Cara Menanam Apel Dari Biji di Pot

Apel ialah buah yang paling sering dimakan atau dikonsumsi di dunia ini. Rasanya
yang segar dan kaya akan vitamin B dan C membuat buah ini menjadi primadona. Untuk
menanam apel dari biji memang menjadi tantangan tersendiri. Namun bukan berarti tidak
dapat Anda lakukan sendiri. Keuntungannya ialah pohon apel dapat kita jaga sendiri
supaya dapat kita dipastikan bebas dari pestisida kimia. Menanam apel di pot juga
memiliki keuntungan karena menghemat ruangan. Bagi Anda yang ingin menanam pohon apel
sendiri.

Menanam apel dipot
Berikut beberapa cara menanam apel dari biji di pot.

Pilih Benih Berkualitas Unggul
Pilih benih berkualitas unggul dan baik. Perlu diketahui pohon apel harus ditanam
berpasangan agar berbuah karena pohon apel tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri.
Diperlukan dua pohon yang berbeda untuk melakukan penyerbukan. Benih berkualitas
unggul dapat menghasilkan pohon apel yang prima. Biji apel dapat diperoleh dari buah,
namun sebaiknya beli dari toko tanaman untuk memastikan kualitas benih.

 

Manipulasi Suhu
Apel cocok tumbuh di suhu yang dingin. Misalnya di daerah Malang. Untuk menumbuhkan
kecambahnya dari biji, diperlukan suhu yang dingin. Anda dapat memanipulasi suhu
dengan cara memasukannya ke dalam kulkas. Pertama, yang perlu dilakukan adalah menaruh
biji yang sudah kering pada kain, kemudian bungkus biji menggunakan tisu basah dan
masukkan ke dalam wadah yang tertutup rapat.

Baca Juga: 
Buah Juwet Ini Sangat Kaya Akan Manfaat,Namun Banyak Dilupakan Masyarakat!
Rahasia Dalam Budidaya Petai Agar Cepat Berbuah
Beginilah Bagaimana Cara Membudidayakan Mahkota Dewa Dalam Pot Atau Polybag
Langkah Jitu Budidaya Buah Asam
Benih apel
Wadah dapat berupa kantong plastik atau toples. Letakkan benih dalam lemari es bersuhu
4,4 sampai 10 derajat celcius selama 8 minggu. Biji akan mengeluarkan tunasnya dan
berkecambah pada masa tersebut. sesudah 8 minggu, biji siap dipindahkan pada media
tanah.

Tanah pH netral dan Posisi Pot
Untuk menanam biji apel di pot tanah yang terbaik adalah tanah dengan pH netral. Buat
cekungan dalam tanah di pot selebar dua atau tiga kali luas biji yang sudah
berkecambah. Tidak disarankan menambahkan pupuk pada tanah. Pindahkan bibit secara
hati-hati karena akar kecambahnya masih sangat lembut. Masukan benih ke dalam lubang
kemudian tutup benih dengan tanah secara lembut, pastikan menepuk tanah dengan lembut.
Siram bibit apel agar tanah tetap lembab, namun jangan terlalu banyak dalam menyiraminya.
Letakan pot pada suhu kamar namun usahakan mendapat cahaya matahari yang cukup. Anda
dapat meletakkan pot di samping jendela untuk asupan cahaya matahari yang cukup.

Rawat dengan telaten
Siram bibit secara teratur setiap hari. Setelah beberapa minggu, jika bibit anda pada
pot sudah mengeluarkan daun-daun kecil, jangan langsung dipindahkan ke tanah terbuka
karena sifatnya yang masih rentan. Batang, akar, dan daun masih sangat rentan mati.
Anda boleh menambahkan pupuk kompos atau mulsa untuk mendorong pertumbuhan benih.
Untuk memindahkan ke area yang lebih luas sebaiknya tunggu hingga tinggi bibit
mencapai 25 cm.

bibit apel
Pohon apel tidak suka tanah yang terlalu basah. Pastikan Anda menjaga kelembaban tanah
agar tidak terlalu kering atau terlalu basah. Lahan tanam yang lembab dan ber-pH netral akan
sanggup menyimpan air dengan baik. Pohon apel memerlukan sinar matahari langsung kurang
lebih selama enam jam. Untuk itu disarankan menanam pohon apel menghadap ke timur atau
utara pada tanah yang landai.

Pada akhirnya, jika Anda memiliki niat kuat untuk mencoba budidaya pohon apel ini,
pasti Anda akan dapat melakukannya. Asalkan Anda berusaha, pasti sukses. Tetap
bersabar apabila hasilnya belum sesuai yang Anda inginkan. Semoga tips di atas berguna
bagi Anda yang ingin menanam pohon apel sendiri di pot.

Advertisements
Posted in Polybag, Uncategorized | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Langkah Jitu Budidaya Tanaman Matoa Agar Berbuah Lebat

Matoa merupakan tanaman buah khas Papua, buah metoa memiliki rasa manis dan sangat harum dan buah ini tergolong pohon besar dengan tinggi rata-rata 18 meter dengan diameter rata-rata maksimum 100 cm. Umumnya berbuah sekali dalam setahun Matoa merupakan jenis buah yang memiliki keunikan rasa di banding buah lain yang selama ini kerap dijual di pasaran. Selain itu buah mirip klengkeng ini dapat dipanen hanya dua kali dalam setahun. Buah matoa kaya akan vitamin A dan vitamin E. Buah matoa juga mengandung glukosa jenuh, jadi sebaiknya tidak dimakan terlalu banyak Karena dapat menyebabkan anda teler. Selain itu buah matoa juga memiliki manfaat yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh, meringankan stress, meningkatkan kesuburan, sebagai antioksidan penangkal radikal bebas, menjaga kesehatan kulit, mengurangi resiko terkena penyakit kanker dan resiko terkena sakit jantung koroner.

Tanaman matoa dapat ditanam dengan hasil baik pada ketinggian 20-400 Meter dpl. Untuk produksi tanaman matoa, yang lebih menonjol ialah sebagai tanaman buah. Untuk dibandingkan fungsi lain seperti sebagai bahan bangunan pada beberapa lokasi buahnya mempunyai rasa yang lebih manis dan dagingnya lebih tebal terutama matoa yang tumbuh di Sulawesi, Maluku dan Irian Jaya. Jenis matoa yang tumbuh di Irian Jaya memiliki rasa yang sangat khas seperti kombinasi antara rasa buah lengkeng dan buah durian. Selain buahya dapat dimakan dalam bentuk segar/secara langsung, dapat juga diawetkan dengan cara teknologi pengalengan, dibuat manisan, sirup, serta jeli. Batang kayu yang sudah berumur tua berasal dari tanaman matoa bisa dipakai untuk bahan bangunan rumah seperti rangka atap, tiang dan lain-lain.

