Dengan Peremajaan Perkebunan Karet, Produktiftas Bisa Meningkat 30 Persen

Perkebunan Karet
Perkebunan Karet

Artikel perihal lakukan Peremajaan Perkebunan Karet, Produktiftas Meningkat 30 Persen! Ini buka semata jargon. Bakalan melainkan sebuah saran dan tips meningkatkan produktifitas perkebunan karet tua ataupun perkebunan karet yang belom memilih dari bibit klon unggul sebelumnya.

Data produktifitas karet menunjukkan bahwa meskipun Indonesia memiliki areal perkebunan perkebunan karet terluas di dunia, namun nyatanya untuk produktifitasnya berada di nomor terakhir. Produktifitas karet Indonesia kalah jauh dibandingkan dengan zona-zona lain penghasil karet natural.

Bandingkan produktifitas salah satu negara penghasil karet dibawah ini, dihitung dari perolehan karet dari lahan per hektar. Zona India 1,8 ton per hektar. Thailand 1,79 ton per hektar. Vietnam (zona yang baru saja mengembangkan perkebunan karet sebagai salah satu usaha negara) 1,79 tonper hektar. Srilanka 1,55 ton per hektar. Chinda 1,16 ton per hekatar. Malaysia 1,5 ton per hektar. Sementara untuk produktifitas perkebunan karet Indonesia cuma 1,0 juta ton per hektar.

Bandingkan dengan Vietnam negara baru yang merespon kebutuhan karet dunia dengan mewujudkan perkebunan Karet baru satu dekade terakhir. Produktifitasnya kini mencapai 1,79 ton per hektar, alias bandingkan dengan India yang produktifitasnya menjangkau 1,8 ton per hektar. Sedangkan Indonesia sekedar dapat menghasilkan 1 ton per hektar.

Padahal prosentase perkebunan karet merupakan perkebunan yang murni digerakkan oleh petani ataupun rakyat sendiri. 85 persen dari totalseluruh perkebunan karet di negri kita ialah perkebunan rakyat yang dikelola sendiri oleh rakyat. Artinya jika produktifitas karet ini dapat ditingkatkan 30 persen saja (padahal andaikan dibandingkan dengan India, produktifitas karet seharusnya bisa ditingkatkan hingga 70 persen), maka peningkatan produktifitas ini menurut eksklusif bakalan berpengaruh pada kesejahteraan para petani karet.

* apabila membutuhkan polybag buat pembibitan karet silahkan hubungi kami sms/call: 08123.258.4950 – 0877.0282.1277. Info tentang polybag silahkan klik disini.

Lalu, Apa dilema Utama Rendahnya Produktifitas Karet Indonesia?
Semacam yang diberikan oleh Staff ahli Dewan Karet Indonesia (Dekarindo), ada dua persoalan klasik yang hingga sampai-sampai dikala ini persoalan ini belom terputus. Dilema terbilang ialah masih minimnya revitalisasi perkebunan karet oleh petani dan minimnya keberadaan pembibitan karet klon kualitas unggul.

Minimnya Revitalisasi Perkebunan Karet
Indonesia menjabat zona perkebunan karet terluas di dunia, dengan total luas Dari 3.456.128 hektar. Dari luasan tersebut 400 ribu hektar ialah perkebunan karet yang sudah tua dan kagak produktif. Luasan 592 hektar perkebunan karet baru telah menerapkan pembibitan karet klon unggul, melainkan demikian belum menghasilkan karet. Sementara 2.464.128 hektar, ataupun 71 peresen sisanyamerupakan perkebunan karetr produktif daripembibitan karet bukan dari beni klon kualitas unggul.

Minimnya Penggunaan Pembibitan Karet dari Benih Karet Klon Unggul
seperti yang diberikan Staff ahli Dewan Karet Indonesia (Dekarindo) Suharto Honggokusumo bahwa perkebunan karet Indonesia masih “Jauh Panggang Dari Api” dari cita-cita peningkatan produktifitas yang segnifikan. Persoalan utama dari rendahnya produktifitas perkebunan karet Indonesia ini ditimbulkan pada saat rendahnya kualitas pembibitan karet dari benih karet klon unggulan. Bandingkan dengan Thailand, zona penghasil karet terbesar di dunia. Lebih dari 90 persen perkebunan karet Thailand telah direvitalisasi dengan bibit karet dari benih karet klon kualitas unggulan. Sementara Indonesia yang telah memasang jenis karet dari bibit karet klon unggulan tidak kian dari 40 persen, dan belum keseluruhan telah memulai masa produktif.

Situasi ini disadari penuh oleh Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian. Indonesia saat ini memiliki pembibitan karet dari benih klon unggul masih sangat minim. Melalui Badan Litbang Pertanian melalui BPTP pemerintah terus berupaya melakukan sedikit riset dalam rangka mendapatkan bibit karet dari benih klon kualitas unggulan.

Sementara untuk pelaksanaannya, Badan Litbang Pertanian melalui BPTP membuka peluang kerjasama seluas-luasnya kepada masyarakat atau badan usaha dalam negeri, baik dalam desain waralaba atau kerjasama kemitraan. Kerjasama dimaksudkan buat semakin memperluas keberadaan pembibitan karet dari klon unggulan yang sudah diteliti sekaligus melakukan revitalisasi seluas-luasnya terhadap perkebunan karet rakyat. Kamu berminat menangkap peluang pembibitan karet ini?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s