga kita peroleh dengan gampang. Sebagai contoh yaitu sampah dapur –yang juga adalah sampah organik– dari beberapa bekas bahan pangan, dapat kita manfaatkan sebagai pupuk kompos. Di samping hemat, pupuk kompos juga memiliki kelebihan untuk tanaman lantaran tak mengandung bahan kimia. Begitu jenis tanaman bakal terjamin kesehatannya serta aman untuk dikonsumsi.

Hal yang paling utama dalam bercocok tanam yaitu penentuan jenis tanaman, yakni sebaiknya dapat menyesuaikan dengan kekuatan kita dalam soal menjaga tanaman itu, baik saat maupun tenaga. Umpamanya jika akan menanam sayuran, untuk Anda yang berkemauan serba cepat, silahkan pilih jenis tanaman sayuran yang gampang dalam perawatannya hingga panen pun bakal cepat. Begitu kita akan tidak terbebani akibat kerja penambahan menjaga tanaman itu.

Jenis Sayur Gampang Ditanam serta Cepat Panen

1. Sawi Hijau/Caisim

Sawi hijau atau dikenal juga dengan nama caisim yaitu jenis sayuran yang dapat tumbuh di daerah dataran tinggi ataupun dataran rendah, dimana terkecuali akarnya, semua sisi tanaman ini tetap dapat digunakan untuk dikonsumsi.

Untuk pembudidayanya, sawi hijau termasuk juga jenis sayuran yang gampang, lantaran ketika pembibitan yang kita perlukan hanya biji yang datang dari bunganya. Biji sawi hijau itu disemai sampai tumbuh membuat 3 hingga 4 daun, lalu silahkan dipindah pada media tanam yang sudah disediakan dengan memerhatikan jarak tanamnya. Biji sawi hijau dapat juga segera ditanam pada media tanam, dengan catatan tetap memerhatikan jarak antar biji yang bakal tumbuh jadi tanaman.

Mengenai perawatannya juga tidak begitu sulit, kita cuma butuh mengatur saat penyiraman tanaman serta pemupukan yang sesuai dengan keperluan tanaman. Sawi hijau telah dapat mulai dipanen pada usia 25 – 30 hari dari sistem tanam bibit dari sistem penyemaian, atau 40 – 50 hari dari tanam biji.

2. Bayam

Bayam mempunyai dua jenis, yakni bayam hijau serta bayam merah. Tetapi yang paling banyak dibudidayakan oleh orang-orang Indonesia yaitu jenis bayam hijau. Para petani mengenal bayam jadi dua jenis, yakni bayam petik serta bayam cabut. Bayam petik dapat tumbuh lebih tinggi serta besar, langkah panennya dengan menuai daun mudanya. Sesaat bayam cabut bakal tumbuh pendek serta langkah panennya mencabut segera semua tanaman dengan akarnya. Sisi tanaman yang digunakan sebagai bahan pangan dari tanaman bayam yaitu daun serta batang mudanya.

Menanam bayam diawali dari bijinya, tanam segera biji bayam pada media tanam. Kemudian tutupi biji dengan tanah halus seperlunya hingga bijinya tak tampak. Langkah perawatannya cukup hanya mengatur saat penyiraman sesudah biji tumbuh serta membuat daun. Bayam telah mulai dapat dipanen pada usia 25 hari, untuk bayam petik dapat dipanen 4 – 5 hari sekali. Sedang bayam cabut cuma dapat satu kali panen, dipanen dengan segera mencabut semua tanaman dengan akarnya.

3. Kangkung

Kangkung jadi salah satu sayuran favorite banyak orang, bahkan juga kangkung jadi salah satu menu andalan yang dihidangkan di banyak restoran serta tempat tinggal makan. Ada dua jenis kangkung yang di kenal oleh beberapa petani, yakni kangkung darat serta kangkung air. Terkecuali perbedaan media tanam untuk kangkung air yang ditanam pada media tanam berair, kangkung air memiliki daun yang lebih lebar serta agak membulat dengan bunga berwarna keunguan. Sedang kangkung darat, memiliki daun yang lebih runcing serta bunganya berwarna putih.

Jenis kangkung yang paling banyak ditanam di pekarangan tempat tinggal yaitu jenis kangkung darat. Kangkung darat ditanam dengan memakai biji yang yang langsung disebar pada media tanam. Kangkung darat akan tumbuh tegak serta perawatannya cukup dengan mengatur saat penyiramannya. Kangkung darat bisa dipanen sesudah berusia 30 hari hingga 45 hari. Pemanenan dikerjakan dengan mencabut semua tanaman dengan akarnya.

Kebutuhan biji tanaman sawi hijau, bayam serta kangkung, mudah didapatkan di toko-toko pertanian. Terkecuali perawatan dengan mengatur saat penyiraman, pemberian pupuk tambahan dapat dikerjakan sesuai dengan keperluan tanaman. Setelah panen, tanah didalam polybag bisa diproses kembali dengan perbaikan unsur hara memakai pupuk kompos. Begitu bercocok tanam di pekarangan tempat tinggal bakal dapat dikerjakan dengan cara berkelanjutan.

 

Klik web ini : Peremajaan Perkebunan Karet, Produktifitas Dapat Meningkat 30% !!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s