• Teknik dan dua metode budidaya matoa
Budidaya pohon matoa bisa dikembangkan dengan dua cara;
1. Generatif / menanam biji
2. Vegetatif / pencangkokan

Jika anda ingin menyiapkan bibit dari hasil cangkokan (vegetatif), maka pilihlah pohon induk yang sudah terbukti menghasilkan buah dengan kualitas buah super, baik rasa maupun ketahanan terhadap penyakit. Pilih salah satu cabang pohon yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda dan setelah itu mulailah mencangkok dengan cara yang benar yaitu dengan menyayat kulit untuk menghilangkan kambiumnya, kemudian tutup dengan tanah yang dibungkus dengan plastik atau sabut kelapa. Biarkan cangkokan sampai mengeluarkan akar. Setelah cangkokan mengeluarkan akar, potong dan lalu pindahkan ke plastik polybag yang telah diisi dengan campuran tanah gembur dan pupuk kandang, kemudian rawat bibit sampai mengeluarkan banyak akar dan terlihat tanda-tanda bibit tumbuh.

Untuk budidaya matoa dari biji, maka semailah biji matoa yang berasal dari buah matoa yang sudah tua. Biarkan sampai bibit sampai memiliki tinggi batang sekitar 10-15cm, kemudian pindahkan ke polybag. Rawat bibit sampai tinggi batang sekitar 40-50cm sebelum ditanam di lahan tanam permanen.

  • Membuat Lubangan untuk menanam

Budidaya matoa dapat dilakukan di tanah secara langsung dan bisa ditanam di pot sebagai tanaman buah dalam pot (tabulampot). Apabila anda ingin menanam matoa di pot, maka anda harus menyiapkan pot yang cukup besar, atau bisa menggunakan drum bekas. Isi dengan campuran tanah gembur dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1 (2 tanah : 1 Pupuk).

Harus diketahui bahwa buah matoa yang ditanam didalam pot tidak dapat menghasilkan buah yang optimal karena ruang tumbuhnya terbatas. Pohon matoa akan tumbuh optimal apabila ditanam di tanah secara langsung. Buatlah lubang tanam dengan ukuran 50cm x 50cm dengan kedalaman 50-60cm. Isi lubang dengan pupuk kandang sampai 2/3 bagian terisi. Sebelum lubang ditanami, biarkan lubang terlebih dahulu selama 1 bulan agar pupuk kandang meresap sempurna dan kondisi tanah stabil.

  •  Penanaman matoa

Setelah bibit matoa hasil cangkokan yang ditanam ke polybag atau bibit matoa hasil semai biji sudah mencapai ketinggian 50cm, maka bibit dapat dipindahkan ke lahan tanam permanen baik berupa pot maupun ke tanah secara langsung, dengan cara membuka polybag tempat bersemainya binih terlebih dahulu secara perlahan. Selanjutnya tanam ke lubang tanam dan tutup dengan tanah sisa galian, padatkan secara perlahan. Lakukan penyiraman setelah penanaman selesai dilakukan.

  • Perawatan tanaman matoa

a. Pemupukan
Pemupukan tanaman matoa dimulai pada saat tanam. Pupuk yang digunakan adalah pupuk :
– Pupuk Organik 5 Kg
– SP 36 1 Kg
– Urea 0,5 Kg
– Kapur 1 Kg
Semua pupuk dicampur menjadi satu dengan tanah galian, bagian atas dibiarkan selama 4-6 hari kemudian ditanami dengan bibit matoa.

b. Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan pada saat tanaman matoa berumur mencapai 3 tahun dari penanaman, hal ini bertujuan agar pohon matoa menghasilkan banyak cabang, sehingga peluang setiap cabang menghasilkan buah akan lebih besar.

c. Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman
Hama tanaman matoa yang sering menyerang tanaman muda ialah lalat daun, dan hama tikus kelelawar sering memakan buah yang sudah matang, serta penggerak batang yang sering ranting tanaman matoa.

d. Penyiangan
Penyiagan dilakukan dengan bertujuan untuk menghilangkan herba dan rumput kecil yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman matoa.

  • Pemanenan

Pemanenan buah matoa dapat dilakukan pada umur 4 tahun dari hasil cangkokan, namun untuk budidaya matoa dari biji akan memerlukan waktu 6 tahun untuk berbuah. Buah matoa siap dipanen setelah berumur 2 bulan dari mulainya proses pembungaan. Untuk memanen dapat dilakukan dengan memotong tangkai buah matoa mengunakan gunting panen buah atau pisau tajam.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Menanam Selada Hidroponik

Tanaman selada sudah menjadi salah satu jenis sayuran yang banyak digemari oleh berbagai lapisan masyarakat, maka mencoba mengaplikasikan cara menanam selada hidroponik bisa menjadi pilihan apalagi jika tidak memiliki lahan khusus. Tentunya menanam selada sendiri akan lebih menguntungkan karena anda bisa mendapatkan selada segar yang terjamin kualitasnya tanpa harus repot membelinya di pasar.

Tahap Persiapan Cara Menanam Selada Hidroponik
Pada saat melakukan proses penanaman hidroponik anda dapat memanfaatkan wadah sterofoam atau pipa paralon sebagai medianya dalam menampung air. Maka dengan mengaplikasikan metode penanaman ini anda juga bisa memanfaatkan barang-barang bekas sebagai wadahnya. Tatacara ini memanglah bisa dibilahng sangatlah ramah lingkungan untuk diaplikasikan di tengah maraknya isu masalah lingkungan belakangan ini.

