Apa Yang Dimaksud Dengan Perkebunan?

Yang disebut perkebunan yaitu semua aktivitas yang mengupayakan tanaman spesifik pada tanah atau media tumbuh yang lain dalam ekosistem yang sesuai sama. Dengan pertolongan pengetahuan & tehnologi, aktivitas dalam perkebunan mencakup : memproses serta memasarkan barang hasil tanaman itu. Juga memasukkan permodalan dan manajemen untuk mewujudkan kesejahteraan untuk pelaku usaha perkebunan serta penduduk.

Untuk membedakan perkebunan dengan pola tanam umum, umumnya dalam perkebunan, tanaman yang ditanam tidaklah tanaman yang menjadi makanan pokok ataupun sayuran atau bunga. Tanaman yang ditanam biasanya memiliki ukuran besar dengan waktu penanaman yang relatif lama, umumnya lebih dari satu tahun.

Sebagian Type Perkebunan
Lebih detilnya pengertian perkebunan bisa disimpulkan lebih luas menurut beberapa persyaratan : manfaat, pengelolaan, type tanaman, serta product yang dihasilkan. Berdasar pada manfaatnya, perkebunan bisa disimpulkan sebagai usaha untuk membuat lapangan kerja, tingkatkan pendapatan serta devisa negara, serta pelihara kelestarian sumber daya alam.

Berdasar pada pengelolaannya, perkebunan dibedakan menjadi :
1. Perkebunan rakyat, ialah budidaya tanaman yang dikerjakan oleh rakyat.
2. Perkebunan besar, adalah budidaya tanaman yang dikelola oleh tubuh usaha punya negara (BUMN) atau perusahaan swasta.
3. Perkebunan Inti Rakyat (PIR). Adalah perkebunan yang melibatkan tubuh usaha punya negara (BUMN) atau perusahaan swasta sebagai INTI, dan rakyat sebagai PLASMA.
4. Perkebunan Unit Pelaksana Proyek (Perkebunan PUPP). Adalah perkebunan yang dalam pembinaannya dikerjakan oleh pemerintah, sedang pengusahaannya tetaplah dikerjakan oleh rakyat, pemerintah maupun swasta.

Berdasar pada karakter intensifnya, perkebunan dibedakan jadi perkebunan agroforestri serta silvikultur (budidaya rimba). Dalam perkebunan pemeliharaan memegang fungsi utama ; sementara dalam agroforestri serta silvikultur, tanaman condong dilewatkan untuk tumbuh sesuai keadaan alam. Lantaran sifatnya intensif, perkebunan nyaris senantiasa mengaplikasikan langkah budidaya monokultur, terkecuali untuk komoditas spesifik, seperti lada serta vanili. Penciri sekunder, yang tidak selamanya berlaku, yaitu ada instalasi pemrosesan atau pengemasan pada hasil panen dari tempat perkebunan itu, sebelumnya produknya di pasarkan.

Ukuran luas perkebunan begitu relatif serta bergantung volume komoditas yang dihasilkan. Tetapi, satu perkebunan membutuhkan satu luas minimal untuk melindungi keuntungan lewat system produksi yang diterapkannya. Kepemilikan tempat bukanlah adalah prasyarat mutlak dalam perkebunan, hingga untuk sebagian komoditas berkembang system sewa-menyewa tempat atau system pembagian usaha, seperti Perkebunan Inti Rakyat (PIR).

Sejarah perkebunan di banyak negara sering berkaitan dengan peristiwa penjajahan/kolonialisme serta pembentukan satu negara. Di Indonesia sendiri, perkebunan mulai di kenal mulai sejak pemerintahan kolonial Belanda. Baru sesudah merdeka pemerintah Indonesia menggantikan perkebunan itu. Sebagian type tanaman perkebunan sebagai komoditas ekspor nonmigas Indonesia diantaranya : cengkih, kakao, karet, kopi, teh, serta kelapa sawit.

Baca Juga Perkebunan Kelapa Sawit dan Budidaya Jahe Dan Keuntungannya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s