Berikut langkah persiapan dalam menerapkan cara menanam selada hidroponik menggunakan sistem wick atau sumbu :

Sumbu akan digunakan untuk menaikkan nutrisi dari tandon air ke media tanam. Anda bisa menggunakan kain flanel sebagai sumbu ideal untuk penanaman hidroponik. Tandon atau wadah khusus penampung larutan nutrisi hidroponik yang akan dialirkan ke tanaman sebagai nutrisi perkembangan dan pertumbuhannya. Beberapa nutrisi yang dapat anda pakai untuk selada hidroponik adalah ab mix khusus untuk sayuran daun

Baca Juga :
Tipe Waring dan Tips Memilih Sesuai Kebutuhan
Cara Melindungi Tanaman Dari Hewan Pengganggu
Penggunaan Mulsa Pada Tanaman Sayuran
Budidaya Padi Organik Dengan Metode SRI

Penggunaan air baku yang akan dipakai kalau bisa mempunyai pp tidak lebih dari 150 dan yang paling cocok biasanya adalah air sumur atau bahkan buangan AC. Jika anda ingin menggunakan air PAM maka akan lebih baik jika diendapkan terlebih dahulu paling tidak selama satu minggu. Anda juga harus memperhatikan beberapa hal tersebut sudah terpenuhi dengan baik kualifikasinya terutama yang menjadi media tanam utama untuk teknik hidroponik ini. Dengan begitu selada yang anda tanamkan bisa berkembang dengan baik dan maksimal tanpa ada masalah terutama dalam hal pemenuhan nutrisinya.

Cara Menanam Selada Hidroponik Secara Tepat
Apabila anda menginginkan pendapatan hasil yang maksimal maka harus memahami cara menanam selada hidroponik dengan baik dan benar. Pengaplikasian yang tepat akan membantu anda untuk mendapatkan hasil yang tepat dan bisa memanen penanaman selada yang segar dan sesuai harapan.

Berikut ini sedikit tatacara penanaman selada hidroponik yang tepat dan perlu anda perhatikan :

– Bibit selada yang digunakan harus disemai terlebih dahulu di media lain misalnya polybag dengan membasahi medianya hingga benar-benar basah dan anda bisa menanamkan benih satu per satu selama 3-4 hari. Anda baru bisa melakukan pemindahan ketika telah mencapai usia 25 – 30 hari setelah disemai

– Untuk pemasangan sumbu anda harus memasangkannya pada pot dengan panjang menyesuaikan dalamnya tandon dan usahakan hingga menyentuh dasar tandon nutrisi

– Adapun mengenai jarak penanamannya yang terbaik adalah sekitar 25 – 30 cm untuk mendapatkan hasil cukup maksimal

– Perhatikan dosis PPM larutan nutrisi yang disesuaikan dengan usia penanaman, sehingga nutrisi yang diberikan akan cukup sesuai perkembangan tanaman selada anda

– Untuk proses perawatannya cukup mudah karena anda hanya tinggal memastikan tanaman mendapatkan sinar matahari cukup dan tidak sampai kehabisan larutan nutrisi

– Akan tetapi lebih baik apabila anda memakai wadah yang tidak dapat ditembus sinar matahari secara langsung seperti styrofoam atau pipa paralon karena tidak akan meningkatkan suhu di tanaman hidroponik tersebut

Mengawasi langkah – langkah dalam penanaman selada hidroponik akan membantu anda memaksimalkan hasil panennya nanti. Apalagi jika memiliki media tanam yang lebih panjang tentu bisa mengatur jarak penanaman secara maksimal. Untuk itu anda haruslah pintar-pintar dalam mengatur cara menanam selada hidroponik bisa diaplikasikan dengan tepat.

Kami Lim Corporation juga menjual Bantal Silikon, Kantong Sampah, Karung Beras Dan Kami juga menjual alat – alat Pertanian & Perkebunan. Untuk info lebih lanjut klik -> DISINI <- Atau anda juga bisa hubungi kami di : SMS/Call/WA: 0852.3392.5564 / 08123.258.4950 / 0877.0282.1277 . Call dan WA hanya dilayani pada jam kantor pukul 08.15 -16.00 WIB

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Menanam Semangka Dalam Polybag Di Halaman Rumah

Semangka pada umumnya di tanam di daerah tegalan dan di sawah. Namun, ternyata menanam semangka juga bisa di dilakukan di dalam polybag dan di halaman rumah yang sempit. Asalkan cara menanam semangka dengan cara yang benar dan merawat semangka secara baik dan intensif.

Menanam semangka biasanya sudah dapat di panen buahnya dalam waktu tiga bulan setelah menanamnya.
Untuk itu, sangat menyenangkan jika kiranya Anda mau menanam semangka sendiri di halaman rumah dengan waktu yang relatif singkat buah-buah semangka sudah dapat di petik.

Cara menanam semangka dalam polybag di halaman rumah
Beginilah Bagaimana cara penanaman buah semangka di dalam polybag lalu di pindahkan ke halaman rumah, kita bisa bisa mengikuti langkah-langkah berikut, yaitu :
– Menyemaikan Benih semangka
– Mengolah tanah untuk ditanami semangka
– menanam bibit semangka
– merawat semangka secara baik dan intensif.

Baca Juga :
Budidaya Jagung Hibrida
Teknik Jitu Mengendalikan Hama Keong Mas Pada Tanaman Padi
Ciri – Ciri Karung Beras Yang Baik Untuk Konsumen
Manfaat Karung Beras dan Karung Laminasi

Cara menyemaikan bibit semangka dalam polybag
Penyemaian benih biji semangka di lakukan dengan cara di benamkan dalam polybag dan kantung-kantung plastik yang telah disediakan. Mengenai media yang akan di pakai untuk benih biji semangka yang nantinya akan di tanam ialah tanah yang dicampur dengan pupuk kandang.

Cara membuatnya yaitu :
– Persiapkan tanah liat dan pupuk kandang secukupnya. kemudian tanah dan pupuk kandang tersebut di campurkan dengan perbandingan 1:1. jadi, umpama tanah liatnya 1/5 Kg, maka pupuk kandang juga 1/5 Kg yang di lumatkan menjadi satu.
– Setelah pupuk kandang dan tanah tersebut telah tergabung menjadi satu, kemudian masukkan campuran tersebut dalam polybag dengan ketinggian 3/4 polybag.
– Sesudah media siap untuk ditanami, masukkan atau benamkan benih biji semangka di masukkan dalam polybag dengan memasukkan 2 biji benih semangka pada tiap-tiap polybag atau kantung-kantung plastik yang terisi campuran tanah dan pupuk kandang tadi.
– Guna mengatasi masalah penyakit dan hama pada semangka yang hendak ditanamkan ke dalam polybag, anda bisa coba dengan menaburkan furadan sebanyak satu cendok kecil padanya.
Lalu, polybag dan kantung-kantung plastik yang di tanami semangka tersebut diletakkan di halaman rumah dan usahakan terkena pancaran sinar matahari pagi yang cukup.
– Lakukan penyiraman pada polybag setiap hari.

Cara mengolah tanah untuk tanaman semangka
Sebelum bibit semangka dari polybag dan di pindahkan ke halaman rumah, perlu sekali untuk melakukan pengolahan tanah.
Pengolahan tanah dengan cara menggemburkankannya terlebih dahulu. Lalu tanah di campur dengan pupuk kandang.

Cara Menanam Bibit Semangka
Setelah Sepuluh hari dari penyemaian biji benih semangka di polybag tadi. Dan setelah itu bibit semangka baru dapat di pindahkan dan selanjutnya di letakkan pada halaman rumah yang terkena sinar matahari dari pagi hingga sore hari. Setelah bibit di tanamkan di halaman rumah, lakukan pemupukan menggunakan pupuk urea.

Cara Pemupukan untuk tanaman Semangka
Cara pemupukannya, yaitu : Larutkan satu sendok urea dalam 10 Liter air.Lalu, sirami dengan menggunakan air secara perlahan – lahan ke tempat penanaman bibit semangka. hal ini di lakukan karena tanaman semangka termasuk jenis tanaman yang cepat pertumbuhannya, sehingga tanaman semangka membutuhkan Nitrogen dalam jumlah yang lumayan banyak.

Cara Merawat Semangka
Satu hal yang sangatlah perlu di perhatikan pada saat pembudidayaan semangka ialah perawatannya. karena tanaman semangka termasuk tanaman yang mudah dan rentan sekali terserang hama dan penyakit.

Cara Mengatasi Hama dan Penyakit pada tanaman semangka
Dalam mengatasi hama dan penyakit pada tanaman semangka di anjurkan supaya menyemprotnya dengan insektisida dan fungisida dalam seminggu sekali selama tanaman semangka masih dalam masa pertumbuhan. Dosis Penyemprotannya yaitu sebanyak satu sendok teh dalam 10 liter air.

Biasanya tanaman semangka mudah sekali terkena hama penyakit saat musim hujan. oleh karena itu, penyemprotan pada musim hujan harus sangat di perhatikan.

Pemupukan pada Tanaman Semangka
Cara melakukan perawatan pada tanaman semangka yang selanjutnya ialah dengan melakukan pemberian pupuk pada dua bulan pertama, setiap dua minggu sekali, dengan menaburkan Pupuk Urea, Pupuk TSP dan Pupuk KCL dengan dosis yang sama seperti pada pemupukan yang pertama tadi.
Kemudian, berikan pupuk kandang lagi pada bulan ke-tiga dengan dosis 1 Kg untuk Permeter perseginya.

Kami Lim Corporation juga menjual Bantal Silikon, Kantong Sampah, Karung Beras Dan Kami juga menjual alat – alat Pertanian & Perkebunan. Untuk info lebih lanjut klik -> DISINI <- Atau anda juga bisa hubungi kami di : SMS/Call/WA: 0852.3392.5564 / 08123.258.4950 / 0877.0282.1277 . Call dan WA hanya dilayani pada jam kantor pukul 08.15 -16.00 WIB

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Polybag

Selamat Datang di website kami. Pembahasan kita kali ini adalah tentang Kelebihan & Kekurangan Polybag. Langsung saja simak di bawah ini $_$

 

A. Kekurangan dalam penggunaan polybag :

– Daya tahan polybag memiliki batas maksimal 2-3 tahun atau 2 – 3 kali pemakaian.
– Kurang cocok untuk usaha skala besar.
– Produktivitas tidak maksimal bila dibandingkan pada lahan.
– Media tanam akan terkuras / berkurang unsur organik dan media lainnya.
– Berat jika dipindahkan ketempat yang jauh.

* Baca Juga : Cara Menanam Jahe Merah Dengan Vertikultur Dalam Polybag!!

B. Keuntungan dalam penggunaan polybag :

– Untuk biaya pembelian lebih murah polybag dibandingkan dengan pot.
– Perawatan mudah.
– Pengontrolan / pengawasan pada tanaman dapat lebih jelas & mudah jika untuk
memelihara tanaman agar terlindung dari serangan hama / penyakit, kekurangan zat
hara.
– Polybag mampu di tambahkan bahan organik / pupuk kandang sesuai takaran.
– Menghemat ruang dan tempat untuk penanaman.
– Komposisi media tanam dapat mudah diatur.
– Nutrisi yang diberikan dapat langsung diserap oleh akar tanaman.
– Tanaman dapat di budidayakan sampai tidak mengenal musim.

Lim Corporation

Pemilihan polybag sebagai wadah tanam untuk budidaya dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dimilikinya seperti, harga murah, tahan karat, tahan lama, ringan bentuk seragam dan tidak cepat kotor. Selain itu sangat bagus untuk drainase, aerasi sehingga tanaman dapat tumbuh subur seperti dilahan. Penentuan ukuran Polybag
yang cocok untuk pertumbuhan tanaman diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam penggunaan media dan nutrisi.

CV Lim Corporation sudah sangat berpengalaman dalam melayani kebutuhan
polybag. Untuk info harga polybag dan cara melakukan pemesanan polybag silahkan
hubungi kami : SMS / Call : 081232584950 | 087702821277 | 085233925564.

Demikian pembahasan kita kali ini, Terima kasih telah berkunjung & Semoga Bermanfaat.

Salam Hangat,

Lim Corporation

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Menanam Jahe Merah Menggunakan Teknik Vertikultur Dalam Polybag

Welcome Back!! para pecinta tanaman. Kali ini kita akan membahas tentang Menanam Jahe Merah Menggunakan Teknik Vertikultur. Hal ini cocok untuk Anda yang tidak memiliki cukup lahan di pekarangan rumah. Langsung saja simak di bawah ini :

Jahe merah

Jahe jenis ini memiliki kandungan minyak atsiri tinggi dan rasa paling pedas, sehingga
cocok untuk bahan dasar farmasi dan jamu. Ukuran rimpangnya paling kecil dengan
kulit warna merah, serta serat yang lebih besar dibanding jahe biasa.

Cara menanam jahe merah umumnya di lakukan pada lahan kebun atau tegalan. Kali
ini kami akan mengupas cara menanam jahe merah dengan media media polybag,
dengan mengabungkan teknik vertikultur.

Hal ini cukup selaras dengan keadaan para petani saat ini, yang memang tidak
memiliki lahan yang cukup luas untuk menanam jahe merah di lahan. Cara menanam
jahe merah yang efektif, praktis, dan hemat tempat.

Cara menanam jahe merah dengan teknik vertikultur harus diawali dengan
pembuatan rak bertingkat untuk menyusun media tanam, agar tidak memakan banyak
tempat. Kemudian siapkan polybag, fungsinya sebagai media tanam. Menanam jahe
merah pada polybag memiliki beragam keuntungan yaitu :

– Penggunaan lahan dan juga air jauh lebih hemat daripada bertani konvensional.
– Media tanam dapat disesuaikan dengan barang yang ada.
– Lebih mudah dalam pemeliharaan.
– Hasil panen semakin berlimpah, apalagi jika lebih rajin dan tekun, efiensi hasil panen
bisa mecapai 80% dibandingkan cara konvensional.

Berikut cara menanam jahe merah menggunakan polybag dengan teknik vertikultur :

* Baca Juga : 4 Langkah Jitu Menanam Tomat Hidroponik

1. Persiapan Media tanam

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam menanam jahe merah adalah
menentukan media apa yang akan dipakai. Cara menanam jahe merah bisa dengan
polybag. Anda juga dapat memanfaatkan barang bekas yang banyak terdapat di
sekitar Anda.

Setelah itu, isi polybag tersebut dengan media tanam yang terdiri dari tanah, pasir dan
pupuk organik dengan komposisi 1:1:1. Sebaiknya gunakan pupuk organik yaitu pupuk
kandang yang sudah difermentasikan agar lebih mudah terserap oleh media tanam di
dalam polybag, dan sebagai pemenuhan kandungan unsur hara yang diperlukan benih
jahe merah nantinya. Jika lahan terlalu asam, Sebaiknya tambahkan kapur pertanian,
supaya PH tanah menjadi netral.

Jahe Merah

2. Bibit Jahe Merah

Setelah media tanam siap, langkah berikutnya adalah mencari bibit unggulan agar
hasil panen nantinya jauh lebih maksimal. Ciri-ciri bibit yang bagus adalah berumur
tua, bebas dari berbagai macam penyakit, berwarna cerah dan tidak ada luka.

Jika Anda sudah dapat bibit unggulan jahe merah, selanjutnya adalah merendam bibit
jahe merah tersebut ke dalam larutan fungisida selama 15 menit. Hal ini bertujuan
agar bibit jahe merah Anda terbebas dari berbagai penyakit akibat jamur maupun
gangguan bakteri jahat lainnya penyebab kebusukan.

Berikutnya adalah menyemai bibit tersebut di area yang lembab & dijauhkan dari
cahaya matahari langsung. Anda dapat menaruhnya didalam gudang dengan diberi
alas jerami. Letakkan bibit jahe merah di atas jerami tersebut kemudian tutup kembali
dengan jerami ataupun alang-alang.

Sewaktu penyemaian, bibit perlu dikontrol setiap hari agar kelembaban bibit jahe
merah tetap terjaga. Atau bila bibit terlalu kering, Anda bisa menyiraminya sedikit demi
sedikit hingga kembali lembab. Biasanyanya tunas baru akan tumbuh setelah usia
semai mencapai 2 minggu, dan setelah tunas keluar, pertanda bibit jahe merah sudah
siap untuk dipindahkan.

* Baca Juga : Apa Itu Polybag Dan Apa Saja Macamnya?

3. Teknik Cara Menanam Jahe Merah

Tanam jahe merah jika bibit sudah mengeluarkan tunasnya, Anda bisa langsung
mengevakuasinya kedalam media tanam yang sudah Anda persiapkan tadi. Cara
menanam jahe merah dengan memperhatikan posisi tunas. Dimana cara menanam
jahe merah ini diletakan dalam posisi berdiri, dengan mata tunas diatas. Setelah itu
timbun dengan tanah sedikit(3-5 cm) atau tutup dengan media jerami kering dengan
ketebalan yang sama.

Siramilah bibit tersebut dengan air secukupnya, dan tempatkan di daerah yang tidak
terkena sinar matahari langsung, hingga tunas mulai tumbuh menjadi daun, karena
tunas muda dapat menguning, akibat paparan sinar matahari.

4. Pemeliharaan Jahe Merah

Cara menanam jahe merah juga tidak lepas dari tahap pemeliharaan. Diantaranya
adalah rutin menyirami bibit jahe yang masih baru tersebut setiap hari (terlebih jika
musim kemarau) untuk menjaga kelembaban tanaman jahe merah tersebut.
Penyiraman rutin setiap sore hari Anda lakukan hingga usia tanaman mencapai 3
bulan.

Penyiangan juga penting dilakukan terlebih sebelum tanaman jahe merah menginjak
usia 4 bulan. Penyiangan bertujuan untuk menghilangkan gulma pengganggu yang
dapat menyedot kandungan unsur hara dalam tanah yang seharusnya hanya untuk
tanaman jahe merah Anda.

Selanjutnya jahe merah juga perlu dilakukan pemupukan susulan agar kandungan
unsur hara dalam tanah tetap terjaga. Berikan pupuk susulan dengan menggunakan
pupuk organik pada usia tanam 2 bulan dengan dosis kurang lebih 1/5 dari kapasitas
media tanam polybag tersebut. Untuk hasil yang Best Of The Best, lakukan
pemupukan sebanyak 3 kali hingga sebelum panen tiba.

* Baca Juga : Cara Tepat Budidaya Terong Belanda

5. Cara Panen Jahe Merah

Setelah masa tanam berumur 10-12 bulan, biasanya jahe merah sudah bisa dipanen.
Namun untuk hasil terbaik, tunggulah hingga tanaman jahe merah berumur genap
satu tahun, agar tanaman jahe merah Anda ketika di panen dalam keadaan benar-
benar sudah tua, dan tentu saja agar rimpang jahe merah bertambah berat.

Cara panen jahe merah dengan media polybag sangatlah mudah, Cukup Anda sobek
polybag tersebut, ambil rimpang jahe merah tersebut kemudian dibilas dengan air
hingga bersih. Setelah itu di angin-anginkan atau dijemur dan siap untuk dipasarkan
atau dikonsumsi.

Demikianlah beberapa tips tentang cara menanam jahe merah dengan media polybag
yang sangat praktis. Cara menanam jahe merah dengan cara ini, umumnya hasil
panen satu polybag, dapat menghasilkan rimpang jahe merah hingga 2-5 kg.

Terima Kasih telah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini, Semoga bermanfaat bagi anda & selamat beraktifitas.

Kami CV Lim Corporation menyediakan alat-alat pertanian seperti Polybag, dll.
Info lebih lanjut silahkan klik DISINI
Untuk pemesanan silahkan hubungi : 085233925564 | 087702821277 | 081232584950

Salam Hangat,

Lim Corporation

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

4 Langkah Jitu Menanam Tomat Hidroponik

 

Selamat datang kembali para pemirsa!!! Hari ini kita akan membahas tentang Tomat
Hidroponik….
Oke tanpa basa-basi langsung saja simak berikut ini :

 

Teknik menanam tumbuhan hidroponik tomat adalah salah satu Teknik yang sedang
banyak digemari. Pasalnya, Teknik penanaman ini tidak harus membutuhkan lahan
yang luas, sehingga memungkinkan dipraktikkan di lingkungan perumahan yang
memang minim lahan kosong atau lahan pertanian.

Berbagai macam tumbuhan dapat di tanam menggunakan Teknik hidroponik ini, dan
salah satunya yaitu tomat. Tanaman dengan buah berwarna merah ini merupakan
salah satu tanaman hidroponik yang dalam perawatannya tidak begitu sulit. Selain itu,
media yang di butuhkan juga tidak banyak sehingga sangat memudahkan.

* Baca Juga : Cara Tepat Budidaya Terong Belanda!!

Lalu bagaimanakah cara menanam tomat hidroponik? Berikut ini penjelasannya untuk
anda :

Penyemaian

Penyemaian tomat ini di lakukan sejak tomat masih dalam bentuk biji. Kemudian biji
tomat itu di keringkan dan di semai dalam media semai yaitu plastik dan rockwoll.
Proses penyemaian bibit tomat ini berlangsung selama kurang lebih 2 bulan atau
hingga bibit tomat mencapai ketinggian 15 cm.

 

Siapkan media tanam

Setelah bibit tomat berukuran 15 cm, bibit tersebut siap untuk di pindahkan ke lahan
tanam. Sesuai Teknik penanaman yang di gunakan yaitu Teknik hidroponik, jadi media
tanam yang di gunakan bukanlah tanah atau unsur hara lainnya.

Media penanaman tomat hidroponik ini tak lain adalah arang sekam. Arang sekam
yaitu media yang terbuat dari padi kering yang telah di bakar. Kemudian media
tersebut di masukkan dalam polybag ataupun pot.

Setiap polybag sebaiknya di isikan dengan arang sekam masing-masing 2 kg.
Selepas itu tempatkan polybag yang telah diisi arang sekam serta ditanami bibit tomat
tersebut dalam rumah kaca dengan jarak masing-masing polybag adalah 30-40 cm.

Pemberian nutrisi

Sesudah bibit tomat di pindah ke media penanaman, cara menanam tomat hidroponik
selanjutnya yaitu dengan memberikan nutrisi pada tanaman tomat tersebut. Nutrisi
yang di perlukan tanaman tomat hidroponik adalah nutrisi AB Mix khusus tomat.
Pemberian nutrisi ini bisa di lakukan setiap hari. Tips dari saya, agar tanaman tomat
tak rusak karena nutrisi yang di berikan yaitu jangan sampai daun tomat terkena
cairan nutrisi, serta jangan sampai menyentuh media arang sekam.

Pemeliharaan

Saya sarankan untuk meletakkan tanaman tomat hidroponik di rumah kaca, bertujuan
agar tanaman tidak terserang hama dan serangga yang dapat merugikan.

Perawatannya sangat mudah, cukup periksa daun tanaman tomat yang sudah tua,
buanglah daun-daun tersebut agar daun muda tanaman tomat bisa tumbuh subur.
Jangan lupa buang juga buah tomat yang busuk atau di hinggapi serangga.

Selain itu, anda juga harus sering mengecek hama kecil yang biasanya menempel
pada bagian bawah daun dan batang tanaman tomat. Jangan lupa untuk sering
menyiramnya 2 kali sehari pada pagi dan sore.

* Baca Juga : Cara Menanggulani Hama Penyakit Terong

Oke, sampai disini dulu pembahasan kita kali ini. Terima kasih telah berkunjung &
semoga bermanfaat.

Kami juga menyediakan Polybag bagi anda yang ingin menanam pada lahan yang
sempit, jika ingin memesan langsung saja hubungi : 085233925564 | 087702821277 |
081232584950. Oke terima kasih & sampai jumpa lagi ^_^.

Salam hangat,

 

CV Lim Corporation

 

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Tepat Budidaya Terong Belanda

 

Budidaya Terong Belanda Dalam Polybag!!

Kali ini kita akan membahas tentang Terong Belanda.Terung belanda atau terong belanda (Solanum betaceum) adalah jenis tanaman anggota keluarga terung-terungan (Solanaceae) yang mulai di kembangkan di Bogor, Jawa Barat sejak tahun 1941. Di Indonesia terung ini mungkin pertama kali dibawa dan dikembangkan di Indonesia oleh orang Belanda pada waktu itu sehingga dikenal dengan nama terung belanda, padahal buah tersebut berasal dari daerah Amazon, Amerika Latin.

Terong Belanda Memiliki banyak khasiat bagi tubuh, maka sangatlah penting bila
mencoba untuk membudidayakan di rumah sendiri. Cara paling praktis dalam
budidaya terong Belanda yaitu menggunakan media polybag.

Mengapa perlu menggunakan polybag? Karena Polybag merupakan tempat yang
praktis untuk budidaya tanaman ini. Postur pohon terong ini cukup kecil, sehingga
polybag bisa menjadi solusi tempat tanam yang baik. Selain itu, anda juga bisa
memanfaatkan penataan di lahan-lahan sempit di rumah menggunakan media tanam
ini. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam budidaya menggunakan polybag.
Agar tanaman yang dihasilkan dapat tumbuh subur dan menghasilkan buah yang
bagus.

1. Media Tanam

Untuk media tanam pilihlah tanah yang subur. Campurkan dengan pupuk kompos
untuk menghasilkan tanah lunak dan tidak mudah mengeras. Karena menggunakan
polybag yang terbuat dari plastik. Maka kita harus mempersiapkan tanah yang baik
dan tidak keras supaya polybag tidak mudah robek.

Tambahkan sekam sebagai media yang dapat menggemburkan tanah. Dengan tanah
yang gembur secara otomatis akan memberikan ruang gerak yang cukup untuk
tanaman terong Belanda ini.

* Baca Juga :

Macam-macam Hama & Penyakit Pada Tanaman Wortel Serta Cara Mengatasinya!!

2. Bibit

Untuk menghasilkan tanaman yang bagus memang diperlukan bibit yang tidak
sembarangan. Perlu adanya pemilihan bibit yang tepat supaya pertumbuhan tanaman
dapat berjalan dengan baik.Untuk bibit anda bisa membuatnya sendiri dengan cara
memilih buah terong Belanda yang sudah masak. Kemudian pisahkan biji terong
dengan dagingnya.

Jemur biji tersebut hingga kering. Setelah itu siapkan media penyemaian yang telah
diberikan pupuk kompos dan puradan sebagai pengaman bibit dari hewan pemakan
tunas.Bila anda merasa membuat bibit sendiri sangat menyulitkan sebaiknya membeli
bibit yang sudah siap tanam adalah solusi terbaik.

3. Pupuk

Selain pupuk kompos yang sudah dicampur dengan media tanam. Sebaiknya anda
juga perlu memperhatikan pupuk tambahan sebagai nutrisi tanaman agar dapat
tumbuh dengan sempurna.Kami sarankan untuk menggunakan pupuk organik bukan
pupuk kimia. Ini bertujuan untuk memberikan buah yang sehat dan aman untuk
dikonsumsi.Sangat menyedihkan bila kita menggunakan terong Belanda ini sebagai
tambahan nutrisi untuk tubuh tapi sudah diselipi dengan pupuk kimia yang tidak baik
untuk tubuh kita.

4. Lokasi Penanaman

Untuk mempermudah dalam pengontrolan tanaman, sebaiknya gunakan sisa lahan
kosong dekat rumah. Usahakan lokasi yang dapat cahaya matahari dengan baik, agar
tanaman bisa tumbuh dengan baik.Bila anda mempunyai cukup dana, anda bisa
menambahkan jaring sebagai penutup tanaman agar tidak mudah diserang oleh
hama. Selain itu, fungsi jaring ini dapat mengontrol panas sinar matahari di siang
hari.Sehingga tanaman mendapatkan panas yang cukup dan tidak berlebihan.

Beberapa persiapan penanaman di atas sangat penting untuk dilaksanakan, karena
polybag merupakan tempat tanam yang kecil. Bila nutrisi yang ada didalamnya tidak
tercukupi tentu akan mengakibatkan tanaman menjadi kurang baik pertumbuhannya,
apalagi buahnya.

Cukup sampai disini dulu yaaa, Terima kasih telah berkunjung & selamat mencoba di rumah masing-masing GOOD LUCK!!

 Salam Hangat,

Lim Mulyono

 

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Macam-Macam Hama dan Penyakit Pada Tanaman Wortel serta Cara Mengatasinya

gambarbanner worte

Pasti anda mengenal jenis tanaman yang satu ini bukan??!! Yup! ini adalah tanaman wortel. Yaitu tanaman yang kaya akan kandungan vitamin A, dan banyak disukai oleh masyarakat. Tahukah anda!!! Bahwa terdapat macam-macam hama dan penyakit yang sering menyerang jenis tanaman yang satu ini loh!!

Kali ini kita akan membahas tentang “Hama dan Penyakit Pada Tanaman Wortel serta Cara Mengatasinya”.

Hama dan penyakit merupakan kendala yang sering dihadapi oleh para petani, karena hama dan penyakit dapat menghambat pertumbuhan dan menurunkan produktivitas, bahkan kematian pada tanaman. Dengan adanya serangan hama dan penyakit ini membuat para petani harus banyak kehilangan tanaman (gagal panen).

Dalam hal ini para petani harus mengambil tindakan serius. Jika tidak maka tanaman akan mudah rusak dan mengakibatkan hal yang tidak diinginkan. Untuk mengendalikannya, para petani harus mengetahui gejala dan kondisi tanaman terlebih dahulu, agar lebih mudah untuk mengendalikan/mengatasinya.

Berikut ini ulasan mengenai hama dan penyakit pada tanaman wortel dan bagaimana cara mengatasinya :

1. Hama Pada Tanaman Wortel

a. Kutu Daun ( Aphid, Aphis spp )

hama

Hama Tanaman Wortel

Ciri-cirinya ialah warnanya hijau kehitaman, bentuknya kecil dan mempunyai bulu halus pada sekitar tubuhnya. Hama ini dapat menyerang dan menghisap sari pati pada daun. Jika tanaman sudah terserang, maka akan menunjukkan gejala daun yang menguning, berlubang, bahkan kering dan mati.

Cara Mengatasi :

Pada hama ini dapat diatasi dengan cara membersihkan lahan dan mengurangi banyaknya tanaman (penjarangan). Bisa juga dengan menggunakan pestisida, namun tidak disarankan kerena dapat mempengaruhi kualitas dan kondisi kesehatan wortel nantinya.

b. Ulat Tanah ( Agrotis ipsilon Hufn )

Ciri-cirinya ialah berwarna kecoklatan, panjang badan sekitar 4-5 cm, hidup dalam tanah. Menyerang pada bagian akar tanaman, jika sudah terserang, maka tanaman akan mengalami gejala seperti layu lalu kering kemudian mati.

Cara Mengatasi :

Pada hama ini dapat diatasi dengan cara melakukan penyemprotan pestisida atau bisa juga dengan cara manual seperti memungut ulat tersebut satu-persatu kemudian membuangnya sejauh mingkin.

*Baca Juga : Cara Menanggulangi Hama Penyakit Terong

c. Lalat ( Psile rosae )

Ciri-cirinya memiliki warna hitam kehijauan, terlihat belang-belang coklat pada tubuhnya. Hama ini menyerang pada bagian buah tanaman. Gejala yang ditunjukkan ialah membusuknya bagian dalam tubuh tanaman, buahnya menjadi berlubang.

Cara Mengatasi :

Pada jenis hama ini, dapat diatasi dengan cara membuat perangkap untuk lalat, dan membersihkan lahan secara teratur, tentunya dengan menyemprotkan pestisida.

2. Penyakit Pada Tanaman Wortel

a. Nematoda Bintil Akar

Nematoda bintil akar ini disebabkan oleh Heterodera carotae. Apabila tanaman tersebut terserang, maka gejala yang timbul ialah munculnya bintik-bintik pada umbi tanaman dan bisa menyebabkan umbi tanaman tersebut mengalami kerusakan hingga cacat pada tanaman wortel.

Cara Mengatasi :

Jika tanaman tersebut terkena penyakit ini, dapat diatasi dengan cara melakukan perendaman benih dengan menggunakan larutan fungisida. Apabila tanaman sudah tertular, sebaiknya dicabut dan langsung dibakar, hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit.

b. Bercak Daun

Hal ini disebabkan oleh Cercospora sp. Ciri-cirinya ialah munculnya bercak-bercak hitam atau coklat pada bagian permukaan daun tua. Apabila dibiarkan maka akan menimbulkan kecacatan pada tanaman wortel dan dapat mempengaruhi kualitas buahnya.

Cara Mengatasi :

Jika tanaman tersebut sudah terserang, dapat diatasi dengan cara melakukan membersihkan lahan secara teratur, dan jika tanaman tersebut tertular, sebaiknya dicabut lalu dibakar, hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit.

*Baca Juga : Produsen Polybag , Jual Polybag (koker) Untuk Pembenihan Tanaman

c. Busuk Alternaria

Hal ini disebabkan oleh Alternaria dauci, jika tanaman tersebut terserang, akan terlihat bercak coklat tua kehitaman pada daun. Apabila kondisi tersebut dibiarkan maka akan menyebabkan daun menjadi layu bahkan sampai mengering.

Cara Mengatasi :

Caranya rendam benih dengan menggunakan larutan fungisida, membersihkan lahan atau dapat menyemprotkan fungisida dithane, hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran dan memberantas sumber penyakit.

Sekian dulu pembahasan mengenai “Hama dan Penyakit Pada Tanaman Wortel serta Cara Mengatasinya”. Jika anda menemukan gejala hama dan penyakit pada tanaman wortel yang anda budidaya, anda bisa mengatasinya dengan cara diatas..
Selamat mencoba..

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Menanggulangi Hama Penyakit Terong

aubergine-1298730_640

Mungkin bagi sebagian orang hama & penyakit tanaman sangat menggangu sehingga membuat jengkel.bingung cari cara mengatasinya kemana? yuk kita simak artikel berikut. cekidot!

 

Untuk menjaga tanaman terong dari hama dan penyakit, anda bisa melihat artikel di bawah yaitu cara pengendalian hama dan penyakit untuk tanaman terong.

PENYAKIT

layu bakteri

1. Layu Bakteri
Penyebab : bakteri Pseudomonas solanacearum
Bisa hidup lama dalam tanah
Serangan hebat pada temperatur cukup tinggi
Gejala serangan terjadi kelayuan pada seluruh tanaman secara mendadak

images (2)

2. Buah Busuk
Penyebab : jamur Phytophthora sp, Phomopsis vexans, Phytium sp.
Gejala serangan adanya bercak-bercak coklat kebasahan pada buah sehingga buah busuk.

Foto3750

*Jangan Lupa Baca Juga:Tips Jitu Cara Budidaya Bunga Anggrek Vanda

3. Bintik-bintik Daun
Penyebab : jamur Cercospora sp, Alternaria solani, Botrytis cinerea
Gejala bercak-bercak kelabu-kecoklatan atau hitam pada daun.

4. Antraknose
Penyebab : jamur Gloesporium melongena
Gejala bercak-bercak melekuk dan bulat pada buah lalu membesar berwarna coklat dengan titik-titik hitam

5.Busuk Leher akar
Penyebab ; Sclerotium rolfsii
Gejala pangkal batang membusuk berwarna coklat

6.Rebah Semai
Penyebab : Jamur Rhizoctonia solani dan Pythium spp.
Gejalanya adalah batang bibit muda kebasah-basahan, mengkerut dan akhirnya rusak dan mati

cropped-banner-polybag1.jpg

Cara pengendalian Penyakit:
Tanam varietas ,atur jarak tanam dan pergiliran tanaman, perbaikan drainase, atur kelembaban dengan jarak tanam agak lebar, cabut dan buang tanaman sakit Rendam benih dengan POC NASA dosis 2 cc / lt + Natural GLIO dosis 1 gr/lt,untuk  Pencegahan taburkan Natural GLIO yang telah dicampur pupuk kandang sebelum tanam ke lubang tanam.

Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternatif terakhir bisa menggunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan merata serta tidak luntur oleh air hujan tambahkan Perekat AERO 810 dengan dosis 0,5 l per tangki
*Jangan Kuper Baca Juga:Panduan dan Cara Budidaya Bunga Krisan Untuk Para Pemula
H A M A

b0070071_851749

1. Kumbang Daun (Epilachna spp.)
Gejala serangan adanya bekas gigitan pada permukaan daun sebelah bawah
Bila serangan berat dapat merusak semua jaringan daun dan tinggal tulang-tulang daun saja
Cara pengendalian; kumpulkan dan musnahkan kumbang, atur waktu tanam, pencegahan dengan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 setiap 1-2 minggu sekali.

Kutu Daun Aphis Gossypii

2. Kutu Daun
Menyerang dengan cara menghisap cairan sel, terutama pada bagian pucuk atau daun-daun yang masih muda.
Daun tidak normal, keriput atau keriting atau menggulung
Sebagai vektor atau perantara virus
Cara pengendalian : mengatur waktu tanam dan pergiliran tanaman, untuk pencegahan semprot PENTANA + AERO 810 atau Natural BVR setiap 1-2 minggu sekali.

foto-tempat-tidur-pun-bisa-jadi-sumber-penyakit

3.Tungau ( Tetranynichus spp.)
Serangan hebat musim kemarau.
Menyerang dengan cara menghisap sel tanaman, sehingga menimbulkan gejala bintik-bintik merah,kecoklat-coklatan atau hitam di permukaan daun sebelah atas ataupun sebelah bawah.
Cara pengendalian sama seperti pada  kutu daun.

ulat-tanah_thumb[2]

4. Ulat Tanah ( Agrotis ipsilon Hufn.)
Bersifat polifag, aktif senja atau malam hari
Menyerang dengan cara memotong titik tumbuh tanaman yang masih muda, sehingga terkulai dan roboh
Cara pengendalian : kumpulkan dan musnahkan ulat,untuk  pencegahan semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810.

download (7)

5.Ulat Grayak (Spodoptera litura, F.)
Bersifat polifag.
Menyerang dengan cara merusak (memakan) daun hingga berlubang-lubang.
Cara pengendalian : mengatur waktu tanam dan pergiliran tanaman, semprot dengan Natural VITURA.

download (8)

6.Ulat Buah ( Helicoverpa armigera Hubn.)
Bersifat polifag, menyerang buah dengan cara menggigit dan melubanginya, sehingga bentuk buah tidak normal, dan mudah terserang penyakit busuk buah.
Cara pengendalian : kumpulkan & hancurkan buah yang tercemar,lakukan perpindahan tanaman & lakukan waktu tanam sanitasi kebun, untuk pencegahan semprotkan PESTONA atau PENTANA + AERO 810 setiap 1-2 minggu sekali

Silahkan mencoba semoga bermanfaat & semoga berhasil.

GOOD LUCK!

Posted in Uncategorized | Leave a comment